Rizky
RizkySeseorang noobgrammer sekaligus mobile gamer yang selalu tertarik dengan perkembangan teknologi.

Arti Kata Era Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

gambar era ilustrasi

Arti era - Era memiliki 1 arti. Era memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga era dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.

Daftar isi

Daftar arti kata era

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: -
Lain: -
Arti: Era berarti kurun waktu dalam sejarah. Era juga berarti sejumlah tahun dalam jangka waktu antara beberapa peristiwa penting dalam sejarah. Era juga berarti masa

Daftar istilah dengan kata dasar era

Arti istilah era bonanza minyak adalah masa ketika minyak memberikan keuntungan besar
Contoh: Dengan berakhirnya era bonanza minyak bonanza minyak pada tahun 1984, industri otomotif anjlok

Arti istilah era keterbukaan adalah masa atau zaman keterbukaan. Era keterbukaan juga berarti masa transparansi
Contoh: Di era keterbukaan keterbukaan, setiap orang berhak mengajukan pendapat

Arti istilah era keterbukaan adalah era yang ditandai adanya keterbukaan semua komponen kehidupan tanpa dihalangi sekat wilayah dan jarak untuk berkomunikasi dengan manusia di lahan dunia mana pun
Contoh: Dia juga mengungkapkan perbankan untuk segera bersiap-siap menghadapi era keterbukaan keterbukaan

Arti istilah era pembangunan adalah zaman yang diisi dengan kegiatan pembangunan

Arti istilah era telekomunikasi adalah zaman meningkatnya pemakaian sarana telekomunikasi. Era telekomunikasi juga berarti zaman meningkatnya industri perangkat telekomunikasi

Daftar peribahasa dengan kata era

Arti peribahasa ada angin ada pohonnya hujan berpohon, panas berasal adalah segala hal ada asal mulanya (sebab-sebabnya)

Arti peribahasa ada beras, taruh dalam padi adalah rahasia hendaklah disimpan baik-baik

Arti peribahasa adat periuk berkerak, adat lesung berdedak adalah jika seseorang ingin beroleh keuntungan dalam suatu pekerjaan, hendaklah ia dapat menanggung kesusahan

Arti peribahasa ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit adalah sudah tidak dapat didamaikan lagi (tentang perselisihan). Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit juga berarti tidak mau berbalik. Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit juga berarti tidak dapat ditawar lagi (tentang aturan)

Arti peribahasa angan-angan menerawang langit adalah mencita-citakan segala sesuatu yang tinggi-tinggi

Arti peribahasa antah berkumpul sama antah, beras bersama beras adalah setiap orang selalu mencari orang yang setingkat atau sederajat

Arti peribahasa api padam puntung berasap adalah perkara yang sudah putus, tetapi timbul lagi

Arti peribahasa asal ada sama di hati, gajah terantai boleh dilepaskan adalah kalau sudah ada persetujuan, apa pun halangannya dapat diatasi

Arti peribahasa atap rumbia ijuk perabung upih adalah barang yang baik bercampur dengan barang yang buruk

Arti peribahasa babi merasa gulai adalah menyama-nyamai orang besar (kaya)

Arti peribahasa bagai anjing beranak enam adalah kurus sekali

Arti peribahasa bagai ilak bercerai dengan benang adalah bercerai untuk selama-lamanya (tidak akan bertemu lagi)

Arti peribahasa bagai kerakap tumbuh di di atas batu, hidup enggan mati tak mau adalah hidup dalam kesukaran (kemelaratan) terus-menerus

Arti peribahasa bagai menggenggam bara, terasa hangat dilepaskan adalah melakukan suatu pekerjaan setelah mendapatkan kesukaran, pekerjaan itu ditinggalkan

Arti peribahasa bagai pintu tak berpasak, bagai perahu tak berkemudi adalah sesuatu yang membahayakan

Arti peribahasa bagai rupa orang terkena beragih adalah bermuka masam karena rugi dan sebagainya (dalam perdagangan)

Arti peribahasa bagai serangkak tertimbakan adalah berjalan miring karena cacat pada tubuhnya

Arti peribahasa bagai si bisu berasian bermimpi, terasa ada terkatakan tidak adalah tidak dapat mengatakan meskipun tahu (mengerti)

Arti peribahasa bagai si lumpuh hendak merantau adalah tidak mungkin dikerjakan

Arti peribahasa bagai unta menyerahkan diri adalah amat patuh menurut perintah. Bagai unta menyerahkan diri juga berarti mengaku salah dan bertobat. Bagai unta menyerahkan diri juga berarti menyerah dan menurut

Arti peribahasa bajak patah banting terambau adalah menderita kecelakaan bertimpa-timpa

Arti peribahasa baru belum beranjur sudah tertarung adalah baru akan dimulai sudah mendapat rintangan

Arti peribahasa beban berat senggulung batu adalah tanggungan yang sangat berat

Arti peribahasa beban berat senggulung batu adalah melakukan pekerjaan yang berat dan sukar, sedangkan alat untuk melaksanakannya atau membantunya kurang baik

Arti peribahasa belum beranak sudah ditimang, belum duduk sudah berlunjur adalah terlampau cepat gembira sebelum maksud tercapai

Arti peribahasa belum beranak sudah ditimang adalah bersenang-senang sebelum maksudnya tercapai

Arti peribahasa berair rongkong adalah mendapat rezeki (keuntungan)

Arti peribahasa berair rongkong adalah ada rezeki

Arti peribahasa beraja di hati, bersultan di mata, beraja di mata, bersultan di hati adalah menurutkan kemauan sendiri

Arti peribahasa berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian adalah bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian

Arti peribahasa beranak tiada berbidan adalah mendapat kesusahan (kecelakaan dan sebagainya) karena salahnya sendiri

Arti peribahasa berani hilang tak hilang, berani mati tak mati adalah melakukan pekerjaan hendaklah jangan tanggung-tanggung atau takut-takut

Arti peribahasa berani malu, takut mati adalah berani melakukan pekerjaan terlarang, setelah ketahuan baru menyesal

Arti peribahasa berani menjual, berani membeli berani pegang, berani tanggung adalah jika berani mengatakan (memerintahkan), hendaknya berani melakukan juga

Arti peribahasa berani sendok pengedang, air hangat direnanginya adalah perihal orang berani, tetapi bodoh

Arti peribahasa berapa berat mata memandang, berat juga bahu memikul adalah betapapun menderita orang melihat, lebih menderita orang yang mengalami (kesusahan dan sebagainya)

Arti peribahasa berarak ke tebing adalah melakukan pekerjaan yang mendatangkan kecelakaan atau kerugian

Arti peribahasa berarak tidak berlari adalah berbuat sebagaimana mestinya

Arti peribahasa berat sama dipikul, ringan sama dijinjing adalah suka duka, baik buruk sama-sama ditanggung

Arti peribahasa berat sama dipikul, ringan sama dijinjing adalah bersama-sama dalam suka dan duka

Arti peribahasa berat sepikul, ringan sejinjing adalah bersama-sama dalam suka dan duka

Arti peribahasa bercerai sudah, talak tidak adalah sudah berpisah, tetapi belum sah diceraikan

Arti peribahasa bercerai tidak bertalak adalah pertalian suami istri yang tidak sah (kalau bercerai tidak perlu menjatuhkan talak)

Arti peribahasa berkeras tidak berkeris adalah bertindak keras, tetapi tidak mempunyai kekuatan untuk mempertahankan diri

Arti peribahasa berleleran bagai getah di lalang adalah tidak keruan (tentang percakapan atau pembicaraan)

Arti peribahasa bersalai tidak berapi adalah mengandung (hamil), tetapi tidak bersuami

Arti peribahasa bersarak serasa hilang, bercerai serasa mati adalah seseorang yang sangat rindu karena perceraian dengan kekasihnya

Arti peribahasa berserah perkabaran adalah sudah memercayakan sesuatu kepada orang, tetapi masih mengawasinya juga (jadi, tidak percaya sungguh-sungguh)

Arti peribahasa bersuluh tengah hari lagi terang lagi bersuluh adalah perkara yang sudah nyata (terang)

Arti peribahasa bersuluh tengah hari lagi terang lagi bersuluh adalah menyia-nyiakan uang (tenaga dan sebagainya)

Arti peribahasa bersutan di mata beraja di hati adalah orang yang suka berbuat sesuka hati dan sewenang-wenang

Arti peribahasa bertemu teras dengan beliung adalah dua orang bertengkar yang sifatnya sama-sama keras

Arti peribahasa besar kayu besar bahannya besar periuk besar keraknya adalah banyak penghasilan banyak pula belanjanya

Arti peribahasa besar kayu besar bahannya besar periuk besar keraknya adalah banyak penghasilan banyak pula belanjanya

Arti peribahasa besar periuk besar kerak adalah makin banyak pendapatan, makin banyak pula pengeluaran

Arti peribahasa bulu mata bagai seraut jatuh adalah alis yang melengkung, runcing bentuknya dan bagus

Arti peribahasa bunga dipetik perdu ditendang bunganya dipersunting, pangkalnya diberaki adalah hanya mau mengambil keuntungan saja (misalnya istri dikasihi, mertua dibenci)

Arti peribahasa buruk perahu, buruk pangkalan adalah tidak sudi lagi menginjak rumah bekas istrinya atau tempat bekerja yang telah ditinggalkan

Arti peribahasa cekur jerangau, ada lagi di ubun-ubun adalah masih sangat muda (belum berpengalaman)

Arti peribahasa cencang dua segerai adalah sekali jalan dua pekerjaan selesai

Arti peribahasa dangkal telah keseberangan, dalam telah keajukan adalah telah diketahui benar bagaimana isi hatinya (perangainya)

Arti peribahasa datang tidak berjemput, pulang tidak berantar adalah tidak diperlakukan sebagaimana mestinya (tentang tamu)

Arti peribahasa dekat tak tercapai jauh tak berantara adalah menginginkan sesuatu, tetapi tidak mampu untuk mendapatkannya

Arti peribahasa di luar merah di dalam pahit adalah kelihatan bagus, tetapi sebenarnya tidak demikian halnya

Arti peribahasa di manakah berteras kayu mahang adalah jangan mengharapkan sesuatu yang mustahil

Arti peribahasa diindang ditampi beras, dipilih antah satu-satu adalah jika hendak mencari istri atau menantu hendaklah diselidiki betul-betul sebelumnya

Arti peribahasa dikati sama berat, diuji sama merah adalah seimbang derajatnya (kedudukannya, pangkatnya, dan sebagainya)

Arti peribahasa dilengah dimabuk beruk berayun adalah merasa senang (asyik) akan sesuatu yang tidak ada gunanya

Arti peribahasa dilihat pulut, ditanak berderai adalah apa yang kelihatan di luar (pada lahirnya) berlainan dengan keadaan sebenarnya (seperti kelihatannya pandai, sebenarnya tidak tahu apa-apa)

Arti peribahasa diminta tebu diberi teberau adalah diberi sesuatu yang berlainan dengan yang dijanjikan

Arti peribahasa diserakkan padi awak diimbaukan orang lain adalah orang lain dipelihara, keluarga sendiri disia-siakan

Arti peribahasa ditindih yang berat, dililit yang panjang adalah tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan orang (kemalangan dan sebagainya)

Arti peribahasa diuji sama merah, dalam hati ditail sama berat adalah sudah cocok benar (tentang suami istri)

Arti peribahasa dengan sesendok madu dapat lebih banyak ditangkap serangga daripada dengan cuka sesendok adalah dengan mulut manis serta ramah-tamah lebih banyak diperoleh sahabat (kawan) daripada dengan perkataan yang tajam dan muka yang masam

Arti peribahasa duduk meraut ranjau, tegak meninjau jarak duduk meraut ranjau, berdiri melihat musuh adalah selalu bekerja dengan waspada

Arti peribahasa duduk meraut ranjau, tegak meninjau jarak duduk meraut ranjau, berdiri melihat musuh adalah selalu bekerja dengan waspada

Arti peribahasa duduk meraut ranjau, tegak meninjau jarak adalah selalu bekerja (tidak membuang-buang waktu)

Arti peribahasa empang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit adalah sudah tidak dapat didamaikan lagi (tentang perselisihan). Empang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit juga berarti tidak dapat dikurangi sedikit juga (tentang aturan)

Arti peribahasa emping berantah adalah orang yang kebal, tidak mempan benda tajam (besi dan sebagainya)

Arti peribahasa emping terserak hari hujan adalah hal seseorang yang malang dalam mengelola usahanya

Arti peribahasa emping terserak hari hujan adalah sangat sial. Emping terserak hari hujan juga berarti bernasib buruk

Arti peribahasa genggam cengkam kera adalah genggam yang kuat (tak akan lepas lagi)

Arti peribahasa habis beralur maka beralu-alu adalah jika dengan jalan musyawarah tidak dicapai kata sepakat, barulah dengan jalan kekerasan

Arti peribahasa hangus tiada berapi, karam tiada berair adalah menderita kesusahan yang amat sangat

Arti peribahasa harapan tak putus sampai jerat tersentak rantus adalah tidak mau berputus asa sampai saat terakhir

Arti peribahasa hati bak serangkak dibungkus adalah orang yang sangat berharap akan mendapat sesuatu yang diingininya

Arti peribahasa hilang dicari, terapung direnangi, terbenam diselami adalah hal atau perkara yang tersembunyi, lalu diperiksa

Arti peribahasa hitam mata itu mana boleh bercerai dengan putihnya adalah orang yang sedang bercinta tidak mudah dipisahkan

Arti peribahasa hujan berpohon, panas berasal adalah segala hal tentu ada sebabnya

Arti peribahasa hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri hujan keris lembing di negeri kita, hujan emas perak di negeri orang, baik adalah sebaik-baik negeri orang tidak sebaik negeri sendiri

Arti peribahasa hujan tak sekali jatuh, simpai tak sekali erat adalah suatu pekerjaan tidak dapat diselesaikan sekaligus. Hujan tak sekali jatuh, simpai tak sekali erat juga berarti keberuntungan dan kebahagiaan itu tidak sekali datang

Arti peribahasa hutan sudah terambah, teratak sudah tertegak adalah pekerjaan sudah sempurna dikerjakan

Arti peribahasa ikan biar dapat, serampang jangan pokah adalah maksud sampai, perkakas tidak rusak

Arti peribahasa ikan biar dapat, serampang jangan pukah adalah biar tercapai maksudnya, tetapi jangan ada sesuatu yang merugikan

Arti peribahasa jerat halus kelindan sutra adalah tipu muslihat yang sangat halus

Arti peribahasa jerat semata bunda kandung adalah anak tunggal yang menjadi buah hati

Arti peribahasa jikalau tidak berada-ada ada berada, ada mengada, masakan tempua bersarang rendah adalah jika tidak ada sebab-sebabnya (sesuatu yang tersembunyi), tentu tidak akan terjadi yang luar biasa

Arti peribahasa kaki terdorongbadan merasa, lidah terdorongemas padahannya adalah segala janji harus ditepati

Arti peribahasa kaki terdorongbadan merasa, lidah terdorongemas padahannya adalah apa yang telah dikatakan harus dilaksanakan

Arti peribahasa kaki terdorongbadan merasa, lidah terdorongemas padahannya adalah jika berbuat sesuatu harus berani menanggung akibatnya

Arti peribahasa kalau pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang adalah jika dapat mengatasi kesukaran tentu maksud dapat dicapai

Arti peribahasa karam tidak berair adalah mendapat bencana tanpa sebab

Arti peribahasa ke mana angin yang deras ke situ condongnya adalah tidak teguh pendirian

Arti peribahasa ke sawah berlumpur ke ladang berarang adalah tiap pekerjaan ada kesukarannya

Arti peribahasa ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang adalah mendapat untung dan sebagainya tidak dengan bersusah payah. Ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang juga berarti tercapai maksudnya

Arti peribahasa ke sawah tidak berluluk, ke ladang tidak berarang adalah tidak mau bekerja. Ke sawah tidak berluluk, ke ladang tidak berarang juga berarti pemalas

Arti peribahasa kecil teranja-anja, besar terbawa-bawa sudah tua terubah tidak adalah segala sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dari kecil sukar untuk mengubahnya

Arti peribahasa keperagawatian santan di kuku adalah mencari keuntungan dengan jalan yang sukar sekali

Arti peribahasa kera kena belacan adalah sangat gelisah (kurang senang dan sebagainya)

Arti peribahasa kera menegurkan tahinya adalah membukakan kehinaan sendiri

Arti peribahasa kera menjadi monyet adalah sama saja

Arti peribahasa kera menjadi monyet adalah sama saja halnya

Arti peribahasa kerajinan kependekand yang kasih sayang adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi

Arti peribahasa kerak nasi membusut jantan adalah banyak sekali sisanya (sesudah perayaan dan sebagainya)

Arti peribahasa keras bagai batu, tinggi bagai bukit adalah tidak mau menurut perintah

Arti peribahasa keras ditakik, lunak disudu adalah segala perintah hendaklah diberikan dengan penuh kebijaksanaan

Arti peribahasa kerat rotan, patah arang adalah telah putus sama sekali. Kerat rotan, patah arang juga berarti tidak dapat didamaikan lagi

Arti peribahasa kerbau seratus dapat digembalakan, manusia seorang tiada terkawal adalah menjaga seorang perempuan lebih sukar daripada menjaga binatang yang banyak

Arti peribahasa kita di pangkal merawal dia di ujung merawal adalah tanggungan kita lebih berat daripada tanggungannya

Arti peribahasa kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak adalah kesalahan (kekurangan) orang lain walaupun kecil sekali akan kelihatan, tetapi kesalahan (kekurangan) sendiri (meskipun besar) tidak kelihatan

Arti peribahasa laksana bunga dadap, sungguh merah berbau tidak adalah orang yang rupanya elok, tetapi tidak berbudi bahasa

Arti peribahasa limau masak sebelah, perahu karam sekerat adalah aturan (hukum dan sebagainya) yang tidak adil, membeda-bedakan golongan, kedudukan, dan sebagainya, tidak sama rata

Arti peribahasa lunak disudu, keras ditakik adalah yang penurut diperlakukan dengan lemah lembut, sedangkan yang melawan harus ditindak dengan tegas

Arti peribahasa lunak disudu, keras tekik adalah waktu memberi perintah (menguasai), orang yang halus diperlakukan dengan cara halus, orang yang membantah diperlakukan dengan keras

Arti peribahasa malu berkayuh, perahu hanyut adalah kalau segan berusaha tidak akan mendapat kemajuan

Arti peribahasa manis seperti gula derawa, manis bagai gula jawa adalah berpatutan, ibarat dua orang suami-istri yang sama elok rupanya

Arti peribahasa mata memandang apa hendak sakit, bahu memikul timpa perasaan seberapa berat mata menentang, berat jua bahu memikul adalah berapa jua susah orang melihat suatu penderitaan yang ditanggung oleh orang lain, terlebih susah jua orang yang menanggungnya

Arti peribahasa membesarkan kerak nasi adalah menambah-nambah belanja yang tidak perlu

Arti peribahasa membuat titian berakuk adalah memakai tipu muslihat untuk mencelakakan orang

Arti peribahasa membuat titian berakuk adalah memasang tipu muslihat untuk mencelakakan orang

Arti peribahasa menahan jerat di tempat genting adalah mengambil keuntungan dari kesusahan atau penderitaan orang lain

Arti peribahasa menanak semua berasnya adalah memperlihatkan semua hartanya (kepandaian dan sebagainya)

Arti peribahasa mencit seekor, penggada seratus adalah berhadapan dengan lawan yang banyak (lebih kuat dan sebagainya):

Arti peribahasa menembak beralamat, berkata bertujuan adalah suatu perbuatan (pekerjaan) harus ada maksudnya

Arti peribahasa mengebat erat-erat, membuhul mati-mati adalah apabila membuat perjanjian harus diatur sebaik-baiknya

Arti peribahasa mengebat erat-erat, membuhul mati-mati adalah membuat aturan (perjanjian) dengan sempurna

Arti peribahasa menggenggam erat membuhul mati adalah memegang janji (putusan, nasihat, dan sebagainya) erat-erat

Arti peribahasa menimbang sama berat adalah menjatuhkan hukuman dengan adil, tidak berat sebelah

Arti peribahasa meragang gawe adalah memperkosa wanita

Arti peribahasa merah padam mukanya adalah marah sekali

Arti peribahasa meraih pangkur ke dada adalah insaf akan dirinya

Arti peribahasa meraih pangkur ke dada adalah merasa tersinggung

Arti peribahasa meraih pekung ke dada adalah sengaja mencari kesusahan (malu dan sebagainya)

Arti peribahasa meraih pekung ke dada adalah sengaja mencari malu atau bencana

Arti peribahasa merantau di sudut dapur, merantau ke ujung bendul adalah pergi mencari penghidupan ke tempat yang tidak berapa jauh

Arti peribahasa merapat sambil berlayar berlayar sambil memapan adalah sekali melakukan pekerjaan, dua tiga maksud tercapai

Arti peribahasa merawal memulang bukit, cerana menengah kota adalah sudah nyata sekali ingin mengajukan suatu permintaan

Arti peribahasa merayap-rayap seperti kangkung di ulak jamban adalah cepat berkembang biak

Arti peribahasa minum serasa duri, makan serasa lilin, tidur tak lena, mandi tak basah adalah hal orang yang sangat bersusah hati sehingga segala sesuatunya tidak berasa enak

Arti peribahasa nasi sama ditanak, kerak dimakan seorang adalah pekerjaan dilakukan bersama-sama, tetapi keuntungannya diambil sendiri

Arti peribahasa neraca palingan bungkal, hati palingan tuhan adalah pikiran atau pendirian orang mudah berubah-ubah

Arti peribahasa neraca yang palingan, bungkal yang piawai adalah sangat adil dalam memberikan hukuman atau putusan (hakim)

Arti peribahasa orang beraja di hatinya adalah menurutkan rasa (sesuka) hati masing-masing

Arti peribahasa padang perahu di lautan, padang hati dipikirkan adalah demikian luas pikiran manusia, berapa banyak pikiran masuk di dalamnya tidak akan penuh

Arti peribahasa patah selera banyak makan adalah pura-pura tidak mau, sebenarnya suka sekali

Arti peribahasa pelanduk di cerang rimba pelanduk di dalam cerang adalah sangat gelisah ketakutan

Arti peribahasa pelanduk di dalam cerang di cerang rimba adalah kehilangan akal atau gelisah sekali (karena ketakutan, menghadapi bahaya, dan sebagainya)

Arti peribahasa pelanduk melupakan jerat, tetapi jerat tak melupakan pelanduk adalah orang yang berutang biasanya mudah lupa akan yang berpiutang, sebaliknya yang berpiutang tidak lupa akan orang yang berutang kepadanya

Arti peribahasa pelanduk melupakan jerat, tetapi jerat tidak melupakan pelanduk adalah sudah lupa akan bahaya, tetapi sebenarnya bahaya masih tetap mengancam

Arti peribahasa pengayuh sama di tangan, perahu sama di air adalah tidak perlu takut-takut (rendah diri) karena sama kekuatannya

Arti peribahasa perahu bertambatan, dagang bertepatan adalah usaha dagang yang teratur dan sesuai tempatnya

Arti peribahasa perahu papan bermuat intan adalah sesuatu yang tidak layak diperjodohkan

Arti peribahasa perahu sudah di tangan, perahu sudah di air adalah sudah siap sedia segala keperluan untuk melakukan suatu pekerjaan

Arti peribahasa perang bermalaikat, sabung berjuara adalah Tuhanlah yang menentukan kalah menang

Arti peribahasa ramai beragam, rimbun menyelara adalah setiap orang mempunyai pendapat dan kegemaran masing-masing

Arti peribahasa redup atau panas keras adalah hidup atau mati. Redup atau panas keras juga berarti untung-untungan

Arti peribahasa ringan sama dijinjing, berat sama dipikul adalah persahabatan yang karib, baik dalam kesenangan maupun dalam kesusahan

Arti peribahasa ringan tulang, berat perut adalah barang siapa yang rajin bekerja, tentu mendapat rezeki

Arti peribahasa sakit kepala panjang rambut, patah selera banyak makan adalah lahirnya tidak suka, tetapi sebenarnya suka sekali

Arti peribahasa sebagai kera dapat canggung adalah merapatkan dirinya kepada orang yang telah memberi pertolongan

Arti peribahasa sebaik-baiknya hidup teraniaya adalah sekali-kali jangan merugikan atau mencelakakan orang lain sekalipun kita dirugikan atau dicelakakannya

Arti peribahasa segan malu mengayuh perahu hanyut adalah kalau segan berusaha, akan mendapat susah nantinya

Arti peribahasa segan bergalah hanyut serantau adalah karena segan berusaha akhirnya merugi besar

Arti peribahasa segan bergalah hanyut serantau adalah jika tidak mau berusaha, (kita) akan mendapat bencana

Arti peribahasa seikat bagai sirih, serumpun bagai serai adalah seia sekata. Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai juga berarti sehina semalu. Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai juga berarti bersama-sama menanggung untung dan rugi atau senang dan derita

Arti peribahasa sekam menjadi hampa berat adalah tidak akan merugikan sedikit jua

Arti peribahasa sekerat ular sekerat belut adalah orang yang bermuka dua (ikut ke sana kemari)

Arti peribahasa sekutuk beras basah adalah tidak ada gunanya

Arti peribahasa selama enggang mengeram adalah lama sekali

Arti peribahasa selama enggang mengeram adalah lama sekali

Arti peribahasa seliang bagai tebu, serumpun bagai serai adalah seia sekata. Seliang bagai tebu, serumpun bagai serai juga berarti rukun

Arti peribahasa sendok dan periuk lagi berantuk sendok dengan belanga lagi berlaga adalah sahabat baik (suami istri dan sebagainya) adakalanya berselisih juga

Arti peribahasa sepesan anak, anaknya beranak menggigit pula adalah cepat sekali berkembang biak (bertambah banyak)

Arti peribahasa serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih adalah seia sekata. Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih juga berarti rukun sekali

Arti peribahasa serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih adalah seia sekata. Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih juga berarti rukun sekali

Arti peribahasa serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu adalah bersatu hati dalam segala hal

Arti peribahasa sia-sia menjaring angin terasa ada tertangkap tidak adalah jangan mengharapkan yang bukan-bukan karena akan mengecewakan saja

Sia-sia menjaring angin, terasa ada tertangkap tidak berarti jangan mengharapkan sesuatu yang bukan-bukan supaya tidak kecewa

Arti peribahasa siang bagai hari, terang bagai bulan adalah sudah nyata sekali (tentang kesalahan dan sebagainya). Siang bagai hari, terang bagai bulan juga berarti terang sekali

Arti peribahasa siapa makan lada, ialah berasa pedas adalah barang siapa yang bersalah akan merasa tersinggung (oleh sindiran dan sebagainya)

Arti peribahasa siapa yang makan cabai, dialah yang berasa pedas kepedasan adalah siapa yang berbuat kurang baik akan merasakan akibatnya

Arti peribahasa siapa yang makan cabai, dialah yang berasa pedas kepedasan adalah siapa yang merasa tersindir berarti telah berbuat seperti yang disindirkan itu

Arti peribahasa sigai dua segeragai adalah suatu perkara yang bersangkut-paut dengan perkara yang lain

Arti peribahasa singkat diulas panjang dikerat adalah mana-mana yang kurang ditambah, sedangkan yang lebih dikurangi (yang kurang baik diperbaiki)

Arti peribahasa singkat tidak terluas, panjang tidak terkerat adalah tiap-tiap orang akan mati apabila telah sampai ajalnya

Arti peribahasa seperti beranak besar hidung adalah perihal seseorang yang sebentar-sebentar menengok atau memperlihatkan barang yang baru diperolehnya

Arti peribahasa seperti kera dapat bunga adalah tiada dapat menghargai keindahan (jasa, nilai, dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti kera dengan monyet adalah setali tiga uang. Seperti kera dengan monyet juga berarti sama saja

Arti peribahasa seperti kera mendapat bunga seperti kera diberi kaca adalah mendapat sesuatu yang tidak dapat dipergunakan

Arti peribahasa seperti menepung tiada berberas adalah banyak cakap, tidak berisi

Arti peribahasa seperti orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak adalah seseorang yang daif yang tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan makin susah

Arti peribahasa seperti pinggan dengan mangkuk salah sedikit hendak berantuk adalah perselisihan antara suami istri atau kaum keluarga merupakan hal yang biasa

Arti peribahasa seperti tikus jatuh di beras adalah ibarat orang yang mendapat pekerjaan yang menguntungkan dan tidak ingin meninggalkan pekerjaan itu lagi

Arti peribahasa seperti tikus masuk perangkap adalah orang yang sudah kehilangan akal. Seperti tikus masuk perangkap juga berarti amat gelisah

Arti peribahasa sudah biasa makan kerak adalah sudah biasa mengalami kesukaran

Arti peribahasa sudah kenyang makan kerak adalah sudah banyak pengalaman

Arti peribahasa sudah terantuk baru tengadah adalah sesudah merugi (menderita kecelakaan) baru sadar

Sudah terantuk, baru tengadah berarti baru ingat sesudah merugi

Arti peribahasa tahan jerat sorong kepala adalah hendak mencelakakan orang lain akhirnya dia sendiri yang mendapat celaka

Arti peribahasa tak ada beras yang akan ditanak adalah tidak ada kelebihan yang pantas dikemukakan

Arti peribahasa tak beras antah dikisik adalah melakukan segala sesuatu asal maksud tercapai

Arti peribahasa tak berasak lenggang dari ketiak adalah tidak berubah-ubah (itu-itu juga, dia-dia juga)

Arti peribahasa tanah lembah kandungan air, kayu bengkok titian kera adalah kejahatan tidak terjadi kalau tidak disebabkan oleh keadaan lain

Arti peribahasa taruh beras dalam padi adalah menyimpan rahasia baik-baik

Arti peribahasa tebu setuntung masuk geraham gajah adalah pemberian sedikit kepada orang kaya tidak ada harganya

Arti peribahasa telah berasap hidungnya adalah telah memperoleh keuntungan setelah lama menderita kekurangan

Arti peribahasa telah meraba-raba tepi kain adalah sudah sakit payah. Telah meraba-raba tepi kain juga berarti sudah hampir meninggal

Arti peribahasa tepuk perut tanya selera adalah bila hendak melakukan hal yang baru, sebaiknya bertanya dahulu kepada orang yang sudah berpengalaman

Arti peribahasa terajar pada banting pincang adalah tidak ada gunanya mengajar orang yang keras kepala

Arti peribahasa teralang-alang bagaikan sampah dalam mata adalah hinaan dan sebagainya yang selalu teringat dan terasa di dalam hati

Arti peribahasa terang bagai bulan adalah sudah nyata sekali (tentang kesalahan). Terang bagai bulan juga berarti terang sekali

Arti peribahasa terang kabut, teduh hujan adalah telah senang (aman dan sebagainya) kembali sehabis menderita kesusahan dan sebagainya

Arti peribahasa terapung sama hanyut, terendam sama basah adalah sehidup semati. Terapung sama hanyut, terendam sama basah juga berarti senasib sepenanggungan

Arti peribahasa terapung tak hanyut, terendam tak basah adalah belum tentu kesudahannya (tentang perkara dan sebagainya)

Arti peribahasa terapung tak hanyut, terendam tak basah adalah belum ada keputusan atau ketentuan

Arti peribahasa teras terunjam, gubal melayang adalah penduduk asli akan tetap tinggal di negerinya apabila orang asing pergi

Arti peribahasa tercincang puar bergerak andilau adalah jika seseorang dihina, tentu keluarga atau kaumnya akan turut tersinggung juga

Arti peribahasa tercubit paha kiri, paha kanan pun berasa sakit adalah jika salah seorang anggota keluarga menderita sesuatu, anggota yang lain pun turut merasakan

Arti peribahasa terkalang di mata, terasa di hati adalah ada sesuatu yang akan dikemukakan, tetapi belum tersampaikan (terkatakan)

Arti peribahasa terlongsong perahu boleh balik, terlongsong cakap tak boleh balik adalah perkataan yang tajam kerap kali menjadikan celaka diri dan tidak dapat ditarik kembali, sebab itu jika orang hendak berucap, hendaklah dipikirkan lebih dahulu

Arti peribahasa terpasang jerat halus adalah terkena muslihat

Arti peribahasa timur beralih ke sebelah barat adalah laki-laki yang menurut pada perintah istrinya

Arti peribahasa tolak tangga berayun kaki adalah membuang kehidupan yang sudah enak

Arti peribahasa tunggang hilang berani mati adalah tidak takut apa pun

Arti peribahasa yang dikandung berceceran, yang dikejar tiada dapat adalah barang yang sudah dimiliki hilang atau habis, sedangkan yang dicari tidak didapat

Arti peribahasa yang dikejar tiada dapat, yang dikandung berceceran adalah karena mengharapkan keuntungan yang lain, yang sudah ada binasa dan habis

Arti peribahasa yang dikejar tidak dapat, yang dikandung berceceran adalah yang diharapkan tidak diperoleh, bahkan yang telah ada menjadi hilang

Arti peribahasa yang merah saga, yang kurik kundi adalah yang indah dan yang baik ialah budi bahasa, bukan rupa atau wajah

Arti peribahasa zaman beralih musim bertukar adalah segala sesuatu hendaknya disesuaikan dengan keadaan zaman

Demikian arti kata era di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih

Pencarian

Arti Antonim Sinonim Rima