Rizky
RizkySeseorang noobgrammer sekaligus mobile gamer yang selalu tertarik dengan perkembangan teknologi.

Arti Kata Ana Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

gambar ana ilustrasi

Arti ana - Ana- memiliki 4 arti. Ana- adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Ana memiliki 4 arti. Ana memiliki arti dalam kelas adjektiva atau kata sifat sehingga ana dapat mengubah kata benda atau kata ganti, biasanya dengan menjelaskannya atau membuatnya menjadi lebih spesifik. Ana termasuk dalam ragam bahasa cakapan.

Daftar isi

Arti ana-

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: -
Ragam: -
Lain: -
Arti: Ana- berarti naik. Ana- juga berarti ke atas
Contoh: Anabolisme

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: -
Ragam: -
Lain: -
Arti: Ana- berarti kembali
Contoh: Analogi

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: -
Ragam: -
Lain: -
Arti: Ana- berarti sampai habis atau menyeluruh
Contoh: Anatomi

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: adjektiva
Ragam: cakapan
Lain: -
Arti: Ana berarti saya. Ana- juga berarti aku
Contoh: Ana tinggal di jakarta

Daftar peribahasa dengan kata ana

Arti peribahasa ada angin ada pohonnya hujan berpohon, panas berasal adalah segala hal ada asal mulanya (sebab-sebabnya)

Arti peribahasa ada hujan ada panas, ada hari boleh balas adalah selalu ada kesempatan untuk membalas dendam

Arti peribahasa anak ayam kehilangan induk adalah ribut dan bercerai-berai karena kehilangan tumpuan

Arti peribahasa anak badak dihambat-hambat adalah dengan sengaja mencari bahaya

Arti peribahasa anak baik menantu molek adalah mendapat keuntungan yang berlipat ganda

Arti peribahasa anak baik, menantu molek adalah sangat berbahagia

Arti peribahasa anak dipangku dilepaskan, beruk dalam rimba disusukan disusui adalah selalu membereskan (memikirkan) urusan orang lain, sedangkan urusan sendiri diabaikan

Arti peribahasa anak orang, anak orang juga adalah seseorang yang asing bagi kita akan tetap asing juga

Arti peribahasa anak sendiri disayangi, anak tiri dibengkengi adalah bagaimanapun adilnya seseorang, kepentingan sendiri juga yang diutamakan

Arti peribahasa aur ditanam, betung tumbuh adalah mendapat untung (laba) banyak

Arti peribahasa badak makan anak adalah ayah membuang anaknya karena takut akan musnah kebesarannya (pada raja-raja zaman dahulu)

Arti peribahasa bagai anak sepat ketohoran adalah berbaring bermalas-malasan

Arti peribahasa bagai anjing beranak enam adalah kurus sekali

Arti peribahasa bagai bertanak di kuali adalah bermurah hati kepada orang lain sehingga mendatangkan kesusahan kepada diri sendiri

Arti peribahasa bagaimana bunyi gendang, begitulah tarinya adalah menurut segala perintah untuk menyesuaikan diri dengan keadaan

Arti peribahasa bagaimana ditanam begitulah dituai adalah tiap-tiap orang berbuat jahat, jahat pula balasannya, demikian pula kebalikannya

Bagaimana ditanam, begitulah dituai berarti seseorang akan mendapat balasan seperti yang diperbuatnya

Arti peribahasa bajak selalu di tanah yang lembut adalah orang yang selalu menderita adalah orang yang lemah

Arti peribahasa belanak bermain di atas karang adalah ombak besar (sehingga ikan belanak yang biasanya senang diam dalam pasir laut, naik ke permukaan laut)

Arti peribahasa belum beranak sudah ditimang, belum duduk sudah berlunjur adalah terlampau cepat gembira sebelum maksud tercapai

Arti peribahasa belum beranak sudah ditimang adalah bersenang-senang sebelum maksudnya tercapai

Arti peribahasa beranak tiada berbidan adalah mendapat kesusahan (kecelakaan dan sebagainya) karena salahnya sendiri

Arti peribahasa berketuk di luar sangkar, bertanam di luar pagar adalah mengemukakan keterangan (keberatan dan sebagainya) sesudah diputuskan

Arti peribahasa berlaki anak semang adalah perempuan yang buruk kelakuannya

Arti peribahasa bertanam biji hampa adalah sia-sia. Bertanam biji hampa juga berarti tidak dipedulikan

Arti peribahasa bertanam tebu di bibir adalah mengeluarkan kata-kata manis (untuk membujuk dan sebagainya)

Arti peribahasa bertanam tebu di bibir adalah mengeluarkan perkataan yang manis-manis (memuji-muji dan sebagainya), tetapi mempunyai maksud yang kurang baik

Arti peribahasa betung ditanam, aur tumbuh adalah mengharapkan sesuatu yang baik (menguntungkan), tetapi memperoleh yang sebaliknya

Arti peribahasa bibirnya bukan diretak panas adalah perkataannya (nasihatnya) tidak sia-sia

Arti peribahasa buaian diguncang, anak dicubit adalah perbuatan dan tutur kata yang baik untuk menutupi perbuatan atau maksud yang jahat

Arti peribahasa bukan tanahnya menjadi padi adalah bukan tampannya yang akan menjadi orang baik-baik

Arti peribahasa bumi mana yang tak kena hujan adalah manusia mana yang tidak khilaf dan berbuat salah

Arti peribahasa busut juga yang ditimbun anai-anai adalah yang biasa bersalah juga yang dituduh orang dalam suatu kejahatan

Arti peribahasa busut juga yang ditimbun anai-anai adalah orang yang kaya juga yang bertambah kekayaannya

Arti peribahasa coba-coba menanam mumbang, kalau tumbuh sunting negeri adalah kerjakan terus, barangkali ada hasilnya kelak

Arti peribahasa di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung adalah harus menyesuaikan diri dengan adat dan keadaan tempat tinggal

Arti peribahasa di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung adalah menurutkan adat kebiasaan tempat yang didiami

Arti peribahasa di mana kayu bengkok, di sanalah musang meniti adalah di tempat yang tidak terjaga, di situlah pencuri datang

Arti peribahasa di mana pinggan pecah, di sana tembikar tinggal adalah di mana orang meninggal di situ dikuburkan

Arti peribahasa di mana ranting dipatah, di situ air disauk adalah setiap orang hendaklah menurut adat kebiasaan di negeri tempat tinggalnya

Arti peribahasa di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung adalah hendaklah mengikuti adat negeri yang didiami

Arti peribahasa di mana tembilang terentak, di situlah cendawan tumbuh adalah di mana perkara atau perselisihan tumbuh, di situlah diselesaikan

Arti peribahasa di manakah berteras kayu mahang adalah jangan mengharapkan sesuatu yang mustahil

Arti peribahasa dicoba-coba bertanam mumbang, moga-moga tumbuh kelapa adalah dicoba-coba mengusahakan sesuatu yang moga-moga menjadi besar dan mendatangkan hasil

Arti peribahasa dilihat pulut, ditanak berderai adalah apa yang kelihatan di luar (pada lahirnya) berlainan dengan keadaan sebenarnya (seperti kelihatannya pandai, sebenarnya tidak tahu apa-apa)

Arti peribahasa disangka panas sampai petang, kiranya hujan tengah hari adalah disangka akan senang atau mulia selamanya, tetapi tiba-tiba ditimpa musibah sehingga jatuh melarat

Arti peribahasa daripada hidup bercermin bangkai lebih baik mati berkalang tanah adalah daripada menanggung malu lebih baik mati

Arti peribahasa daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup berlumur tahi, lebih baik mati bertimbun bunga adalah daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati

Arti peribahasa gunung juga yang dilejang panas adalah biasanya orang yang sudah kaya yang mendapat untung atau bertambah kaya

Arti peribahasa gunung juga yang dilejang panas adalah orang yang telah berbuat kejahatan

Arti peribahasa hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang jua adalah budi bahasa yang baik tidak akan dilupakan orang

Arti peribahasa hidung laksana kuntum seroja, dada seperti mawar merekah adalah perihal menyatakan keelokan bentuk hidung dan dada perempuan

Arti peribahasa hidup dikandung adat, mati dikandung tanah adalah selama hidup orang harus taat pada adat kebiasaan dalam masyarakat

Arti peribahasa hitam mata itu mana boleh bercerai dengan putihnya adalah orang yang sedang bercinta tidak mudah dipisahkan

Arti peribahasa hujan berpohon, panas berasal adalah segala hal tentu ada sebabnya

Arti peribahasa hujan panas permainan hari, senang susah permainan hidup adalah telah biasa bahwa kehidupan manusia ada kalanya susah, ada kalanya senang

Arti peribahasa hujan tempat berteduh, panas tempat berlindung adalah orang yang selalu memberi pertolongan kepada orang banyak

Arti peribahasa jangan dilepaskan tangan kanan, sebelum tangan kiri berpegang adalah jangan melepaskan pekerjaan yang ada sebelum mendapat pekerjaan (pencaharian) yang baru

Arti peribahasa jika tidak pecah ruyung, di mana boleh mendapat sagu adalah tidak akan tercapai maksud kalau tidak mau berusaha

Arti peribahasa kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalan adalah cinta kasih anak kepada ibu tidak sebanyak cinta kasih ibu kepada anak

Arti peribahasa kasihkan anak tangan-tangankan, kasihkan bini tinggal-tinggalkan sayang di anak dibenci, sayang di negeri ditinggalkan adalah yang disayangi itu hendaknya jangan terlalu dimanjakan;

Arti peribahasa ke mana angin yang deras ke situ condongnya adalah tidak teguh pendirian

Arti peribahasa ke mana condong, ke mana rebah adalah pekerjaan yang sudah dilakukan menurut adat atau kebiasaan

Arti peribahasa ke mana dialih, lesung berdedak juga adalah sesuatu yang memang merugikan (menyusahkan), di mana pun akan merugikan juga

Arti peribahasa ke mana kelok lilin, ke sana kelok loyang adalah tidak punya pendirian, selalu mengikut kata orang lain

Arti peribahasa ke mana tumpah hujan dari bubungan, kalau tidak ke cucuran atap adalah anak akan menurut sifat atau teladan orang tuanya

Arti peribahasa kecil dikandung ibu, besar dikandung adat, mati dikandung tanah adalah manusia itu selalu terikat oleh tata tertib masyarakat, tidak pernah bebas sama sekali

Arti peribahasa kecil-kecil anak kalau sudah besar onak adalah anak itu selagi kecil menyenangkan hati, tetapi kalau sudah besar menyusahkan hati (karena kelakuannya dan sebagainya)

Arti peribahasa kerbau menanduk anak adalah hanya pura-pura saja. Kerbau menanduk anak juga berarti tidak dengan sungguh-sungguh

Arti peribahasa ketam menyuruhkan anaknya berjalan betul adalah orang yang memberi nasihat, tetapi dia sendiri tidak melakukan seperti yang dinasihatkannya itu

Arti peribahasa lain bengkak, lain bernanah adalah seseorang yang bersalah, orang lain yang menanggung atau menderita akibatnya

Arti peribahasa lain bengkak, lain menanah adalah lain orang yang bersalah, lain pula orang yang menerima hukuman

Arti peribahasa laki pulang kelaparan, dagang lalu ditanakkan adalah orang lain ditolong, tetapi keluarga sendiri ditelantarkan

Arti peribahasa laki pulang kelaparan, dagang lalu ditanakkan adalah lebih banyak mengindahkan urusan orang lain daripada urusan sendiri

Arti peribahasa laksana bunga dadap, sungguh merah berbau tidak adalah orang yang rupanya elok, tetapi tidak berbudi bahasa

Arti peribahasa laksana jentayu menantikan hujan adalah sangat merindukan sesuatu (kekasih dan sebagainya)

Arti peribahasa laksana manau, seribu kali embat haram tak patah adalah menunjukkan sesuatu yang teguh dan kuat

Arti peribahasa laksana mengaprit di tengah laut, dipukul ombak jatuh ke tepi adalah orang yang belum mantap kedudukannya atau belum bernasib baik dalam mengadu untung

Arti peribahasa laksana mestika gamat adalah perihal kelakuan, atau tabiat, atau perkataan yang baik

Arti peribahasa laut mana yang tak berombak, bumi mana yang tak ditimpa hujan adalah bagaimanapun manusia tidak akan luput dari kekhilafan (kesalahan)

Arti peribahasa lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup bercermin bangkai adalah lebih baik mati daripada menanggung malu

Arti peribahasa lihat anak pandang menantu adalah segala urusan anak hendaklah ditimbang-timbang dahulu apakah hal itu akan menimbulkan keadaan yang tidak baik pada menantu sekalipun hal itu akan menguntungkan anak sendiri. Lihat anak pandang menantu juga berarti setiap pekerjaan hendaklah ditimbang-timbang, jika baik bagi diri sendiri dan baik pula bagi orang lain, pekerjaan itu baru dilakukan

Lihat anak, pandang menantu berarti pekerjaan (hal dan sebagainya) hendaklah ditimbang, di samping baik bagi diri sendiri hendaknya baik juga bagi orang lain

Arti peribahasa makan bubur panas-panas adalah terlalu berharap akan beroleh rezeki, lalu bertindak tergesa-gesa sehingga kecewa jadinya

Arti peribahasa makanan enggang akan dimakan pipit adalah hendak melakukan sesuatu yang tidak sepadan dengan tarafnya (kesanggupan dan sebagainya)

Arti peribahasa maksud bagai maksud manau adalah menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai

Arti peribahasa malang celaka raja genggang, anak terbeli tunjang hilang adalah hal orang yang malang, waktu diperoleh maksud yang kedua, yang sudah di tangan hilang pula

Arti peribahasa malu kalau anak harimau menjadi anak kucing kambing adalah tidak sepatutnya kalau anak orang baik-baik atau pandai menjadi jahat atau bodoh

Arti peribahasa mana busuk yang tidak berbau adalah kejahatan (kesalahan) akhirnya akan ketahuan juga

Arti peribahasa manusia tertarik oleh tanah airnya, anjing tertarik oleh piringnya adalah orang yang berakal itu jauh pemandangannya, tetapi orang yang bodoh hanya memikirkan keperluan perutnya, kalau ia telah kenyang sudah tidak menghendaki apa-apa lagi

Arti peribahasa masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan adalah tidak mendengarkan nasihat

Arti peribahasa masuk ke telinga kanan, keluar ke telinga kiri adalah tidak dimasukkan ke dalam ingatan (tentang nasihat, pelajaran)

Arti peribahasa mati anak berkalang bapak, mati bapak berkalang anak adalah anak dan bapak wajib tolong-menolong

Arti peribahasa mati dikandung tanah adalah mati (dipendam di dalam tanah)

Arti peribahasa memasukkan minyak tanah adalah menghasut

Arti peribahasa memegang besi panas adalah melakukan sesuatu dengan selalu diliputi kekhawatiran dan ketakutan

Arti peribahasa memegang besi panas adalah bekerja dengan diliputi rasa khawatir

Arti peribahasa menabur menanam biji di atas batu adalah sia-sia belaka, seperti memberikan nasihat kepada orang yang tidak mau mengindahkan

Arti peribahasa menanak semua berasnya adalah memperlihatkan semua hartanya (kepandaian dan sebagainya)

Arti peribahasa menanam mumbang adalah mengharapkan sesuatu yang mustahil. Menanam mumbang juga berarti melakukan sesuatu yang sia-sia

Arti peribahasa menanam mumbang adalah mengharapkan sesuatu yang mustahil. Menanam mumbang juga berarti melakukan sesuatu yang sia-sia

Arti peribahasa mendapati tanah terbalik adalah mendapati mayat sudah terkubur

Arti peribahasa menggantang anak ayam adalah melakukan pekerjaan yang tidak mungkin atau sia-sia

Arti peribahasa menggantang anak ayam adalah melakukan pekerjaan yang sangat sulit

Arti peribahasa menggeriak bagai anak nangui adalah orang yang beranak banyak, tetapi malas mencari nafkah

Arti peribahasa menumbuk di lesung, bertanak di periuk adalah adat itu berdasar pada kebiasaan yang sudah semestinya

Arti peribahasa menumbuk di periuk, bertanak di lesung adalah melakukan sesuatu yang menyalahi kebiasaan

Arti peribahasa menyeladang bagai panas di padang adalah suatu kejadian yang terjadi secara merata di mana-mana

Arti peribahasa merawal memulang bukit, cerana menengah kota adalah sudah nyata sekali ingin mengajukan suatu permintaan

Arti peribahasa nasi sama ditanak, kerak dimakan seorang adalah pekerjaan dilakukan bersama-sama, tetapi keuntungannya diambil sendiri

Arti peribahasa orang pembuat periuk, bertanak di tembikar adalah yang membuatnya sendiri biasanya tidak memakai buatannya yang baik, melainkan memakai buatannya yang buruk-buruk

Arti peribahasa pagar makan tanaman adalah orang yang merusakkan barang yang diamanatkan (dititipkan) kepadanya

Arti peribahasa panas setahun dihapuskan oleh hujan sehari adalah kebaikan yang banyak hilang karena kesalahan yang sedikit saja

Arti peribahasa panas tidak sampai petang adalah bertambah susah

Arti peribahasa payah-payah dilamun ombak, tercapai juga tanah tepi adalah setelah beberapa lama menanggung susah, akhirnya tercapai juga cita-citanya

Arti peribahasa pecah anak buyung, tempayan ada adalah tidak akan kekurangan perempuan untuk dijadikan istri

Arti peribahasa pipit meminang anak enggang adalah orang miskin (berderajat rendah) meminang orang kaya (berderajat tinggi dan sebagainya)

Arti peribahasa pukul anak sindir menantu adalah mengata-ngatai (mencela) seseorang, tetapi perkataan itu ditujukan kepada orang lain

Pukul anak, sindir menantu berarti menyindir seseorang dengan mengata-ngatai atau memarahi orang lain

Arti peribahasa redup atau panas keras adalah hidup atau mati. Redup atau panas keras juga berarti untung-untungan

Arti peribahasa rusak anak oleh menantu adalah orang yang kita kasihi merusakkan harta yang kita berikan kepadanya

Arti peribahasa selama hujan akan panas jua adalah sehabis kesusahan, akhirnya akan datang juga waktu yang baik

Arti peribahasa sepesan anak, anaknya beranak menggigit pula adalah cepat sekali berkembang biak (bertambah banyak)

Arti peribahasa setinggi-tinggi melambung, surutnya ke tanah juga adalah biar ke mana pun perginya, akhirnya pulang ke kampung halaman juga

Arti peribahasa seperti belanda minta tanah, diberi kuku hendak menggarut adalah apabila seseorang diberi sedikit, ia meminta lebih banyak lagi

Arti peribahasa seperti belanda minta tanah adalah perihal orang yang tamak, diberi sedikit hendak banyak, diberi banyak hendak semuanya

Arti peribahasa seperti beranak besar hidung adalah perihal seseorang yang sebentar-sebentar menengok atau memperlihatkan barang yang baru diperolehnya

Arti peribahasa seperti cacing kepanasan adalah tidak tenang, selalu gelisah (karena susah, malu)

Arti peribahasa seperti mengilang manau adalah perbuatan yang sukar dilaksanakan. Seperti mengilang manau juga berarti sukar sekali

Arti peribahasa seperti toman makan anak adalah orang yang berbuat cabul (sumbang)

Arti peribahasa sudah basah kehujanan adalah mendapat kemalangan ganda

Arti peribahasa sudah gaharu cendana pula sudah tahu bertanya pula adalah pura-pura tidak tahu

Arti peribahasa sudah panas berbaju pula adalah orang yang sedang dalam keadaan susah bertambah susah karena peristiwa yang menimpanya

Arti peribahasa tabuhan meminang anak labah-labah adalah tidak seimbang (tentang perjodohan)

Arti peribahasa tak ada beras yang akan ditanak adalah tidak ada kelebihan yang pantas dikemukakan

Arti peribahasa tak lapuk di hujan, tak lekang di panas adalah tetap selamanya. Tak lapuk di hujan, tak lekang di panas juga berarti tidak mengalami perubahan

Arti peribahasa tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan adalah tetap tidak berubah selamanya (tentang adat)

Arti peribahasa tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan adalah tetap tidak berubah

Arti peribahasa tanah lembah kandungan air, kayu bengkok titian kera adalah kejahatan tidak terjadi kalau tidak disebabkan oleh keadaan lain

Arti peribahasa tanam lalang tak akan tumbuh padi adalah melakukan kejahatan, kejahatan juga balasnya

Arti peribahasa tangan kanan jangan percaya akan tangan kiri adalah jangan selamanya percaya begitu saja kepada sahabat karena kerap kali sahabat juga yang mencelakakan kita

Arti peribahasa tercubit paha kiri, paha kanan pun berasa sakit adalah jika salah seorang anggota keluarga menderita sesuatu, anggota yang lain pun turut merasakan

Arti peribahasa tertangkup sama termakan tanah, telentang sama terminum air adalah sama-sama dalam suka dan duka

Arti peribahasa tertelentang berisi air, tertiarap berisi tanah adalah perihal orang yang terlalu miskin (lemah), tiada berdaya

Arti peribahasa tertelentang sama terminum air, tertelungkup sama termakan tanah adalah seia sekata. Tertelentang sama terminum air, tertelungkup sama termakan tanah juga berarti sama-sama merasakan keberuntungan atau kerugian

Demikian arti kata ana di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih

Pencarian

Arti Antonim Sinonim Rima