Rizky
RizkySeseorang noobgrammer sekaligus mobile gamer yang selalu tertarik dengan perkembangan teknologi.

Arti Kata La Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

gambar la ilustrasi

Arti la - La memiliki 1 arti. La memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga la dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. La masuk ke dalam bahasa gaul atau bahasa ABG yaitu ragam bahasa Indonesia nonstandar yang lazim digunakan oleh anak muda. Sintaksis dan morfologi ragam ini memanfaatkan sintaksis dan morfologi bahasa Indonesia.

Daftar isi

Daftar arti kata la

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: -
Lain: -
Arti kata la adalah nada ke-6 pada urutan tangga nada diatonik, dilambangkan dengan angka 6

Kata La ini biasa dipakai kalau mau nongkrong di Alun - Alun kota. LA (singkatan dari Lon - Alon) yang berasal dar bahasa madura.

Daftar peribahasa dengan kata la

Arti peribahasa air susu dibalas dengan air tuba adalah kebaikan dibalas dengan kejahatan

Arti peribahasa bagai duri dalam daging adalah sesuatu yang selalu menyakitkan hati atau mengganggu pikiran

Arti peribahasa seperti disalak anjing bertuah adalah tidak dapat bertangguh lagi

Arti peribahasa ada beras, taruh dalam padi adalah rahasia hendaklah disimpan baik-baik

Arti peribahasa ada biduk serempu pula adalah tidak pernah merasa puas, selalu menginginkan yang lain

Arti peribahasa ada biduk serempu pula adalah tidak puas dengan apa yang ada

Arti peribahasa ada gula ada semut adalah di mana banyak kesenangan di si-tulah banyak orang datang

Arti peribahasa ada gula ada semut adalah orang akan berdatangan ke tempat yang menyenangkan

Arti peribahasa ada hujan ada panas, ada hari boleh balas adalah selalu ada kesempatan untuk membalas dendam

Arti peribahasa ada padi segala menjadi adalah orang kaya dapat mencapai apa yang diinginkannya

Arti peribahasa ada ubi ada talas, ada budi ada balas adalah kejahatan dibalas dengan kejahatan, kebaikan dibalas dengan kebaikan. Ada ubi ada talas, ada budi ada balas juga berarti barang siapa yang berbuat sesuatu tentu akan mendapat balasan yang setimpal

Arti peribahasa adakah buaya menolak bangkai adalah orang jahat akan berbuat jahat kalau ada kesempatan

Arti peribahasa adapun manikam itu jika dijatuhkan ke dalam limbahan sekalipun, niscaya tidak hilang cahayanya adalah orang yang asalnya baik jika ia miskin ataupun menjadi suruhan orang, tabiatnya, kelakuannya, dan budi bahasanya tetap baik

Arti peribahasa adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah adalah pekerjaan (perbuatan) hendaklah selalu mengingat aturan adat dan agama (jangan bertentangan satu dengan yang lain)

Arti peribahasa adat diisi janji dilabuh adalah adat harus dijalankan, persetujuan harus ditepati

Arti peribahasa adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung adalah segala sesuatu ada tata caranya

Arti peribahasa air beriak tanda tak dalam adalah orang yang banyak cakap (sombong dan sebagainya), biasanya kurang ilmunya

Arti peribahasa air beriak tanda tak dalam adalah orang yang sombong, besar cakap, biasanya tidak berisi

Arti peribahasa air di daun keladi daun keladi dimandikan adalah sukar diajar atau dinasihati

Arti peribahasa air lalu berkubak tohor adalah uang yang diterimanya lekas habis untuk membayar utang dan sebagainya

Arti peribahasa akal akar berpulas tak patah adalah orang yang sudah pandai tidak mudah kalah dalam perbantahan

Arti peribahasa alah kalah membeli, menang memakai adalah biarpun harganya mahal, tetapi dapat dipakai lama karena mutunya baik

Arti peribahasa alah bisa karena oleh biasa adalah segala kesukaran dan sebagainya tidak akan terasa lagi setelah biasa

Arti peribahasa alah bisa karena oleh biasa adalah teori dialahkan oleh praktik

Arti peribahasa alah bisa karena biasa adalah kalah kepandaian oleh latihan. Alah bisa karena biasa juga berarti sesuatu yang sukar, kalau sudah biasa dikerjakan, tidak terasa sukar lagi

Arti peribahasa alah bisa oleh karena biasa adalah sesuatu yang sukar, kalau sudah biasa dikerjakan, tidak terasa sukar lagi. Alah bisa oleh karena biasa juga berarti kalah kepandaian oleh latihan

Arti peribahasa alah bisa tegal biasa adalah sesuatu menjadi biasa, dan tidak terasa sukar lagi. Alah bisa tegal biasa juga berarti pengalaman praktik lebih baik daripada teori

Arti peribahasa alah di rumpun betung adalah kekalahan yang tidak memuaskan pihak yang kalah

Arti peribahasa alah limau oleh benalu adalah orang yang lama terdesak oleh orang yang baru

Arti peribahasa alah limau oleh benalu adalah orang yang merugikan atau menguasai orang atau tempatnya menumpang

Arti peribahasa alah main, menang sarak adalah biarpun kalah main asal kehormatan diri terpelihara

Arti peribahasa alah membeli menang memakai adalah barang yang baik memang mahal harganya, tetapi dapat lama dipakai

Arti peribahasa alah menang tak tahu, bersorak boleh adalah perihal seseorang yang tidak ikut campur dalam dua pihak yang sedang berbantah, tetapi hanya ikut mengejek pihak yang telah tentu kalah

Arti peribahasa alah sabung menang sorak adalah biarpun kalah, masih tinggi juga cakapnya

Arti peribahasa alang berjawab, tepuk berbalas adalah kebaikan dibalas dengan kebaikan, kejahatan dibalas dengan kejahatan

Arti peribahasa alang berjawab, tepuk berbalas adalah baik dibalas dengan baik, jahat dibalas dengan jahat

Arti peribahasa alang-alang berdawat biarlah hitam adalah jika mengerjakan sesuatu janganlah tanggung-tanggung

Arti peribahasa alur bertempuh, jalan berturut adalah dilakukan menurut adat (kebiasaan) yang lazim

Arti peribahasa ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit adalah sudah tidak dapat didamaikan lagi (tentang perselisihan). Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit juga berarti tidak mau berbalik. Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit juga berarti tidak dapat ditawar lagi (tentang aturan)

Arti peribahasa anak ayam kehilangan induk adalah ribut dan bercerai-berai karena kehilangan tumpuan

Arti peribahasa anak dipangku dilepaskan, beruk dalam rimba disusukan disusui adalah selalu membereskan (memikirkan) urusan orang lain, sedangkan urusan sendiri diabaikan

Arti peribahasa angan lalu paham bertumbuk adalah menurut pikiran (dugaan dan sebagainya) mungkin untuk dikerjakan, tetapi sukar dilaksanakan (misalnya kekurangan alat atau syarat)

Arti peribahasa angan lalu, paham tertumbuk adalah suatu hal yang banyak halangannya meskipun tampaknya dapat dilakukan dengan mudah

Arti peribahasa angan-angan menerawang langit adalah mencita-citakan segala sesuatu yang tinggi-tinggi

Arti peribahasa anjing menyalak di ekor pantat gajah adalah orang hina (lemah, kecil) hendak melawan orang berkuasa

Arti peribahasa antan patah lesung hilang adalah tertimpa berbagai musibah (kecelakaan, kesusahan)

Antan patah, lesung hilang berarti kemalangan yang bertimbun-timbun

Arti peribahasa apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar adalah tidak ada gunanya ilmu pengetahuan yang disimpan saja kalau tidak diajarkan kepada orang lain atau tidak dipraktikkan (tidak dimanfaatkan)

Arti peribahasa arang itu jikalau dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putih adalah tabiat orang yang dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi

Arti peribahasa asal ayam pulang ke lumbung, asal itik pulang ke pelimbahan adalah tabiat orang tidak akan berubah

Arti peribahasa asal berinsang, ikanlah adalah tidak pilih-pilih (pekerjaan, makanan, perempuan, dan sebagainya)

Arti peribahasa asal menugal adalah benih adalah setiap perbuatan tentu akan ada hasilnya (ada yang memperhatikan)

Arti peribahasa asam di darat, ikan di laut garam di laut asam di gunung bertemu dalam belanga adalah laki-laki dan perempuan kalau jodoh bertemu juga akhirnya

Arti peribahasa awak tikus hendak menampar kepala kucing adalah menghendaki sesuatu yang tidak mungkin diperoleh atau terjadi

Arti peribahasa awak yang payah membelah ruyung, orang lain yang beroleh sagunya adalah kita yang berusaha dan bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat faedahnya

Arti peribahasa ayam ditambat disambar elang adalah malang sekali. Ayam ditambat disambar elang juga berarti bernasib buruk

Arti peribahasa ayam hitam terbang malam adalah sukar ketahuan (tentang perkara dan sebagainya)

Arti peribahasa ayam laga sekandang adalah berkelahi atau bertengkar dengan keluarga sendiri atau teman seperguruan

Arti peribahasa babi merasa gulai adalah menyama-nyamai orang besar (kaya)

Arti peribahasa bagai air di daun talas adalah selalu berubah-ubah (tidak tetap pendirian)

Arti peribahasa bagai ayam dibawa kelampok adalah keheranan melihat sesuatu

Arti peribahasa bagai balam dengan ketitir adalah perihal dua orang yang selalu bertengkar, masing-masing membanggakan dirinya

Arti peribahasa bagai bulan dengan matahari adalah sebanding. Bagai bulan dengan matahari juga berarti sesuai

Arti peribahasa bagai bulan kesiangan adalah pucat dan lesu

Arti peribahasa bagai denai gajah lalu adalah hal yang tidak mungkin dapat disembunyikan

Arti peribahasa bagai dulang dengan tudung saji adalah sangat serasi

Arti peribahasa bagai galah di tengah arus adalah menggigil keras

Arti peribahasa bagai galah di tengah arus adalah selalu berkeluh kesah (gelisah dan sebagainya)

Arti peribahasa bagai galah dijual adalah sudah habis hartanya (untuk berjudi dan sebagainya)

Arti peribahasa bagai ikan dalam keroncong adalah tidak tertolong lagi. Bagai ikan dalam keroncong juga berarti tidak ada harapan lagi untuk meloloskan diri

Arti peribahasa bagai ilak bercerai dengan benang adalah bercerai untuk selama-lamanya (tidak akan bertemu lagi)

Arti peribahasa bagai itik pulang petang adalah sangat lambat (jalannya)

Arti peribahasa bagai kena santung pelalai adalah gadis yang lupa (tidak ingat) akan bersuami (karena diguna-gunai orang)

Arti peribahasa bagai kinantan hilang taji adalah seseorang yang telah kehilangan penghargaan

Arti peribahasa bagai langau di ekor gajah adalah selalu tunduk kepada kemauan orang besar atau orang pandai

Arti peribahasa bagai menghela rambut dalam tepung adalah pekerjaan yang sulit atau pekerjaan yang harus dikerjakan dengan hati-hati sekali

Arti peribahasa bagai menghela tali jala adalah sangat berhati-hati

Arti peribahasa bagai menyandang galas tiga adalah pekerjaan yang ringan, tetapi sukar melakukannya

Arti peribahasa bagai pinang belah dua adalah sama besar, serupa benar

Arti peribahasa bagai pucuk enau dilancarkan diluncurkan adalah sangat lancar. Bagai pucuk enau dilancarkan diluncurkan juga berarti cepat sekali

Arti peribahasa bagai rambut dibelah tujuh seribu adalah sedikit (kecil) sekali

Arti peribahasa bagai serdadu pulang baris adalah orang yang kelihatannya selalu bergaya, tetapi pekerjaannya berat dan berbahaya

Arti peribahasa bagai tikus membaiki labu adalah orang yang mencoba memperbaiki sesuatu yang tidak diketahuinya, akhirnya merusaknya

Arti peribahasa bagaimana bunyi gendang, begitulah tarinya adalah menurut segala perintah untuk menyesuaikan diri dengan keadaan

Arti peribahasa bagaimana ditanam begitulah dituai adalah tiap-tiap orang berbuat jahat, jahat pula balasannya, demikian pula kebalikannya

Bagaimana ditanam, begitulah dituai berarti seseorang akan mendapat balasan seperti yang diperbuatnya

Arti peribahasa bajak selalu di tanah yang lembut adalah orang yang selalu menderita adalah orang yang lemah

Arti peribahasa baji dahan membelah dahan adalah memboroskan harta tuannya

Arti peribahasa baju indah dari balai, tiba di rumah menyarungkan adalah hukuman sudah diputuskan dan tidak boleh dibanding lagi

Arti peribahasa bak mandi di air kiambang, pelak lepas gatal pun datang adalah sesuatu yang diperoleh sekalipun berguna juga, tetapi kemudian mendatangkan yang lebih menyiksa

Arti peribahasa bak menanti orang dahulu, bak pelalah orang kudian adalah melakukan sesuatu yang sia-sia

Arti peribahasa bala lalu dibawa singgah adalah sengaja mencari kesusahan (kecelakaan)

Arti peribahasa banyak menelan garam hidup adalah banyak pengalaman hidup

Arti peribahasa barang siapa menggali lubang, ia akan terperosok ke dalamnya adalah siapa yang berniat (berbuat) jahat terhadap orang lain akan mendapat kecelakaan sendiri

Arti peribahasa barang siapa yang berketuk ialah yang bertelur adalah siapa yang merasa tersindir, dialah yang berbuat seperti yang disindirkan itu

Arti peribahasa baunya setahun pelayaran adalah berbau busuk sekali

Arti peribahasa belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam adalah sebodoh bodohnya orang, jika berusaha dan belajar akan menjadi pandai

Arti peribahasa belalang dapat menuai adalah dapat keuntungan tanpa disengaja

Arti peribahasa belalang hendak menjadi elang adalah orang bodoh (hina) berlaku seperti orang pandai (terhormat)

Arti peribahasa belanak bermain di atas karang adalah ombak besar (sehingga ikan belanak yang biasanya senang diam dalam pasir laut, naik ke permukaan laut)

Arti peribahasa belum tahu di pedas lada adalah masih muda sekali. Belum tahu di pedas lada juga berarti belum berpengalaman

Arti peribahasa belum tahu di pedas lada adalah belum berpengalaman

Arti peribahasa belum tegak hendak berlari adalah lekas-lekas hendak marah, sebelum mengetahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahi. Belum tegak hendak berlari juga berarti belum duduk sudah belunjur

Arti peribahasa berani hilang tak hilang, berani mati tak mati adalah melakukan pekerjaan hendaklah jangan tanggung-tanggung atau takut-takut

Arti peribahasa berarak tidak berlari adalah berbuat sebagaimana mestinya

Arti peribahasa berbilang dari esa, mengaji dari alif adalah mengerjakan sesuatu hendaknya dari permulaan (menurut aturan)

Arti peribahasa berbilang dari esa, mengaji dari alif adalah jika mengerjakan sesuatu hendaknya dimulai dari permulaan

Arti peribahasa berbilang dari esa, mengaji dari alif adalah melakukan sesuatu hendaknya dari permulaan

Arti peribahasa berbuat jahat jangan sekali, terbawa cemar segala ahli adalah jangan sekali-kali berbuat jahat karena nama baik keluarga akan terbawa-bawa menjadi buruk

Arti peribahasa bercekak henti, silat terkenang adalah buah pikiran yang sudah terlambat tidak ada gunanya

Arti peribahasa bercerai sudah, talak tidak adalah sudah berpisah, tetapi belum sah diceraikan

Arti peribahasa bercerai tidak bertalak adalah pertalian suami istri yang tidak sah (kalau bercerai tidak perlu menjatuhkan talak)

Arti peribahasa berebut buluh tamiang belah adalah berkelahi memperebutkan sesuatu yang tidak berharga

Arti peribahasa bergantung pada rambut sehelai adalah berada dalam keadaan yang sangat sulit (bahaya)

Arti peribahasa berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi adalah ilmu yang dituntut secara tidak sempurna, tidak akan berfaedah

Arti peribahasa beriak tanda tak dalam, berguncang tanda tak penuh adalah orang yang suka menyombong pertanda kurang dalam pengetahuannya

Arti peribahasa berjalan peliharakan kaki, berkata peliharakan lidah adalah ingat-ingat selalu dalam berbuat sesuatu

Arti peribahasa berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau adalah segala usaha hendaknya sampai kepada maksudnya

Arti peribahasa berjalan selangkah menghadap surut, berkata sepatah dipikirkan adalah selalu ingat-ingat (hati-hati) dalam melakukan pekerjaan apa pun

Arti peribahasa berjalan selangkah menghadap surut, berkata sepatah dipikirkan adalah dalam berbuat sesuatu hendaklah kita mempertimbangkannya masak-masak

Arti peribahasa berkata siang melihat-lihat, berkata malam mendengar-dengar adalah jika hendak membicarakan sesuatu, harus selalu berhati-hati

Arti peribahasa berkelahi di ekor alahan adalah mempertengkarkan sesuatu yang sudah beres (selesai) atau yang kurang penting

Arti peribahasa berkelahi dalam kepuk adalah hal yang sukar diselesaikan

Arti peribahasa berkelahi dalam mimpi adalah berlelah-lelah dengan sia-sia

Arti peribahasa berlaki anak semang adalah perempuan yang buruk kelakuannya

Arti peribahasa berlayar atas angin adalah mendapat bantuan atau sokongan orang lain

Arti peribahasa berlayar bernakhoda, berjalan dengan yang tua adalah setiap mengerjakan sesuatu hendaklah menuruti nasihat (petunjuk) orang yang ahli atau yang berpengalaman

Arti peribahasa berlayar menentang mengadang, menuju pulau adalah setiap usaha harus ada tujuannya

Arti peribahasa berlayar sambil memapan adalah menyelesaikan dua tiga pekerjaan sekaligus

Arti peribahasa berlayar sampai ke pulau, berjalan sampai ke batas adalah segala usaha hendaklah diselesaikan sampai tercapai maksudnya

Arti peribahasa berleleran bagai getah di lalang adalah tidak keruan (tentang percakapan atau pembicaraan)

Arti peribahasa bermalam di bawah nyiur pinang orang, kata orang diturut adalah hendaklah kita mengikuti adat-istiadat negeri yang kita tempati

Arti peribahasa bersalai tidak berapi adalah mengandung (hamil), tetapi tidak bersuami

Arti peribahasa bersarak serasa hilang, bercerai serasa mati adalah seseorang yang sangat rindu karena perceraian dengan kekasihnya

Arti peribahasa bersesak-sesak bagai ular tidur adalah seseorang yang disesakkan, seperti ditagih utang berulang-ulang

Arti peribahasa bersuluh tengah hari lagi terang lagi bersuluh adalah perkara yang sudah nyata (terang)

Arti peribahasa bersuluh tengah hari lagi terang lagi bersuluh adalah menyia-nyiakan uang (tenaga dan sebagainya)

Arti peribahasa bertandang membawa lapik adalah tamu yang berkunjung membawa bekal atau makanan sendiri ke tempat ia datang atau menumpang

Arti peribahasa bertepuk sebelah tangan tidak akan berbunyi adalah kasih sayang tidak mungkin datang dari satu pihak

Arti peribahasa bertepuk sebelah tangan adalah tidak bersambut dengan baik, hanya dari sebelah pihak (tentang kebaikan atau cinta kasih)

Arti peribahasa bertepuk sebelah tangan adalah kasih sayang yang datang dari sebelah pihak

Arti peribahasa bertitah lalu sembah berlaku adalah jika kehendak orang lain kita turut, kehendak kita pun akan diturut juga

Arti peribahasa bertunggul ditarah, kesat diampelas adalah sudah beres (tentang perselisihan)

Arti peribahasa besar berudu di kubangan, besar buaya di lautan adalah tiap-tiap orang besar berkuasa di tempat atau di lingkungan masing-masing

Arti peribahasa biar berputih tulang, jangan berputih mata lebih baik berputih tulang daripada berputih mata adalah lebih baik mati daripada menanggung malu

Arti peribahasa biar kalah sabung asalkan menang sorak adalah biar harta habis asal hati senang (puas)

Arti peribahasa biar lambat laga, asal menang adalah biar lambat asal selamat

Arti peribahasa biar miskin asal cerdik, terlawan jua orang kaya adalah kebijaksanaan itu lebih utama daripada kekayaan

Arti peribahasa biar putih tulang, jangan putih mata adalah lebih baik mati daripada mendapat malu

Arti peribahasa biduk lalu kiambang bertaut adalah lekas berbaik atau berkumpul kembali (seperti perselisihan antara sanak keluarga)

Arti peribahasa biduk lalu kiambang bertaut adalah seperti dua orang bersaudara jika bertengkar akan lekas berbaik atau berkumpul kembali

Biduk lalu, kiambang bertaut berarti orang yang berkelahi atau bertengkar yang akhirnya berbaik dan berkumpul kembali (tentang orang ramai berkumpul)

Arti peribahasa bintang di langit boleh dibilang, tetapi arang di muka tak sadar adalah cela (kesalahan, keburukan, dan sebagainya) orang lain diketahui, tetapi cela sendiri tidak tahu

Arti peribahasa buah manis berulat di dalamnya adalah perkataan yang manis-manis biasanya mengandung maksud yang kurang baik

Arti peribahasa bulan naik, matahari naik adalah mendapat untung di sana sini

Arti peribahasa bulat air oleh pembuluh, bulat kata oleh mupakat adalah kata sepakat dapat diperoleh melalui perundingan

Arti peribahasa bulat boleh digulingkan, pipih boleh dilayangkan adalah sudah sepakat benar. Bulat boleh digulingkan, pipih boleh dilayangkan juga berarti sudah putus mufakat

Arti peribahasa bunga yang layu balik kembang adalah orang yang sudah tua, tetapi suka bersolek seperti orang muda

Arti peribahasa bunga yang layu balik kembang adalah mula-mula dicela akhirnya dipuji

Arti peribahasa buntat hendak jadi kemala adalah tidak tahu diri

Arti peribahasa buruk muka cermin dibelah adalah menyalahkan orang atau hal lain meskipun sebenarnya dia sendiri yang salah, bodoh, dan sebagainya

Arti peribahasa buruk muka cermin dibelah adalah karena aibnya (kesalahannya) orang lain dipersalahkan

Arti peribahasa buruk muka cermin dibelah adalah karena kesalahan (kebodohan) sendiri, orang lain dipersalahkan

Arti peribahasa buruk perahu, buruk pangkalan adalah tidak sudi lagi menginjak rumah bekas istrinya atau tempat bekerja yang telah ditinggalkan

Arti peribahasa burung terbang dipipiskan lada adalah sesuatu yang belum tentu diperoleh sudah dirancang pemakaiannya

Arti peribahasa burung terbang dipipiskan lada adalah sudah bersiap untuk bersenang-senang dengan sesuatu yang belum lagi diperoleh

Arti peribahasa buta kehilangan adalah dalam keadaan yang sangat sulit

Arti peribahasa cacing menjadi ular naga adalah orang hina (miskin) menjadi orang besar (kaya)

Arti peribahasa cakap berlauk-lauk, makan dengan sambal lada adalah cakapnya seperti orang berada, padahal sesungguhnya hidupnya serba kekurangan

Arti peribahasa calak ganti asah menanti tukang belum datang adalah sesuatu yang dipakai untuk sementara waktu sebelum ada yang lebih baik (hanya sekadar untuk mencukupi kebuTuhan)

Arti peribahasa campak bunga dibalas dengan campak tahi adalah memberi kebaikan dibalas dengan kejahatan

Arti peribahasa carik-carik bulu ayam lama-lama bercantum juga adalah perkelahian sesama saudara akhirnya berbaik juga

Arti peribahasa cekel berhabis, lapuk berteduh adalah terlampau kikir tidak berfaedah sebab pada akhirnya harta kekayaan itu akan habis juga

Arti peribahasa cekur jerangau, ada lagi di ubun-ubun adalah masih sangat muda (belum berpengalaman)

Arti peribahasa coba-coba menanam mumbang, kalau tumbuh sunting negeri adalah kerjakan terus, barangkali ada hasilnya kelak

Arti peribahasa daging gajah sama dilapah, daging tuma sama dicecah adalah banyak sama banyak, sedikit sama sedikit. Daging gajah sama dilapah, daging tuma sama dicecah juga berarti adil

Arti peribahasa dahi sehari bulan adalah dahi yang elok bentuknya

Arti peribahasa dalam laut boleh diajuk, dalam hati siapa tahu adalah apa yang tersembunyi di dalam hati seseorang tidak dapat kita ketahui

Arti peribahasa dalam madu berisi empedu adalah dalam perkataan yang manis-manis biasanya berisi tipu daya yang tidak baik

Arti peribahasa dangkal telah keseberangan, dalam telah keajukan adalah telah diketahui benar bagaimana isi hatinya (perangainya)

Arti peribahasa datang tak berjemput, pulang tak berhantar adalah perihal orang yang tidak diindahkan

Arti peribahasa datang tampak muka, pulang tampak punggung adalah hendaklah selalu bersopan santun apabila datang di rumah orang atau pergi dari rumah orang

Arti peribahasa datang tampak muka, pulang tampak punggung adalah datang dan pergi hendaklah memberi tahu

Arti peribahasa datang tidak berjemput, pulang tidak berantar adalah tidak diperlakukan sebagaimana mestinya (tentang tamu)

Arti peribahasa delapan tapak bayang-bayang adalah alamat waktu kira-kira pukul 08.00

Arti peribahasa di luar bagai madu, di dalam bagai empedu adalah kelihatan bagus, tetapi sebenarnya tidak demikian halnya

Arti peribahasa di luar merah di dalam pahit adalah kelihatan bagus, tetapi sebenarnya tidak demikian halnya

Arti peribahasa di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung adalah harus menyesuaikan diri dengan adat dan keadaan tempat tinggal

Arti peribahasa di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung adalah menurutkan adat kebiasaan tempat yang didiami

Arti peribahasa di mana kayu bengkok, di sanalah musang meniti adalah di tempat yang tidak terjaga, di situlah pencuri datang

Arti peribahasa di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung adalah hendaklah mengikuti adat negeri yang didiami

Arti peribahasa di mana tembilang terentak, di situlah cendawan tumbuh adalah di mana perkara atau perselisihan tumbuh, di situlah diselesaikan

Arti peribahasa di padang orang berlari, di padang sendiri berjingkat adalah tabiat orang tamak, mau menerima pemberian orang, tetapi tidak mau memberi

Arti peribahasa dialas bagai memengat adalah (kalau) berkata hendaknya jangan asal berkata saja

Arti peribahasa diam di laut masin tidak, diam di bandar tak meniru adalah tidak mengikuti adat kebiasaan yang baik

Arti peribahasa dianjak layu, dianggur mati adalah seseorang yang telah menetapkan katanya, tidak akan mengubah lagi ketetapan itu karena sudah menjadi adat rasam

Arti peribahasa dianjak layu, dibubut mati adalah suatu kebenaran yang tidak boleh diubah lagi, tetapi harus dipakai terus

Arti peribahasa dianjak layu, dibubut mati adalah suatu kebenaran yang tidak boleh diubah lagi, yang harus dipakai terus

Arti peribahasa diasak layu, dicabut mati adalah sesuatu yang tetap dan tidak diubah-ubah lagi

Arti peribahasa diberi kepala hendak bahu adalah diberi sedikit lalu minta banyak

Arti peribahasa dibilang genap, dipagar ganjil adalah keli-hatannya beruntung, tetapi sebenarnya merugi

Arti peribahasa dicoba-coba bertanam mumbang, moga-moga tumbuh kelapa adalah dicoba-coba mengusahakan sesuatu yang moga-moga menjadi besar dan mendatangkan hasil

Arti peribahasa dikatakan berhuma lebar, sesapan di halaman adalah memegahkan kekayaan (keberanian dan sebagainya), tetapi tidak ada tanda-tanda kekayaan (keberaniannya)

Arti peribahasa diserakkan padi awak diimbaukan orang lain adalah orang lain dipelihara, keluarga sendiri disia-siakan

Arti peribahasa disigai sampai ke langit tinggi disigai, besar ditebang adalah suatu perkara diselidiki secara tuntas. Disigai sampai ke langit tinggi disigai, besar ditebang juga berarti diselidiki (diusut) sebaik-baiknya

Arti peribahasa ditetak belah, dipalu belah, tembikar juga akan jadinya adalah walau bagaimanapun disiksa dan disakiti akhirnya kalau mati tetap jadi mayat

Arti peribahasa diuji sama merah, dalam hati ditail sama berat adalah sudah cocok benar (tentang suami istri)

Arti peribahasa dalam rumah membuat rumah adalah mencari keuntungan untuk diri sendiri ketika bekerja pada orang lain

Arti peribahasa daripada hidup bercermin bangkai lebih baik mati berkalang tanah adalah daripada menanggung malu lebih baik mati

Arti peribahasa daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup berlumur tahi, lebih baik mati bertimbun bunga adalah daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati

Arti peribahasa dari lecah lari ke duri adalah menghindarkan diri dari kesukaran, mendapat yang lebih besar

Arti peribahasa duduk bersama lapang-lapang, duduk seorang sempit-sempit adalah masalah jika dibicarakan dengan banyak orang, akan ada jalan keluarnya atau akan menjadi mudah, sedangkan jika dipendam dan dipikir sendiri akan menemukan jalan buntu

Arti peribahasa duduk seorang bersempit-sempit, duduk bersama berlapang-lapang adalah dengan musyawarah atau secara gotong royong segala sesuatunya mudah dilaksanakan

Arti peribahasa elok kata dalam mufakat, buruk kata di luar mufakat adalah apa yang hendak dikerjakan sebaiknya dibicarakan dulu dengan teman sejawat atau kaum keluarga, dan sebagainya

Arti peribahasa empang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit adalah sudah tidak dapat didamaikan lagi (tentang perselisihan). Empang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit juga berarti tidak dapat dikurangi sedikit juga (tentang aturan)

Arti peribahasa enak lauk dikunyah-kunyah, enak kata diperkatakan adalah merundingkan sesuatu hendaknya berkali-kali supaya hasilnya baik

Arti peribahasa esa hilang, dua terbilang adalah berusaha terus dengan keras hati hingga maksud tercapai

Arti peribahasa gajah berjuang sama gajah, pelanduk kancil mati di tengah-tengah adalah jika terjadi pertengkaran (peperangan) antara orang (negara) besar, orang kecil (negara kecil) yang celaka

Arti peribahasa gajah lalu dibeli, rusa tidak terbeli adalah mengerjakan sesuatu yang penting dengan melupakan hal-hal yang kecil yang sebenarnya sangat perlu untuk menyelesaikan sesuatu yang penting itu

Arti peribahasa gajah mati tulang setimbun adalah orang kaya (besar dan sebagainya) mati, banyak peninggalannya

Arti peribahasa gajah seekor gembala dua adalah pekerjaan yang dikepalai (dipimpin) oleh dua orang

Arti peribahasa galas terdorong kependekand cina adalah sesuatu yang sudah terlanjur (ti-dak dapat dicabut kembali)

Arti peribahasa garam di laut, asam di gunung bertemu dalam belanga juga adalah laki-laki dan perempuan kalau jodoh bertemu juga akhirnya

Arti peribahasa gedang sebagai dilambuk-lambuk, tinggi sebagai dijunjung adalah sangat dimuliakan

Arti peribahasa gigi dengan lidah adakalanya bergigit juga adalah suami istri (sanak saudara, sahabat karib, dan sebagainya) adakalanya bertengkar juga

Arti peribahasa gila di abun-abun adalah mengharapkan sesuatu yang mustahil

Arti peribahasa gula di mulut, ikan dalam belanga adalah sudah dalam kekuasaan kita

Arti peribahasa guru kencing berdiri, murid kencing berlari adalah kelakuan murid (orang bawahan) selalu mencontoh guru (orang atas-annya)

Arti peribahasa hanyut dipintasi, lulus diselami, hilang dicari adalah menolong orang pada waktu kesusahan

Arti peribahasa harapkan guruh guntur di langit, air di tempayan ditumpahkan adalah mengharapkan sesuatu yang belum tentu, barang yang telah ada dilepaskan

Arti peribahasa harimau mati karena belangnya adalah mendapat kecelakaan karena memperlihatkan keunggulannya

Arti peribahasa harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama adalah orang baik akan selalu meninggalkan nama baik, sedangkan orang jahat akan meninggalkan nama buruk

Arti peribahasa harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading adalah orang yang berjasa akan selalu disebut-sebut orang walaupun telah mati

Arti peribahasa harimau menunjukkan belangnya adalah orang yang memperlihatkan kekuasaannya

Arti peribahasa harum menghilangkan bau adalah keburukan tidak kelihatan karena tertutup oleh nama (perbuatan) yang baik

Arti peribahasa harum semerbak mengandung mala adalah perbuatan (jasa dan sebagainya) yang dipuji-puji, tetapi jasa tersebut diperbuat dengan jalan yang tidak baik

Arti peribahasa hati gajah sama dilapah, hati kuman tungau sama dicecah dicecap adalah perolehan (laba) yang banyak dibagi sama banyak, perolehan (laba) yang sedikit dibagi juga sama sedikit

Arti peribahasa hati gajah sama dilapah, hati tuma tungau sama dicecah adalah laba atau rugi sama-sama dirasakan (dibagi secara adil)

Arti peribahasa hendak megah, berlawan lebih adalah makin banyak musuh makin besar kemasyhurannya

Arti peribahasa hendak panjang terlalu patah adalah yang suka meninggikan diri akan cepat jatuh

Arti peribahasa hendak ulam pucuk menjulai pucuk dicinta ulam tiba adalah mendapat sesuatu yang lebih daripada yang dikehendaki

Arti peribahasa hidung laksana kuntum seroja, dada seperti mawar merekah adalah perihal menyatakan keelokan bentuk hidung dan dada perempuan

Arti peribahasa hilang bini boleh dicari, hilang budi badan celaka adalah apabila kutukan orang tuanya belum dicabut, celakalah hidupnya nanti

Arti peribahasa hilang di mata di hati jangan adalah biarpun telah pergi jauh, jangan melupakan orang yang ditinggalkan

Arti peribahasa hilang dicari, terapung direnangi, terbenam diselami adalah hal atau perkara yang tersembunyi, lalu diperiksa

Arti peribahasa hilang geli karena gelitik adalah kecanggungan akan hilang apabila telah menjadi kebiasaan

Arti peribahasa hilang kabus, teduh hujan adalah telah senang (aman dan sebagainya) kembali sehabis menderita kesusahan dan sebagainya

Arti peribahasa hilang kilat dalam kilau adalah (kepandaian, kebesaran, dan sebagainya) tidak menonjol lagi sesudah berada bersama orang-orang pandai, orang-orang terkenal, dan sebagainya

Arti peribahasa hilang rona karena penyakit, hilang bangsa tidak beruang adalah orang yang tidak berharta (beruang) kurang dihargai orang

Arti peribahasa hilang satu sepuluh gantinya adalah sekali-kali janganlah putus asa

Arti peribahasa hilang sepuh tampak senam adalah tampak kejahatannya sesudah terbuka kedoknya

Arti peribahasa hilang tak bercari, lulus tak berselami adalah tidak dipedulikan lagi

Arti peribahasa hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya adalah hilang lenyap tanpa bekas. Hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya juga berarti pergi tidak pernah kembali, bahkan tidak ada kabar beritanya lagi

Arti peribahasa hilir malam mudik tak singgah, daun nipah dikatakan daun abu adalah merasa malu, segan, dan sebagainya karena sudah berutang budi atau karena perkariban

Arti peribahasa hinggap bak langau, titik bak hujan adalah suatu hal yang tiba-tiba saja terjadi, tanpa diketahui lebih dahulu

Arti peribahasa hitam bagai pantat belanga adalah sangat buruk (tentang tabiat seseorang)

Arti peribahasa hitam, hitam gula jawa adalah hitam tetapi manis

Arti peribahasa hitam, hitam tahi minyak dimakan juga, putih-putih ampas kelapa dibuang adalah barang yang buruk tetapi berguna disimpan, barang yang bagus tetapi tidak berguna dibuang

Arti peribahasa hujan berbalik ke langit adalah orang berkuasa (pandai, kaya, dan sebagainya) minta tolong kepada orang yang lemah (bodoh, miskin, dan sebagainya)

Arti peribahasa hulu malang pangkal celaka adalah asal suatu kecelakaan

Arti peribahasa ikan di laut, asam di gunung, bertemu dalam belanga adalah biarpun tinggal berjauhan, kalau sudah jodoh akan menjadi suami istri juga

Arti peribahasa ikan lagi di laut, lada garam sudah dalam sengkalan adalah bersiap-siap mengecap hasil pekerjaan yang belum pasti berhasil

Arti peribahasa ikan pulang ke lubuk adalah telah kembali ke tempat (asalnya) yang dicintainya
Contoh: Ikan pulang ke lubuk setajau

Arti peribahasa ikan terkilat, jala tiba adalah sangat pandai dan tajam dalam menangkap perkataan orang

Arti peribahasa ikan terkilat, jala tiba adalah tindakan yang cepat dilakukan (untuk menghadapi sesuatu)

Arti peribahasa ikhtiar menjalani untung menyudahi adalah orang harus berusaha, jika ingin mencapai suatu maksud (tercapai atau tidaknya bergantung kepada nasib)

Arti peribahasa isi lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita adalah orang lain mendapat senangnya, kita mendapat susahnya saja

Arti peribahasa itik berenang di laut air, mati kehausan adalah menderita kesusahan karena tidak dapat (atau tidak mendapat kesempatan memanfaatkan kekayaan yang ada

Arti peribahasa jadi alas cakap adalah sebagai imbalan jasa yang telah dibuat

Arti peribahasa jadi bumi langit adalah menjadi orang tempat menggantungkan nasib dan harapan

Arti peribahasa janda belum berlaki adalah gadis yang dipermainkan oleh laki-laki lalu ditinggalkan

Arti peribahasa jangan diperlebar timba ke perigi, kalau tak putus, genting adalah jangan diulang-ulang perbuatan yang jahat, lambat laun akan mendapat bencana jua

Arti peribahasa jangan diperlelarkan timba perigi, kalau tak putus genting adalah kejahatan itu jika diulang-ulang akhirnya mencelakakan juga

Arti peribahasa jangan ditentang matahari condong, takut terturut jalan tak berintis adalah hendaklah kita selalu ingat dan cermat, jangan teperdaya atau tergoda akan sesuatu yang elok, tetapi mungkin mendatangkan bahaya

Arti peribahasa jatuh di atas tilam adalah mendapat kesenangan hidup

Arti peribahasa jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa adalah sudah berpengalaman banyak

Arti peribahasa jauh berjalan banyak dilihat adalah kalau bepergian ke mana-mana akan memperoleh banyak pengalaman

Arti peribahasa jelatang di hulu air adalah sesuatu yang selalu menyusahkan

Arti peribahasa jerih menentang boleh, rugi menentang laba adalah suka menolong (mengeluarkan uang) karena ingin mendapat pertolongan (keuntungan)

Arti peribahasa jika belalang ada seekor, jika emas ada miang adalah segalanya ada aturannya sendiri

Arti peribahasa jika benih yang baik jatuh ke laut, menjadi pulau adalah orang yang berketurunan baik, ke mana pun perginya akan bersifat baik juga

Arti peribahasa jika kasih akan padi, buanglah rumput adalah jika kasih kepada anak istri, berhentilah mengasihi perempuan lain

Arti peribahasa jika langkah sudah terlangkahkan, berpantang dihela surut adalah suatu pekerjaan yang telah dimulai dengan saksama, sekali-kali jangan dihentikan sebelum tujuan tercapai

Arti peribahasa jika tak lalu dandang di air, di gurun dirangkakkan ditanjakkan adalah menggunakan segala daya upaya untuk mencapai maksud

Arti peribahasa jikalau di hulu airnya keruh, tak dapat tidak di hilirnya keruh juga adalah jika seseorang jahat asalnya, jahat juga kelakuannya

Arti peribahasa jikalau tidak berada-ada ada berada, ada mengada, masakan tempua bersarang rendah adalah jika tidak ada sebab-sebabnya (sesuatu yang tersembunyi), tentu tidak akan terjadi yang luar biasa

Arti peribahasa kain dalam lipatan adalah perempuan yang berbuat jahat (mesum) dengan sembunyi- sembunyi

Arti peribahasa kain lama dicampak buang, kain baru pula dicari adalah menceraikan istri tua dan mencari istri muda

Arti peribahasa kain sehelai berganti-ganti adalah perihal sangat miskin suami istri

Arti peribahasa kaki naik, kepala turun adalah selalu sibuk bekerja

Arti peribahasa kaki untut dipakaikan gelang adalah memakai sesuatu untuk memperelok diri, tetapi malah bertambah buruk

Arti peribahasa kalah jadi abu, menang jadi arang adalah pertengkaran tidak akan menguntungkan pihak mana pun

Arti peribahasa kalau bangkai galikan kuburnya, kalau hidup sediakan buaiannya adalah lebih baik menunggu dengan tenang apa yang akan terjadi, lalu mempertimbangkan langkah apa yang akan diambil

Arti peribahasa kalau di bawah melompat, lalu di atas menyusup adalah menyesuaikan diri dengan adat kebiasaan penduduk tempat tinggalnya

Arti peribahasa kalau getah meleleh, kalau daun melayang adalah dalam keadaan sulit hanya sanak saudara kitalah yang selalu dekat pada kita, sedangkan orang lain akan menjauh

Arti peribahasa kalau guru makan berdiri, maka murid makan berlari adalah kelakuan murid mencontoh kelakuan guru, biasanya dalam hal yang tidak baik

Arti peribahasa kalau kena tampar, biar dengan tangan yang pakai cincin, kalau kena tendang, biar dengan kaki yang pakai kasut adalah jika diberi malu oleh perempuan, lebih baik oleh perempuan baik-baik daripada oleh perempuan jalang

Arti peribahasa kalau kubuka tempayan budu, baharu tahu adalah kalau kubuka rahasiamu, tentu engkau akan malu

Arti peribahasa kalau laba bercikun-cikun, buruk diberi tahu orang adalah apabila beroleh kesenangan diam saja, tetapi apabila menderita kesusahan berkeluh kesah atau minta tolong kepada orang lain

Arti peribahasa kalau menampi jangan tumpah padinya adalah mengerjakan sesuatu dengan sebaik-baiknya

Arti peribahasa kalau pandai menggulai badar pun menjadi tenggiri adalah orang yang pandai, meskipun kurang alat syaratnya, dapat juga mengerjakan sesuatu dengan baik

Arti peribahasa kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri adalah kalau pandai mengatur (menyusun dan sebagainya), barang yang kurang baik pun akan menjadi baik juga. Kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri juga berarti ikan sia. Kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri juga berarti ikan sia-sia

Arti peribahasa kalau pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang adalah jika dapat mengatasi kesukaran tentu maksud dapat dicapai

Arti peribahasa kalau sorok lebih dahulu daripada tokok, tidak mati babi adalah kalau lagak atau bual yang didahulukan, maksud tidak akan tercapai

Arti peribahasa kalau tak ada angin, takkan pokok bergoyang adalah jika tak ada sebab, tidak akan sesuatu terjadi

Arti peribahasa kalau tak ada api, masakan ada asap adalah barang sesuatu yang terjadi, pasti ada sebabnya

Arti peribahasa kalau takut dilimbur pasang, jangan berumah di tepi pantai adalah kalau takut akan akibatnya, jangan melakukan pekerjaan itu

Arti peribahasa kapak menelan beliung adalah yang baik ditukar dengan yang buruk

Arti peribahasa karam sambal oleh belacan adalah mendapat kerugian karena perbuatan orang kepercayaan atau yang dikasihi

Arti peribahasa kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalan adalah cinta kasih anak kepada ibu tidak sebanyak cinta kasih ibu kepada anak

Arti peribahasa kawan gelak banyak, kawan menangis jarang bersua adalah sahabat di waktu senang banyak, sahabat di waktu susah (melarat) sedikit

Arti peribahasa ke hulu kena bubu, ke hilir kena tengkalak adalah tidak dapat terhindar dari bahaya

Arti peribahasa ke langit tak sampai, ke bumi tak nyata adalah setengah-setengah, kepalang tanggung di dalam menyelesaikan pekerjaan atau mempelajari ilmu

Arti peribahasa ke mana tumpah hujan dari bubungan, kalau tidak ke cucuran atap adalah anak akan menurut sifat atau teladan orang tuanya

Arti peribahasa ke sawah berlumpur ke ladang berarang adalah tiap pekerjaan ada kesukarannya

Arti peribahasa ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang adalah mendapat untung dan sebagainya tidak dengan bersusah payah. Ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang juga berarti tercapai maksudnya

Arti peribahasa ke sawah tidak berluluk, ke ladang tidak berarang adalah tidak mau bekerja. Ke sawah tidak berluluk, ke ladang tidak berarang juga berarti pemalas

Arti peribahasa kecil-kecil anak kalau sudah besar onak adalah anak itu selagi kecil menyenangkan hati, tetapi kalau sudah besar menyusahkan hati (karena kelakuannya dan sebagainya)

Arti peribahasa kecil-kecil lada api padi, kutu adalah kecil tetapi berani (pandai dan sebagainya)

Arti peribahasa kelam bagai malam dua puluh tujuh adalah suatu hal atau perkara yang sangat gelap, tidak ada bayangan sedikit pun bagaimana akan memeriksa dan menyelidikinya

Arti peribahasa kelam disigi lekung ditinjau adalah segala hal yang kurang terang harus diselidiki baik-baik

Arti peribahasa kelekatu hendak terbang ke langit adalah hendak mencapai sesuatu yang tidak mungkin

Arti peribahasa kelihatan asam kelatnya adalah kelihatan sifatnya yang kurang baik

Arti peribahasa kelik-kelik dalam baju adalah musuh dalam selimut

Arti peribahasa kena sepak belakang adalah tertipu oleh perbuatan orang yang tidak mau berterus terang atau yang tidak jujur

Arti peribahasa kepala sama berbulu, pendapat berlain-lainan adalah setiap orang berlainan pendapatnya

Arti peribahasa kepala sama hitam berbulu, pendapat berlain-lain adalah tiap orang berlain-lain pendapatnya

Arti peribahasa kera kena belacan adalah sangat gelisah (kurang senang dan sebagainya)

Arti peribahasa kerbau seratus dapat digembalakan, manusia seorang tiada terkawal adalah menjaga seorang perempuan lebih sukar daripada menjaga binatang yang banyak

Arti peribahasa kerosok ular di rumpun bambu adalah tidak perlu takut akan gertakan atau ancaman orang

Arti peribahasa ketam menyuruhkan anaknya berjalan betul adalah orang yang memberi nasihat, tetapi dia sendiri tidak melakukan seperti yang dinasihatkannya itu

Arti peribahasa kilat di dalam kilau adalah ada maksud tertentu yang terselubung dalam perkataan (gerak-gerik dan sebagainya)

Arti peribahasa karena nila setitik, rusak susu sebelanga adalah karena kejahatan atau kesalahan yang kecil, hilang segala kebaikan yang telah diperbuat

Arti peribahasa karena nila setitik, rusak susu sebelanga adalah hanya karena keburukan yang sedikit, semuanya menjadi buruk

Arti peribahasa kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak adalah kesalahan (kekurangan) orang lain walaupun kecil sekali akan kelihatan, tetapi kesalahan (kekurangan) sendiri (meskipun besar) tidak kelihatan

Arti peribahasa kundur tidak melata pergi, labu tidak melata mari adalah persetujuan atau persahabatan harus datang dari kedua belah pihak

Arti peribahasa kurang taksir, hilang laba adalah kurang hati-hati mungkin akan mendatangkan kerugian (kesusahan dan sebagainya)

Arti peribahasa laba sama dibagi, rugi sama diterjuni adalah bersahabat sehidup semati

Arti peribahasa laba tertinggal, harta lingkap adalah tidak beroleh laba sama sekali, bahkan modalnya ikut habis

Arti peribahasa ladang yang berpunya adalah perempuan yang sudah kawin

Arti peribahasa lading tajam sebelah adalah selalu mau menerima pemberian, tetapi segan memberi

Arti peribahasa lagi ada jangan dimakan, sudah habis baru dimakan adalah sewaktu ada pencaharian, jangan diganggu harta simpanannya, tetapi apabila tiada pencaharian lagi, barulah dipergunakan harta simpanan itu

Arti peribahasa lagi lauk lagi nasi adalah makin kaya, makin banyak kenalan (sahabat)

Arti peribahasa lagi murah, lagi menawar makin murah, makin menawar adalah makin diberi, makin banyak lagi yang diminta

Arti peribahasa lain bengkak, lain bernanah adalah seseorang yang bersalah, orang lain yang menanggung atau menderita akibatnya

Arti peribahasa lain bengkak, lain menanah adalah lain orang yang bersalah, lain pula orang yang menerima hukuman

Arti peribahasa lain biduk, lain di galang adalah jawaban yang bersalahan dengan pertanyaan (tidak menjawab barang apa yang ditanyakan)

Arti peribahasa lain di mulut, lain di hati adalah yang dikatakan berbeda dengan isi hatinya

Arti peribahasa lain dulang lain kaki, lain orang lain hati adalah tiap-tiap orang berlainan kesukaannya

Arti peribahasa lain gatal lain digaruk adalah lain yang ditanya lain yang dijawab

Arti peribahasa lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya adalah tiap-tiap negeri atau bangsa berlainan adat kebiasaannya

Arti peribahasa lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya adalah tiap-tiap negeri ada adat istiadatnya sendiri

Arti peribahasa lain padang lain belalang adalah tiap-tiap negeri berlainan aturan dan adatnya

Arti peribahasa lain sakit lain diobat, lain luka lain dibebat adalah jawab yang berlainan dengan apa yang ditanyakan. Lain sakit lain diobat, lain luka lain dibebat juga berarti yang diberikan berlainan dengan yang diminta

Arti peribahasa lain yang diagak lain yang kena adalah yang dimaksudkan berlainan dengan yang didapat

Arti peribahasa laki pulang kelaparan, dagang lalu ditanakkan adalah orang lain ditolong, tetapi keluarga sendiri ditelantarkan

Arti peribahasa laki pulang kelaparan, dagang lalu ditanakkan adalah lebih banyak mengindahkan urusan orang lain daripada urusan sendiri

Arti peribahasa laksana bunga dadap, sungguh merah berbau tidak adalah orang yang rupanya elok, tetapi tidak berbudi bahasa

Arti peribahasa laksana jentayu menantikan hujan adalah sangat merindukan sesuatu (kekasih dan sebagainya)

Arti peribahasa laksana manau, seribu kali embat haram tak patah adalah menunjukkan sesuatu yang teguh dan kuat

Arti peribahasa laksana mengaprit di tengah laut, dipukul ombak jatuh ke tepi adalah orang yang belum mantap kedudukannya atau belum bernasib baik dalam mengadu untung

Arti peribahasa laksana mestika gamat adalah perihal kelakuan, atau tabiat, atau perkataan yang baik

Arti peribahasa lalu lulus ujung, lalu lulus kelindan adalah jika maksud yang utama sudah tercapai, maksud yang lain akan tercapai juga

Arti peribahasa lalu penjahit lalu kelindan adalah apabila daya upaya yang pertama telah berhasil, daya upaya yang lain pun akan lulus pula

Lalu penjahit, lalu kelindan berarti kalau usaha yang pertama berhasil, usaha yang berikut pun akan berhasil

Arti peribahasa lancar kaji karena diulang, pasar jalan karena diturut adalah kepandaian atau kemahiran didapat karena rajin berlatih

Arti peribahasa langkas buah pepaya adalah hal yang tidak mungkin. Langkas buah pepaya juga berarti mustahil

Arti peribahasa lapuk oleh kain sehelai adalah dalam hidupnya hanya beristri (bersuami) seorang

Arti peribahasa laut budi tepian akal adalah seseorang yang banyak ilmu dan bijaksana

Arti peribahasa laut ditembak, darat kena adalah lain yang diperoleh dari yang diharapkan

Arti peribahasa laut ditimba akan kering adalah betapa pun banyaknya harta, jika selalu dibelanjakan, akhirnya akan habis juga

Arti peribahasa laut madu berpantaikan sakar gula adalah perkataan yang manis keluar dari mulut orang yang baik rupanya

Arti peribahasa laut mana yang tak berombak, bumi mana yang tak ditimpa hujan adalah bagaimanapun manusia tidak akan luput dari kekhilafan (kesalahan)

Arti peribahasa layang-layang putus talinya adalah seseorang yang sudah putus harapan, sudah tidak berdaya lagi, hanya terserah kepada nasib

Arti peribahasa layar menimpa tiang adalah kawan menjadi lawan

Arti peribahasa lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup bercermin bangkai adalah lebih baik mati daripada menanggung malu

Arti peribahasa lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan adalah suatu perundingan, jikalau baik sekalipun jangan terus diterima dan jika kurang baik jangan pula terus ditolak, hendaklah dipikirkan dalam-dalam dan ditimbang baik-baik dahulu baik jeleknya

Arti peribahasa lemak penyelar daging adalah memboroskan harta benda tuannya

Arti peribahasa licin karena minyak berminta, elok karena kain berselang adalah sindiran untuk merendahkan orang yang angkuh karena harta atau barang yang dipinjam

Arti peribahasa lidah tak bertulang adalah mudah saja mengatakan (menjanjikan) sesuatu, yang berat adalah melaksanakannya

Arti peribahasa lidah tidak bertulang adalah asal berkata, mudah berjanji mudah pula mengingkarinya

Arti peribahasa limau masak sebelah, perahu karam sekerat adalah aturan (hukum dan sebagainya) yang tidak adil, membeda-bedakan golongan, kedudukan, dan sebagainya, tidak sama rata

Arti peribahasa lonjak bagai labu dibenam adalah orang yang sombong

Arti peribahasa lubuk dalam, si kitang yang empunya adalah setiap orang berkuasa di lingkungan sendiri

Arti peribahasa lulus tidak berselam, hilang tidak bercari adalah orang yang menderita sengsara, tetapi tidak ada yang mau menolong

Arti peribahasa mabuk di enggang lalu adalah sangat tertarik hatinya kepada orang yang belum dikenal

Arti peribahasa makan hati berulam jantung adalah dikatakan kepada orang yang sangat bersedih hati

Arti peribahasa makan hati berulam jantung adalah bersusah hati karena perbuatan salah seorang teman karib

Arti peribahasa makan upas berulam racun adalah orang yang dalam kesusahan dan duka cita karena diliputi marabahaya yang besar

Arti peribahasa malam berselimut embun, siang bertudung awan adalah tidak berumah karena miskin sekali

Arti peribahasa malang celaka raja genggang, anak terbeli tunjang hilang adalah hal orang yang malang, waktu diperoleh maksud yang kedua, yang sudah di tangan hilang pula

Arti peribahasa malang tak berbau adalah kecelakaan tidak dapat diketahui sebelumnya

Arti peribahasa malang tak boleh ditolak, mujur tak boleh diraih adalah nasib buruk tidak dapat dicari-cari

Arti peribahasa malu kalau anak harimau menjadi anak kucing kambing adalah tidak sepatutnya kalau anak orang baik-baik atau pandai menjadi jahat atau bodoh

Arti peribahasa malu makan perut lapar adalah kalau tidak mau berikhtiar, tidak akan mendapat kemajuan

Arti peribahasa mandi dalam cupak adalah serba tanggung (tidak cukup)

Arti peribahasa manis jangan lekas ditelan, pahit jangan lekas dimuntahkan adalah segala sesuatu hendaknya ditimbang baik-baik dahulu sebelum diterima atau ditolak

Arti peribahasa manis mulutnya bercakap seperti sautan manisan, di dalam bagai empedu adalah mulut manis (perkataan yang manis-manis) biasanya berisi tipu semu di dalamnya

Arti peribahasa manis seperti gula derawa, manis bagai gula jawa adalah berpatutan, ibarat dua orang suami-istri yang sama elok rupanya

Arti peribahasa manusia mati meninggalkan nama harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading adalah orang terkenal walaupun sudah meninggal, ia masih tetap dikenang

Arti peribahasa mara hinggap mara terbang, enggang lalu ranting patah adalah seseorang yang tidak berbuat suatu kesalahan, tetapi pada waktu terjadi suatu kejahatan ia yang dituduh berbuat kesalahan itu

Arti peribahasa mara jangan dipukat, rezeki jangan ditolak adalah jangan mencari-cari bahaya atau kecelakaan

Arti peribahasa masak di luar mentah di dalam adalah orang yang kelihatan baik pada lahirnya, tetapi hatinya jahat. Masak di luar mentah di dalam juga berarti mulut manis, tetapi hati busuk

Arti peribahasa masak malam, mentah pagi siang adalah suatu hal yang telah putus (sudah jadi), tetapi tidak lama kemudian berubah

Arti peribahasa mati anak berkalang bapak, mati bapak berkalang anak adalah anak dan bapak wajib tolong-menolong

Arti peribahasa mati gajah tidak dapat belalainya, mati harimau tidak dapat belangnya adalah tahu melakukan perbuatan jahat dan tahu pula menyembunyikan dan menghilangkannya

Arti peribahasa mati seladang adalah beristri seorang saja

Arti peribahasa mati seladang adalah saling setia sampai tua. Mati seladang juga berarti sehidup semati (tentang suami istri)

Arti peribahasa mati semut karena gula manisan adalah orang yang mendapat bencana (tertipu dan sebagainya) karena bujuk dan rayuan yang menyenangkan

Arti peribahasa mayang menolak seludang adalah melupakan orang yang telah memelihara sejak kecil

Arti peribahasa melakabkan kucing di dapur adalah berbuat aniaya dengan cara yang mudah

Arti peribahasa melanggar benang hitam adalah melanggar pantangan. Melanggar benang hitam juga berarti melanggar adat resam

Arti peribahasa melangkahi ular adalah melakukan sesuatu yang berbahaya

Arti peribahasa melanting menuju tampuk, berkata menuju benar adalah dalam rapat (perundingan), kita harus menggunakan dasar kebenaran dan kejujuran

Arti peribahasa melanting menuju tampuk adalah setiap usaha ada maksudnya

Arti peribahasa melarat panjang adalah selalu dalam kesengsaraan

Arti peribahasa meludah ke langit, muka juga yang basah adalah melawan atau membantah orang yang berkuasa, akhirnya diri sendiri yang mendapat kesusahan atau kesulitan

Arti peribahasa melukut tinggal sekam melayang adalah yang baik tetap, yang buruk akan hilang

Arti peribahasa memahat di dalam baris, berkata dalam pusaka adalah mengerjakan sesuatu sebagaimana mestinya

Arti peribahasa memakan habis-habisan, menyuruh hilang-hilang adalah jika merahasiakan sesuatu, hendaklah dilakukan dengan sebaik-baiknya

Arti peribahasa memakuk dengan punggung lading adalah sangat menyakiti hati orang

Arti peribahasa memancing dalam belanga adalah mencari keuntungan dalam lingkungan keluarga (kawan sendiri)

Arti peribahasa membekali budak lari adalah dua kali merugi

Arti peribahasa membeli kucing dalam karung adalah membeli sesuatu tidak dengan melihat barangnya

Arti peribahasa memberi lauk kependekand orang membantai adalah memberi pertolongan kepada orang yang tidak perlu ditolong (orang kaya dan sebagainya)

Arti peribahasa membuang garam ke laut adalah melakukan suatu pekerjaan yang tidak ada gunanya (seperti memberi sesuatu kepada orang kaya)

Arti peribahasa membuang garam ke laut adalah pekerjaan yang sia-sia belaka

Arti peribahasa membuka tambo lama adalah membangkit-bangkit perkara yang sudah-sudah

Arti peribahasa membungkus tulang dengan daun talas adalah menyembunyikan rahasia dengan tidak berhati-hati

Arti peribahasa memepas dalam belanga adalah mencari keuntungan dalam lingkungan (keluarga, teman) sendiri

Arti peribahasa memikul di bahu, menjunjung di kepala adalah mengerjakan sesuatu menurut aturan

Arti peribahasa memperlapang kandang musang, mempersempit kandang ayam adalah memberi kesempatan baik kepada orang yang bermaksud jahat

Arti peribahasa mempertinggi tempat jatuh, memperdalam tempat kena adalah sengaja membesar-besarkan kesalahan sendiri sehingga mendapat hukuman (kerugian) yang berat

Arti peribahasa menambak gunung menggarami laut adalah memberi pertolongan kepada orang yang sekali-kali tidak memerlukannya

Arti peribahasa menambak gunung, menggarami air laut adalah memberi bantuan kepada orang yang sama sekali tidak perlu dibantu

Arti peribahasa menambak ke laut adalah pekerjaan sia-sia

Arti peribahasa menari merentak di ladang orang adalah bersenang-senang memakai harta orang atau di rumah orang lain

Arti peribahasa mencari belalang atas akar adalah pekerjaan yang sia-sia

Arti peribahasa mencari jejak dalam air adalah melakukan perbuatan yang sia-sia

Arti peribahasa mencari kutu dalam ijuk adalah melakukan pekerjaan yang sia-sia

Arti peribahasa mencari lantai terjungkat adalah mencari-cari kesalahan orang

Arti peribahasa mencari umbut dalam batu adalah melakukan pekerjaan yang sia-sia

Arti peribahasa mencencang berlandasan, melompat bersetumpu bertumpuan adalah jika hendak melakukan sesuatu, hendaknya menyediakan alat atau syaratnya dahulu

Arti peribahasa mencencang berlandasan, melompat bersetumpu bertumpuan adalah jika hendak melakukan sesuatu, hendaknya menyediakan alat atau syaratnya dahulu

Arti peribahasa mencencang berlandasan, melompat bersetumpu adalah jika hendak melakukan sesuatu, hendaknya menyediakan alat sebagai syaratnya

Arti peribahasa mencencang lauk tengah helat adalah membukakan rahasia sendiri di hadapan orang banyak

Arti peribahasa mencencangkan lading patah adalah membanggakan sesuatu yang tidak ada harganya sama sekali

Arti peribahasa mendapat sama berlaba, kehilangan sama merugi adalah suka duka sama-sama dipikul

Arti peribahasa menebang menuju pangkal, melanting menuju tampuk adalah setiap tindakan yang dilakukan harus ada maksud dan tujuannya

Arti peribahasa menembak beralamat, berkata bertujuan adalah suatu perbuatan (pekerjaan) harus ada maksudnya

Arti peribahasa menengadah ke langit hijau adalah tidak ada harapan akan mendapat pertolongan

Arti peribahasa menengadah membilang layar, menangkup membilang lantai adalah pikirkan baik-baik sebelum melakukan pekerjaan

Arti peribahasa mengail dalam belanga, menggunting dalam lipatan adalah mempergunakan kesempatan untuk keuntungan pribadi tanpa memikirkan nasib kawan akibat perbuatan itu

Arti peribahasa mengalangkan leher, minta disembelih adalah mengharapkan kesusahan (kecelakaan)

Arti peribahasa menganggungkan bagai rumput tengah jalan adalah hidup yang serba susah (sakit, miskin, dan sebagainya)

Arti peribahasa mengata dulang paku serpih, mengata orang awak yang lebih adalah mencela orang, tetapi diri sendiri ternyata lebih buruk daripada yang dicela

Arti peribahasa mengaut laba dengan siku adalah selalu hendak mencari untung sebanyak-banyaknya

Arti peribahasa mengembalikan manikam ke dalam cembulnya adalah memikirkan kembali apa-apa yang telah dikatakan

Arti peribahasa mengendap di balik lalang sehelai adalah menyembunyikan sesuatu atau bersembunyi di tempat yang mudah diketahui orang

Arti peribahasa mengepit kepala harimau adalah menakut-nakuti orang lain

Arti peribahasa menggaut laba dengan siku adalah selalu hendak mencari untung banyak, tidak peduli apakah orang lain akan menderita karena perbuatannya itu

Arti peribahasa menggunting dalam lipatan adalah mencelakakan kawan (saudara dan sebagainya) sendiri

Arti peribahasa menggunting dalam lipatan adalah mencelakakan kawan sendiri

Arti peribahasa menghadapkan bedil pulang adalah merugikan (mencelakakan) keluarga sendiri

Arti peribahasa menghambat kerbau berlabuh adalah mencegah sesuatu yang akan mendatangkan keuntungan atau kesenangan kepada orang

Arti peribahasa mengilan di hati, terkalang di mata adalah terasa (terbayang) dalam hati dan sulit dihilangkan

Arti peribahasa mengorek lubang ulat adalah sengaja mencari alasan untuk bertengkar

Arti peribahasa mengukir langit adalah mengerjakan sesuatu yang sia-sia

Arti peribahasa menjalankan jarum halus adalah mengenakan tipu muslihat yang lain

Arti peribahasa menjilat air liur adalah berbalik memuji sesuatu yang sebelumnya telah dicela. Menjilat air liur juga berarti menarik kembali ucapan (janji dan sebagainya) yang pernah dikatakan

Arti peribahasa menjilat keluan bagai kerbau adalah sangat kecewa karena tak sampai maksudnya

Arti peribahasa menjilat ludah adalah menarik kembali apa yang sudah dikatakan (memuji-muji apa yang dicela atau diumpat)

Arti peribahasa menjilat ludah adalah menarik kembali apa yang telah diucapkan

Arti peribahasa menjual bedil kependekand lawan adalah mencelakakan diri sendiri

Arti peribahasa menjunjung bersenggulung mencencang berlandasan adalah jika ingin melakukan suatu pekerjaan, sediakanlah lebih dahulu alat-alatnya dengan lengkap

Arti peribahasa menohok kawan seiring, menggunting dalam lipatan adalah mencelakakan teman sendiri

Arti peribahasa menunggu angin lalu adalah menunggu dengan sia-sia

Arti peribahasa menunggu laut kering adalah pekerjaan yang sia-sia

Arti peribahasa menyanyikan lagu lama kuno adalah mengutarakan pendapat yang telah usang atau sudah sering dikatakan orang

Arti peribahasa menyeladang bagai panas di padang adalah suatu kejadian yang terjadi secara merata di mana-mana

Arti peribahasa menyelami air dalam tonggak adalah amat sukar mengajuk hati orang

Arti peribahasa menyenduk kuah dalam pengat adalah pekerjaan yang sia-sia

Arti peribahasa menyisip padi dengan ilalang adalah mencampurkan sesuatu yang buruk pada yang baik

Arti peribahasa menyuruk di balik lalang sehelai menyuruk di balik lumbung adalah menyembunyikan sesuatu yang mudah atau sudah diketahui orang

Arti peribahasa menyuruk hilang-hilang, memakan habis-habis adalah menyembunyikan suatu kehendak sesempurna-sempurnanya

Arti peribahasa merapat sambil berlayar berlayar sambil memapan adalah sekali melakukan pekerjaan, dua tiga maksud tercapai

Arti peribahasa merawal memulang bukit, cerana menengah kota adalah sudah nyata sekali ingin mengajukan suatu permintaan

Arti peribahasa merayap-rayap seperti kangkung di ulak jamban adalah cepat berkembang biak

Arti peribahasa miang tergeser kena miang, terlanggar kena rabasnya adalah dikatakan kepada orang yang berkuasa, tidak dapat orang (rakyat) bersalah sedikit pun kepadanya

Arti peribahasa minta tulang kependekand lintah adalah menghendaki sesuatu yang tidak mungkin dapat dipenuhi

Arti peribahasa misai bertaring bagai panglima, sebulan sekali tak membunuh orang adalah rupa saja yang hebat dan garang, tetapi berhati penakut

Arti peribahasa mujur pak belang adalah untung-untungan. Mujur pak belang juga berarti jika hendak mujur, harus menunggu waktu lama

Arti peribahasa mujur sepanjang hari malang sekejap mata adalah jika malang akan menimpa, dalam sesaat saja mungkin terjadi, tetapi jika hendak mujur harus menunggu lama

Arti peribahasa mujur tidak boleh diraih, malang tidak boleh ditolak adalah tidak dapat berbuat apa-apa lagi kalau takdir sudah demikian

Arti peribahasa mulut manis mematahkan tulang adalah perkataan yang lemah lembut dapat menyebabkan orang lain tunduk (menurut)

Arti peribahasa mulut telanjur terdorong emas tantangannya padahannya adalah perkataan (janji) yang sudah diucapkan harus ditepati

Arti peribahasa mumbang jatuh kelapa jatuh adalah semua yang hidup akan mati (tidak memandang umur dan sebagainya)

Arti peribahasa musang terjun, lantai terjungkat adalah terdapat tanda-tanda kejahatan yang telah diperbuat

Arti peribahasa musuh dalam selimut adalah musuh di kalangan sendiri

Arti peribahasa musuh dalam selimut adalah musuh yang amat dekat (dari lingkungan keluarga sendiri dan sebagainya)

Arti peribahasa musuh jangan dicari-cari, bersua jangan dielakkan adalah jangan dicari-cari permusuhan itu, tetapi jika ia datang jangan pula berasa takut

Arti peribahasa orang haus diberi air, orang lapar diberi nasi adalah mendapat apa yang sangat diinginkan

Arti peribahasa orang mandi bersiselam, awak mandi bertimba adalah orang mendapat keuntungan besar berlimpah-limpah, kita mendapat keuntungan kecil saja

Arti peribahasa orang timpang jangan dicacat, ingat-ingat hari belakang adalah kecelakaan yang menimpa seseorang jangan terlalu dibicarakan karena boleh jadi kita mengalami hal yang sama di kemudian hari

Arti peribahasa pacet hendak menjadi ular adalah orang hina (miskin) berlaku sebagai orang besar (kaya). Pacet hendak menjadi ular juga berarti berharapkan yang bukan-bukan

Arti peribahasa padang perahu di lautan, padang hati dipikirkan adalah demikian luas pikiran manusia, berapa banyak pikiran masuk di dalamnya tidak akan penuh

Arti peribahasa padi sekepuk hampa, emas seperti loyang, kerbau sekandang jalang adalah seseorang yang tampak kaya, tetapi sebenarnya miskin

Arti peribahasa pandang jauh dilayangkan, pandang dekat ditukikkan adalah segala sesuatu diperhatikan dan diperiksa dengan saksama

Arti peribahasa pandang jauh dilayangkan, pandang dekat ditukikkan adalah menyelidiki sesuatu secara teliti

Arti peribahasa pandang jauh dilayangkan, pandang dekat ditukikkan adalah memeriksa dengan teliti

Arti peribahasa panjang langkah singkat permintaan adalah sampai ajalnya

Arti peribahasa pasar jalan karena diturut, lancar kaji karena diulang adalah orang dapat mahir sesudah kerap kali mengerjakan sesuatu

Arti peribahasa patah lidah alamat kalah, patah keris alamat mati adalah tidak pandai membela perkaranya (tanda akan kalah dalam berperkara)

Arti peribahasa patah tumbuh hilang berganti adalah yang hilang (mati) selalu ada penggantinya

Arti peribahasa patah tumbuh hilang berganti adalah seorang pemimpin apabila meninggal tentu akan ada penggantinya

Arti peribahasa payah-payah dilamun ombak, tercapai juga tanah tepi adalah setelah beberapa lama menanggung susah, akhirnya tercapai juga cita-citanya

Arti peribahasa pecah menanti sebab, retak menanti belah adalah sekadar menanti kesempatan untuk membalas dendam

Arti peribahasa pecak boleh dilayangkan, bulat boleh digulingkan, batu segiling pecak setepik adalah sudah mendapat kata sepakat untuk melaksanakan suatu pekerjaan

Arti peribahasa pelanduk di cerang rimba pelanduk di dalam cerang adalah sangat gelisah ketakutan

Arti peribahasa pelanduk di dalam cerang di cerang rimba adalah kehilangan akal atau gelisah sekali (karena ketakutan, menghadapi bahaya, dan sebagainya)

Arti peribahasa pelanduk melupakan jerat, tetapi jerat tak melupakan pelanduk adalah orang yang berutang biasanya mudah lupa akan yang berpiutang, sebaliknya yang berpiutang tidak lupa akan orang yang berutang kepadanya

Arti peribahasa pelanduk melupakan jerat, tetapi jerat tidak melupakan pelanduk adalah sudah lupa akan bahaya, tetapi sebenarnya bahaya masih tetap mengancam

Arti peribahasa pelanduk membuang kujajing adalah sesuatu yang aneh dan tidak masuk akal

Arti peribahasa pelepah bawah luruh, pelepah atas jangan gelak adalah ingatlah bahwa sekalian yang hidup akan mati

Arti peribahasa pendekar elak jauh adalah orang yang sangat hati-hati dan senantiasa bersiap mengelakkan bahaya yang mengancam

Arti peribahasa pengaduan berdengar, salah bertimbang adalah keluh kesah mendapat perhatian dari orang yang berkuasa

Arti peribahasa pepat di luar, rancung pancunya di dalam adalah baik (suci dan sebagainya) pada lahirnya, tetapi batinnya (hatinya) jahat

Arti peribahasa pepat kuku seperti bulan tiga hari adalah amat elok bentuk atau tokohnya

Arti peribahasa perang bermalaikat, sabung berjuara adalah Tuhanlah yang menentukan kalah menang

Arti peribahasa pergi berempap, pulang eban adalah pulang pokok (tidak beruntung dan tidak merugi)

Arti peribahasa pergi tempat bertanya, pulang tempat berberita berkenaan dengan orang cerdik pandai adalah jika akan berangkat, hendaklah meminta nasihatnya dahulu, dan jika pulang, hendaklah memberi laporan kepadanya

Arti peribahasa pinang pulang ke tampuknya adalah sudah pada tempatnya. Pinang pulang ke tampuknya juga berarti sudah cocok benar

Arti peribahasa pipinya sebagai pauh dilayang adalah pipinya amat elok

Arti peribahasa pipit menelan jagung adalah mendapat kesusahan karena hendak menyamai orang kaya (besar dan sebagainya)

Arti peribahasa pucuk dicinta ulam tiba hendak ulam pucuk menjulai adalah mendapat sesuatu yang lebih daripada apa yang diharapkan

Arti peribahasa pucuk diremas dengan santan, urat direndam dengan tengguli, lamun peria pahit juga adalah orang yang tabiatnya jahat, sekalipun diberi kekayaan dan pangkat, sifatnya tidak akan berubah

Arti peribahasa pucuk layu disiram hujan adalah orang susah mendapat kesenangan

Arti peribahasa pukat terlabuh, ikan tak dapat adalah pekerjaan yang sia-sia belaka

Arti peribahasa pulau sudah lenyap, daratan sudah tenggelam adalah sudah tidak ada harapan lagi (gagal sama sekali)

Arti peribahasa punggung parang sekalipun jika selalu diasah, akan tajam juga adalah sebodoh-bodoh orang, apabila selalu belajar, akan pandai juga

Arti peribahasa punggur rebah belatuk menumpang mati adalah jika orang yang menjadi pelindung (seperti majikan dan sebagainya) jatuh, anak buahnya pun akan menderita akibatnya

Punggur rebah, belatuk menumpang mati berarti bencana yang menimpa orang besar, orang bawahannya turut terkena akibat buruknya

Arti peribahasa pusat jala pumpunan ikan adalah (menjadi) tempat berkumpul atau menjadi pusat berbagai-bagai hal (urusan). Pusat jala pumpunan ikan juga berarti pusat pemerintahan

Arti peribahasa putih tapaknya lari adalah berlari cepat (karena ketakutan)

Arti peribahasa raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah adalah raja yang adil disayangi dan raja yang zalim dibenci

Arti peribahasa ramai beragam, rimbun menyelara adalah setiap orang mempunyai pendapat dan kegemaran masing-masing

Arti peribahasa rebung tak miang, bemban pula miang adalah orang yang tidak turut campur dalam suatu pekerjaan menjadi susah, tetapi yang patut susah malahan berdiam diri

Arti peribahasa rendah bilang-bilang disuruki, tinggi kayu ara dilangkahi adalah berbuat sesuatu atau menghadapi seseorang hendaklah menurut patutnya

Arti peribahasa rentak sedegam, langkah sepijak adalah seia sekata. Rentak sedegam, langkah sepijak juga berarti mufakat

Arti peribahasa retak menanti belah adalah perselisihan yang akan menjadi perkelahian (perang, perceraian, dan sebagainya)

Arti peribahasa retak menanti belah adalah perkara kecil yang mungkin menjadi besar. Retak menanti belah juga berarti tinggal menantikan timbulnya bencana yang lebih besar (kematian dan sebagainya)

Arti peribahasa rezeki elang tak akan dapat dimakan oleh musang burung pipit adalah setiap orang ada keuntungannya masing-masing

Arti peribahasa ringan tulang, berat perut adalah barang siapa yang rajin bekerja, tentu mendapat rezeki

Arti peribahasa rugi menentang laba, jerih menentang boleh adalah supaya maksud kita tercapai, kita harus mau berusaha (bersusah payah) dahulu

Arti peribahasa rusak bangsa oleh laku adalah biarpun orang berbangsa tinggi, kalau berkelakuan buruk, keturunannya yang tinggi itu tidak akan dihargai orang

Arti peribahasa sakit kepala panjang rambut, patah selera banyak makan adalah lahirnya tidak suka, tetapi sebenarnya suka sekali

Arti peribahasa sakit kepala panjang rambut adalah pura-pura sakit kepala

Arti peribahasa sakit menimpa, sesal terlambat adalah sesudah terlanjur (terjadi), menyesal tidak ada gunanya

Arti peribahasa salah cotok melantingkan adalah jika berbuat salah, harus mau memperbaikinya

Arti peribahasa sambil menyelam minum air adalah mengerjakan dua pekerjaan atau lebih dalam waktu yang bersamaan

Arti peribahasa sambil menyelam minum air adalah menyelesaikan dua tiga pekerjaan sekaligus

Arti peribahasa sambil menyeruduk menyuruk galas lalu adalah sambil bersenang-senang, maksud atau keuntungan tercapai

Arti peribahasa sarap sehelai dituilkan, batu sebuah digulingkan adalah sangat teliti (dalam pemeriksaan)

Arti peribahasa sawah berpematang berpiring ladang berbintalak adalah segala sesuatu ada batasnya

Arti peribahasa sebagai ayam diasak malam adalah tidak berdaya lagi

Arti peribahasa sebagai duri landak adalah kecil dan runcing (tentang jari)

Arti peribahasa searah bertukar jalan adalah sama maksudnya, tetapi berlainan cara mencapainya

Arti peribahasa sebusuk-busuk daging dikincah dimakan juga, seharum-harum tulang dibuang adalah jika keluarga berbuat ulah akan dimarahi, tetapi setelah itu diampuni, jika orang lain berbuat salah tidak dimaafkan sedikit pun juga

Arti peribahasa sedangkan bah kapal tak hanyut, ini pula kemarau panjang adalah sedangkan waktu berpencaharian tidak tercapai maksudnya, apalagi waktu menganggur

Arti peribahasa sedepa jalan ke muka, setelempap jalan ke belakang adalah maju terus untuk sampaikan maksud

Arti peribahasa sedepa jalan ke muka, setelempap jalan ke belakang adalah segala apa pun harus selalu diperhitungkan untung ruginya

Arti peribahasa seekor kerbau berlumpur semuanya berlabur adalah seorang berbuat jahat, seluruh keluarganya beroleh nama yang buruk

Arti peribahasa segala senang hati adalah sangat senang

Arti peribahasa segan bergalah hanyut serantau adalah karena segan berusaha akhirnya merugi besar

Arti peribahasa segan bergalah hanyut serantau adalah jika tidak mau berusaha, (kita) akan mendapat bencana

Arti peribahasa segar dipakai, layu dibuang adalah sesuatu yang dihargai hanya pada waktu baik (bagus) saja

Arti peribahasa segenggam digunungkan, setitik dilautkan adalah sangat dihargai

Arti peribahasa sehabis kelahi teringat silat adalah sesudah persoalan (pekerjaan) selesai, teringat cara yang baik untuk menyelesaikannya

Arti peribahasa sehari selembar benang, lama-lama jadi sehelai kain adalah hal perbuatan orang yang sabar dan tidak lekas putus asa, sedikit demi sedikit lama-lama berhasil juga

Arti peribahasa sehari selembar benang, lama-lama menjadi sehelai kain adalah pekerjaan sulit yang dikerjakan dengan penuh kesabaran, lama-lama akan berhasil juga

Arti peribahasa seiring bertukar jalan sekandang tidak sebau, seia bertukar sebut adalah berlainan pendapat (caranya) meskipun maksudnya sama

Arti peribahasa seiring bertukar jalan, seia bertukar sebut adalah kedua pihak semaksud dan sepaham, tetapi berlain cara melaksanakannya

Arti peribahasa sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui adalah sekali melakukan suatu pekerjaan, beberapa maksud tercapai

Arti peribahasa sekepal menjadi gunung, setitik menjadi laut adalah dari sedikit menjadi banyak. Sekepal menjadi gunung, setitik menjadi laut juga berarti perkara yang kecil dibesar-besarkan

Arti peribahasa sekerat ular sekerat belut adalah orang yang bermuka dua (ikut ke sana kemari)

Arti peribahasa selama enggang mengeram adalah lama sekali

Arti peribahasa selama enggang mengeram adalah lama sekali

Arti peribahasa selama gagak hitam, selama air hilir adalah selama-lamanya

Arti peribahasa selama hayat dikandung badan adalah selama (masih) hidup

Arti peribahasa selama hayat dikandung badan adalah selama masih hidup

Arti peribahasa selama hujan akan panas jua adalah sehabis kesusahan, akhirnya akan datang juga waktu yang baik

Arti peribahasa selama sipatung mandi adalah sebentar sekali

Arti peribahasa selangkas betik berbuah adalah waktu yang singkat

Arti peribahasa selapik seketiduran adalah sangat akrab (tentang persahabatan)

Arti peribahasa selapik seketiduran adalah (sahabat) karib sekali

Arti peribahasa seludang menolakkan mayang adalah memperlihatkan atau kelihatan kecantikannya (isi hatinya, kesombongannya, dan sebagainya)

Arti peribahasa semanis manis gula ada pasir di dalamnya manis-manis gula berpasir jua, sepahit-pahit jadam menjadi obat adalah bujuk rayu yang lemah-lembut adalah berisi tipu dan perkataan yang keras itu kadang-kadang menjadi kebajikan diri

Arti peribahasa sembunyi tuma kepala tersuruk ekor kelihatan adalah merasa tidak ada yang mengetahui, tetapi sebenarnya sudah diketahui orang banyak

Sembunyi tuma kepala tersuruk, ekor kelihatan berarti menutup-nutupi perbuatan jahat yang sudah diketahui orang

Arti peribahasa semisal udang dalam tangguk adalah sedang dalam kesusahan (kesukaran)

Arti peribahasa sendok dan periuk lagi berantuk sendok dengan belanga lagi berlaga adalah sahabat baik (suami istri dan sebagainya) adakalanya berselisih juga

Arti peribahasa sepala-pala mandi biarlah basah adalah mengerjakan sesuatu janganlah tanggung-tanggung

Arti peribahasa sepenggalah matahari naik adalah kira-kira pukul 08.00 atau 09.00

Arti peribahasa sepesan anak, anaknya beranak menggigit pula adalah cepat sekali berkembang biak (bertambah banyak)

Arti peribahasa serigala berbulu domba adalah orang yang kelihatannya bodoh dan penurut, tetapi sebenarnya kejam, jahat, dan curang

Arti peribahasa serigala dengan anggur adalah sikap seseorang yang mencela sesuatu yang sangat diingininya dan berusaha memperolehnya, tetapi gagal

Arti peribahasa sesak berundur-undur, hendak lari malu, hendak menghambat tak lalu adalah sudah tidak dapat melawan, tetapi pura-pura masih sanggup bertahan

Arti peribahasa sesal dahulu yang bertuah, sesal kemudian yang celaka adalah setiap perbuatan hendaklah ditimbang masak-masak agar tidak menyesal

Arti peribahasa sesat surut, terlangkah kembali adalah memperbaiki kesalahan yang telah dibuat

Arti peribahasa sesayat sebelanga juga adalah meskipun sedikit, dianggap sudah cukup juga

Arti peribahasa setapak jangan lalu, setapak jangan surut adalah pendirian harus kuat

Arti peribahasa setempuh lalu, sebondong surut adalah tetap bersatu hati

Arti peribahasa setinggi-tinggi melambung, surutnya ke tanah juga adalah biar ke mana pun perginya, akhirnya pulang ke kampung halaman juga

Arti peribahasa si cebol hendak mencapai bulan bintang adalah menghendaki sesuatu yang mustahil tercapai

Arti peribahasa sia-sia negeri alah adalah pekerjaan yang dilakukan tidak hati-hati mendatangkan kerugian atau bahaya

Arti peribahasa siang bagai hari, terang bagai bulan adalah sudah nyata sekali (tentang kesalahan dan sebagainya). Siang bagai hari, terang bagai bulan juga berarti terang sekali

Arti peribahasa siang bernapas, malam berembun malam berselimut embun, siang bertudung awan adalah sangat miskin (tidak punya rumah)

Arti peribahasa siapa gatal, dialah menggaruk adalah siapa berkehendak dialah yang harus berbuat

Arti peribahasa siapa lama tahan, menang adalah apabila bekerja dengan tekun dan rajin, tidak tergesa-gesa, lama-kelamaan kerja yang sulit sekali pun akan selesai juga dengan baik

Arti peribahasa siapa makan lada, ialah berasa pedas adalah barang siapa yang bersalah akan merasa tersinggung (oleh sindiran dan sebagainya)

Siapa melejang, siapa patah siapa melalah, siapa patah. Siapa melejang, siapa patah siapa melalah, siapa patah; siapa menyuruk, siapa bungkuk juga berarti siapa menyuruk, siapa bungkuk berarti orang yang berkeras hendak berbuat sesuatu, dialah yang harus menanggung kesukarannya (kerugiannya dan sebagainya). Siapa melejang, siapa patah siapa melalah, siapa patah; siapa menyuruk, siapa bungkuk juga berarti pekerjaan yang terburu-buru kelak akan merugikan juga

Arti peribahasa siapa menjala, siapa terjun adalah siapa yang menginginkan sesuatu harus berusaha

Arti peribahasa siapa yang gatal, dialah yang menggaruk adalah orang yang berkehendak (ingin), dialah yang harus berbuat sendiri

Arti peribahasa siapa yang makan cabai, dialah yang berasa pedas kepedasan adalah siapa yang berbuat kurang baik akan merasakan akibatnya

Arti peribahasa siapa yang makan cabai, dialah yang berasa pedas kepedasan adalah siapa yang merasa tersindir berarti telah berbuat seperti yang disindirkan itu

Arti peribahasa silap mata pecah kepala adalah kalau kurang waspada dalam suatu pekerjaanya akhirnya akan binasa

Arti peribahasa silap mata pecah kepala adalah kalau kurang penjagaan dalam suatu pekerjaan yang berbahaya, binasalah akhirnya

Arti peribahasa singkat diulas panjang dikerat adalah mana-mana yang kurang ditambah, sedangkan yang lebih dikurangi (yang kurang baik diperbaiki)

Arti peribahasa sirih pulang ke gagang adalah sudah pada tempatnya. Sirih pulang ke gagang juga berarti kembali seperti semula

Arti peribahasa seperti belanda kesiangan adalah orang yang meniru-niru sikap belanda (pada zaman penjajahan)

Arti peribahasa seperti belanda minta tanah, diberi kuku hendak menggarut adalah apabila seseorang diberi sedikit, ia meminta lebih banyak lagi

Arti peribahasa seperti belanda minta tanah adalah perihal orang yang tamak, diberi sedikit hendak banyak, diberi banyak hendak semuanya

Arti peribahasa seperti api dalam sekam adalah hal-hal tidak baik yang tidak tampak

Arti peribahasa seperti api makan di dalam sekam adalah perasaan cinta kasih (dendam dan sebagainya) yang tersembunyi

Arti peribahasa seperti ayam pulang ke pautan adalah sudah pada tempatnya

Arti peribahasa seperti belut pulang ke lumpur adalah kembali ke tempat yang diinginkan (disenangi)

Arti peribahasa seperti biji saga rambat di atas talam adalah tidak berpendirian tetap. Seperti biji saga rambat di atas talam juga berarti selalu berubah

Arti peribahasa seperti birah dengan keladi adalah hampir sama

Arti peribahasa seperti buah kedempung, di luar berisi di dalam kosong adalah orang yang sombong (banyak cakap), padahal tidak ada kelebihannya

Arti peribahasa seperti bulan kesiangan adalah muka yang sangat pucat

Arti peribahasa seperti burung gagak pulang ke benua adalah keadaan dan sifatnya tetap saja meskipun telah jauh merantau

Arti peribahasa seperti ditempuh gajah lalu adalah suatu hal yang tidak dapat ditutup-tutupi (disembunyikan)

Arti peribahasa seperti elang menyongsong angin adalah tidak gentar menghadapi musuh

Arti peribahasa seperti gadis sudah berlaki adalah anak perawan yang tingkah lakunya kurang baik (pemalas, pengotor, dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti gajah dengan sengkelanya adalah sesuatu yang menyusahkan

Arti peribahasa seperti gula dalam mulut adalah pekerjaan yang sangat mudah. Seperti gula dalam mulut juga berarti sesuatu yang sudah dikuasai

Arti peribahasa seperti ikan dalam air adalah senang sekali

Arti peribahasa seperti ikan dalam belat adalah tidak dapat melepaskan diri lagi (dari tangan musuh)

Arti peribahasa seperti ikan dalam tebat adalah rezeki yang sudah hampir dalam tangan

Arti peribahasa seperti janggut pulang ke dagu adalah kena pada tempatnya

Arti peribahasa seperti janggut pulang ke dagu adalah sudah pada tempatnya

Arti peribahasa seperti keroncor dengan belangkas adalah sangat karib (tentang persahabatan)

Arti peribahasa seperti ketiak ular, panjang lanjut tidak putus-putusnya adalah tidak berketentuan (baik buruknya)

Arti peribahasa seperti lampu kekurangan minyak adalah perihal seseorang yang hidup nya sangat melarat. Seperti lampu kekurangan minyak juga berarti perihal seseorang yang penyakitnya sudah sangat parah (sudah hampir mati)

Arti peribahasa seperti limau masak seulas adalah (orang) yang menonjol di antara saudara-saudaranya (lebih pandai, kaya, dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti memegang tali layang-layang adalah orang berkuasa (kaya) yang dapat berbuat sekehendak hatinya terhadap orang lemah

Arti peribahasa seperti menangkap ikan dalam belanga adalah sesuatu yang sudah pasti akan didapat

Arti peribahasa seperti mengilang manau adalah perbuatan yang sukar dilaksanakan. Seperti mengilang manau juga berarti sukar sekali

Arti peribahasa seperti misai pulang ke bibir adalah pulang ke asalnya. Seperti misai pulang ke bibir juga berarti sudah pada tempatnya

Arti peribahasa seperti orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak adalah seseorang yang daif yang tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan makin susah

Arti peribahasa seperti pikat kehilangan mata adalah bingung tidak keruan. Seperti pikat kehilangan mata juga berarti kehilangan akal

Arti peribahasa seperti pinang dibelah dua adalah (dua orang yang) serupa benar

Arti peribahasa seperti pinang pulang ke tampuknya adalah sudah pada tempatnya. Seperti pinang pulang ke tampuknya juga berarti sudah cocok

Arti peribahasa seperti pinggan dengan mangkuk salah sedikit hendak berantuk adalah perselisihan antara suami istri atau kaum keluarga merupakan hal yang biasa

Arti peribahasa seperti pipit menelan jagung adalah hendak menyama-nyamai orang yang tinggi pangkatnya (martabatnya dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti pungguk merindukan bulan adalah seseorang yang merindukan kekasihnya, tetapi cintanya tidak terbalas

Arti peribahasa seperti sebuah biji tersesat dalam rumput adalah orang yang hina tidak kelihatan oleh orang

Arti peribahasa seperti sebuah biji tersesat dalam rumput adalah sesuatu yang kecil

Arti peribahasa seperti sengkalan tak sudah adalah buruk sekali (rupa dll)

Arti peribahasa seperti siang dengan malam adalah jauh (banyak) bedanya

Arti peribahasa seperti ular kena bedal palu, pukul adalah tidak tenang (karena marah dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti ular mengutik-ngutik ekor adalah bergerak terus dengan gelisah (karena marah dan sebagainya)

Arti peribahasa suarang ditagih, sekutu dibelah adalah harta milik bersama atau persekutuan dibagi sebagaimana mestinya apabila suami istri atau orang berekanan bercerai atau berpisah

Arti peribahasa suaranya seperti membelah betung adalah suaranya tidak enak pada pendengaran (karena terlalu kuat dan sebagainya)

Arti peribahasa sudah arang-arang hendak minyak pula adalah sesudah dicemarkan nama seseorang, hendak bermanis-manis pula kepada orang itu

Arti peribahasa sudah bertarah berdongkol pula adalah sesudah perkara yang satu dibereskan, timbul lagi perkara yang lain

Arti peribahasa sudah dapat gading bertuah, tanduk tiada berguna lagi adalah setelah mendapatkan yang lebih baik, yang kurang baik ditinggalkan

Arti peribahasa sudah dieban dihela pula adalah menderita berbagai-bagai kemalangan (kecelakaan dan sebagainya) terus-menerus

Arti peribahasa sudah diheban dihela pula adalah menderita berbagai kecelakaan terus-menerus

Arti peribahasa sudah dikecek, dikecong pula adalah dua kali tertipu

Arti peribahasa sudah gaharu cendana pula sudah tahu bertanya pula adalah pura-pura tidak tahu

Arti peribahasa sudah genap bilangannya adalah sudah sampai ajalnya

Arti peribahasa sudah lulus maka hendak melantai adalah sudah celaka baru ingat

Arti peribahasa sudah makan, bismilah adalah suatu pekerjaan atau rundingan yang dilakukan terbalik, jadi tidak mengikuti aturan

Arti peribahasa sudah mengilang membajak pula adalah tidak henti-hentinya bekerja (menderita kesusahan dan sebagainya)

Arti peribahasa sudah panas berbaju pula adalah orang yang sedang dalam keadaan susah bertambah susah karena peristiwa yang menimpanya

Arti peribahasa sudah panjang langkahnya adalah sudah meninggal

Arti peribahasa sudah terlalu hilir malam, apa hendak dikata lagi adalah perbuatan salah yang telanjur

Arti peribahasa sudu-sudu di tepi jalan dipanjat kena durinya, disinggung kena rabasnya, ditakik kena getahnya adalah orang yang tidak dapat dikalahkan

Arti peribahasa sumbing melukai, retak melampaui tara garis adalah kesalahan besar

Arti peribahasa sungguhpun kawat yang dibentuk, ikan di laut yang diadang adalah sungguhpun tampaknya tidak ada suatu maksud, tetapi ada juga yang dituju

Arti peribahasa syariat palu-memalu, hakikat balas-membalas adalah baik dibalas dengan baik, jahat dibalas dengan jahat

Arti peribahasa syariat palu-memalu, pada hakikatnya adalah balas-membalas adalah kebaikan harus dibalas dengan kebaikan

Arti peribahasa tabuhan meminang anak labah-labah adalah tidak seimbang (tentang perjodohan)

Arti peribahasa tahan jerat sorong kepala adalah hendak mencelakakan orang lain akhirnya dia sendiri yang mendapat celaka

Arti peribahasa tahu di dalam lubuk adalah tahu benar akan seluk beluk suatu perkara

Arti peribahasa tak ada guruh bagi orang pekak, tak ada kilat bagi orang buta adalah bagi orang yang sangat bodoh pidato yang bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya

Arti peribahasa tak ada laut yang tak berombak adalah setiap pekerjaan (usaha) selalu ada risiko dan kesukarannya

Arti peribahasa tak air talang dipancung adalah tidak segan melakukan apa saja untuk mencapai maksudnya

Arti peribahasa tak akan takkan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah dia adalah jangan tergesa-gesa dalam mengerjakan (mencapai) sesuatu yang telah pasti

Arti peribahasa tak akan terlawan buaya menyelam adalah orang pandai (kaya, berkuasa) tidak mungkin dapat dilawan

Arti peribahasa tak beban batu digalas tiada beban mencari beban adalah sudah senang mencari kesusahan (kesukaran)

Arti peribahasa tak berkain sehelai benang adalah serba kekurangan (miskin sekali)

Arti peribahasa tak kan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah dia adalah sesuatu yang sudah pasti (diperoleh) sehingga tidak perlu tergopoh-gopoh (diburu-buru) benar dalam mengerjakannya

Arti peribahasa tak lapuk di hujan, tak lekang di panas adalah tetap selamanya. Tak lapuk di hujan, tak lekang di panas juga berarti tidak mengalami perubahan

Arti peribahasa tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan adalah tetap tidak berubah selamanya (tentang adat)

Arti peribahasa tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan adalah tetap tidak berubah

Arti peribahasa tak putus dirundung malang adalah tiada putusnya, tiada henti-hentinya mendapat celaka

Arti peribahasa tak sungguh seluang melaut, akhirnya balik ke tepi juga adalah tidak betah tinggal di perantauan. Tak sungguh seluang melaut, akhirnya balik ke tepi juga juga berarti orang yang meninggalkan kaumnya (keluarganya), tetapi akhirnya kembali juga

Arti peribahasa tak tanduk telinga dipulas adalah tindakan apa pun dilakukan asal dapat merugikan lawan (membalas dendam)

Arti peribahasa tak tentu kepala ekornya adalah tak tentu ujung pangkalnya

Arti peribahasa tak terkayuhkan lagi biduk hilir adalah sudah lemah sekali (tak kuasa lagi melanjutkan usaha)

Arti peribahasa takut akan lumpur, lari ke duri adalah menghindarkan diri dari kesusahan yang kecil, jatuh ke dalam kesusahan yang lebih besar

Arti peribahasa takut titik lalu tumpah adalah karena segan merugi sedikit, jadi menderita kerugian besar

Arti peribahasa talam dua muka adalah bermuka dua. Talam dua muka juga berarti mendua hati

Arti peribahasa tali busur tidak selamanya dapat diregang adalah orang tidak selamanya bekerja terus-menerus, tetapi mesti ada istirahatnya

Arti peribahasa tampak tembelangnya adalah kelihatan kebusukannya (kekurangannya, kejahatannya, dan sebagainya)

Arti peribahasa tanam lalang tak akan tumbuh padi adalah melakukan kejahatan, kejahatan juga balasnya

Arti peribahasa tanduk di kepala tak dapat digelengkan adalah tidak dapat mengelakkan diri dari kewajiban yang harus dikerjakan

Arti peribahasa tarik muka dua belas adalah perihal orang yang sangat kecewa dan kelihatan selalu kesal

Arti peribahasa tarik muka dua belas adalah menunjukkan air muka yang tidak keruan. Tarik muka dua belas juga berarti kecewa atau kesal

Arti peribahasa taruh beras dalam padi adalah menyimpan rahasia baik-baik

Arti peribahasa telaga di bawah gunung adalah perempuan yang mendatangkan untung kepada suaminya

Arti peribahasa telaga mencari timba adalah perempuan mencari laki-laki

Arti peribahasa telah berasap hidungnya adalah telah memperoleh keuntungan setelah lama menderita kekurangan

Arti peribahasa telah busuk maka dipeda adalah berbuat sesuatu yang telah terlambat

Arti peribahasa telah dapat gading bertuah, terbuang tanduk kerbau mati adalah karena mendapat yang lebih baik, yang lama atau yang kurang baik dibuang

Arti peribahasa telah dijual, maka dibeli adalah pikirkan masak-masak sebelum mengerjakan sesuatu

Arti peribahasa telah habis maka dimakan adalah sewaktu ada pencaharian, jangan diganggu harta simpanannya, tetapi apabila tiada pencaharian lagi, barulah dipergunakan harta simpanan itu

Arti peribahasa telah jadi indarus adalah telah kalah. Telah jadi indarus juga berarti kalah main (judi dan sebagainya)

Arti peribahasa telah karam maka bertimba adalah baru ingat atau menyesal sesudah menderita kemalangan

Arti peribahasa telah mati yang bergading adalah telah meninggal orang yang berkuasa (disegani)

Arti peribahasa telah mengguncang girik adalah sudah tua sekali

Arti peribahasa telah meraba-raba tepi kain adalah sudah sakit payah. Telah meraba-raba tepi kain juga berarti sudah hampir meninggal

Arti peribahasa telah penuh sebagai bersukat adalah habis kesabaran

Arti peribahasa teluknya dalam, rantaunya sakti adalah tidak mudah dikalahkan

Arti peribahasa tempayan tertiarap dalam air adalah orang yang tidak mau mendengarkan nasihat (pengajaran)

Arti peribahasa tepuk berbalas, alang berjawat adalah perbuatan jahat dibalas dengan kejahatan, kebaikan dibalas dengan kebaikan

Arti peribahasa teralang-alang bagaikan sampah dalam mata adalah hinaan dan sebagainya yang selalu teringat dan terasa di dalam hati

Arti peribahasa terang bagai bulan adalah sudah nyata sekali (tentang kesalahan). Terang bagai bulan juga berarti terang sekali

Arti peribahasa teras terunjam, gubal melayang adalah penduduk asli akan tetap tinggal di negerinya apabila orang asing pergi

Arti peribahasa terbulang ayam betina adalah orang yang disangka berani dan sebagainya, ternyata tidak

Arti peribahasa tercincang puar bergerak andilau adalah jika seseorang dihina, tentu keluarga atau kaumnya akan turut tersinggung juga

Arti peribahasa terkalang di mata, terasa di hati adalah ada sesuatu yang akan dikemukakan, tetapi belum tersampaikan (terkatakan)

Arti peribahasa terlampau dikadang mentah adalah karena terlampau diperbagus, sebaliknya malahan menjadi buruk

Arti peribahasa terlampau panggang angus adalah kalau terlampau meninggi-ninggikan diri, akhirnya akan jatuh juga

Arti peribahasa tersesak undang kependekand yang runcing tiada dapat bertenggang lagi adalah habis akal budi (bicara). Tersesak undang kependekand yang runcing tiada dapat bertenggang lagi juga berarti habis ikhtiar sehingga tidak dapat berupaya lagi

Arti peribahasa tertangkap di ikan kalang adalah berhadapan dengan orang pandai, kaya, berani, dan sebagainya

Arti peribahasa tertimbun dikais, terbenam diselam adalah suatu hal (perkara) yang tersembunyi, diperiksa dan diselidiki dengan cermat

Arti peribahasa tiada beban batu digalas adalah mencari kesukaran (kesusahan)

Arti peribahasa tiada raja menolak sembah adalah tidak ada orang yang tidak suka dihormati

Arti peribahasa tiada terempang peluru oleh lalang adalah kehendak orang yang berkuasa tidak tertahan oleh orang yang lemah

Arti peribahasa tidak hujan lagi becek, ini pula hujan adalah sedangkan kita tidak berbuat saja disangka orang, terlebih pula kalau kita benar-benar berbuat

Arti peribahasa tidak mati oleh belanda adalah seseorang yang sangat kaya sekalipun dagangannya rugi, ia tidak akan jatuh miskin

Arti peribahasa tidur bertilam air mata adalah sangat sedih karena merindukan kekasih

Arti peribahasa tidur bertilam pasir adalah tidur di mana saja (karena tidak bertempat tinggal)

Arti peribahasa tidur di atas miang enjelai adalah tidak dapat tenang (selalu gelisah)

Arti peribahasa tidur tak lelap, makan tak kenyang adalah sangat gelisah (karena bersusah hati, banyak pikiran, dan sebagainya)

Arti peribahasa timur beralih ke sebelah barat adalah laki-laki yang menurut pada perintah istrinya

Arti peribahasa tinggal kelopak salak adalah sangat papa. Tinggal kelopak salak juga berarti sangat miskin

Arti peribahasa tinggal sehelai sepinggang adalah tinggal pakaian yang melekat pada tubuhnya. Tinggal sehelai sepinggang juga berarti menjadi miskin

Arti peribahasa tinggi gelepur rendah laga adalah banyak cakapnya, tetapi tidak ada isinya (hasilnya, pekerjaannya). Tinggi gelepur rendah laga juga berarti sombong

Arti peribahasa tingkalak menghadap mudik, lukah menghadap hilir adalah segala sesuatu menurut adatnya (sifatnya, kelazimannya)

Arti peribahasa tohok raja tidak dapat dielakkan adalah sukar menolak kehendak orang yang berkuasa

Arti peribahasa tolak tangga berayun kaki adalah membuang kehidupan yang sudah enak

Arti peribahasa tua-tua keladi kelapa adalah dikatakan kepada orang yang makin tua makin baik atau makin buruk (kelakuannya)

Arti peribahasa tua-tua keladi kelapa adalah dikatakan kepada orang yang makin tua makin baik atau makin buruk (kelakuannya)

Arti peribahasa tuah anjing, celaka kuda adalah nasib manusia tidak sama, ada yang beruntung dan ada pula yang celaka (tidak beruntung)

Arti peribahasa tuah melambung tinggi, celaka menimpa, celaka sebesar gunung adalah berilmu tinggi, tetapi tidak mempunyai pekerjaan yang tetap sehingga hidupnya selalu susah juga

Arti peribahasa tuak terbeli, tunjang hilang adalah mendapat celaka (kekecewaan dan sebagainya)

Arti peribahasa tuak terbeli, tunjang hilang adalah mendapat celaka (kekecewaan dan sebagainya)

Arti peribahasa tunggang hilang berani mati adalah tidak takut apa pun

Arti peribahasa udang dalam tangguk adalah sangat gelisah (susah dan sebagainya)

Arti peribahasa ulam mencari sambal adalah perempuan yang mencari laki-laki

Arti peribahasa ular menyusur akar adalah merendahkan diri, tetapi tidak turun martabatnya

Arti peribahasa untung sabut timbul, untung batu tenggelam adalah untung-untungan

Arti peribahasa untung sabut timbul, untung batu tenggelam adalah tidak ada orang yang dapat menghindari nasibnya

Arti peribahasa untung sabut timbul, untung batu tenggelam adalah untung-untungan

Arti peribahasa untung sabut timbul, untung batu tenggelam adalah tidak seorang pun yang dapat menghindari nasibnya

Arti peribahasa upah lalu bandar tak masuk adalah tidak mendatangkan hasil sedikit pun

Arti peribahasa usang dibarui, lapuk dikajangi adalah mana-mana yang kurang baik diperbaiki

Arti peribahasa utang selilit sebelit pinggang utang tiap helai bulu adalah utangnya banyak sekali

Arti peribahasa wau melawan angin adalah perbuatan yang sia-sia

Arti peribahasa yang bulat datang bergolek, yang pipih datang melayang adalah keun-tungan (kesenangan dan sebagainya) datang dari mana-mana

Arti peribahasa yang lahir menunjukkan yang batin adalah kelakuan orang menunjukkan tabiatnya atau perasaan hatinya

Arti peribahasa yang terbujur lalu, yang terlintang patah adalah siapa yang tidak melawan akan selamat, yang menentang akan binasa (sesuatu yang harus diturut)

Demikian arti kata la di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih

Pencarian

Arti Antonim Sinonim Rima