Rizky
RizkySeseorang noobgrammer sekaligus mobile gamer yang selalu tertarik dengan perkembangan teknologi.

Arti Kata Keadaan Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

gambar keadaan ilustrasi

Arti keadaan - Keadaan memiliki 2 arti. Keadaan berasal dari kata dasar ada. Keadaan adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Keadaan memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga keadaan dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.

Daftar isi

Daftar arti kata keadaan

Dasar: ada
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: -
Lain: -
Arti kata keadaan adalah sifat. Keadaan juga berarti perihal (suatu benda)
Contoh: Keadaan penyakitnya makin gawat

Dasar: ada
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: -
Lain: -
Arti kata keadaan adalah suasana. Keadaan juga berarti situasi yang sedang berlaku
Contoh: Pasukan keamanan dapat menguasai keadaan, dapat menekan segala yang menimbulkan kerusuhan dan sebagainya

Daftar arti kata ada

Arti kata ada adalah hadir. Ada juga berarti telah sedia
Contoh: Ia ada di sana

Arti kata ada adalah mempunyai
Contoh: Ia tidak ada uang

Arti kata ada adalah benar. Ada juga berarti sungguh (untuk menguatkan sebutan)
Contoh: Ia ada menerima surat itu

Daftar kata dengan kata dasar ada

Arti kata adanya adalah keadaan. Adanya juga berarti hal ada
Contoh: Adanya pertentangan paham itu menimbulkan kesukaran

Arti kata adanya adalah demikianlah keadaannya
Contoh: Sekalian kaum keluarga selamat adanya

Arti kata adanya adalah orangnya
Contoh: Dia juga adanya, belum diketahui juga siapa adanya

Arti kata berada adalah ada (di)
Contoh: Ketika itu ia berada di luar negeri

Arti kata berada adalah berpunya (tidak kekurangan)
Contoh: Orang tuanya tergolong orang yang berada di kampungnya

Arti kata keadaan adalah sifat. Keadaan juga berarti perihal (suatu benda)
Contoh: Keadaan penyakitnya makin gawat

Arti kata keadaan adalah suasana. Keadaan juga berarti situasi yang sedang berlaku
Contoh: Pasukan keamanan dapat menguasai keadaan, dapat menekan segala yang menimbulkan kerusuhan dan sebagainya

Arti kata keberadaan adalah hal berada. Keberadaan juga berarti kehadiran

Arti kata mengadakan adalah menjadikan. Mengadakan juga berarti menciptakan
Contoh: Tuhan mengadakan langit dan bumi

Arti kata mengadakan adalah menyebabkan ada. Mengadakan juga berarti menyediakan (uang, perlengkapan, tempat). Mengadakan juga berarti mendirikan (perkumpulan)
Contoh: Dengan uang dia dapat mengadakan segala yang belum ada

Arti kata mengadakan adalah menimbulkan. Mengadakan juga berarti mendatangkan
Contoh: Mengadakan perselisihan

Arti kata mengadakan adalah menyelenggarakan (pesta, pertunjukan)

Arti kata mengadakan adalah melakukan (tindakan, perubahan)
Contoh: Pesawat tempur musuh mengadakan serangan udara, pemerintah mengadakan perubahan undang-undang

Arti kata pengada adalah yang mengadakan atau menyediakan sesuatu

Arti kata pengadaan adalah proses, cara, perbuatan mengadakan, menyediakan, dan sebagainya
Contoh: Panitia mempersiapkan pengadaan umbul-umbul menjelang perayaan hut jakarta secara gotong-royong dengan masyarakat

Arti kata seadanya adalah apa adanya. Seadanya juga berarti apa yang ada saja
Contoh: Silakan makan seadanya

Daftar istilah dengan kata dasar ada

Arti istilah ada main adalah tidak terus terang. Ada main juga berarti ada sesuatu yang disembunyikan

Arti istilah ada-ada saja adalah selalu mempunyai sesuatu untuk dikatakan (diminta dan sebagainya)
Contoh: Ada-ada saja kamu ini, masak ada kuda yang bertanduk

Arti istilah ada-adanya adalah mana boleh. Ada-adanya juga berarti mungkinkah
Contoh: Ada-adanya orang mati hidup lagi

Arti istilah ada-adanyakah adalah ada-adanya

Arti istilah berada-ada adalah ada sesuatu (sebab, maksud) yang tersembunyi
Contoh: Kalau tidak berada-ada masakan ia mau menanggung rugi

Arti istilah keadaan darurat adalah tingkat keamanan yang paling buruk sehingga diperlukan pengumuman tentang ketentuan khusus yang mengatur tata kehidupan warga, seperti dalam masa perang

Arti istilah keadaan peralihan adalah keadaan dalam perubahan bentuk yang satu ke bentuk yang lain

Arti istilah mengada-ada adalah berkata (meminta, berpikir) yang bukan-bukan. Mengada-ada juga berarti membuat-buat
Contoh: Jangan kamu mengada-ada

Arti istilah mengada-ada adalah melebih-lebihkan. Mengada-ada juga berarti mempersangat. Mengada-ada juga berarti membohong. Mengada-ada juga berarti membual
Contoh: Jangan dipercaya semua omongannya, dia suka mengada-ada

Arti istilah mengada-ada adalah menyusahkan (karena selalu meminta dan sebagainya yang bukan-bukan)
Contoh: Mengapa anak-anak selalu mengada-ada

Daftar peribahasa dengan kata ada

Arti peribahasa ada angin ada pohonnya hujan berpohon, panas berasal adalah segala hal ada asal mulanya (sebab-sebabnya)

Arti peribahasa ada bangkai ada hering adalah jika ada perempuan lacur, banyak laki-laki yang datang

Arti peribahasa ada beras, taruh dalam padi adalah rahasia hendaklah disimpan baik-baik

Arti peribahasa ada biduk serempu pula adalah tidak pernah merasa puas, selalu menginginkan yang lain

Arti peribahasa ada biduk serempu pula adalah tidak puas dengan apa yang ada

Arti peribahasa ada gula ada semut adalah di mana banyak kesenangan di si-tulah banyak orang datang

Arti peribahasa ada gula ada semut adalah orang akan berdatangan ke tempat yang menyenangkan

Arti peribahasa ada hari ada nasi adalah asal masih hidup, selalu akan beroleh rezeki

Arti peribahasa ada hujan ada panas, ada hari boleh balas adalah selalu ada kesempatan untuk membalas dendam

Arti peribahasa ada nyawa umur ada rezeki adalah selama masih hidup kita tentu masih sanggup berusaha

Arti peribahasa ada nyawa, ada ikan adalah masih hidup, tetapi sudah hampir mati (dalam keadaan hampir mati)

Arti peribahasa ada padi segala menjadi adalah orang kaya dapat mencapai apa yang diinginkannya

Arti peribahasa ada rotan ada duri adalah dalam kesenangan tentu ada kesusahannya

Arti peribahasa ada rupa ada harga adalah harga barang ditentukan oleh keadaan barang

Arti peribahasa ada sampan hendak berenang adalah sengaja berpayah-payah padahal sebenarnya tidak perlu berbuat begitu

Arti peribahasa ada uang ada barang adalah jika sanggup membayar banyak akan mendapat barang yang lebih baik

Arti peribahasa ada ubi ada talas, ada budi ada balas adalah kejahatan dibalas dengan kejahatan, kebaikan dibalas dengan kebaikan. Ada ubi ada talas, ada budi ada balas juga berarti barang siapa yang berbuat sesuatu tentu akan mendapat balasan yang setimpal

Arti peribahasa ada udang berudang di balik batu adalah ada suatu maksud yang tersembunyi

Arti peribahasa adakah buaya menolak bangkai adalah orang jahat akan berbuat jahat kalau ada kesempatan

Arti peribahasa adapun manikam itu jika dijatuhkan ke dalam limbahan sekalipun, niscaya tidak hilang cahayanya adalah orang yang asalnya baik jika ia miskin ataupun menjadi suruhan orang, tabiatnya, kelakuannya, dan budi bahasanya tetap baik

Arti peribahasa adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah adalah pekerjaan (perbuatan) hendaklah selalu mengingat aturan adat dan agama (jangan bertentangan satu dengan yang lain)

Arti peribahasa adat dagang tahan tawar adalah sudah biasa bahwa barang dagangan boleh ditawar

Arti peribahasa adat diisi janji dilabuh adalah adat harus dijalankan, persetujuan harus ditepati

Arti peribahasa adat diisi lembaga dituang adalah hendaklah segala sesuatu dilakukan menurut kebiasaan

Adat diisi, lembaga dituang berarti melakukan sesuatu menurut adat kebiasaan

Arti peribahasa adat hidup tolong-menolong, syariat palu-memalu adalah dalam kehidupan sehari-hari harus saling menolong, dalam agama saling membantu

Arti peribahasa adat pasang berturun naik adalah keadaan yang selalu berubah-ubah, terutama tentang kekayaan atau kedudukan seseorang

Arti peribahasa adat periuk berkerak, adat lesung berdedak adalah jika seseorang ingin beroleh keuntungan dalam suatu pekerjaan, hendaklah ia dapat menanggung kesusahan

Arti peribahasa adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung adalah segala sesuatu ada tata caranya

Arti peribahasa adat teluk timbunan kapal adalah biasanya orang yang berpengaruh (berkuasa dan sebagainya) menjadi tempat orang meminta pertolongan (untuk menyelesaikan perkara dan sebagainya)

Arti peribahasa anak badak dihambat-hambat adalah dengan sengaja mencari bahaya

Arti peribahasa api padam puntung berasap adalah perkara yang sudah putus, tetapi timbul lagi

Arti peribahasa api padam puntung hanyut adalah sudah habis (tamat) benar-benar

Arti peribahasa arang itu jikalau dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putih adalah tabiat orang yang dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi

Arti peribahasa asal ada kecil pun pada adalah kalau tidak mendapat banyak, sedikit pun cukup

Arti peribahasa asal ada sama di hati, gajah terantai boleh dilepaskan adalah kalau sudah ada persetujuan, apa pun halangannya dapat diatasi

Arti peribahasa asal menugal adalah benih adalah setiap perbuatan tentu akan ada hasilnya (ada yang memperhatikan)

Arti peribahasa ayam itik raja pada tempatnya adalah setiap orang berkuasa di tempatnya atau di lingkungannya

Arti peribahasa badak makan anak adalah ayah membuang anaknya karena takut akan musnah kebesarannya (pada raja-raja zaman dahulu)

Arti peribahasa bagai si bisu berasian bermimpi, terasa ada terkatakan tidak adalah tidak dapat mengatakan meskipun tahu (mengerti)

Arti peribahasa belum tahu di pedas lada adalah masih muda sekali. Belum tahu di pedas lada juga berarti belum berpengalaman

Arti peribahasa belum tahu di pedas lada adalah belum berpengalaman

Arti peribahasa beranak tiada berbidan adalah mendapat kesusahan (kecelakaan dan sebagainya) karena salahnya sendiri

Arti peribahasa bergantung pada rambut sehelai adalah berada dalam keadaan yang sangat sulit (bahaya)

Arti peribahasa bergantung pada tali rapuh adalah menyandarkan hidupnya pada orang (jabatan, pekerjaan, dan sebagainya) yang lemah atau tidak tetap

Arti peribahasa berjalan selangkah menghadap surut, berkata sepatah dipikirkan adalah selalu ingat-ingat (hati-hati) dalam melakukan pekerjaan apa pun

Arti peribahasa berjalan selangkah menghadap surut, berkata sepatah dipikirkan adalah dalam berbuat sesuatu hendaklah kita mempertimbangkannya masak-masak

Arti peribahasa berlayar menentang mengadang, menuju pulau adalah setiap usaha harus ada tujuannya

Arti peribahasa bernapas ke luar badan adalah lebih percaya pada pendapat orang lain daripada percaya pada pendapat sendiri

Arti peribahasa beroleh badar tertimbakan adalah mendapat keuntungan yang tidak disangka-sangka

Arti peribahasa besar pasak daripada tiang adalah belanja lebih besar daripada pendapatan

Arti peribahasa besar senggulung daripada beban, besar pasak daripada tiang adalah besar belanja daripada pendapatan

Arti peribahasa besi baik tiada berkarat budi baik tak dilupakan adalah perbuatan yang baik selamanya terpuji

Arti peribahasa biar berputih tulang, jangan berputih mata lebih baik berputih tulang daripada berputih mata adalah lebih baik mati daripada menanggung malu

Arti peribahasa bintang di langit boleh dibilang, tetapi arang di muka tak sadar adalah cela (kesalahan, keburukan, dan sebagainya) orang lain diketahui, tetapi cela sendiri tidak tahu

Arti peribahasa burung terbang dipipiskan lada adalah sesuatu yang belum tentu diperoleh sudah dirancang pemakaiannya

Arti peribahasa burung terbang dipipiskan lada adalah sudah bersiap untuk bersenang-senang dengan sesuatu yang belum lagi diperoleh

Arti peribahasa cakap berlauk-lauk, makan dengan sambal lada adalah cakapnya seperti orang berada, padahal sesungguhnya hidupnya serba kekurangan

Arti peribahasa cekur jerangau, ada lagi di ubun-ubun adalah masih sangat muda (belum berpengalaman)

Arti peribahasa dahulu bajak daripada jawi adalah sesuatu yang patut didahulukan dikemudiankan dan sebaliknya. Dahulu bajak daripada jawi juga berarti tidak menurut aturan yang biasa

Arti peribahasa di padang orang berlari, di padang sendiri berjingkat adalah tabiat orang tamak, mau menerima pemberian orang, tetapi tidak mau memberi

Arti peribahasa disangka tiada akan mengaram, ombak yang kecil diabaikan adalah tiada mengindahkan bahaya yang kecil, akhirnya tertimpa bencana besar

Arti peribahasa dengan sesendok madu dapat lebih banyak ditangkap serangga daripada dengan cuka sesendok adalah dengan mulut manis serta ramah-tamah lebih banyak diperoleh sahabat (kawan) daripada dengan perkataan yang tajam dan muka yang masam

Arti peribahasa daripada cempedak lebih baik nangka, daripada tidak, lebih baik ada adalah benda yang sedikit (kurang baik) pun jadilah daripada tidak sama sekali

Arti peribahasa daripada hidup bercermin bangkai lebih baik mati berkalang tanah adalah daripada menanggung malu lebih baik mati

Arti peribahasa daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup berlumur tahi, lebih baik mati bertimbun bunga adalah daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati

Arti peribahasa gadai terdorong kependekand cina adalah terlanjur sehingga tidak boleh dicabut kembali

Arti peribahasa garam kami tak masin padanya adalah perkataan kami tidak diindahkannya

Arti peribahasa gigi dengan lidah adakalanya bergigit juga adalah suami istri (sanak saudara, sahabat karib, dan sebagainya) adakalanya bertengkar juga

Arti peribahasa hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang jua adalah budi bahasa yang baik tidak akan dilupakan orang

Arti peribahasa hangus tiada berapi, karam tiada berair adalah menderita kesusahan yang amat sangat

Arti peribahasa hendak terbang tiada bersayap adalah hendak berbuat sesuatu, tetapi tidak ada sarana

Arti peribahasa hidung laksana kuntum seroja, dada seperti mawar merekah adalah perihal menyatakan keelokan bentuk hidung dan dada perempuan

Arti peribahasa hidup dikandung adat, mati dikandung tanah adalah selama hidup orang harus taat pada adat kebiasaan dalam masyarakat

Arti peribahasa hilang bini boleh dicari, hilang budi badan celaka adalah apabila kutukan orang tuanya belum dicabut, celakalah hidupnya nanti

Arti peribahasa hitam, hitam gagak, putih, putih udang kapai hitam, hitam bendi, putih, putih sadah adalah yang hina tetap hina meskipun cantik rupanya dan yang mulia tetap mulia meskipun buruk rupanya

Arti peribahasa ikan lagi di laut, lada garam sudah dalam sengkalan adalah bersiap-siap mengecap hasil pekerjaan yang belum pasti berhasil

Arti peribahasa jika belalang ada seekor, jika emas ada miang adalah segalanya ada aturannya sendiri

Arti peribahasa jika pisau tiada berbaja, makin dikikir bertambah tumpul adalah anak yang dungu, makin diajar makin bodoh

Arti peribahasa jikalau tidak berada-ada ada berada, ada mengada, masakan tempua bersarang rendah adalah jika tidak ada sebab-sebabnya (sesuatu yang tersembunyi), tentu tidak akan terjadi yang luar biasa

Arti peribahasa kaki terdorongbadan merasa, lidah terdorongemas padahannya adalah segala janji harus ditepati

Arti peribahasa kaki terdorongbadan merasa, lidah terdorongemas padahannya adalah apa yang telah dikatakan harus dilaksanakan

Arti peribahasa kaki terdorongbadan merasa, lidah terdorongemas padahannya adalah jika berbuat sesuatu harus berani menanggung akibatnya

Arti peribahasa kaki tertarung, inai padahannya mulut terdorong, emas padahannya adalah harus berani menanggung akibat perbuatan atau janji sendiri

Arti peribahasa kalau pandai menggulai badar pun menjadi tenggiri adalah orang yang pandai, meskipun kurang alat syaratnya, dapat juga mengerjakan sesuatu dengan baik

Arti peribahasa kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri adalah kalau pandai mengatur (menyusun dan sebagainya), barang yang kurang baik pun akan menjadi baik juga. Kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri juga berarti ikan sia. Kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri juga berarti ikan sia-sia

Arti peribahasa kalau pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang adalah jika dapat mengatasi kesukaran tentu maksud dapat dicapai

Arti peribahasa kalau sorok lebih dahulu daripada tokok, tidak mati babi adalah kalau lagak atau bual yang didahulukan, maksud tidak akan tercapai

Arti peribahasa kalau tak ada angin, takkan pokok bergoyang adalah jika tak ada sebab, tidak akan sesuatu terjadi

Arti peribahasa kalau tak ada api, masakan ada asap adalah barang sesuatu yang terjadi, pasti ada sebabnya

Arti peribahasa kata adat adalah ujar-ujar (kata-kata kias, peribahasa, dan sebagainya). Kata adat juga berarti yang bertalian dengan adat

Arti peribahasa ke sawah berlumpur ke ladang berarang adalah tiap pekerjaan ada kesukarannya

Arti peribahasa ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang adalah mendapat untung dan sebagainya tidak dengan bersusah payah. Ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang juga berarti tercapai maksudnya

Arti peribahasa ke sawah tidak berluluk, ke ladang tidak berarang adalah tidak mau bekerja. Ke sawah tidak berluluk, ke ladang tidak berarang juga berarti pemalas

Arti peribahasa kecil dikandung ibu, besar dikandung adat, mati dikandung tanah adalah manusia itu selalu terikat oleh tata tertib masyarakat, tidak pernah bebas sama sekali

Arti peribahasa kecil tapak tangan, nyiru ditadahkan adalah ingin mendapat sebanyak-banyaknya

Arti peribahasa kecil-kecil lada api padi, kutu adalah kecil tetapi berani (pandai dan sebagainya)

Arti peribahasa kerbau seratus dapat digembalakan, manusia seorang tiada terkawal adalah menjaga seorang perempuan lebih sukar daripada menjaga binatang yang banyak

Arti peribahasa kuat ikan karena radai kuat burung karena sayap, kuat ketam karena sepit adalah tiap-tiap orang ada kekuatannya (kelebihannya) sendiri

Arti peribahasa kuat ketam karena sepit, kuat burung karena sayap, kuat ikan karena radai adalah merasa kuat (berkuasa) karena ada keunggulan atau kelebihan

Arti peribahasa kuat ketam karena sepit, kuat burung karena sayap, kuat ikan karena radai adalah tiap-tiap orang sedikit banyak ada kuasanya

Arti peribahasa ladang yang berpunya adalah perempuan yang sudah kawin

Arti peribahasa lagi ada jangan dimakan, sudah habis baru dimakan adalah sewaktu ada pencaharian, jangan diganggu harta simpanannya, tetapi apabila tiada pencaharian lagi, barulah dipergunakan harta simpanan itu

Arti peribahasa lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya adalah tiap-tiap negeri atau bangsa berlainan adat kebiasaannya

Arti peribahasa lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya adalah tiap-tiap negeri ada adat istiadatnya sendiri

Arti peribahasa lain padang lain belalang adalah tiap-tiap negeri berlainan aturan dan adatnya

Arti peribahasa laksana bunga dadap, sungguh merah berbau tidak adalah orang yang rupanya elok, tetapi tidak berbudi bahasa

Arti peribahasa lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup bercermin bangkai adalah lebih baik mati daripada menanggung malu

Arti peribahasa lebih berharga mutiara sebutir daripada pasir sepantai adalah seseorang yang baik, meskipun ia tidak kaya, jauh lebih berharga dan mulia daripada orang kaya yang jahat dan jahil

Arti peribahasa malu tercoreng pada kening adalah malu yang tidak dapat dihilangkan lagi karena sudah diketahui orang banyak

Arti peribahasa mati seladang adalah beristri seorang saja

Arti peribahasa mati seladang adalah saling setia sampai tua. Mati seladang juga berarti sehidup semati (tentang suami istri)

Arti peribahasa melonjak badar, melonjak gerundang adalah meniru-niru lagak (cara hidup) orang besar atau orang kaya

Arti peribahasa memanggang tiada angus adalah beberapa kali menempuh bahaya, tetapi selalu selamat

Arti peribahasa membeli kerbau di padang adalah membeli sesuatu dengan tidak melihat barang yang akan dibelinya

Arti peribahasa menari merentak di ladang orang adalah bersenang-senang memakai harta orang atau di rumah orang lain

Arti peribahasa mencabik baju di dada adalah menceritakan aib (sendiri) kepada orang lain

Arti peribahasa mencabik baju di dada adalah membuka rahasia keluarga sendiri

Arti peribahasa mencit seekor, penggada seratus adalah berhadapan dengan lawan yang banyak (lebih kuat dan sebagainya):

Arti peribahasa mendapat badai tertimbakan adalah mendapat untung yang tidak disangka-sangka

Arti peribahasa menengadah ke langit hijau adalah tidak ada harapan akan mendapat pertolongan

Arti peribahasa menengadah membilang layar, menangkup membilang lantai adalah pikirkan baik-baik sebelum melakukan pekerjaan

Arti peribahasa menggenggam tiada tiris adalah sangat menghemat

Arti peribahasa menghadapkan bedil pulang adalah merugikan (mencelakakan) keluarga sendiri

Arti peribahasa mengukur baju di badan sendiri adalah menentukan baik buruknya sesuatu menurut perasaan diri sendiri

Arti peribahasa menyeladang bagai panas di padang adalah suatu kejadian yang terjadi secara merata di mana-mana

Arti peribahasa merah padam mukanya adalah marah sekali

Arti peribahasa meraih pangkur ke dada adalah insaf akan dirinya

Arti peribahasa meraih pangkur ke dada adalah merasa tersinggung

Arti peribahasa meraih pekung ke dada adalah sengaja mencari kesusahan (malu dan sebagainya)

Arti peribahasa meraih pekung ke dada adalah sengaja mencari malu atau bencana

Arti peribahasa minta pucuk pada alu menghendaki pucuk alu adalah menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai

Arti peribahasa minta sisik pada limbat adalah menghendaki sesuatu yang mustahil tercapai

Minyak dengan air adakah bolehkah bercampur? minyak dan air masa sama berarti orang yang bermusuhan atau yang tidak sehaluan mustahil dapat dicampurkan jadi satu

Monyet mendapat bunga, adakah ia tahu akan faedah bunga itu? berarti tidak tahu menghargai suatu barang yang bagus

Arti peribahasa mudah juga pada yang ada, sukar jua pada yang tidak adalah pada orang kaya adat apa pun juga mudah diisinya, sedangkan pada yang miskin segalanya susah

Arti peribahasa mulut telanjur terdorong emas tantangannya padahannya adalah perkataan (janji) yang sudah diucapkan harus ditepati

Arti peribahasa mulut terdorong, emas padahannya adalah perkataan yang telah terucapkan, emaslah tentangannya (janji harus ditepati)

Arti peribahasa orang terpegang pada hulunya, awak terpegang pada matanya adalah dalam perjanjian atau perkara orang lebih kuat pendiriannya daripada kita

Arti peribahasa padang perahu di lautan, padang hati dipikirkan adalah demikian luas pikiran manusia, berapa banyak pikiran masuk di dalamnya tidak akan penuh

Arti peribahasa padi segenggam dengan senang hati lebih baik daripada padi selumbung dengan bersusah hati adalah kesenangan hati lebih berharga daripada kekayaan

Arti peribahasa pecah anak buyung, tempayan ada adalah tidak akan kekurangan perempuan untuk dijadikan istri

Arti peribahasa pilih-pilih ruas, terpilih pada buku terkena buku buluh adalah mendapat yang buruk karena terlalu memilih

Arti peribahasa pilih-pilih ruas, terpilih pada buku terkena buku buluh adalah mendapat yang buruk karena terlalu memilih

Arti peribahasa pilih-pilih ruas, terpilih pada buku adalah karena terlampau menghendaki yang baik, akhirnya mendapat yang buruk

Arti peribahasa rongkong menghadap mudik adalah mudah mendapat rezeki

Arti peribahasa sampan ada pengayuh tidak adalah hendak melakukan sesuatu, tetapi tidak lengkap syarat-syaratnya

Arti peribahasa satu nyawa, dua badan adalah sehidup semati

Arti peribahasa sawah berpematang berpiring ladang berbintalak adalah segala sesuatu ada batasnya

Arti peribahasa sebuah lesung ada seekor ayam jantannya atau pemimpinnya adalah tiap-tiap kaum ada seorang penghulunya atau seorang cerdik pandainya yang akan melindungi kaum itu dari kejahatan orang lain

Arti peribahasa selama hayat dikandung badan adalah selama (masih) hidup

Arti peribahasa selama hayat dikandung badan adalah selama masih hidup

Arti peribahasa semanis manis gula ada pasir di dalamnya manis-manis gula berpasir jua, sepahit-pahit jadam menjadi obat adalah bujuk rayu yang lemah-lembut adalah berisi tipu dan perkataan yang keras itu kadang-kadang menjadi kebajikan diri

Arti peribahasa sia-sia menjaring angin terasa ada tertangkap tidak adalah jangan mengharapkan yang bukan-bukan karena akan mengecewakan saja

Sia-sia menjaring angin, terasa ada tertangkap tidak berarti jangan mengharapkan sesuatu yang bukan-bukan supaya tidak kecewa

Arti peribahasa siapa makan lada, ialah berasa pedas adalah barang siapa yang bersalah akan merasa tersinggung (oleh sindiran dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti batang mengkudu, dahulu buah daripada bunga adalah perihal orang yang mau lekas marah sebelum diketahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahinya

Arti peribahasa seperti menepung tiada berberas adalah banyak cakap, tidak berisi

Arti peribahasa seperti orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak adalah seseorang yang daif yang tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan makin susah

Arti peribahasa sudah dapat gading bertuah, tanduk tiada berguna lagi adalah setelah mendapatkan yang lebih baik, yang kurang baik ditinggalkan

Arti peribahasa sudah terantuk baru tengadah adalah sesudah merugi (menderita kecelakaan) baru sadar

Sudah terantuk, baru tengadah berarti baru ingat sesudah merugi

Arti peribahasa sukar kaji pada orang alim, sukar uang pada orang kaya adalah orang pandai biasanya baru mau memutuskan suatu persoalan apabila sudah mempertimbangkan dalam-dalam. Sukar kaji pada orang alim, sukar uang pada orang kaya juga berarti orang kaya baru mau mengeluarkan uang kalau ada untungnya

Arti peribahasa sungguhpun kawat yang dibentuk, ikan di laut yang diadang adalah sungguhpun tampaknya tidak ada suatu maksud, tetapi ada juga yang dituju

Arti peribahasa syariat palu-memalu, pada hakikatnya adalah balas-membalas adalah kebaikan harus dibalas dengan kebaikan

Arti peribahasa tak ada beras yang akan ditanak adalah tidak ada kelebihan yang pantas dikemukakan

Arti peribahasa tak ada gading yang tak retak adalah tidak ada sesuatu yang tidak ada cacatnya

Arti peribahasa tak ada guruh bagi orang pekak, tak ada kilat bagi orang buta adalah bagi orang yang sangat bodoh pidato yang bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya

Arti peribahasa tak ada kusut yang tak selesai adalah tidak ada perselisihan yang tidak dapat didamaikan

Arti peribahasa tak ada laut yang tak berombak adalah setiap pekerjaan (usaha) selalu ada risiko dan kesukarannya

Arti peribahasa tak ada padi yang bernas setangkai adalah tidak ada satu pun yang sempurna

Arti peribahasa tak ada pendekar yang tak bulus adalah tidak ada orang yang tidak pernah membuat kesalahan

Arti peribahasa tak ada pendekaryang tak bulus adalah tidak ada orang yang tidak pernah membuat kesalahan

Arti peribahasa tak beban batu digalas tiada beban mencari beban adalah sudah senang mencari kesusahan (kesukaran)

Arti peribahasa tegak pada yang datang adalah tetap pendiriannya. Tegak pada yang datang juga berarti tetap memegang keadilan (kebenaran)

Arti peribahasa terajar pada banting pincang adalah tidak ada gunanya mengajar orang yang keras kepala

Arti peribahasa terbayan sepanjang badan adalah tepat benar menurut keadaannya (harapannya, kemampuannya, dan sebagainya)

Arti peribahasa terbayan tidak sepanjang badan adalah berbuat sesuatu yang melebihi dari (tidak sesuai dengan) kemampuannya

Arti peribahasa tercacak seperti lembing tergadai adalah tertegak dan terdiam tercengang-cengang

Arti peribahasa terdesak padang ke rimba adalah hilang akal

Arti peribahasa terlampau dikadang mentah adalah karena terlampau diperbagus, sebaliknya malahan menjadi buruk

Arti peribahasa termakan di sadah adalah sangat kesal hati (karena tertipu dan sebagainya)

Arti peribahasa tersesak padang ke rimba ke tebing adalah sudah habis akal (tidak berdaya lagi)

Arti peribahasa tersesak undang kependekand yang runcing tiada dapat bertenggang lagi adalah habis akal budi (bicara). Tersesak undang kependekand yang runcing tiada dapat bertenggang lagi juga berarti habis ikhtiar sehingga tidak dapat berupaya lagi

Arti peribahasa tiada beban batu digalas adalah mencari kesukaran (kesusahan)

Arti peribahasa tiada berketentuan hulu hilirnya adalah tidak tentu maksud dan tujuannya

Arti peribahasa tiada berkubak yang tiada berkodok adalah tidak ada negeri yang tidak ada keburukannya

Arti peribahasa tiada kayu janjang dikeping adalah suatu hal yang tidak dapat ditangguhkan, kalau tidak, akan mendatangkan malu

Arti peribahasa tiada mengetahui hulu hilirnya adalah tidak mengetahui ujung pangkalnya (tidak tahu apa-apa dalam suatu urusan)

Arti peribahasa tiada raja menolak sembah adalah tidak ada orang yang tidak suka dihormati

Arti peribahasa tiada rotan akar pun berguna jadi adalah kalau tidak ada yang baik, yang kurang baik pun boleh juga (meskipun kurang baik dapat dipakai juga)

Arti peribahasa tiada terbawa sekam segantang adalah sangat lemah (tidak berkekuatan)

Arti peribahasa tiada terempang peluru oleh lalang adalah kehendak orang yang berkuasa tidak tertahan oleh orang yang lemah

Arti peribahasa tiba di perut dikempiskan, tiba di mata dipicingkan, tiba di dada dibusungkan adalah perbuatan tidak adil (seperti terhadap a bersikap keras, terhadap b bersikap lembut)

Arti peribahasa tidak ada orang menggaruk ke luar badan adalah biasanya orang berpihak kepada kaum keluarganya (golongannya) apabila ada perselisihan

Arti peribahasa tingkalak menghadap mudik, lukah menghadap hilir adalah segala sesuatu menurut adatnya (sifatnya, kelazimannya)

Arti peribahasa ukur baju di badan sendiri adalah menganggap atau menilai orang lain sama dengan anggapan atau penilaian terhadap diri sendiri

Arti peribahasa umpama air digenggam tiada tiris adalah hal orang yang sangat kikir, tidak sedikit pun terbuka tangannya untuk menolong orang yang sengsara

Arti peribahasa untung ada tuah tiada adalah ada kekayaan, tetapi tidak bahagia hidupnya. Untung ada tuah tiada juga berarti murah rezekinya, tetapi selalu habis saja

Arti peribahasa yang dikandung berceceran, yang dikejar tiada dapat adalah barang yang sudah dimiliki hilang atau habis, sedangkan yang dicari tidak didapat

Arti peribahasa yang dikejar tiada dapat, yang dikandung berceceran adalah karena mengharapkan keuntungan yang lain, yang sudah ada binasa dan habis

Demikian arti kata keadaan di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih

Pencarian

Arti Antonim Sinonim Rima