Rizky
RizkySeseorang noobgrammer sekaligus mobile gamer yang selalu tertarik dengan perkembangan teknologi.

Arti Bagaikan

gambar bagaikan ilustrasi

Arti Bagaikan - Bagaikan memiliki 1 arti. Bagaikan berasal dari kata dasar bagai. Bagaikan memiliki arti dalam kelas partikel yaitu kata yang tidak tertakluk pada perubahan bentuk dan hanya berfungsi menampilkan unsur yang diiringinya.

Daftar isi

Arti kata bagaikan

Dasar: bagai
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: -
Lain: -
Arti kata bagaikan adalah kata depan untuk menyatakan perbandingan. Bagaikan juga berarti seperti. Bagaikan juga berarti laksana
Contoh: Terdengar suara membahana bagaikan bumi akan runtuh

Arti kata bagai

Arti kata bagai adalah jenis. Bagai juga berarti macam
Contoh: Permata sembilan bagai

Arti kata bagai adalah sama. Bagai juga berarti persamaan. Bagai juga berarti banding
Contoh: Tidak ada bagainya

Arti kata bagai adalah kata depan untuk menyatakan perbandingan. Bagai juga berarti seperti. Bagai juga berarti laksana
Contoh: Bagai kucing dan anjing

Kata dengan kata dasar bagai

Arti kata bagaikan adalah kata depan untuk menyatakan perbandingan. Bagaikan juga berarti seperti. Bagaikan juga berarti laksana
Contoh: Terdengar suara membahana bagaikan bumi akan runtuh

Arti kata berbagai adalah mempunyai persamaan. Berbagai juga berarti berbanding. Berbagai juga berarti bertara
Contoh: Parasnya elok tiada berbagai

Arti kata berbagai adalah bermacam-macam. Berbagai juga berarti berjenis-jenis
Contoh: Berbagai daya upaya telah dilakukan, berbagaiberbagai cara telah dicoba

Arti kata keberbagaian adalah keadaan beraneka ragam. Keberbagaian juga berarti keadaan bervariasi. Keberbagaian juga berarti kecenderungan berubah-ubah. Keberbagaian juga berarti variabilitas

Arti kata membagaikan adalah memperolok-olokkan. Membagaikan juga berarti menghinakan

Arti kata sebagai adalah kata depan untuk menyatakan hal yang serupa. Sebagai juga berarti sama. Sebagai juga berarti semacam (itu)
Contoh: Perabot rumah tangga ialah kursi, meja, lemari, dan sebagainya

Arti kata sebagai adalah kata depan untuk menyatakan perbandingan. Sebagai juga berarti seperti. Sebagai juga berarti seakan-akan. Sebagai juga berarti seolah-olah
Contoh: Kelakuannya sebagai orang udik masuk kota

Arti kata sebagai adalah seharusnya. Sebagai juga berarti sepatutnya. Sebagai juga berarti sewajarnya. Sebagai juga berarti semestinya
Contoh: Ia diperlakukan dengan sebagainya

Arti kata sebagai adalah jadi (menjadi)
Contoh: Ia diangkat sebagai gubernur

Arti kata sebagai adalah kata depan untuk menyatakan status. Sebagai juga berarti berlaku seperti. Sebagai juga berarti selaku
Contoh: Sebagai orang tua, ia harus bertanggung jawab atas anak-anaknya

Arti kata sebagai adalah lihat bagai

Istilah dengan kata dasar bagai

Arti istilah bagai minyak dengan air adalah tidak dapat hidup rukun. Bagai minyak dengan air juga berarti tidak dapat bersatu

Arti istilah berbagai-bagai adalah bermacam-macam

Arti istilah berbagai-bagai adalah berjenis-jenis

Arti istilah memperbagai-bagaikan adalah mengata-ngatai sekehendak hati. Memperbagai-bagaikan juga berarti memperolok-olokkan

Peribahasa dengan kata bagai

Arti peribahasa bagai duri dalam daging adalah sesuatu yang selalu menyakitkan hati atau mengganggu pikiran

Arti peribahasa sebagai durian pangsa menunjukkan bangsa sebagai durian menunjukkan pangsanya adalah kelakuan (perkataan dan sebagainya) seseorang menunjukkan tinggi rendahnya budi pekerti (asal dan sebagainya)

Arti peribahasa bagai guna alu sesudah menumbuk dicampakkan adalah dihargai sewaktu diperlukan, setelah tidak berguna lagi dibuang

Arti peribahasa bagai air di daun talas adalah selalu berubah-ubah (tidak tetap pendirian)

Arti peribahasa bagai alu pencungkil duri adalah melakukan sesuatu yang tidak mungkin berhasil

Arti peribahasa bagai anak sepat ketohoran adalah berbaring bermalas-malasan

Arti peribahasa bagai anjing beranak enam adalah kurus sekali

Arti peribahasa bagai anjing melintang denai adalah sangat gembira (sombong)

Arti peribahasa bagai ayam dibawa kelampok adalah keheranan melihat sesuatu

Arti peribahasa bagai balam dengan ketitir adalah perihal dua orang yang selalu bertengkar, masing-masing membanggakan dirinya

Arti peribahasa bagai batu jatuh ke lubuk adalah hilang lenyap (orang yang meninggalkan tempat)

Arti peribahasa bagai beliung dengan asahan adalah sangat karib (tidak pernah bercerai)

Arti peribahasa bagai belut digetil ekor adalah lancar (cepat sekali)

Arti peribahasa bagai belut diregang adalah seseorang yang tinggi kurus

Arti peribahasa bagai belut kena ranjau getah adalah seseorang yang licik dan cerdik dapat juga tertangkap atau tertipu

Arti peribahasa bagai bertanak di kuali adalah bermurah hati kepada orang lain sehingga mendatangkan kesusahan kepada diri sendiri

Arti peribahasa bagai beruk kena ipuh adalah menggeliat-geliat karena kesakitan dan sebagainya

Arti peribahasa bagai berumah di tepi tebing adalah selalu tidak aman hatinya

Arti peribahasa bagai budak-budak makan pisang adalah tidak mudah ditipu dan sebagainya

Arti peribahasa bagai bulan dengan matahari adalah sebanding. Bagai bulan dengan matahari juga berarti sesuai

Arti peribahasa bagai bulan kesiangan adalah pucat dan lesu

Arti peribahasa bagai bunyi cempedak jatuh adalah bunyi seperti barang berat jatuh

Arti peribahasa bagai bunyi siamang kenyang adalah banyak bicara karena mendapat kesenangan

Arti peribahasa bagai dawat dengan kertas adalah tidak pernah bercerai. Bagai dawat dengan kertas juga berarti tidak dapat dipisahkan

Arti peribahasa bagai dekan di bawah pangkal buluh adalah seseorang yang pandai menyimpan rahasia

Arti peribahasa bagai denai gajah lalu adalah hal yang tidak mungkin dapat disembunyikan

Arti peribahasa bagai dientak alu luncung adalah dialahkan oleh orang lemah (bodoh)

Arti peribahasa bagai dulang dengan tudung saji adalah sangat serasi

Arti peribahasa bagai empedu lekat di hati adalah sangat karib, tidak terceraikan (tentang persahabatan, orang yang berkasih-kasihan, dan sebagainya)

Arti peribahasa bagai gadis jolong bersubang adalah sombong atau sangat riang (karena baru saja menjadi kaya, berpangkat tinggi, dan sebagainya)

Arti peribahasa bagai galah di tengah arus adalah menggigil keras

Arti peribahasa bagai galah di tengah arus adalah selalu berkeluh kesah (gelisah dan sebagainya)

Arti peribahasa bagai galah dijual adalah sudah habis hartanya (untuk berjudi dan sebagainya)

Arti peribahasa bagai garam jatuh ke air adalah nasihat dan sebagainya yang mudah diterima

Arti peribahasa bagai geluk tinggal di air adalah orang yang hanya menunggu bantuan orang lain

Arti peribahasa bagai getah dibawa ke semak adalah makin kusut (tentang perkara)

Arti peribahasa bagai ikan dalam keroncong adalah tidak tertolong lagi. Bagai ikan dalam keroncong juga berarti tidak ada harapan lagi untuk meloloskan diri

Arti peribahasa bagai ikan kena tuba adalah banyak orang sakit atau mati dalam sebuah kampung (negeri)

Arti peribahasa bagai ilak bercerai dengan benang adalah bercerai untuk selama-lamanya (tidak akan bertemu lagi)

Arti peribahasa bagai inai dengan kuku adalah tidak pernah bercerai

Arti peribahasa bagai itik pulang petang adalah sangat lambat (jalannya)

Arti peribahasa bagai jampuk kesiangan hari adalah kebingungan atau termenung karena kehilangan akal

Arti peribahasa bagai jawi ditarik keluan adalah menurut saja (karena tidak dapat melawan)

Arti peribahasa bagai jawi terkurung adalah sangat gelisah atau kurang senang karena terpingit atau terikat oleh adat

Arti peribahasa bagai kacang direbus satu adalah melonjak-lonjak kegirangan

Arti peribahasa bagai kambing dibawa ke air adalah enggan sekali mengerjakan suatu pekerjaan

Arti peribahasa bagai kambing harga dua kupang adalah berkelakuan yang kurang senonoh

Arti peribahasa bagai kambing harga dua kupang adalah kekanak-kanakan

Arti peribahasa bagai kapal tidak bertiang adalah perihal negeri atau perkumpulan (perhimpunan) yang tidak mempunyai pemimpin

Arti peribahasa bagai kapas dibusur adalah putih bersih

Arti peribahasa bagai keluan bebar petang adalah ramai-ramai berkerumun

Arti peribahasa bagai kena santung pelalai adalah gadis yang lupa (tidak ingat) akan bersuami (karena diguna-gunai orang)

Arti peribahasa bagai kerakap tumbuh di di atas batu, hidup enggan mati tak mau adalah hidup dalam kesukaran (kemelaratan) terus-menerus

Arti peribahasa bagai kinantan hilang taji adalah seseorang yang telah kehilangan penghargaan

Arti peribahasa bagai kucing dibawakan lidi adalah sangat ketakutan

Arti peribahasa bagai kucing lepas senja adalah sukar dicari

Arti peribahasa bagai kuku dengan daging adalah tidak terceraikan. Bagai kuku dengan daging juga berarti tidak pernah bercerai

Arti peribahasa bagai kuku dengan isi adalah sukar diceraikan. Bagai kuku dengan isi juga berarti tidak pernah bercerai

Arti peribahasa bagai langau di ekor gajah adalah selalu tunduk kepada kemauan orang besar atau orang pandai

Arti peribahasa bagai manik putus talinya pengarang adalah perihal air mata yang bercucuran

Arti peribahasa bagai melihat asam adalah ingin sekali

Arti peribahasa bagai melulusi baju sempit bagai terbuang ke sisiran adalah seseorang yang merasa senang karena terlepas dari kesusahan

Arti peribahasa bagai membakar tunam basah adalah hal mengajar anak yang bodoh, sukar dimengerti (diterima) pelajaran itu olehnya

Arti peribahasa bagai menakik darah mati dari alu bagai menakik darah mati dari batu adalah bekerja keras tetapi sedikit hasilnya

Arti peribahasa bagai mendapat durian runtuh adalah mendapat keuntungan yang tidak tersangka-sangka atau tidak dengan bersusah payah

Arti peribahasa bagai menentang matahari adalah melawan atau menyanggah kekuatan atau kekuasaan yang jauh lebih tinggi daripada kuasa atau kekuatan penyanggah itu tentu akan binasa

Arti peribahasa bagai menggenggam bara, terasa hangat dilepaskan adalah melakukan suatu pekerjaan setelah mendapatkan kesukaran, pekerjaan itu ditinggalkan

Arti peribahasa bagai menghela rambut dalam tepung adalah pekerjaan yang sulit atau pekerjaan yang harus dikerjakan dengan hati-hati sekali

Arti peribahasa bagai menghela tali jala adalah sangat berhati-hati

Arti peribahasa bagai menyandang galas tiga adalah pekerjaan yang ringan, tetapi sukar melakukannya

Arti peribahasa bagai menyesah kain dapat adalah memakai sesuatu barang (pinjaman) dengan sekehendak hati saja

Arti peribahasa bagai menyukat belut adalah pekerjaan yang sia-sia

Arti peribahasa bagai orang kena miang adalah gelisah sekali karena mendapat malu

Arti peribahasa bagai pahat, tidak ditukul tidak makan adalah orang yang hanya mau bekerja apabila diperintah

Arti peribahasa bagai pelita kehabisan minyak adalah tidak berseri-seri lagi

Arti peribahasa bagai perian pecah adalah suara yang sember (tidak merdu)

Arti peribahasa bagai pimping di lereng adalah orang yang tidak berpendirian tetap

Arti peribahasa bagai pinang belah dua adalah sama besar, serupa benar

Arti peribahasa bagai pintu tak berpasak, bagai perahu tak berkemudi adalah sesuatu yang membahayakan

Arti peribahasa bagai pucuk enau dilancarkan diluncurkan adalah sangat lancar. Bagai pucuk enau dilancarkan diluncurkan juga berarti cepat sekali

Arti peribahasa bagai pucuk pisang didiang adalah lemah sekali. Bagai pucuk pisang didiang juga berarti tidak bertenaga

Arti peribahasa bagai rambut dibelah tujuh seribu adalah sedikit (kecil) sekali

Arti peribahasa bagai rupa orang terkena beragih adalah bermuka masam karena rugi dan sebagainya (dalam perdagangan)

Arti peribahasa bagai serangkak tertimbakan adalah berjalan miring karena cacat pada tubuhnya

Arti peribahasa bagai serdadu pulang baris adalah orang yang kelihatannya selalu bergaya, tetapi pekerjaannya berat dan berbahaya

Arti peribahasa bagai si bisu berasian bermimpi, terasa ada terkatakan tidak adalah tidak dapat mengatakan meskipun tahu (mengerti)

Arti peribahasa bagai si kudung beroleh cincin adalah beroleh keuntungan, tetapi tidak dapat menikmatinya

Arti peribahasa bagai si kudung pergi berbelut adalah pekerjaan yang dilaksanakan tidak berdasarkan kemampuan akan sia-sia

Arti peribahasa bagai si lumpuh hendak merantau adalah tidak mungkin dikerjakan

Arti peribahasa bagai siamang kurang kayu adalah sangat bersedih hati karena menderita kekurangan

Arti peribahasa bagai tanduk bersendi gading adalah jodoh yang tidak sepadan

Arti peribahasa bagai tanduk diberkas adalah sangat sukar untuk disatukan (karena tidak sepaham atau sependirian)

Arti peribahasa bagai tikus membaiki labu adalah orang yang mencoba memperbaiki sesuatu yang tidak diketahuinya, akhirnya merusaknya

Arti peribahasa bagai unta menyerahkan diri adalah amat patuh menurut perintah. Bagai unta menyerahkan diri juga berarti mengaku salah dan bertobat. Bagai unta menyerahkan diri juga berarti menyerah dan menurut

Arti peribahasa bagaikan rama-rama masuk api adalah musnah dengan cepat

Arti peribahasa bagaimana bunyi gendang, begitulah tarinya adalah menurut segala perintah untuk menyesuaikan diri dengan keadaan

Arti peribahasa bagaimana ditanam begitulah dituai adalah tiap-tiap orang berbuat jahat, jahat pula balasannya, demikian pula kebalikannya

Bagaimana ditanam, begitulah dituai berarti seseorang akan mendapat balasan seperti yang diperbuatnya

Arti peribahasa berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi adalah ilmu yang dituntut secara tidak sempurna, tidak akan berfaedah

Arti peribahasa berkepanjangan bagai agam adalah perbuatan (perkataan) yang berlarut-larut

Arti peribahasa berleleran bagai getah di lalang adalah tidak keruan (tentang percakapan atau pembicaraan)

Arti peribahasa berpilin-pilin bagai kelindan adalah sudah menjadi satu benar, tidak dapat diceraikan lagi

Arti peribahasa bersesak-sesak bagai ular tidur adalah seseorang yang disesakkan, seperti ditagih utang berulang-ulang

Arti peribahasa bulu mata bagai seraut jatuh adalah alis yang melengkung, runcing bentuknya dan bagus

Arti peribahasa di luar bagai madu, di dalam bagai empedu adalah kelihatan bagus, tetapi sebenarnya tidak demikian halnya

Arti peribahasa dialas bagai memengat adalah (kalau) berkata hendaknya jangan asal berkata saja

Arti peribahasa disisih bagai antah adalah diasingkan dari yang lain. Disisih bagai antah juga berarti tidak disukai

Arti peribahasa gedang sebagai dilambuk-lambuk, tinggi sebagai dijunjung adalah sangat dimuliakan

Arti peribahasa hati sebagai baling-baling adalah tidak tetap pendirian

Arti peribahasa hati bagai baling-baling baling-baling di atas bukit adalah tidak tetap hatinya (pendiriannya)

Arti peribahasa hitam bagai pantat belanga adalah sangat buruk (tentang tabiat seseorang)

Arti peribahasa hitam sebagai kuali adalah sangat hitam

Arti peribahasa kelam bagai malam dua puluh tujuh adalah suatu hal atau perkara yang sangat gelap, tidak ada bayangan sedikit pun bagaimana akan memeriksa dan menyelidikinya

Arti peribahasa keras bagai batu, tinggi bagai bukit adalah tidak mau menurut perintah

Arti peribahasa lengan bagai lilin dituang adalah lengan yang indah bentuknya

Arti peribahasa licin bagai belut adalah cerdik dan licik sehingga susah menghadapinya (menangkapnya)

Arti peribahasa lonjak bagai labu dibenam adalah orang yang sombong

Arti peribahasa lurus bagai piarit adalah orang yang tampak baik, tetapi berhati jahat

Arti peribahasa maksud bagai maksud manau adalah menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai

Arti peribahasa manis mulutnya bercakap seperti sautan manisan, di dalam bagai empedu adalah mulut manis (perkataan yang manis-manis) biasanya berisi tipu semu di dalamnya

Arti peribahasa manis seperti gula derawa, manis bagai gula jawa adalah berpatutan, ibarat dua orang suami-istri yang sama elok rupanya

Arti peribahasa memagar diri bagai aur adalah hanya memikirkan diri sendiri

Arti peribahasa menganggungkan bagai rumput tengah jalan adalah hidup yang serba susah (sakit, miskin, dan sebagainya)

Arti peribahasa menggeriak bagai anak nangui adalah orang yang beranak banyak, tetapi malas mencari nafkah

Arti peribahasa menguak-nguak bagai hidung gajah adalah bernapas terengah-engah

Arti peribahasa menjilat keluan bagai kerbau adalah sangat kecewa karena tak sampai maksudnya

Arti peribahasa menyeladang bagai panas di padang adalah suatu kejadian yang terjadi secara merata di mana-mana

Arti peribahasa misai bertaring bagai panglima, sebulan sekali tak membunuh orang adalah rupa saja yang hebat dan garang, tetapi berhati penakut

Arti peribahasa muka bagai ditampar dengan kulit babi adalah hal orang yang tidak tahu malu. Muka bagai ditampar dengan kulit babi juga berarti seseorang yang kelihatannya senang dan kaya, tetapi yang sebenarnya hidup dengan utang

Arti peribahasa mulut bagai ekor ayam diembus adalah seseorang yang mulutnya tidak berhenti-henti berkata (tidak pernah diam, selalu saja bergerak-gerak)

Arti peribahasa pipinya sebagai pauh dilayang adalah pipinya amat elok

Arti peribahasa sebagai aur dengan tebing adalah sangat karib (tentang persahabatan). Sebagai aur dengan tebing juga berarti sangat berkasih-kasihan (tentang suami istri)

Arti peribahasa sebagai ayam diasak malam adalah tidak berdaya lagi

Arti peribahasa sebagai bisul hampir memecah adalah menghadapi suatu kesulitan yang hampir terhindar (hampir teratasi)

Arti peribahasa sebagai dawat dengan kertas adalah pasangan yang sesuai benar

Arti peribahasa sebagai di rumah induk bako adalah merasa senang dan aman

Arti peribahasa sebagai duri landak adalah kecil dan runcing (tentang jari)

Arti peribahasa sebagai garam dengan asam adalah sudah sesuai benar (tentang pria dan wanita) dan tentu menjadi jodoh

Arti peribahasa sebagai kepiting batu adalah sangat kikir

Arti peribahasa sebagai kera dapat canggung adalah merapatkan dirinya kepada orang yang telah memberi pertolongan

Arti peribahasa sebagai kunyit dengan kapur adalah mudah dan lekas mesra (bercampur, berpadu, bersetuju)

Arti peribahasa sebagai minyak dengan air adalah tidak dapat bersatu (karena bermusuhan dan sebagainya)

Arti peribahasa sebagai orang mabuk gadung adalah rupa seseorang yang lemah dan pucat karena mengidap penyakit

Arti peribahasa sebagai pancang diguncang arus adalah orang yang tidak tetap pendiriannya

Arti peribahasa sebagai petai sisa pengait adalah tidak berguna sama sekali

Arti peribahasa sebagai sadur menimbulkan senam adalah kelihatan keadaan (maksud, tabiat) yang sebenarnya

Arti peribahasa seidas bagai benang, sebentuk bagai cincin adalah dua orang yang sejodoh benar

Arti peribahasa seikat bagai sirih, serumpun bagai serai adalah seia sekata. Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai juga berarti sehina semalu. Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai juga berarti bersama-sama menanggung untung dan rugi atau senang dan derita

Arti peribahasa sekebat bagai sirih adalah sepakat dalam perkumpulan (rapat)

Arti peribahasa seliang bagai tebu, serumpun bagai serai adalah seia sekata. Seliang bagai tebu, serumpun bagai serai juga berarti rukun

Arti peribahasa serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih adalah seia sekata. Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih juga berarti rukun sekali

Arti peribahasa serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih adalah seia sekata. Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih juga berarti rukun sekali

Arti peribahasa serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu adalah bersatu hati dalam segala hal

Arti peribahasa siang bagai hari, terang bagai bulan adalah sudah nyata sekali (tentang kesalahan dan sebagainya). Siang bagai hari, terang bagai bulan juga berarti terang sekali

Arti peribahasa seperti kepiting tidak tahu bungkuknya sebagai udang tak tahu bungkuknya adalah orang yang tidak tahu akan cacatnya, tidak sadar akan kebodohan dan kekurangannya

Arti peribahasa telah penuh sebagai bersukat adalah habis kesabaran

Arti peribahasa teralang-alang bagaikan sampah dalam mata adalah hinaan dan sebagainya yang selalu teringat dan terasa di dalam hati

Arti peribahasa terang bagai bulan adalah sudah nyata sekali (tentang kesalahan). Terang bagai bulan juga berarti terang sekali

Arti peribahasa tergerenyeng-gerenyeng bagai anjing disua antan adalah seorang penakut yang menepi-nepi karena ingin lari

Arti peribahasa tersendeng-sendeng bagai sepat di bawah mengkuang adalah orang yang kecil dan hina hendak mendekat kepada orang besar dan mulia, nyatanya kelihatan takut dan malu

Arti peribahasa tersingit-singit bagai katung di bawah reba adalah sangat merendahkan diri seperti orang kecil (orang bawahan) yang takut dan malu hendak mendekati orang besar atau berkedudukan tinggi

Demikian arti kata bagaikan di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih

Pencarian

Arti Antonim Sinonim Rima
^