Rizky
RizkySeseorang noobgrammer sekaligus mobile gamer yang selalu tertarik dengan perkembangan teknologi.

Arti Kata Attendance Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

gambar attendance ilustrasi

Arti attendance - Attendance masuk ke dalam bahasa inggris atau english yaitu bahasa Jermanik yang pertama kali dituturkan di Inggris pada Abad Pertengahan Awal dan saat ini merupakan bahasa yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Bahasa Inggris adalah bahasa ibu ketiga yang paling banyak dituturkan di seluruh dunia, setelah bahasa Mandarin dan bahasa Spanyol. Bahasa Inggris juga digunakan sebagai bahasa kedua dan bahasa resmi oleh Uni Eropa, Negara Persemakmuran, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta beragam organisasi lainnya.

Daftar isi


Daftar arti kata attendance

At: Attendance berarti kb. 1 kehadiran. compulsory a. kehadiran yang diharuskan. 2 orang yang hadir. The a. at the meeting was poor Orang yang hadir pada rapat itu sedikit sekali.

Daftar arti kata at

At berarti (kata depan) artinya

1. di.

2. Pada.

3. Atas.

4. Kepada.

5. Dengan.

6. Menurut.

at all artinya

1. sama sekali.

2.  juga.

at all coats bagaimanapun juga. at best sebaiknya, dalam keadaan sebaik-baiknya. at first mula-mula. at last akhirnya. at times kadang-kadang.

Daftar kata dengan kata dasar at

Arti: Attain berarti kkt. mencapai. He's attained the age of 70 Ia telah mencapai usia 70 tahun. -kki. to a. to mencapai. He finally attained to a very high position Akhirnya ia mencapai kedudukan yang sangat tinggi. Arti: Attainable berarti ks. dapat dicapai. That goal is a. Tujuan itu dapat dicapai. Arti: Attainment berarti kb. 1 hasil yang dicapai. 2 pencapaian, tindakan atau proses mencapai sesuatu. 3 hasil karya. Arti: Attempt berarti kb. percobaan, usaha. He will succeed or perish in the a. Ia akan berhasil atau mati didalam percobaan. -kkt. mencoba. The plane attemped a landing Kapal terbang itu mencoba mendarat. Arti: Attend berarti kkt. 1 menghadiri (a meeting). 2 mengurus, merawat. 3 menyertai. 4 mengikuti. At: Attendance berarti kb. 1 kehadiran. compulsory a. kehadiran yang diharuskan. 2 orang yang hadir. The a. at the meeting was poor Orang yang hadir pada rapat itu sedikit sekali. At: Attendant berarti kb. pembantu, pelayan. -ks. 1 yang hadir. 2 menyertai. Arti: Attention berarti kb. 1 perhatian. to call a. to meminta perhatian pada. He called my a. to the error Ia meminta perhatian saya pada kesalahan itu. 2 Mil.: siap. Arti: Attentive berarti ks. penuh perhatian. He was a. to what she said Ia penuh perhatian terhadap apa yang dikatakannya. Arti: Attentively berarti kk. dengan penuh perhatian. Arti: Attenuate berarti kkt. menipiskan, menguruskan, melemahkan. Arti: Attest berarti kkt. membuktikan, memperlihatkan. -kki. menegaskan, menyokong. Arti: Attestation berarti kb. pengesahan. Arti: Attested berarti attested

Daftar peribahasa dengan kata at

Arti peribahasa merentan hati adalah lekas marah (sakit hati, patah hati)

Arti peribahasa seperti abu di atas tanggul adalah tidak tetap kedudukannya (sewaktu-waktu dapat dipecat dan sebagainya)

Arti peribahasa ada udang berudang di balik batu adalah ada suatu maksud yang tersembunyi

Arti peribahasa adapun manikam itu jika dijatuhkan ke dalam limbahan sekalipun, niscaya tidak hilang cahayanya adalah orang yang asalnya baik jika ia miskin ataupun menjadi suruhan orang, tabiatnya, kelakuannya, dan budi bahasanya tetap baik

Arti peribahasa adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah adalah pekerjaan (perbuatan) hendaklah selalu mengingat aturan adat dan agama (jangan bertentangan satu dengan yang lain)

Arti peribahasa adat dagang tahan tawar adalah sudah biasa bahwa barang dagangan boleh ditawar

Arti peribahasa adat diisi janji dilabuh adalah adat harus dijalankan, persetujuan harus ditepati

Arti peribahasa adat diisi lembaga dituang adalah hendaklah segala sesuatu dilakukan menurut kebiasaan

Adat diisi, lembaga dituang berarti melakukan sesuatu menurut adat kebiasaan

Arti peribahasa adat hidup tolong-menolong, syariat palu-memalu adalah dalam kehidupan sehari-hari harus saling menolong, dalam agama saling membantu

Arti peribahasa adat pasang berturun naik adalah keadaan yang selalu berubah-ubah, terutama tentang kekayaan atau kedudukan seseorang

Arti peribahasa adat periuk berkerak, adat lesung berdedak adalah jika seseorang ingin beroleh keuntungan dalam suatu pekerjaan, hendaklah ia dapat menanggung kesusahan

Arti peribahasa adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung adalah segala sesuatu ada tata caranya

Arti peribahasa adat teluk timbunan kapal adalah biasanya orang yang berpengaruh (berkuasa dan sebagainya) menjadi tempat orang meminta pertolongan (untuk menyelesaikan perkara dan sebagainya)

Arti peribahasa air besar batu bersibak adalah persaudaraan (keluarga) menjadi cerai-berai apabila terjadi perselisihan

Arti peribahasa air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga adalah biasanya sifat anak menurut teladan orang tuanya

Arti peribahasa akal akar berpulas tak patah adalah orang yang sudah pandai tidak mudah kalah dalam perbantahan

Arti peribahasa akik disangka batu adalah merasa terhina karena salah sangka

Arti peribahasa alang-alang berdawat biarlah hitam adalah jika mengerjakan sesuatu janganlah tanggung-tanggung

Arti peribahasa anak badak dihambat-hambat adalah dengan sengaja mencari bahaya

Arti peribahasa angan-angan mengikat tubuh adalah bersusah hati karena memikirkan yang bukan-bukan

Arti peribahasa angin tak dapat ditangkap, asap tak dapat digenggam adalah rahasia tidak selamanya dapat disembunyikan, akhirnya akan terbuka juga

Arti peribahasa anjing menyalak di ekor pantat gajah adalah orang hina (lemah, kecil) hendak melawan orang berkuasa

Arti peribahasa antan patah lesung hilang adalah tertimpa berbagai musibah (kecelakaan, kesusahan)

Antan patah, lesung hilang berarti kemalangan yang bertimbun-timbun

Arti peribahasa asal ada sama di hati, gajah terantai boleh dilepaskan adalah kalau sudah ada persetujuan, apa pun halangannya dapat diatasi

Arti peribahasa asam di darat, ikan di laut garam di laut asam di gunung bertemu dalam belanga adalah laki-laki dan perempuan kalau jodoh bertemu juga akhirnya

Arti peribahasa atap rumbia ijuk perabung upih adalah barang yang baik bercampur dengan barang yang buruk

Arti peribahasa ayam ditambat disambar elang adalah malang sekali. Ayam ditambat disambar elang juga berarti bernasib buruk

Arti peribahasa ayam itik raja pada tempatnya adalah setiap orang berkuasa di tempatnya atau di lingkungannya

Arti peribahasa bagai anak sepat ketohoran adalah berbaring bermalas-malasan

Arti peribahasa bagai batu jatuh ke lubuk adalah hilang lenyap (orang yang meninggalkan tempat)

Arti peribahasa bagai bulan dengan matahari adalah sebanding. Bagai bulan dengan matahari juga berarti sesuai

Arti peribahasa bagai bunyi cempedak jatuh adalah bunyi seperti barang berat jatuh

Arti peribahasa bagai dawat dengan kertas adalah tidak pernah bercerai. Bagai dawat dengan kertas juga berarti tidak dapat dipisahkan

Arti peribahasa bagai empedu lekat di hati adalah sangat karib, tidak terceraikan (tentang persahabatan, orang yang berkasih-kasihan, dan sebagainya)

Arti peribahasa bagai garam jatuh ke air adalah nasihat dan sebagainya yang mudah diterima

Arti peribahasa bagai kacang direbus satu adalah melonjak-lonjak kegirangan

Arti peribahasa bagai kerakap tumbuh di di atas batu, hidup enggan mati tak mau adalah hidup dalam kesukaran (kemelaratan) terus-menerus

Arti peribahasa bagai melihat asam adalah ingin sekali

Arti peribahasa bagai menakik darah mati dari alu bagai menakik darah mati dari batu adalah bekerja keras tetapi sedikit hasilnya

Arti peribahasa bagai mendapat durian runtuh adalah mendapat keuntungan yang tidak tersangka-sangka atau tidak dengan bersusah payah

Arti peribahasa bagai menentang matahari adalah melawan atau menyanggah kekuatan atau kekuasaan yang jauh lebih tinggi daripada kuasa atau kekuatan penyanggah itu tentu akan binasa

Arti peribahasa bagai menggenggam bara, terasa hangat dilepaskan adalah melakukan suatu pekerjaan setelah mendapatkan kesukaran, pekerjaan itu ditinggalkan

Arti peribahasa bagai menyesah kain dapat adalah memakai sesuatu barang (pinjaman) dengan sekehendak hati saja

Arti peribahasa bagai menyukat belut adalah pekerjaan yang sia-sia

Arti peribahasa bagai pahat, tidak ditukul tidak makan adalah orang yang hanya mau bekerja apabila diperintah

Arti peribahasa bagai si bisu berasian bermimpi, terasa ada terkatakan tidak adalah tidak dapat mengatakan meskipun tahu (mengerti)

Arti peribahasa bajak patah banting terambau adalah menderita kecelakaan bertimpa-timpa

Arti peribahasa bak mandi di air kiambang, pelak lepas gatal pun datang adalah sesuatu yang diperoleh sekalipun berguna juga, tetapi kemudian mendatangkan yang lebih menyiksa

Arti peribahasa barang tergenggam jatuh terlepas adalah sesuatu yang sudah dikuasai (dimiliki), terlepas lagi (menderita kemalangan)

Arti peribahasa batang betung beruas-ruas adalah sangat jujur. Batang betung beruas-ruas juga berarti lurus hati

Arti peribahasa batu hitam tak bersanding adalah tampaknya lemah lembut, tetapi keras hatinya (sukar mengalahkannya, melawannya, dan sebagainya)

Arti peribahasa beban berat senggulung batu adalah tanggungan yang sangat berat

Arti peribahasa beban berat senggulung batu adalah melakukan pekerjaan yang berat dan sukar, sedangkan alat untuk melaksanakannya atau membantunya kurang baik

Arti peribahasa belalang dapat menuai adalah dapat keuntungan tanpa disengaja

Arti peribahasa belanak bermain di atas karang adalah ombak besar (sehingga ikan belanak yang biasanya senang diam dalam pasir laut, naik ke permukaan laut)

Arti peribahasa belum dipanjat asap kemenyan adalah belum kawin

Arti peribahasa beraja di hati, bersultan di mata, beraja di mata, bersultan di hati adalah menurutkan kemauan sendiri

Arti peribahasa berani hilang tak hilang, berani mati tak mati adalah melakukan pekerjaan hendaklah jangan tanggung-tanggung atau takut-takut

Arti peribahasa berani malu, takut mati adalah berani melakukan pekerjaan terlarang, setelah ketahuan baru menyesal

Arti peribahasa berani sendok pengedang, air hangat direnanginya adalah perihal orang berani, tetapi bodoh

Arti peribahasa berapa berat mata memandang, berat juga bahu memikul adalah betapapun menderita orang melihat, lebih menderita orang yang mengalami (kesusahan dan sebagainya)

Arti peribahasa berat sama dipikul, ringan sama dijinjing adalah suka duka, baik buruk sama-sama ditanggung

Arti peribahasa berat sama dipikul, ringan sama dijinjing adalah bersama-sama dalam suka dan duka

Arti peribahasa berat sepikul, ringan sejinjing adalah bersama-sama dalam suka dan duka

Arti peribahasa berbuat jahat jangan sekali, terbawa cemar segala ahli adalah jangan sekali-kali berbuat jahat karena nama baik keluarga akan terbawa-bawa menjadi buruk

Arti peribahasa bercekak henti, silat terkenang adalah buah pikiran yang sudah terlambat tidak ada gunanya

Arti peribahasa berebut buluh tamiang hanyut, tangan luka buluh tamiang tak dapat adalah dua orang yang memperebutkan sesuatu sampai luka-luka, tetapi tidak ada hasilnya

Arti peribahasa berhati baja, berurat kawat adalah tabah dan keras hati

Arti peribahasa berjalan peliharakan kaki, berkata peliharakan lidah adalah ingat-ingat selalu dalam berbuat sesuatu

Arti peribahasa berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau adalah segala usaha hendaknya sampai kepada maksudnya

Arti peribahasa berjalan selangkah menghadap surut, berkata sepatah dipikirkan adalah selalu ingat-ingat (hati-hati) dalam melakukan pekerjaan apa pun

Arti peribahasa berjalan selangkah menghadap surut, berkata sepatah dipikirkan adalah dalam berbuat sesuatu hendaklah kita mempertimbangkannya masak-masak

Arti peribahasa berkata peliharakan lidah adalah hendaklah berhati-hati mengeluarkan perkataan

Arti peribahasa berkata siang melihat-lihat, berkata malam mendengar-dengar adalah jika hendak membicarakan sesuatu, harus selalu berhati-hati

Arti peribahasa berkata-kata dengan lutut adalah berkata-kata dengan orang bodoh

Arti peribahasa berkurai hendak memanjat kayu adalah sesuatu yang mustahil tercapai (terjadi dan sebagainya)

Arti peribahasa berlayar atas angin adalah mendapat bantuan atau sokongan orang lain

Arti peribahasa berlayar sampai ke pulau, berjalan sampai ke batas adalah segala usaha hendaklah diselesaikan sampai tercapai maksudnya

Arti peribahasa bermalam di bawah nyiur pinang orang, kata orang diturut adalah hendaklah kita mengikuti adat-istiadat negeri yang kita tempati

Arti peribahasa beroleh lumpur di tempat yang kering adalah mendapat kesusahan yang tidak disangka-sangka

Arti peribahasa bersandar di lemang hangat adalah berlindung kepada orang yang jahat (zalim dan sebagainya)

Arti peribahasa bersarak serasa hilang, bercerai serasa mati adalah seseorang yang sangat rindu karena perceraian dengan kekasihnya

Arti peribahasa bersawah seperempat piring, ke sawah sama dengan orang adalah orang miskin yang bertingkah laku sebagai orang kaya

Arti peribahasa berselubung sama bungkuk, melompat sama patah adalah (persahabatan yang) seia sekata, sehina semalu

Arti peribahasa bersua baji dengan matan tahan baji oleh kelidai adalah keras (berani, kuat) lawan keras (berani, kuat)

Arti peribahasa bersukat darah, bertimbang daging dengan adalah berperang mati-matian (dengan)

Arti peribahasa bersutan di mata beraja di hati adalah orang yang suka berbuat sesuka hati dan sewenang-wenang

Arti peribahasa bertunggul ditarah, kesat diampelas adalah sudah beres (tentang perselisihan)

Arti peribahasa besi baik tiada berkarat budi baik tak dilupakan adalah perbuatan yang baik selamanya terpuji

Arti peribahasa biar berputih tulang, jangan berputih mata lebih baik berputih tulang daripada berputih mata adalah lebih baik mati daripada menanggung malu

Arti peribahasa biar lambat laga, asal menang adalah biar lambat asal selamat

Arti peribahasa biar putih tulang, jangan putih mata adalah lebih baik mati daripada mendapat malu

Arti peribahasa biar sipi asal jangan sesat adalah jika telah menderita kerugian (kekalahan, kesusahan, dan sebagainya) hendaknya diusahakan supaya jangan terlampau menderita. Biar sipi asal jangan sesat juga berarti biar rugi sedikit, asal jangan rugi banyak

Arti peribahasa biar telinga rabit, asal dapat bersubang adalah biar badan terasa sakit asal menjadi cantik

Arti peribahasa biar tersengat, jangan tiarap adalah hendaklah diusahakan supaya jangan telanjur merugi dan sebagainya

Arti peribahasa bingung tak dapat diajar, cerdik tak dapat diikuti adalah berlagak pandai (tidak mau mendengarkan nasihat orang)

Arti peribahasa bodoh-bodoh sepat, tak makan pancing emas adalah meskipun bodoh, dapat juga memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya

Arti peribahasa buah hati cahaya mata adalah dikatakan tentang anak yang sangat disayang

Arti peribahasa buah manis berulat di dalamnya adalah perkataan yang manis-manis biasanya mengandung maksud yang kurang baik

Arti peribahasa bulan naik, matahari naik adalah mendapat untung di sana sini

Arti peribahasa bulat air oleh pembuluh, bulat kata oleh mupakat adalah kata sepakat dapat diperoleh melalui perundingan

Arti peribahasa bulat boleh digulingkan, pipih boleh dilayangkan adalah sudah sepakat benar. Bulat boleh digulingkan, pipih boleh dilayangkan juga berarti sudah putus mufakat

Arti peribahasa bulu mata bagai seraut jatuh adalah alis yang melengkung, runcing bentuknya dan bagus

Arti peribahasa buntat hendak jadi kemala adalah tidak tahu diri

Arti peribahasa busuk kerbau, jatuh berdebuk adalah perbuatan yang kurang baik lambat laun akan ketahuan orang lain juga

Arti peribahasa buta baru celik melihat adalah menjadi sombong karena beroleh kekayaan (pangkat dan sebagainya)

Arti peribahasa calak ganti asah menanti tukang belum datang adalah sesuatu yang dipakai untuk sementara waktu sebelum ada yang lebih baik (hanya sekadar untuk mencukupi kebuTuhan)

Arti peribahasa cangkat sama didaki, lurah sama dituruni adalah sama-sama merasakan kesusahan atau kesenangan

Arti peribahasa condong yang akan menongkat, rebah yang akan menegakkan adalah pemimpin yang akan membantu anak buahnya kalau mereka dalam kesusahan

Arti peribahasa dahan pembaji batang adalah (orang kepercayaan yang) menyalahgunakan harta benda tuannya

Arti peribahasa dalam laut boleh diajuk, dalam hati siapa tahu adalah apa yang tersembunyi di dalam hati seseorang tidak dapat kita ketahui

Arti peribahasa dapat durian runtuh adalah mendapat untung dengan tidak bersusah payah

Arti peribahasa dapat kijang teruit adalah mendapat keuntungan tanpa harus bersusah payah

Arti peribahasa dapat tebu rebah adalah mendapat untung

Arti peribahasa datang tak berjemput, pulang tak berhantar adalah perihal orang yang tidak diindahkan

Arti peribahasa datang tampak muka, pulang tampak punggung adalah hendaklah selalu bersopan santun apabila datang di rumah orang atau pergi dari rumah orang

Arti peribahasa datang tampak muka, pulang tampak punggung adalah datang dan pergi hendaklah memberi tahu

Arti peribahasa datang tidak berjemput, pulang tidak berantar adalah tidak diperlakukan sebagaimana mestinya (tentang tamu)

Arti peribahasa degar degar merpati adalah perselisihan (antara suami istri) yang tidak menyebabkan renggang, melainkan justru merapatkan

Arti peribahasa dekat dapat ditunjal, jauh dapat ditunjuk adalah perkataan atau pengakuan yang dapat dibuktikan kebenarannya

Arti peribahasa dekat mencari indu, jauh mencari suku adalah jika merantau ke tempat yang dekat, kita mencari indu (orang yang seketurunan dengan kita), tetapi kalau kita merantau ke tempat yang jauh, kita mencari orang yang satu suku saja dengan kita sudah cukup

Arti peribahasa dekat mencari suku, jauh mencari hindu adalah mencari pertalian keluarga. Dekat mencari suku, jauh mencari hindu juga berarti menyusur galur

Arti peribahasa dekat tak tercapai jauh tak berantara adalah menginginkan sesuatu, tetapi tidak mampu untuk mendapatkannya

Arti peribahasa dekat tak tercapai, jauh tak antara adalah sesuatu yang dekat dengan kita, tidak dapat kita ambil karena tiada upaya

Arti peribahasa di mana ranting dipatah, di situ air disauk adalah setiap orang hendaklah menurut adat kebiasaan di negeri tempat tinggalnya

Arti peribahasa di padang orang berlari, di padang sendiri berjingkat adalah tabiat orang tamak, mau menerima pemberian orang, tetapi tidak mau memberi

Arti peribahasa dialas bagai memengat adalah (kalau) berkata hendaknya jangan asal berkata saja

Arti peribahasa diam penggali berkarat, diam ubi berisi adalah pengetahuan dan sebagainya yang tidak dipakai lama-kelamaan akan hilang

Arti peribahasa dianjak layu, dianggur mati adalah seseorang yang telah menetapkan katanya, tidak akan mengubah lagi ketetapan itu karena sudah menjadi adat rasam

Arti peribahasa dianjak layu, dibubut mati adalah suatu kebenaran yang tidak boleh diubah lagi, tetapi harus dipakai terus

Arti peribahasa dianjak layu, dibubut mati adalah suatu kebenaran yang tidak boleh diubah lagi, yang harus dipakai terus

Arti peribahasa diasak layu, dicabut mati adalah sesuatu yang tetap dan tidak diubah-ubah lagi

Arti peribahasa digenggam takut mati, dilepaskan takut terbang adalah rasa gelisah, khawatir. Digenggam takut mati, dilepaskan takut terbang juga berarti kacau-balau

Arti peribahasa diindang ditampi beras, dipilih antah satu-satu adalah jika hendak mencari istri atau menantu hendaklah diselidiki betul-betul sebelumnya

Arti peribahasa dikatakan berhuma lebar, sesapan di halaman adalah memegahkan kekayaan (keberanian dan sebagainya), tetapi tidak ada tanda-tanda kekayaan (keberaniannya)

Arti peribahasa dikati sama berat, diuji sama merah adalah seimbang derajatnya (kedudukannya, pangkatnya, dan sebagainya)

Arti peribahasa dilihat pulut, ditanak berderai adalah apa yang kelihatan di luar (pada lahirnya) berlainan dengan keadaan sebenarnya (seperti kelihatannya pandai, sebenarnya tidak tahu apa-apa)

Arti peribahasa dipilih antah satu-satu adalah dipilih atau diperiksa dengan saksama

Arti peribahasa ditindih yang berat, dililit yang panjang adalah tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan orang (kemalangan dan sebagainya)

Arti peribahasa diuji sama merah, dalam hati ditail sama berat adalah sudah cocok benar (tentang suami istri)

Arti peribahasa dalam rumah membuat rumah adalah mencari keuntungan untuk diri sendiri ketika bekerja pada orang lain

Arti peribahasa dengan sesendok madu dapat lebih banyak ditangkap serangga daripada dengan cuka sesendok adalah dengan mulut manis serta ramah-tamah lebih banyak diperoleh sahabat (kawan) daripada dengan perkataan yang tajam dan muka yang masam

Arti peribahasa daripada hidup bercermin bangkai lebih baik mati berkalang tanah adalah daripada menanggung malu lebih baik mati

Arti peribahasa daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup berlumur tahi, lebih baik mati bertimbun bunga adalah daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati

Arti peribahasa duduk dengan sukatan adalah kaya. Duduk dengan sukatan juga berarti berada

Arti peribahasa duduk meraut ranjau, tegak meninjau jarak duduk meraut ranjau, berdiri melihat musuh adalah selalu bekerja dengan waspada

Arti peribahasa duduk meraut ranjau, tegak meninjau jarak duduk meraut ranjau, berdiri melihat musuh adalah selalu bekerja dengan waspada

Arti peribahasa elok kata dalam mufakat, buruk kata di luar mufakat adalah apa yang hendak dikerjakan sebaiknya dibicarakan dulu dengan teman sejawat atau kaum keluarga, dan sebagainya

Arti peribahasa elok lenggang di tempat datar adalah bersuka hati harus pada tempat atau pada waktu yang layak

Arti peribahasa elok palut, pengebat kurang adalah tampaknya sudah baik, tetapi sebenarnya belum

Arti peribahasa enak lauk dikunyah-kunyah, enak kata diperkatakan adalah merundingkan sesuatu hendaknya berkali-kali supaya hasilnya baik

Arti peribahasa enau mencari memanjat sigai adalah perempuan mencari laki-laki

Arti peribahasa enggan seribu daya, mau sepatah kata adalah kalau tidak suka (tidak mau) terhadap sesuatu biasanya banyak jawab dan alasannya

Arti peribahasa gajah berjuang sama gajah, pelanduk kancil mati di tengah-tengah adalah jika terjadi pertengkaran (peperangan) antara orang (negara) besar, orang kecil (negara kecil) yang celaka

Arti peribahasa gajah mati karena gadingnya adalah orang yang mendapat kecelakaan atau binasa karena keunggulannya (tabiatnya atau perbuatannya)

Arti peribahasa gajah mati tulang setimbun adalah orang kaya (besar dan sebagainya) mati, banyak peninggalannya

Arti peribahasa gayung bersambut, kata berjawab adalah menangkis serangan orang. Gayung bersambut, kata berjawab juga berarti menjawab (melayani) perkataan orang

Arti peribahasa geleng seperti patung kenyang adalah berjalan dengan sombong. Geleng seperti patung kenyang juga berarti cong-kak

Arti peribahasa habis pati ampas dibuang adalah sesudah tidak berguna lagi lalu dibuang (tidak dipedulikan lagi)

Arti peribahasa habis umpan kerong tak dapat adalah usaha yang mendatangkan kerugian

Arti peribahasa hangat hangat tahi ayam adalah kemauan yang tidak tetap atau tidak kuat

Arti peribahasa hangat-hangat suam-suam kuku adalah hangat (tentang air)

Arti peribahasa harapan tak putus sampai jerat tersentak rantus adalah tidak mau berputus asa sampai saat terakhir

Arti peribahasa harimau mati karena belangnya adalah mendapat kecelakaan karena memperlihatkan keunggulannya

Arti peribahasa harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama adalah orang baik akan selalu meninggalkan nama baik, sedangkan orang jahat akan meninggalkan nama buruk

Arti peribahasa harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading adalah orang yang berjasa akan selalu disebut-sebut orang walaupun telah mati

Arti peribahasa hati sebagai baling-baling adalah tidak tetap pendirian

Arti peribahasa hati bagai baling-baling baling-baling di atas bukit adalah tidak tetap hatinya (pendiriannya)

Arti peribahasa hati bak serangkak dibungkus adalah orang yang sangat berharap akan mendapat sesuatu yang diingininya

Arti peribahasa hati gajah sama dilapah, hati kuman tungau sama dicecah dicecap adalah perolehan (laba) yang banyak dibagi sama banyak, perolehan (laba) yang sedikit dibagi juga sama sedikit

Arti peribahasa hati gajah sama dilapah, hati tuma tungau sama dicecah adalah laba atau rugi sama-sama dirasakan (dibagi secara adil)

Arti peribahasa hati gatal mata digaruk adalah sangat ingin, tetapi tidak kuasa menyampaikan keinginannya itu. Hati gatal mata digaruk juga berarti menyalahkan orang yang tidak bersalah

Arti peribahasa hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai adalah orang yang hidup hemat akan menjadi kaya, orang rajin belajar akan menjadi pandai

Arti peribahasa hendak menangguk ikan, tertangguk batang adalah mengharapkan untung, tetapi yang diperoleh kerugian

Arti peribahasa hendak panjang terlalu patah adalah yang suka meninggikan diri akan cepat jatuh

Arti peribahasa hidup dikandung adat, mati dikandung tanah adalah selama hidup orang harus taat pada adat kebiasaan dalam masyarakat

Arti peribahasa hidup segan mati tak hendak adalah hidup yang merana (karena sakit terus-menerus, melarat, sengsara, dan sebagainya)

Arti peribahasa hidup segan, mati tak embuh adalah hidup merana, selalu sakit-sakit saja

Arti peribahasa hidup tidak karena doa, mati tidak karena sumpah adalah orang harus berusaha dengan tenaga dan pikiran sendiri dan tidak mengharapkan pertolongan orang lain

Arti peribahasa hilang di mata di hati jangan adalah biarpun telah pergi jauh, jangan melupakan orang yang ditinggalkan

Arti peribahasa hilang kilat dalam kilau adalah (kepandaian, kebesaran, dan sebagainya) tidak menonjol lagi sesudah berada bersama orang-orang pandai, orang-orang terkenal, dan sebagainya

Arti peribahasa hilang satu sepuluh gantinya adalah sekali-kali janganlah putus asa

Arti peribahasa hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya adalah hilang lenyap tanpa bekas. Hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya juga berarti pergi tidak pernah kembali, bahkan tidak ada kabar beritanya lagi

Arti peribahasa hilir malam mudik tak singgah, daun nipah dikatakan daun abu adalah merasa malu, segan, dan sebagainya karena sudah berutang budi atau karena perkariban

Arti peribahasa hitam bagai pantat belanga adalah sangat buruk (tentang tabiat seseorang)

Arti peribahasa hitam di atas putih adalah dengan tertulis, tidak hanya dengan perkataan (tentang perjanjian dan sebagainya)

Arti peribahasa hitam dikatakan putih, putih dikatakan hitam adalah tidak mengatakan yang sebenarnya (yang baik dikatakan buruk dan sebaliknya)

Arti peribahasa hitam mata itu mana boleh bercerai dengan putihnya adalah orang yang sedang bercinta tidak mudah dipisahkan

Arti peribahasa hitam seperti dawat adalah hitam berkilat-kilat

Arti peribahasa hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri hujan keris lembing di negeri kita, hujan emas perak di negeri orang, baik adalah sebaik-baik negeri orang tidak sebaik negeri sendiri

Arti peribahasa hujan jatuh ke pasir adalah kebaikan yang tidak terbalas

Arti peribahasa hujan tak sekali jatuh, simpai tak sekali erat adalah suatu pekerjaan tidak dapat diselesaikan sekaligus. Hujan tak sekali jatuh, simpai tak sekali erat juga berarti keberuntungan dan kebahagiaan itu tidak sekali datang

Arti peribahasa hujan tempat berteduh, panas tempat berlindung adalah orang yang selalu memberi pertolongan kepada orang banyak

Arti peribahasa hutan sudah terambah, teratak sudah tertegak adalah pekerjaan sudah sempurna dikerjakan

Arti peribahasa iba akan kacang sebuah, tak jadi memengat adalah karena sayang akan barang yang sedikit, tidak jadi mengerjakan hal yang diinginkan dan menyenangkan hati

Arti peribahasa ibarat menegakkan benang basah adalah melakukan sesuatu yang tidak akan berhasil. Ibarat menegakkan benang basah juga berarti melakukan sesuatu yang tidak mungkin dapat dikerjakan

Arti peribahasa ijuk tak bersagar lurah tak berbatu adalah seseorang yang tidakada sanak saudaranya yang dimalui (ditakuti) orang

Arti peribahasa ikan belum dapat, airnya sudah keruh adalah pelaksanaan kerja yang tidak tepat (keadaan menjadi buruk sebelum pekerjaan itu selesai)

Arti peribahasa ikan biar dapat, serampang jangan pokah adalah maksud sampai, perkakas tidak rusak

Arti peribahasa ikan biar dapat, serampang jangan pukah adalah biar tercapai maksudnya, tetapi jangan ada sesuatu yang merugikan

Arti peribahasa ikan terkilat, jala tiba adalah sangat pandai dan tajam dalam menangkap perkataan orang

Arti peribahasa ikan terkilat, jala tiba adalah tindakan yang cepat dilakukan (untuk menghadapi sesuatu)

Arti peribahasa ikut hati mati, ikut mata buta adalah jika selalu menuruti nafsu, akhirnya akan mendapat celaka

Arti peribahasa ikut hati mati, ikut rasa binasa adalah jika hanya menuruti hawa nafsu tentu akan celaka

Arti peribahasa ingat sebelum kena, berhemat sebelum habis adalah ikhtiar harus dijalankan sebelum terlambat

Arti peribahasa intan disangka batu kelikir adalah tidak pandai menghargai sesuatu. Intan disangka batu kelikir juga berarti tidak mengetahui harga (nilai) sesuatu dengan sebenarnya

Arti peribahasa isi lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita adalah orang lain mendapat senangnya, kita mendapat susahnya saja

Arti peribahasa itik berenang di laut air, mati kehausan adalah menderita kesusahan karena tidak dapat (atau tidak mendapat kesempatan memanfaatkan kekayaan yang ada

Arti peribahasa jadi mata telinga jadi kaki tangan adalah seseorang yang menjadi harapan atau kepercayaan, yang selalu memberi pertolongan

Arti peribahasa jangan ditentang matahari condong, takut terturut jalan tak berintis adalah hendaklah kita selalu ingat dan cermat, jangan teperdaya atau tergoda akan sesuatu yang elok, tetapi mungkin mendatangkan bahaya

Arti peribahasa jangat liat kurang panggang adalah tidak dapat diajar

Arti peribahasa janji sampai, sukatan penuh adalah sudah sampai ajalnya

Arti peribahasa jaras dikatakan raga jarang adalah mencela orang lain, padahal diri sendiri ada celanya juga

Arti peribahasa jatuh di atas tilam adalah mendapat kesenangan hidup

Arti peribahasa jatuh diimpit tangga adalah ditimpa kesukaran berturut-turut

Arti peribahasa jauh bau bunga, dekat bau tahi adalah sanak saudara yang apabila jauh selalu terkenang, apabila dekat selalu bertengkar

Arti peribahasa jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa adalah sudah berpengalaman banyak

Arti peribahasa jauh berjalan banyak dilihat adalah kalau bepergian ke mana-mana akan memperoleh banyak pengalaman

Arti peribahasa jauh dapat ditunjuk, dekat dapat ditunjal adalah apa yang dikatakan dapat dibuktikan kebenarannya

Arti peribahasa jauh di mata di hati jangan adalah biarpun tempat berjauhan, jangan lupa-melupakan

Arti peribahasa jauh di mata, dekat di hati adalah bertempat tinggal tidak berdekatan, tetapi jiwa (hati) selalu merasa dekat

Arti peribahasa jelatang di hulu air adalah sesuatu yang selalu menyusahkan

Arti peribahasa jerat halus kelindan sutra adalah tipu muslihat yang sangat halus

Arti peribahasa jerat semata bunda kandung adalah anak tunggal yang menjadi buah hati

Arti peribahasa jika benih yang baik jatuh ke laut, menjadi pulau adalah orang yang berketurunan baik, ke mana pun perginya akan bersifat baik juga

Arti peribahasa jika tidak pecah ruyung, di mana boleh mendapat sagu adalah tidak akan tercapai maksud kalau tidak mau berusaha

Arti peribahasa jikalau di hulu airnya keruh, tak dapat tidak di hilirnya keruh juga adalah jika seseorang jahat asalnya, jahat juga kelakuannya

Arti peribahasa jinak-jinak merpati adalah kelihatannya ramah dan mudah didapat, tetapi sebenarnya tidak (tentang wanita)

Arti peribahasa jung satu, nakhoda dua adalah dua pemimpin dalam satu jabatan

Arti peribahasa kain dalam lipatan adalah perempuan yang berbuat jahat (mesum) dengan sembunyi- sembunyi

Arti peribahasa kalau di bawah melompat, lalu di atas menyusup adalah menyesuaikan diri dengan adat kebiasaan penduduk tempat tinggalnya

Arti peribahasa kalau pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang adalah jika dapat mengatasi kesukaran tentu maksud dapat dicapai

Arti peribahasa kalau sorok lebih dahulu daripada tokok, tidak mati babi adalah kalau lagak atau bual yang didahulukan, maksud tidak akan tercapai

Arti peribahasa kapal satu nakhoda dua adalah satu pekerjaan yang dikepalai dua orang

Arti peribahasa kata adat adalah ujar-ujar (kata-kata kias, peribahasa, dan sebagainya). Kata adat juga berarti yang bertalian dengan adat

Arti peribahasa kata berjawab, gayung bersambut adalah membalas kecaman dengan cepat dan tepat

Arti peribahasa kata dahulu bertepati, kata kemudian kata bercari adalah sesuatu yang telah dijanjikan (ditentukan) dahulu harus ditepati, sedangkan hal yang timbul kemudian (belakangan) harus dimufakatkan lagi

Arti peribahasa kata dahulu bertepati, kata kemudian kata bercari adalah janji harus ditepati dan hanya boleh diubah setelah diperoleh kebulatan kata pula

Arti peribahasa katak hendak jadi lembu adalah orang hina (miskin, rendah) hendak menyamai orang besar (kaya dan sebagainya). Katak hendak jadi lembu juga berarti congkak. Katak hendak jadi lembu juga berarti sombong

Arti peribahasa ke gunung tak dapat angin adalah akan mendapat keuntungan tetapi gagal

Arti peribahasa ke langit tak sampai, ke bumi tak nyata adalah setengah-setengah, kepalang tanggung di dalam menyelesaikan pekerjaan atau mempelajari ilmu

Arti peribahasa ke mana tumpah hujan dari bubungan, kalau tidak ke cucuran atap adalah anak akan menurut sifat atau teladan orang tuanya

Arti peribahasa kecil dikandung ibu, besar dikandung adat, mati dikandung tanah adalah manusia itu selalu terikat oleh tata tertib masyarakat, tidak pernah bebas sama sekali

Arti peribahasa kelekatu hendak terbang ke langit adalah hendak mencapai sesuatu yang tidak mungkin

Arti peribahasa kelihatan asam kelatnya adalah kelihatan sifatnya yang kurang baik

Arti peribahasa kemiri jatuh ke pangkalnya adalah beroleh tempat yang pantas. Kemiri jatuh ke pangkalnya juga berarti kembali ke tempat asalnya

Arti peribahasa kena pedang bermata dua adalah amat sakit hatinya

Arti peribahasa kepak singkat, terbang hendak tinggi adalah kemampuan sedikit, cita-cita tinggi

Arti peribahasa kepala sama berbulu, pendapat berlain-lainan adalah setiap orang berlainan pendapatnya

Arti peribahasa kepala sama hitam berbulu, pendapat berlain-lain adalah tiap orang berlain-lain pendapatnya

Arti peribahasa keperagawatian santan di kuku adalah mencari keuntungan dengan jalan yang sukar sekali

Arti peribahasa keras bagai batu, tinggi bagai bukit adalah tidak mau menurut perintah

Arti peribahasa kerat rotan, patah arang adalah telah putus sama sekali. Kerat rotan, patah arang juga berarti tidak dapat didamaikan lagi

Arti peribahasa kerbau seratus dapat digembalakan, manusia seorang tiada terkawal adalah menjaga seorang perempuan lebih sukar daripada menjaga binatang yang banyak

Arti peribahasa kesat daun pimping adalah dikatakan kepada orang yang tidak selamanya lemah saja (kalau perlu dapat bertindak keras juga)

Arti peribahasa kesturi mati karena baunya adalah mendapat kecelakaan karena perbuatannya sendiri

Arti peribahasa kilat di dalam kilau adalah ada maksud tertentu yang terselubung dalam perkataan (gerak-gerik dan sebagainya)

Arti peribahasa kini gatal besok digaruk adalah pertolongan yang datangnya terlambat

Arti peribahasa kita semua mati, tetapi kubur masing-masing adalah lain orang lain pikirannya

Arti peribahasa kodok dapat bunga sekuntum adalah sia-sia saja (tidak dapat mempergunakan sesuatu yang baik)

Arti peribahasa karena mata buta, karena hati mati adalah orang yang menurutkan hawa nafsunya akhirnya binasa

Arti peribahasa karena pijatan mati tuma adalah mendapat (ke)celaka(an) karena berteman dengan orang jahat atau karena (ke)salah(an) orang lain

Arti peribahasa kuat burung karena sayap adalah tiap-tiap orang memiliki kekuatannya (kemampuannya)

Arti peribahasa kuat ikan karena radai kuat burung karena sayap, kuat ketam karena sepit adalah tiap-tiap orang ada kekuatannya (kelebihannya) sendiri

Arti peribahasa kuat ketam karena sepit, kuat burung karena sayap, kuat ikan karena radai adalah merasa kuat (berkuasa) karena ada keunggulan atau kelebihan

Arti peribahasa kuat ketam karena sepit, kuat burung karena sayap, kuat ikan karena radai adalah tiap-tiap orang sedikit banyak ada kuasanya

Arti peribahasa kuat ketam karena sepit adalah seseorang ditakuti hanya selama ia berkuasa

Arti peribahasa kuat sepit karena kempa adalah orang kuat dalam suatu perkara karena ada yang menolong di belakangnya

Arti peribahasa kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak adalah kesalahan (kekurangan) orang lain walaupun kecil sekali akan kelihatan, tetapi kesalahan (kekurangan) sendiri (meskipun besar) tidak kelihatan

Arti peribahasa kundur tidak melata pergi, labu tidak melata mari adalah persetujuan atau persahabatan harus datang dari kedua belah pihak

Arti peribahasa lain di mulut, lain di hati adalah yang dikatakan berbeda dengan isi hatinya

Arti peribahasa lain dulang lain kaki, lain orang lain hati adalah tiap-tiap orang berlainan kesukaannya

Arti peribahasa lain gatal lain digaruk adalah lain yang ditanya lain yang dijawab

Arti peribahasa lain sakit lain diobat, lain luka lain dibebat adalah jawab yang berlainan dengan apa yang ditanyakan. Lain sakit lain diobat, lain luka lain dibebat juga berarti yang diberikan berlainan dengan yang diminta

Arti peribahasa laksana manau, seribu kali embat haram tak patah adalah menunjukkan sesuatu yang teguh dan kuat

Arti peribahasa laksana mengaprit di tengah laut, dipukul ombak jatuh ke tepi adalah orang yang belum mantap kedudukannya atau belum bernasib baik dalam mengadu untung

Arti peribahasa laksana mestika gamat adalah perihal kelakuan, atau tabiat, atau perkataan yang baik

Arti peribahasa laut ditembak, darat kena adalah lain yang diperoleh dari yang diharapkan

Arti peribahasa lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup bercermin bangkai adalah lebih baik mati daripada menanggung malu

Arti peribahasa lempar batu sembunyi tangan adalah melakukan sesuatu (kegiatan dan sebagainya), tetapi kemudian berdiam diri seolah-olah tidak tahu-menahu

Arti peribahasa lempar batu sembunyi tangan adalah berbuat kurang baik kepada orang, lalu berpura-pura tidak tahu

Arti peribahasa lepas dari mulut harimau jatuh ke mulut buaya adalah lepas dari bahaya yang besar, lalu jatuh ke dalam bahaya yang lebih besar lagi

Arti peribahasa lewat dari manis, masam, lewat dari harum, busuk adalah perihal orang yang mula-mula berkasih-kasihan sangat mesra, tetapi kemudian, selalu berselisih dan bertengkar

Arti peribahasa lihat anak pandang menantu adalah segala urusan anak hendaklah ditimbang-timbang dahulu apakah hal itu akan menimbulkan keadaan yang tidak baik pada menantu sekalipun hal itu akan menguntungkan anak sendiri. Lihat anak pandang menantu juga berarti setiap pekerjaan hendaklah ditimbang-timbang, jika baik bagi diri sendiri dan baik pula bagi orang lain, pekerjaan itu baru dilakukan

Lihat anak, pandang menantu berarti pekerjaan (hal dan sebagainya) hendaklah ditimbang, di samping baik bagi diri sendiri hendaknya baik juga bagi orang lain

Arti peribahasa limau masak sebelah, perahu karam sekerat adalah aturan (hukum dan sebagainya) yang tidak adil, membeda-bedakan golongan, kedudukan, dan sebagainya, tidak sama rata

Arti peribahasa madu satu tong, jika rembes, rembesnya pun madu jua adalah jika baik asalnya, turunannya pun baik juga:

Arti peribahasa mahal dibeli, sukar dijual mahal tak dapat dibeli, murah tak dapat diminta adalah sesuatu yang sukar diperoleh

Arti peribahasa makan hati berulam jantung adalah dikatakan kepada orang yang sangat bersedih hati

Arti peribahasa makan hati berulam jantung adalah bersusah hati karena perbuatan salah seorang teman karib

Arti peribahasa makan sudah terhidang, jamu belum jua datang adalah gadis yang telah besar, sudah patut bersuami, tetapi orang belum ada yang datang meminangnya

Arti peribahasa manusia mati meninggalkan nama harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading adalah orang terkenal walaupun sudah meninggal, ia masih tetap dikenang

Arti peribahasa manusia tahan kias, binatang tahan palu adalah mengajar manusia dengan sindiran sudah cukup, tetapi mengajar binatang harus dengan pukulan

Arti peribahasa mara hinggap mara terbang, enggang lalu ranting patah adalah seseorang yang tidak berbuat suatu kesalahan, tetapi pada waktu terjadi suatu kejahatan ia yang dituduh berbuat kesalahan itu

Arti peribahasa mara jangan dipukat, rezeki jangan ditolak adalah jangan mencari-cari bahaya atau kecelakaan

Arti peribahasa masin lidahnya perkataanya adalah perkataannya selalu dituruti (dikabulkan) orang

Arti peribahasa masin lidahnya perkataanya adalah pandai berkata-kata

Arti peribahasa masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan adalah tidak mendengarkan nasihat

Arti peribahasa masuk tiga, keluar empat adalah pengeluaran lebih besar daripada pendapatan

Arti peribahasa mata memandang apa hendak sakit, bahu memikul timpa perasaan seberapa berat mata menentang, berat jua bahu memikul adalah berapa jua susah orang melihat suatu penderitaan yang ditanggung oleh orang lain, terlebih susah jua orang yang menanggungnya

Arti peribahasa mata tidur, bantal terjaga adalah seorang istri yang berlaku serong ketika suaminya sangat percaya akan kelurusannya

Arti peribahasa matahari itu bolehkah ditutup dengan nyiru adalah suatu kebenaran yang nyata itu dapatkah dilindungkan atau disembunyikan

Arti peribahasa mati anak berkalang bapak, mati bapak berkalang anak adalah anak dan bapak wajib tolong-menolong

Arti peribahasa mati ayam, mati tungaunya adalah jika tuannya celaka, anak buahnya ikut merasakan celaka juga

Arti peribahasa mati berkafan cindai adalah mati dengan nama baik (terhormat)

Arti peribahasa mati dicatuk katak adalah orang yang berkuasa dikalahkan oleh yang lemah

Arti peribahasa mati dicatuk katak adalah orang yang berkuasa dikalahkan oleh orang yang lemah

Arti peribahasa mati dikandung tanah adalah mati (dipendam di dalam tanah)

Arti peribahasa mati enau tinggal di rimba adalah orang kecil jika sudah mati namanya tidak akan disebut-sebut lagi

Arti peribahasa mati gajah tidak dapat belalainya, mati harimau tidak dapat belangnya adalah tahu melakukan perbuatan jahat dan tahu pula menyembunyikan dan menghilangkannya

Arti peribahasa mati ikan karena umpan, mati sahaya karena budi adalah manusia dapat dibujuk atau dikuasai dengan budi atau mulut manis

Arti peribahasa mati kuang karena bunyi adalah mendapat bencana karena kesombongan (perbuatan) sendiri

Arti peribahasa mati kuau karena bunyinya adalah mendapat kecelakaan karena kata-katanya sendiri

Arti peribahasa mati puyuh hendakkan ekor adalah menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai

Arti peribahasa mati rusa karena tanduknya adalah sesuatu yang menjadi kemegahan itu, kadang-kadang mencelakakan

Arti peribahasa mati seladang adalah beristri seorang saja

Arti peribahasa mati seladang adalah saling setia sampai tua. Mati seladang juga berarti sehidup semati (tentang suami istri)

Arti peribahasa mati semut karena gula manisan adalah orang yang mendapat bencana (tertipu dan sebagainya) karena bujuk dan rayuan yang menyenangkan

Arti peribahasa mati tidak akan menyesal, luka tidak akan menyiuk adalah sudah berketetapan hati untuk melakukan sesuatu dan tidak akan menyesal atau mengumpat kemudian jika timbul peristiwa yang tidak baik karena perbuatan itu

Arti peribahasa mati-mati berdawat biar hitam mati-mati mandi biar basah adalah tiap-tiap pekerjaan janganlah dilakukan kepalang tanggung, janganlah diusahakan separuh jalan melainkan dikerjakan sampai pada kesudahannya

Arti peribahasa mati-mati berminyak biar licin adalah setiap pekerjaan janganlah kepalang, jangan diusahakan separuh jalan, tetapi dikerjakan sampai selesai

Arti peribahasa mati-mati mandi biar basah adalah jangan kepalang tanggung

Arti peribahasa melanting menuju tampuk, berkata menuju benar adalah dalam rapat (perundingan), kita harus menggunakan dasar kebenaran dan kejujuran

Arti peribahasa melarat panjang adalah selalu dalam kesengsaraan

Arti peribahasa melekatkan kersik ke buluh adalah melakukan pekerjaan dengan susah payah, tetapi sia-sia

Arti peribahasa memahat di dalam baris, berkata dalam pusaka adalah mengerjakan sesuatu sebagaimana mestinya

Arti peribahasa memanjat bersengkelit adalah belum berpengalaman

Arti peribahasa memanjat dedap adalah menekat (karena terpaksa)

Arti peribahasa memanjat terkena seruda adalah mendapat rintangan dalam usahanya

Arti peribahasa membalik-balik mayat di kubur adalah menyebut-nyebut nama orang yang sudah meninggal

Arti peribahasa membangkit batang terendam adalah mengangkat kembali nama orang yang sudah lama hilang dari ingatan. Membangkit batang terendam juga berarti mengulangi perkara yang sudah lama dilupakan

Arti peribahasa membangkit batang terendam adalah mengadakan (memunculkan) sesuatu yang telah lama hilang (seperti mengangkat penghulu yang telah lama tidak ada)

Arti peribahasa membuang bunga ke jirat adalah berbuat baik kepada orang yang tidak tahu membalas budi

Arti peribahasa membuang bunga ke jirat adalah membuang-buang tenaga (uang, waktu, dan sebagainya) dengan sia-sia

Arti peribahasa membuat titian berakuk adalah memakai tipu muslihat untuk mencelakakan orang

Arti peribahasa membuat titian berakuk adalah memasang tipu muslihat untuk mencelakakan orang

Arti peribahasa memilin kacang hendak mengebat, memilin jering hendak berisi adalah melakukan perbuatan atau tindakan dengan maksud tertentu

Arti peribahasa mempertinggi semangat anjing adalah memperbaiki nama orang jahat (tentu sia-sia)

Arti peribahasa mempertinggi tempat jatuh, memperdalam tempat kena adalah sengaja membesar-besarkan kesalahan sendiri sehingga mendapat hukuman (kerugian) yang berat

Arti peribahasa menabur menanam biji di atas batu adalah sia-sia belaka, seperti memberikan nasihat kepada orang yang tidak mau mengindahkan

Arti peribahasa menahan jerat di tempat genting adalah mengambil keuntungan dari kesusahan atau penderitaan orang lain

Arti peribahasa menambat tidak bertali adalah pria dan wanita yang hidup sebagai suami istri, tetapi tidak menikah

Arti peribahasa mencampakkan batu ke luar adalah lebih suka berbuat baik kepada orang lain daripada kepada keluarga sendiri

Arti peribahasa mencari belalang atas akar adalah pekerjaan yang sia-sia

Arti peribahasa mencari lantai terjungkat adalah mencari-cari kesalahan orang

Arti peribahasa mencari umbut dalam batu adalah melakukan pekerjaan yang sia-sia

Arti peribahasa mencencang berlandasan, melompat bersetumpu bertumpuan adalah jika hendak melakukan sesuatu, hendaknya menyediakan alat atau syaratnya dahulu

Arti peribahasa mencencang berlandasan, melompat bersetumpu bertumpuan adalah jika hendak melakukan sesuatu, hendaknya menyediakan alat atau syaratnya dahulu

Arti peribahasa mencencang berlandasan, melompat bersetumpu adalah jika hendak melakukan sesuatu, hendaknya menyediakan alat sebagai syaratnya

Arti peribahasa mencencang lauk tengah helat adalah membukakan rahasia sendiri di hadapan orang banyak

Arti peribahasa mencencangkan lading patah adalah membanggakan sesuatu yang tidak ada harganya sama sekali

Arti peribahasa mencit seekor, penggada seratus adalah berhadapan dengan lawan yang banyak (lebih kuat dan sebagainya):

Arti peribahasa mendapat beroleh hidung panjang adalah mendapat malu atau kecewa

Arti peribahasa mendapat badai tertimbakan adalah mendapat untung yang tidak disangka-sangka

Arti peribahasa mendapat panjang hidung adalah mendapat malu

Arti peribahasa mendapat pisang berkubak adalah mendapat keuntungan yang banyak dengan mudah

Arti peribahasa mendapat sama berlaba, kehilangan sama merugi adalah suka duka sama-sama dipikul

Arti peribahasa mendapat tebu rebah adalah mendapat untung tanpa bersusah payah

Arti peribahasa mendapati tanah terbalik adalah mendapati mayat sudah terkubur

Arti peribahasa mendebik mata parang adalah menentang orang yang berkuasa

Arti peribahasa menembak beralamat, berkata bertujuan adalah suatu perbuatan (pekerjaan) harus ada maksudnya

Arti peribahasa menepik mata pedang adalah melawan orang yang berkuasa

Arti peribahasa menepik mata pedang adalah melawan orang yang berkuasa

Arti peribahasa mengail berumpan, berkata bertipuan adalah kalau menghendaki sesuatu dari orang lain, harus pandai mengambil hatinya

Arti peribahasa mengail dalam belanga, menggunting dalam lipatan adalah mempergunakan kesempatan untuk keuntungan pribadi tanpa memikirkan nasib kawan akibat perbuatan itu

Arti peribahasa mengata dulang paku serpih, mengata orang awak yang lebih adalah mencela orang, tetapi diri sendiri ternyata lebih buruk daripada yang dicela

Arti peribahasa mengebat erat-erat, membuhul mati-mati adalah apabila membuat perjanjian harus diatur sebaik-baiknya

Arti peribahasa mengebat erat-erat, membuhul mati-mati adalah membuat aturan (perjanjian) dengan sempurna

Arti peribahasa menggenggam erat membuhul mati adalah memegang janji (putusan, nasihat, dan sebagainya) erat-erat

Arti peribahasa menggolek batang terguling adalah melakukan pekerjaan yang mudah

Arti peribahasa menggunting dalam lipatan adalah mencelakakan kawan (saudara dan sebagainya) sendiri

Arti peribahasa menggunting dalam lipatan adalah mencelakakan kawan sendiri

Arti peribahasa menghambat kerbau berlabuh adalah mencegah sesuatu yang akan mendatangkan keuntungan atau kesenangan kepada orang

Arti peribahasa menghendaki urat lesung adalah menghendaki sesuatu yang tidak mungkin

Arti peribahasa mengilan di hati, terkalang di mata adalah terasa (terbayang) dalam hati dan sulit dihilangkan

Arti peribahasa mengorek lubang ulat adalah sengaja mencari alasan untuk bertengkar

Arti peribahasa mengungkit batu di bencah adalah melakukan pekerjaan yang sukar

Arti peribahasa menimbang sama berat adalah menjatuhkan hukuman dengan adil, tidak berat sebelah

Arti peribahasa menjemur bangkai ke atas bukit adalah memperlihatkan cela (aib, cacat) sendiri

Arti peribahasa menjilat air liur adalah berbalik memuji sesuatu yang sebelumnya telah dicela. Menjilat air liur juga berarti menarik kembali ucapan (janji dan sebagainya) yang pernah dikatakan

Arti peribahasa menjilat keluan bagai kerbau adalah sangat kecewa karena tak sampai maksudnya

Arti peribahasa menjilat ludah adalah menarik kembali apa yang sudah dikatakan (memuji-muji apa yang dicela atau diumpat)

Arti peribahasa menjilat ludah adalah menarik kembali apa yang telah diucapkan

Arti peribahasa menohok kawan seiring, menggunting dalam lipatan adalah mencelakakan teman sendiri

Arti peribahasa menyandang lemang hangat orang adalah menderita akibat perbuatan orang lain

Arti peribahasa menyenduk kuah dalam pengat adalah pekerjaan yang sia-sia

Arti peribahasa menyinggung mata bisul orang adalah mengenai apa yang paling sakit (peka) bagi seseorang

Arti peribahasa menyukat penuh sudah adalah sudah habis kesabaran

Arti peribahasa menyurat di atas air adalah melakukan pekerjaan yang sia-sia

Arti peribahasa merapat sambil berlayar berlayar sambil memapan adalah sekali melakukan pekerjaan, dua tiga maksud tercapai

Arti peribahasa metode kalimat adalah metode dalam mengajarkan membaca yang dimulai dengan melatih anak didik mengenal kata-kata atau peribahasa dalam kalimat

Arti peribahasa minta sisik pada limbat adalah menghendaki sesuatu yang mustahil tercapai

Monyet mendapat bunga, adakah ia tahu akan faedah bunga itu? berarti tidak tahu menghargai suatu barang yang bagus

Arti peribahasa mujur sepanjang hari malang sekejap mata adalah jika malang akan menimpa, dalam sesaat saja mungkin terjadi, tetapi jika hendak mujur harus menunggu lama

Arti peribahasa mulut bau madu, pantat bawa sengat adalah mulut manis, tetapi hati busuk

Arti peribahasa mulut disuapi pisang, pantat dikait dengan onak mulut manis hati berkait adalah manis perkataannya, tetapi jahat maksudnya

Arti peribahasa mulut kapuk dapat ditutup, mulut orang tidak adalah rahasia jangan dipercayakan kepada orang lain

Arti peribahasa mulut manis mematahkan tulang adalah perkataan yang lemah lembut dapat menyebabkan orang lain tunduk (menurut)

Arti peribahasa mulut satu lidah bertopang adalah perkataan berbeda dengan isi hati

Arti peribahasa mumbang jatuh kelapa jatuh adalah semua yang hidup akan mati (tidak memandang umur dan sebagainya)

Arti peribahasa musang terjun, lantai terjungkat adalah terdapat tanda-tanda kejahatan yang telah diperbuat

Arti peribahasa nafsu nafsi, raja di mata, sultan di hati adalah berbuat sekehendak hati sendiri

Arti peribahasa neraca palingan bungkal, hati palingan tuhan adalah pikiran atau pendirian orang mudah berubah-ubah

Arti peribahasa nyamuk mati gatal tak lepas adalah menaruh dendam kepada orang yang berbuat jahat meskipun orang itu sudah dihukum

Arti peribahasa obat jauh penyakit hampir adalah dalam kesusahan sukar mendapatkan pertolongan. Obat jauh penyakit hampir juga berarti berada dalam kesukaran

Arti peribahasa ombaknya kedengaran, pasirnya tidak kelihatan adalah telah kedengaran beritanya, tetapi belum ada buktinya

Arti peribahasa orang beraja di hatinya adalah menurutkan rasa (sesuka) hati masing-masing

Arti peribahasa orang pembuat periuk, bertanak di tembikar adalah yang membuatnya sendiri biasanya tidak memakai buatannya yang baik, melainkan memakai buatannya yang buruk-buruk

Arti peribahasa orang penggamang mati jatuh adalah siapa yang tidak memiliki keberanian tidak akan sampai maksudnya

Arti peribahasa orang terpegang pada hulunya, awak terpegang pada matanya adalah dalam perjanjian atau perkara orang lebih kuat pendiriannya daripada kita

Arti peribahasa orang timpang jangan dicacat, ingat-ingat hari belakang adalah kecelakaan yang menimpa seseorang jangan terlalu dibicarakan karena boleh jadi kita mengalami hal yang sama di kemudian hari

Arti peribahasa padang perahu di lautan, padang hati dipikirkan adalah demikian luas pikiran manusia, berapa banyak pikiran masuk di dalamnya tidak akan penuh

Arti peribahasa padi dikebat dengan daunnya adalah mengusahakan sesuatu dengan modal sendiri

Arti peribahasa padi segenggam dengan senang hati lebih baik daripada padi selumbung dengan bersusah hati adalah kesenangan hati lebih berharga daripada kekayaan

Arti peribahasa pandang jauh dilayangkan, pandang dekat ditukikkan adalah segala sesuatu diperhatikan dan diperiksa dengan saksama

Arti peribahasa pandang jauh dilayangkan, pandang dekat ditukikkan adalah menyelidiki sesuatu secara teliti

Arti peribahasa pandang jauh dilayangkan, pandang dekat ditukikkan adalah memeriksa dengan teliti

Arti peribahasa panjang langkah singkat permintaan adalah sampai ajalnya

Arti peribahasa patah batu hatinya adalah hilang sama sekali kemauannya

Arti peribahasa patah batu hatinya adalah tidak mau berusaha (bekerja) lagi

Arti peribahasa patah kemudi dengan bamnya adalah putus harapan. Patah kemudi dengan bamnya juga berarti tidak ada harapan sama sekali

Arti peribahasa patah kemudi dengan ebamnya adalah sudah tidak ada harapan lagi

Arti peribahasa patah lidah alamat kalah, patah keris alamat mati adalah tidak pandai membela perkaranya (tanda akan kalah dalam berperkara)

Arti peribahasa patah sayap bertongkat paruh adalah tidak putus-putusnya berusaha menyampaikan maksudnya

Arti peribahasa patah selera banyak makan adalah pura-pura tidak mau, sebenarnya suka sekali

Arti peribahasa patah tongkat berjeremang bertelekan adalah terus berusaha (tidak pernah putus asa)

Patah tongkat berjeremang patah sayap bertongkat paruh. Patah tongkat berjeremang patah sayap bertongkat paruh; patah tongkat bertelekan juga berarti patah tongkat bertelekan berarti terus berusaha (bekerja) dengan tidak putus asa

Arti peribahasa patah tongkat berjermang adalah pada keadaan bagaimanapun harus terus berusaha dengan giat, jangan sekali-kali putus asa

Arti peribahasa patah tumbuh hilang berganti adalah yang hilang (mati) selalu ada penggantinya

Arti peribahasa patah tumbuh hilang berganti adalah seorang pemimpin apabila meninggal tentu akan ada penggantinya

Arti peribahasa pecak boleh dilayangkan, bulat boleh digulingkan, batu segiling pecak setepik adalah sudah mendapat kata sepakat untuk melaksanakan suatu pekerjaan

Arti peribahasa pejatian awak, kepantangan orang adalah berselisih pendapat dengan orang banyak

Arti peribahasa pelanduk melupakan jerat, tetapi jerat tak melupakan pelanduk adalah orang yang berutang biasanya mudah lupa akan yang berpiutang, sebaliknya yang berpiutang tidak lupa akan orang yang berutang kepadanya

Arti peribahasa pelanduk melupakan jerat, tetapi jerat tidak melupakan pelanduk adalah sudah lupa akan bahaya, tetapi sebenarnya bahaya masih tetap mengancam

Arti peribahasa pelepah bawah luruh, pelepah atas jangan gelak adalah ingatlah bahwa sekalian yang hidup akan mati

Arti peribahasa pepat di luar, rancung pancunya di dalam adalah baik (suci dan sebagainya) pada lahirnya, tetapi batinnya (hatinya) jahat

Arti peribahasa pepat kuku seperti bulan tiga hari adalah amat elok bentuk atau tokohnya

Arti peribahasa pepatah petitih adalah berbagai-bagai peribahasa

Arti peribahasa perahu bertambatan, dagang bertepatan adalah usaha dagang yang teratur dan sesuai tempatnya

Arti peribahasa perahu papan bermuat intan adalah sesuatu yang tidak layak diperjodohkan

Arti peribahasa perang bermalaikat, sabung berjuara adalah Tuhanlah yang menentukan kalah menang

Arti peribahasa pergi tempat bertanya, pulang tempat berberita berkenaan dengan orang cerdik pandai adalah jika akan berangkat, hendaklah meminta nasihatnya dahulu, dan jika pulang, hendaklah memberi laporan kepadanya

Arti peribahasa perkawinan tempat mati adalah perkawinan yang sungguh-sungguh dilakukan sesuai dengan cita-cita hidup berumah tangga yang bahagia

Arti peribahasa permata lekat di pangkur adalah tidak pada tempatnya

Arti peribahasa pijatan menjadi kura-kura adalah orang hina (bodoh) yang menjadi orang besar

Arti peribahasa pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna adalah apabila hendak melakukan atau mengerjakan sesuatu, hendaknya dipertimbangkan lebih dahulu baik buruknya

Arti peribahasa pikir itu pelita hati adalah menggunakan akal budi dan mempertimbangkan segala sesuatu dengan baik menjadikan seseorang lebih bijaksana

Arti peribahasa pucat seperti mayat adalah sangat pucat, pucat pasi

Arti peribahasa pucuk diremas dengan santan, urat direndam dengan tengguli, lamun peria pahit juga adalah orang yang tabiatnya jahat, sekalipun diberi kekayaan dan pangkat, sifatnya tidak akan berubah

Arti peribahasa pukat terlabuh, ikan tak dapat adalah pekerjaan yang sia-sia belaka

Arti peribahasa pulau sudah lenyap, daratan sudah tenggelam adalah sudah tidak ada harapan lagi (gagal sama sekali)

Arti peribahasa punggur rebah belatuk menumpang mati adalah jika orang yang menjadi pelindung (seperti majikan dan sebagainya) jatuh, anak buahnya pun akan menderita akibatnya

Punggur rebah, belatuk menumpang mati berarti bencana yang menimpa orang besar, orang bawahannya turut terkena akibat buruknya

Arti peribahasa pusat jala pumpunan ikan adalah (menjadi) tempat berkumpul atau menjadi pusat berbagai-bagai hal (urusan). Pusat jala pumpunan ikan juga berarti pusat pemerintahan

Arti peribahasa rambut sama hitam, hati masing-masing adalah tiap-tiap orang mempunyai pendapat yang berlainan

Arti peribahasa rambut sama hitam, hati masing-masing adalah setiap orang mempunyai pendapat (kemauan) masing-masing

Arti peribahasa redup atau panas keras adalah hidup atau mati. Redup atau panas keras juga berarti untung-untungan

Arti peribahasa rezeki elang tak akan dapat dimakan oleh musang burung pipit adalah setiap orang ada keuntungannya masing-masing

Arti peribahasa rindu jadi batasnya maka manis tak jadi cuka adalah jangan terlalu mesra bergaul dengan seseorang sebab pergaulan seperti itu kerap kali menimbulkan dendam kesumat

Arti peribahasa ringan sama dijinjing, berat sama dipikul adalah persahabatan yang karib, baik dalam kesenangan maupun dalam kesusahan

Arti peribahasa ringan tulang, berat perut adalah barang siapa yang rajin bekerja, tentu mendapat rezeki

Arti peribahasa rupa boleh diubah, tabiat dibawa mati adalah terlalu susah mengubah perangai yang sudah menjadi tabiat

Arti peribahasa rupa harimau, hati tikus adalah kelihatannya gagah berani, tetapi sebenarnya penakut

Arti peribahasa sakit kepala panjang rambut, patah selera banyak makan adalah lahirnya tidak suka, tetapi sebenarnya suka sekali

Arti peribahasa sakit menimpa, sesal terlambat adalah sesudah terlanjur (terjadi), menyesal tidak ada gunanya

Arti peribahasa sarap sehelai dituilkan, batu sebuah digulingkan adalah sangat teliti (dalam pemeriksaan)

Arti peribahasa sastra rakyat adalah kategori sastra yang mencakupi lagu rakyat, balada, dongeng, ketoprak, peribahasa, teka-teki, legenda (banyak yang termasuk tradisi lisan)

Arti peribahasa satu juga gendang berbunyi adalah tidak berubah. Satu juga gendang berbunyi juga berarti selalu sama saja

Arti peribahasa satu nyawa, dua badan adalah sehidup semati

Arti peribahasa satu sangkar dua burung adalah dua orang perempuan sama-sama menghendaki seorang laki-laki

Arti peribahasa sawah berpematang berpiring ladang berbintalak adalah segala sesuatu ada batasnya

Arti peribahasa sayap singkat, terbang hendak jauh adalah hendak berbuat sesuatu yang melebihi kemampuan

Arti peribahasa sebagai dawat dengan kertas adalah pasangan yang sesuai benar

Arti peribahasa sebagai kepiting batu adalah sangat kikir

Arti peribahasa sebagai kera dapat canggung adalah merapatkan dirinya kepada orang yang telah memberi pertolongan

Arti peribahasa sebelum ajal berpantang mati adalah tidak akan mati sebelum sampai waktunya

Arti peribahasa sebelum ajal berpantang mati adalah sebelum tiba waktunya tidak akan mati

Arti peribahasa sebuah lesung ada seekor ayam jantannya atau pemimpinnya adalah tiap-tiap kaum ada seorang penghulunya atau seorang cerdik pandainya yang akan melindungi kaum itu dari kejahatan orang lain

Arti peribahasa sedatar saja lurah dengan bukit adalah menyamaratakan orang. Sedatar saja lurah dengan bukit juga berarti tidak membeda-bedakan kaya atau miskin dan sebagainya

Arti peribahasa segala senang hati adalah sangat senang

Arti peribahasa sehabis kelahi teringat silat adalah sesudah persoalan (pekerjaan) selesai, teringat cara yang baik untuk menyelesaikannya

Arti peribahasa seikat bagai sirih, serumpun bagai serai adalah seia sekata. Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai juga berarti sehina semalu. Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai juga berarti bersama-sama menanggung untung dan rugi atau senang dan derita

Arti peribahasa sekam menjadi hampa berat adalah tidak akan merugikan sedikit jua

Arti peribahasa sekebat bagai sirih adalah sepakat dalam perkumpulan (rapat)

Arti peribahasa sekerat ular sekerat belut adalah orang yang bermuka dua (ikut ke sana kemari)

Arti peribahasa sekudung limbat, sekudung lintah adalah tidak tetap pendiriannya

Arti peribahasa selama hayat dikandung badan adalah selama (masih) hidup

Arti peribahasa selama hayat dikandung badan adalah selama masih hidup

Arti peribahasa selama sipatung mandi adalah sebentar sekali

Arti peribahasa semanis manis gula ada pasir di dalamnya manis-manis gula berpasir jua, sepahit-pahit jadam menjadi obat adalah bujuk rayu yang lemah-lembut adalah berisi tipu dan perkataan yang keras itu kadang-kadang menjadi kebajikan diri

Arti peribahasa sembunyi tuma kepala tersuruk ekor kelihatan adalah merasa tidak ada yang mengetahui, tetapi sebenarnya sudah diketahui orang banyak

Sembunyi tuma kepala tersuruk, ekor kelihatan berarti menutup-nutupi perbuatan jahat yang sudah diketahui orang

Arti peribahasa semut dipijak tidak mati, gajah diarung bergelimpangan semut terpijak tidak mati, alu tertarung patah tiga adalah perihal cara berjalan seorang perempuan yang baik lagi teratur (tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat)

Arti peribahasa sendok berdengar-dengar, nasi habis budi dapat adalah karena pekerjaan dilakukan kurang hati-hati, akhirnya mendapat malu karena rahasia terbuka kepada orang lain

Arti peribahasa senjata makan tuan adalah sesuatu yang direncanakan untuk mencelakakan orang lain, tetapi berbalik mengenai diri sendiri

Arti peribahasa sepandai-pandai tupai melompat, sekali gawal juga adalah sepandai-pandai orang, ada kalanya ia salah (keliru) juga

Arti peribahasa sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu gawal juga adalah sepandai-pandai orang, sekali-sekali keliru juga

Arti peribahasa sepandai-pandai tupai meloncat, sekali gawal terjatuh juga adalah sepandai-pandai seseorang, ada kalanya berbuat salah (keliru) juga

Arti peribahasa sepasin dapat bersiang adalah mendapat keuntungan tidak dengan sengaja

Arti peribahasa sepenggalah matahari naik adalah kira-kira pukul 08.00 atau 09.00

Arti peribahasa seperti katak di bawah tempurung adalah sangat picik pengetahuannya. Seperti katak di bawah tempurung juga berarti kurang luas pandangannya

Arti peribahasa serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih adalah seia sekata. Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih juga berarti rukun sekali

Arti peribahasa serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih adalah seia sekata. Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih juga berarti rukun sekali

Arti peribahasa sesak berundur-undur, hendak lari malu, hendak menghambat tak lalu adalah sudah tidak dapat melawan, tetapi pura-pura masih sanggup bertahan

Arti peribahasa sesal pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna adalah pikir dulu masak-masak (baik-baik) sebelum berbuat sesuatu (agar tidak menyesal kelak)

Arti peribahasa sesat surut, terlangkah kembali adalah memperbaiki kesalahan yang telah dibuat

Arti peribahasa sesayat sebelanga juga adalah meskipun sedikit, dianggap sudah cukup juga

Arti peribahasa seukur mata dengan telinga adalah seturut penglihatan dan pendengaran

Arti peribahasa siapa gatal, dialah menggaruk adalah siapa berkehendak dialah yang harus berbuat

Arti peribahasa siapa melejang siap patah adalah siapa yang bersikeras hendak beroleh barang (pekerjaan), dialah yang harus menderita rugi (kesukaran dan sebagainya)

Siapa melejang, siapa patah siapa melalah, siapa patah. Siapa melejang, siapa patah siapa melalah, siapa patah; siapa menyuruk, siapa bungkuk juga berarti siapa menyuruk, siapa bungkuk berarti orang yang berkeras hendak berbuat sesuatu, dialah yang harus menanggung kesukarannya (kerugiannya dan sebagainya). Siapa melejang, siapa patah siapa melalah, siapa patah; siapa menyuruk, siapa bungkuk juga berarti pekerjaan yang terburu-buru kelak akan merugikan juga

Arti peribahasa siapa yang gatal, dialah yang menggaruk adalah orang yang berkehendak (ingin), dialah yang harus berbuat sendiri

Arti peribahasa silap mata pecah kepala adalah kalau kurang waspada dalam suatu pekerjaanya akhirnya akan binasa

Arti peribahasa silap mata pecah kepala adalah kalau kurang penjagaan dalam suatu pekerjaan yang berbahaya, binasalah akhirnya

Arti peribahasa singkat diulas panjang dikerat adalah mana-mana yang kurang ditambah, sedangkan yang lebih dikurangi (yang kurang baik diperbaiki)

Arti peribahasa singkat tidak terluas, panjang tidak terkerat adalah tiap-tiap orang akan mati apabila telah sampai ajalnya

Arti peribahasa sirih naik junjungan patah adalah baru hendak naik derajat kehidupannya sudah mendapat kesusahan

Arti peribahasa seperti anjing bercawat ekor adalah pergi atau menghindar karena malu dan sebagainya

Arti peribahasa seperti batang mengkudu, dahulu buah daripada bunga adalah perihal orang yang mau lekas marah sebelum diketahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahinya

Arti peribahasa seperti biji saga rambat di atas talam adalah tidak berpendirian tetap. Seperti biji saga rambat di atas talam juga berarti selalu berubah

Arti peribahasa seperti birah tidak berurat adalah sangat malas (sebentar-sebentar berbaring dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti cembul dengan tutupnya dapat tutupnya adalah cocok sekali. Seperti cembul dengan tutupnya dapat tutupnya juga berarti sesuai benar

Arti peribahasa seperti cincin dengan permata adalah cocok sekali

Arti peribahasa seperti cincin dengan permata adalah sesuai benar

Arti peribahasa seperti embun di atas daun adalah selalu berubah (tentang niat, maksud)

Arti peribahasa seperti gergaji dua mata adalah memperoleh keuntungan dari dua belah pihak

Arti peribahasa seperti ikan baung dekat pemandian adalah amat rakus (segala sesuatu yang ada dimakan)

Arti peribahasa seperti ikan dalam belat adalah tidak dapat melepaskan diri lagi (dari tangan musuh)

Arti peribahasa seperti ikan dalam tebat adalah rezeki yang sudah hampir dalam tangan

Arti peribahasa seperti katak ditimpa kemarau adalah berkeluh kesah tidak keruan (hiruk-pikuk dan sebagainya). Seperti katak ditimpa kemarau juga berarti sangat gaduh

Arti peribahasa seperti kelekatu masuk api adalah tidak memedulikan bahaya maut

Arti peribahasa seperti kera dapat bunga adalah tiada dapat menghargai keindahan (jasa, nilai, dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti kera mendapat bunga seperti kera diberi kaca adalah mendapat sesuatu yang tidak dapat dipergunakan

Arti peribahasa seperti lebah, mulut membawa madu, pantat membawa sengat adalah orang yang manis tutur katanya, tetapi berbahaya (jahat)

Arti peribahasa seperti lepat dengan daun adalah tidak dapat berpisah antara satu dan yang lain

Arti peribahasa seperti mayat ditegakkan adalah berbadan kurus dan bermuka pucat

Arti peribahasa seperti menating minyak penuh adalah memperlakukan dengan sangat hati-hati (penuh kesayangan dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti menating minyak penuh adalah diperlakukan dengan penuh kasih sayang (hati-hati dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak adalah seseorang yang daif yang tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan makin susah

Arti peribahasa seperti parang bermata dua adalah mendapat keuntungan dari kedua belah pihak

Arti peribahasa seperti pikat kehilangan mata adalah bingung tidak keruan. Seperti pikat kehilangan mata juga berarti kehilangan akal

Arti peribahasa seperti rusa kena tambat adalah selalu gelisah (tidak tetap kedudukannya)

Arti peribahasa seperti sebuah biji tersesat dalam rumput adalah orang yang hina tidak kelihatan oleh orang

Arti peribahasa seperti sebuah biji tersesat dalam rumput adalah sesuatu yang kecil

Arti peribahasa seperti tikus jatuh di beras adalah ibarat orang yang mendapat pekerjaan yang menguntungkan dan tidak ingin meninggalkan pekerjaan itu lagi

Arti peribahasa sudah dapat gading bertuah, tanduk tiada berguna lagi adalah setelah mendapatkan yang lebih baik, yang kurang baik ditinggalkan

Arti peribahasa sudah di depan mata adalah sudah dekat (hampir datang)

Arti peribahasa sudah jatuh ditimpa tangga adalah mendapat kesusahan (kecelakaan) secara berturut-turut

Arti peribahasa sudah mati kutunya adalah sudah hilang kekuatannya. Sudah mati kutunya juga berarti tidak berbuat apa-apa lagi

Arti peribahasa sudah terlalu hilir malam, apa hendak dikata lagi adalah perbuatan salah yang telanjur

Arti peribahasa sudu-sudu di tepi jalan dipanjat kena durinya, disinggung kena rabasnya, ditakik kena getahnya adalah orang yang tidak dapat dikalahkan

Arti peribahasa sukat air menjadi batu adalah tidak mungkin

Arti peribahasa sukatannya sudah penuh adalah sudah sampai ajalnya

Arti peribahasa sungguhpun kawat yang dibentuk, ikan di laut yang diadang adalah sungguhpun tampaknya tidak ada suatu maksud, tetapi ada juga yang dituju

Arti peribahasa suratan atas batu adalah adat kebiasaan yang terpakai selamanya sekalipun adat kebiasaan baru banyak masuk

Arti peribahasa syariat palu-memalu, hakikat balas-membalas adalah baik dibalas dengan baik, jahat dibalas dengan jahat

Arti peribahasa syariat palu-memalu, pada hakikatnya adalah balas-membalas adalah kebaikan harus dibalas dengan kebaikan

Arti peribahasa tahan jerat sorong kepala adalah hendak mencelakakan orang lain akhirnya dia sendiri yang mendapat celaka

Arti peribahasa tak ber pucuk di atas enau adalah sangat angkuh (selalu memandang rendah kepada orang lain)

Arti peribahasa tak ada guruh bagi orang pekak, tak ada kilat bagi orang buta adalah bagi orang yang sangat bodoh pidato yang bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya

Arti peribahasa tak beban batu digalas tiada beban mencari beban adalah sudah senang mencari kesusahan (kesukaran)

Arti peribahasa tali busur tidak selamanya dapat diregang adalah orang tidak selamanya bekerja terus-menerus, tetapi mesti ada istirahatnya

Arti peribahasa tanduk di kepala tak dapat digelengkan adalah tidak dapat mengelakkan diri dari kewajiban yang harus dikerjakan

Arti peribahasa tangguk rapat, keruntung bubus adalah suami pandai mencari uang, tetapi istrinya terlampau pemboros

Arti peribahasa tegak pada yang datang adalah tetap pendiriannya. Tegak pada yang datang juga berarti tetap memegang keadilan (kebenaran)

Arti peribahasa telah dapat gading bertuah, terbuang tanduk kerbau mati adalah karena mendapat yang lebih baik, yang lama atau yang kurang baik dibuang

Arti peribahasa telah mati yang bergading adalah telah meninggal orang yang berkuasa (disegani)

Arti peribahasa telah penuh sebagai bersukat adalah habis kesabaran

Arti peribahasa telunjuk mencocok merosok, menikam mata jari adalah merusakkan (mengambil, mencari, dan sebagainya) barang yang sebenarnya harus dijaga

Arti peribahasa telur sesangkak, pecah satu pecah semua adalah bersatu hati dalam segala hal

Arti peribahasa tempat makan jangan dibenahi adalah kita jangan berbuat tidak senonoh di tempat kita menumpang. Tempat makan jangan dibenahi juga berarti jangan berbuat jahat kepada orang yang berlaku baik kepada kita

Arti peribahasa tentang mata dengan mata antara empat mata adalah berhadap-hadapan dua orang saja

Arti peribahasa tepuk berbalas, alang berjawat adalah perbuatan jahat dibalas dengan kejahatan, kebaikan dibalas dengan kebaikan

Arti peribahasa teralang-alang bagaikan sampah dalam mata adalah hinaan dan sebagainya yang selalu teringat dan terasa di dalam hati

Arti peribahasa terban bumi tempat berpijak adalah hilang tempat menggantungkan harapan

Arti peribahasa terban bumi tempat berpijak adalah hilang harapan

Arti peribahasa terikat kaki tangan adalah tidak bebas (berkuasa) lagi

Arti peribahasa terkalang di mata, terasa di hati adalah ada sesuatu yang akan dikemukakan, tetapi belum tersampaikan (terkatakan)

Arti peribahasa terpasang jerat halus adalah terkena muslihat

Arti peribahasa terpegang di abu hangat adalah mendapat atau mencampuri sesuatu yang menyusahkan saja

Arti peribahasa terpeluk di batang dedap adalah malang. Terpeluk di batang dedap juga berarti sial

Arti peribahasa terpijak bara hangat adalah sangat gelisah. Terpijak bara hangat juga berarti tidak dapat tenang

Arti peribahasa tersendeng-sendeng bagai sepat di bawah mengkuang adalah orang yang kecil dan hina hendak mendekat kepada orang besar dan mulia, nyatanya kelihatan takut dan malu

Arti peribahasa tersesak undang kependekand yang runcing tiada dapat bertenggang lagi adalah habis akal budi (bicara). Tersesak undang kependekand yang runcing tiada dapat bertenggang lagi juga berarti habis ikhtiar sehingga tidak dapat berupaya lagi

Arti peribahasa tersingit-singit bagai katung di bawah reba adalah sangat merendahkan diri seperti orang kecil (orang bawahan) yang takut dan malu hendak mendekati orang besar atau berkedudukan tinggi

Arti peribahasa tertambat hati terpaut sayang adalah sangat cinta

Arti peribahasa tertumbuk biduk dikelokkan, tertumbuk kata dipikiri adalah kalau mendapat kesukaran dan sebagainya hendaklah selalu berikhtiar untuk menghindari atau mengatasinya

Arti peribahasa tertumbuk biduk dikelokkan, tertumbuk kata dipikiri adalah jangan putus asa

Arti peribahasa tiada beban batu digalas adalah mencari kesukaran (kesusahan)

Arti peribahasa tiba di perut dikempiskan, tiba di mata dipicingkan, tiba di dada dibusungkan adalah perbuatan tidak adil (seperti terhadap a bersikap keras, terhadap b bersikap lembut)

Arti peribahasa tidak mati oleh belanda adalah seseorang yang sangat kaya sekalipun dagangannya rugi, ia tidak akan jatuh miskin

Arti peribahasa tidur bertilam air mata adalah sangat sedih karena merindukan kekasih

Arti peribahasa tidur di atas miang enjelai adalah tidak dapat tenang (selalu gelisah)

Arti peribahasa timur beralih ke sebelah barat adalah laki-laki yang menurut pada perintah istrinya

Arti peribahasa tinggi banir tempat berlindung adalah setiap hal yang istimewa ada faedahnya asal tahu menggunakannya

Arti peribahasa tohok raja tidak dapat dielakkan adalah sukar menolak kehendak orang yang berkuasa

Arti peribahasa tongkat membawa rebah adalah orang yang disuruh menjaga sesuatu, tetapi dia sendiri yang merusaknya (mencuri dan sebagainya)

Arti peribahasa tuah ayam boleh dilihat, tuah manusia siapa tahu adalah tidak ada orang yang dapat menentukan nasib seseorang

Arti peribahasa tuba habis, ikan tak dapat adalah pekerjaan yang sia-sia (tidak mendapat untung, bahkan mendapat rugi)

Arti peribahasa tunggang hilang berani mati adalah tidak takut apa pun

Arti peribahasa ucap habis niat sampai adalah semua yang dikatakan langsung dilaksanakan

Arti peribahasa udang hendak mengatai ikan adalah tidak insaf akan aibnya sendiri

Arti peribahasa umpat tidak membunuh, puji tidak mengenyang adalah baik celaan maupun pujian tidak perlu dihiraukan

Arti peribahasa untung sabut timbul, untung batu tenggelam adalah untung-untungan

Arti peribahasa untung sabut timbul, untung batu tenggelam adalah tidak ada orang yang dapat menghindari nasibnya

Arti peribahasa untung sabut timbul, untung batu tenggelam adalah untung-untungan

Arti peribahasa untung sabut timbul, untung batu tenggelam adalah tidak seorang pun yang dapat menghindari nasibnya

Arti peribahasa utang emas boleh dibayar utang budi dibawa mati adalah budi baik orang hanya dapat dibalas dengan kebaikan pula

Arti peribahasa utang emas dapat dibayar, utang budi dibawa mati adalah kebaikan hati orang akan diingat selama-lamanya

Arti peribahasa yang berbaris yang berpahat, yang bertakuk yang bertebang adalah dikerjakan sebagaimana biasanya

Arti peribahasa yang bertakuk yang ditebang, yang bergaris yang dipahat adalah sudah menurut aturan (adat) yang biasa

Arti peribahasa yang bulat datang bergolek, yang pipih datang melayang adalah keun-tungan (kesenangan dan sebagainya) datang dari mana-mana

Arti peribahasa yang dikandung berceceran, yang dikejar tiada dapat adalah barang yang sudah dimiliki hilang atau habis, sedangkan yang dicari tidak didapat

Arti peribahasa yang dikejar tiada dapat, yang dikandung berceceran adalah karena mengharapkan keuntungan yang lain, yang sudah ada binasa dan habis

Arti peribahasa yang dikejar tidak dapat, yang dikandung berceceran adalah yang diharapkan tidak diperoleh, bahkan yang telah ada menjadi hilang

Arti peribahasa yang lahir menunjukkan yang batin adalah kelakuan orang menunjukkan tabiatnya atau perasaan hatinya

Arti peribahasa yang sesukat tak akan jadi segantang adalah nasib orang tidak dapat diubah

Arti peribahasa yang terbujur lalu, yang terlintang patah adalah siapa yang tidak melawan akan selamat, yang menentang akan binasa (sesuatu yang harus diturut)

Demikian arti kata attendance di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih

Pencarian

Arti Antonim Sinonim Rima