Rizky
RizkySeseorang noobgrammer sekaligus mobile gamer yang selalu tertarik dengan perkembangan teknologi.

Arti Kata Mengeper Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

gambar mengeper ilustrasi

Arti mengeper - Mengeper memiliki 2 arti. Mengeper berasal dari kata dasar per. Mengeper memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga mengeper dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya. Mengeper termasuk dalam ragam bahasa cakapan.

Daftar isi


Daftar arti kata mengeper

Dasar: per
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: verba
Ragam: -
Lain: -
Arti kata mengeper adalah bergerak turun naik seperti per yang ditekan dan dilepas kembali

Dasar: per
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: verba
Ragam: cakapan
Lain: -
Arti kata mengeper adalah menjadi takut. Mengeper juga berarti menjadi kecut
Contoh: Komplotan penjahat itu mengeper kepada aparat keamanan sejak tertangkapnya salah seorang jagoannya

Daftar arti kata per

Arti kata per adalah menjadikan atau membuat menjadi
Contoh: Perindah, perjelas

Arti kata per adalah membagi menjadi
Contoh: Perdua, pertiga

Arti kata per adalah melakukan
Contoh: Perbuat

Arti kata per adalah memanggil atau menganggap
Contoh: Perbudak, pertuan

Arti kata per adalah yang memiliki
Contoh: Persegi, pemalu

Arti kata per adalah yang menghasilkan
Contoh: Pedaging, petelur

Arti kata per adalah yang biasa melakukan (sebagai profesi, kegemaran, kebiasaan)
Contoh: Pertapa, petinju, pelajar

Arti kata per adalah yang melakukan pekerjaan mengenai diri
Contoh: Peubah

Arti kata per adalah yang dikenai tindakan
Contoh: Pesuruh, petatar

Arti kata per adalah orang yang biasa bekerja di
Contoh: Pelaut, peladang

Arti kata per adalah orang yang gemar
Contoh: Perokok, pendaki gunung

Per berarti tiap-tiap
Contoh: Mobil ini dapat mencapai seratus lima puluh kilometer per jam

Per berarti pegas
Contoh: Per arloji

Per berarti demi (satu-satu)
Contoh: Satu per satu mereka masuk ke kelas

Per berarti bola lampu listrik. Per juga berarti bohlam

Per berarti mulai. Per juga berarti sejak
Contoh: Peraturan itu berlaku per 1 april tahun ini

Per berarti bagi (dalam angka pecahan)
Contoh: Dua perlima, tiga perempat

Per berarti dengan (memakai, menggunakan, dan sebagainya)
Contoh: Dia menghubungi saudaranya per tele

Daftar kata dengan kata dasar per

Arti kata berper adalah memakai per
Contoh: Ia membeli kursi kulit yang berper

Arti kata mengeper adalah bergerak turun naik seperti per yang ditekan dan dilepas kembali

Arti kata mengeper adalah menjadi takut. Mengeper juga berarti menjadi kecut
Contoh: Komplotan penjahat itu mengeper kepada aparat keamanan sejak tertangkapnya salah seorang jagoannya

Daftar istilah dengan kata dasar per

Arti istilah per kapita adalah rata-rata setiap orang

Arti istilah per keong adalah pegas berbentuk spiral
Contoh: Per keong keong pun konon sudah dibuat dari plastik

Daftar peribahasa dengan kata per

Arti peribahasa seperti abu di atas tanggul adalah tidak tetap kedudukannya (sewaktu-waktu dapat dipecat dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti anjing terpanggang ekor adalah mendapat kesusahan yang amat sangat sehingga tidak keruan tingkah lakunya

Arti peribahasa seperti disalak anjing bertuah adalah tidak dapat bertangguh lagi

Arti peribahasa adat periuk berkerak, adat lesung berdedak adalah jika seseorang ingin beroleh keuntungan dalam suatu pekerjaan, hendaklah ia dapat menanggung kesusahan

Arti peribahasa atap rumbia ijuk perabung upih adalah barang yang baik bercampur dengan barang yang buruk

Arti peribahasa bagai perian pecah adalah suara yang sember (tidak merdu)

Arti peribahasa bagai pintu tak berpasak, bagai perahu tak berkemudi adalah sesuatu yang membahayakan

Arti peribahasa bagai si kudung pergi berbelut adalah pekerjaan yang dilaksanakan tidak berdasarkan kemampuan akan sia-sia

Arti peribahasa barang siapa menggali lubang, ia akan terperosok ke dalamnya adalah siapa yang berniat (berbuat) jahat terhadap orang lain akan mendapat kecelakaan sendiri

Arti peribahasa berhitung nasib peruntungan adalah membicarakan nasib

Arti peribahasa bersawah seperempat piring, ke sawah sama dengan orang adalah orang miskin yang bertingkah laku sebagai orang kaya

Arti peribahasa berserah perkabaran adalah sudah memercayakan sesuatu kepada orang, tetapi masih mengawasinya juga (jadi, tidak percaya sungguh-sungguh)

Arti peribahasa besar kayu besar bahannya besar periuk besar keraknya adalah banyak penghasilan banyak pula belanjanya

Arti peribahasa besar kayu besar bahannya besar periuk besar keraknya adalah banyak penghasilan banyak pula belanjanya

Arti peribahasa besar periuk besar kerak adalah makin banyak pendapatan, makin banyak pula pengeluaran

Arti peribahasa bunga dipetik perdu ditendang bunganya dipersunting, pangkalnya diberaki adalah hanya mau mengambil keuntungan saja (misalnya istri dikasihi, mertua dibenci)

Arti peribahasa bunyi perempuan di air adalah ramai (gaduh sekali)

Arti peribahasa buruk perahu, buruk pangkalan adalah tidak sudi lagi menginjak rumah bekas istrinya atau tempat bekerja yang telah ditinggalkan

Arti peribahasa dianjungkan seperti payung, ditambak seperti kasur adalah sangat. Dianjungkan seperti payung, ditambak seperti kasur juga berarti dimuliakan

Arti peribahasa enak lauk dikunyah-kunyah, enak kata diperkatakan adalah merundingkan sesuatu hendaknya berkali-kali supaya hasilnya baik

Arti peribahasa gamak-gamak seperti menyambal adalah hanya dengan coba-coba atau kira-kira saja

Arti peribahasa geleng seperti patung kenyang adalah berjalan dengan sombong. Geleng seperti patung kenyang juga berarti cong-kak

Arti peribahasa habis perkara,nasi sudah menjadi bubur adalah tidak ada gunanya dibicarakan lagi

Arti peribahasa hidung laksana kuntum seroja, dada seperti mawar merekah adalah perihal menyatakan keelokan bentuk hidung dan dada perempuan

Arti peribahasa hidung seperti dasun tunggal adalah bentuk hidung yang bagus, bulat di muka dan lancip ke belakang. Hidung seperti dasun tunggal juga berarti mancung

Arti peribahasa hidup seperti musang adalah tentang orang jahat (pencuri) yang pada siang hari tidak kelihatan tetapi pada malam hari merayap mencari mangsanya

Arti peribahasa hitam seperti dawat adalah hitam berkilat-kilat

Arti peribahasa hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri hujan keris lembing di negeri kita, hujan emas perak di negeri orang, baik adalah sebaik-baik negeri orang tidak sebaik negeri sendiri

Arti peribahasa hujan panas permainan hari, senang susah permainan hidup adalah telah biasa bahwa kehidupan manusia ada kalanya susah, ada kalanya senang

Arti peribahasa izin prinsiperibahasaank adalah izin yang diberikan dalam rangka persetujuan untuk melakukan persiapan pendirian bank umum

Arti peribahasa jangan diperlebar timba ke perigi, kalau tak putus, genting adalah jangan diulang-ulang perbuatan yang jahat, lambat laun akan mendapat bencana jua

Arti peribahasa jangan diperlelarkan timba perigi, kalau tak putus genting adalah kejahatan itu jika diulang-ulang akhirnya mencelakakan juga

Arti peribahasa keperagawatian santan di kuku adalah mencari keuntungan dengan jalan yang sukar sekali

Arti peribahasa kucing pergi tikus menari adalah jika kepala (kantor, perusahaan, dan sebagainya) pergi bawahannya bersuka ria

Arti peribahasa kundur tidak melata pergi, labu tidak melata mari adalah persetujuan atau persahabatan harus datang dari kedua belah pihak

Arti peribahasa kusut diselesaikan, keruh diperjernih adalah perselisihan hendaklah diselesaikan secara baik-baik

Arti peribahasa lengan seperti sulur bakung adalah lengan yang halus di ujung, besar di tengah, dan bulat di pangkalnya

Arti peribahasa limau masak sebelah, perahu karam sekerat adalah aturan (hukum dan sebagainya) yang tidak adil, membeda-bedakan golongan, kedudukan, dan sebagainya, tidak sama rata

Arti peribahasa lopak jadi perigi adalah naik derajat (orang miskin menjadi kaya dan sebagainya)

Arti peribahasa lupak jadi perigi adalah naik derajat (kedudukan) seperti orang miskin menjadi kaya

Arti peribahasa malu berkayuh, perahu hanyut adalah kalau segan berusaha tidak akan mendapat kemajuan

Arti peribahasa malu makan perut lapar adalah kalau tidak mau berikhtiar, tidak akan mendapat kemajuan

Arti peribahasa mandi berlenggang perut adalah upacara selamatan dan mandi pada waktu hamil tujuh bulan

Arti peribahasa manis mulutnya bercakap seperti sautan manisan, di dalam bagai empedu adalah mulut manis (perkataan yang manis-manis) biasanya berisi tipu semu di dalamnya

Arti peribahasa manis seperti gula derawa, manis bagai gula jawa adalah berpatutan, ibarat dua orang suami-istri yang sama elok rupanya

Arti peribahasa masin lidahnya perkataanya adalah perkataannya selalu dituruti (dikabulkan) orang

Arti peribahasa masin lidahnya perkataanya adalah pandai berkata-kata

Arti peribahasa mata memandang apa hendak sakit, bahu memikul timpa perasaan seberapa berat mata menentang, berat jua bahu memikul adalah berapa jua susah orang melihat suatu penderitaan yang ditanggung oleh orang lain, terlebih susah jua orang yang menanggungnya

Arti peribahasa memperlapang kandang musang, mempersempit kandang ayam adalah memberi kesempatan baik kepada orang yang bermaksud jahat

Arti peribahasa mempertinggi semangat anjing adalah memperbaiki nama orang jahat (tentu sia-sia)

Arti peribahasa mempertinggi tempat jatuh, memperdalam tempat kena adalah sengaja membesar-besarkan kesalahan sendiri sehingga mendapat hukuman (kerugian) yang berat

Arti peribahasa mengisi perian bubus adalah pekerjaan yang sia-sia

Arti peribahasa menumbuk di lesung, bertanak di periuk adalah adat itu berdasar pada kebiasaan yang sudah semestinya

Arti peribahasa menumbuk di periuk, bertanak di lesung adalah melakukan sesuatu yang menyalahi kebiasaan

Arti peribahasa merayap-rayap seperti kangkung di ulak jamban adalah cepat berkembang biak

Arti peribahasa merdesa di perut kenyang adalah adat yang halus hanya dapat dilakukan apabila orang berkecukupan atau kaya

Arti peribahasa minyak duyung perendang duyung minyak kita jua yang digorengkannya adalah seseorang yang telah menghabiskan harta tuannya

Arti peribahasa mulut manis jangan percaya, lepas dari tangan jangan diharap adalah jangan percaya kepada orang yang manis perkataannya, barang atau uang yang dipinjamkan kepada orang yang bersifat demikian, tidak dapat diharapkan kembali lagi

Arti peribahasa orang pembuat periuk, bertanak di tembikar adalah yang membuatnya sendiri biasanya tidak memakai buatannya yang baik, melainkan memakai buatannya yang buruk-buruk

Arti peribahasa padang perahu di lautan, padang hati dipikirkan adalah demikian luas pikiran manusia, berapa banyak pikiran masuk di dalamnya tidak akan penuh

Arti peribahasa padi sekepuk hampa, emas seperti loyang, kerbau sekandang jalang adalah seseorang yang tampak kaya, tetapi sebenarnya miskin

Arti peribahasa panjang langkah singkat permintaan adalah sampai ajalnya

Arti peribahasa pengayuh sama di tangan, perahu sama di air adalah tidak perlu takut-takut (rendah diri) karena sama kekuatannya

Arti peribahasa pepat kuku seperti bulan tiga hari adalah amat elok bentuk atau tokohnya

Arti peribahasa perahu bertambatan, dagang bertepatan adalah usaha dagang yang teratur dan sesuai tempatnya

Arti peribahasa perahu papan bermuat intan adalah sesuatu yang tidak layak diperjodohkan

Arti peribahasa perahu sudah di tangan, perahu sudah di air adalah sudah siap sedia segala keperluan untuk melakukan suatu pekerjaan

Arti peribahasa perang bermalaikat, sabung berjuara adalah Tuhanlah yang menentukan kalah menang

Arti peribahasa pergi berempap, pulang eban adalah pulang pokok (tidak beruntung dan tidak merugi)

Arti peribahasa pergi tempat bertanya, pulang tempat berberita berkenaan dengan orang cerdik pandai adalah jika akan berangkat, hendaklah meminta nasihatnya dahulu, dan jika pulang, hendaklah memberi laporan kepadanya

Arti peribahasa perkawinan tempat mati adalah perkawinan yang sungguh-sungguh dilakukan sesuai dengan cita-cita hidup berumah tangga yang bahagia

Arti peribahasa permata lekat di pangkur adalah tidak pada tempatnya

Arti peribahasa perut panjang sejengkal adalah merasa kecewa (tidak senang)

Arti peribahasa pucat seperti mayat adalah sangat pucat, pucat pasi

Arti peribahasa pucuk diremas dengan santan, urat direndam dengan tengguli, lamun peria pahit juga adalah orang yang tabiatnya jahat, sekalipun diberi kekayaan dan pangkat, sifatnya tidak akan berubah

Arti peribahasa ringan tulang, berat perut adalah barang siapa yang rajin bekerja, tentu mendapat rezeki

Arti peribahasa segan malu mengayuh perahu hanyut adalah kalau segan berusaha, akan mendapat susah nantinya

Arti peribahasa sendok dan periuk lagi berantuk sendok dengan belanga lagi berlaga adalah sahabat baik (suami istri dan sebagainya) adakalanya berselisih juga

Arti peribahasa seperlunya maka hendak menutup lubang adalah sesudah mendapat celaka, baru ingat akan ikhtiar

Arti peribahasa seperti katak di bawah tempurung adalah sangat picik pengetahuannya. Seperti katak di bawah tempurung juga berarti kurang luas pandangannya

Arti peribahasa seperti belanda kesiangan adalah orang yang meniru-niru sikap belanda (pada zaman penjajahan)

Arti peribahasa seperti belanda minta tanah, diberi kuku hendak menggarut adalah apabila seseorang diberi sedikit, ia meminta lebih banyak lagi

Arti peribahasa seperti belanda minta tanah adalah perihal orang yang tamak, diberi sedikit hendak banyak, diberi banyak hendak semuanya

Arti peribahasa seperti cina karam adalah riuh rendah. Seperti cina karam juga berarti hiruk-pikuk

Arti peribahasa seperti air basuh tangan adalah sesuatu yang mudah didapat

Arti peribahasa seperti anjing bercawat ekor adalah pergi atau menghindar karena malu dan sebagainya

Arti peribahasa seperti antan pencungkil duri adalah pekerjaan atau usaha yang sia-sia

Arti peribahasa seperti api dalam sekam adalah hal-hal tidak baik yang tidak tampak

Arti peribahasa seperti api makan di dalam sekam adalah perasaan cinta kasih (dendam dan sebagainya) yang tersembunyi

Arti peribahasa seperti ayam pulang ke pautan adalah sudah pada tempatnya

Arti peribahasa seperti batang mengkudu, dahulu buah daripada bunga adalah perihal orang yang mau lekas marah sebelum diketahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahinya

Arti peribahasa seperti baung dipukul adalah menjerit-jerit

Arti peribahasa seperti belut pulang ke lumpur adalah kembali ke tempat yang diinginkan (disenangi)

Arti peribahasa seperti beranak besar hidung adalah perihal seseorang yang sebentar-sebentar menengok atau memperlihatkan barang yang baru diperolehnya

Arti peribahasa seperti bertih direndang adalah berdetusan tidak henti-hentinya (bunyi senapan dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti biji saga rambat di atas talam adalah tidak berpendirian tetap. Seperti biji saga rambat di atas talam juga berarti selalu berubah

Arti peribahasa seperti birah dengan keladi adalah hampir sama

Arti peribahasa seperti birah tidak berurat adalah sangat malas (sebentar-sebentar berbaring dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti birah tumbuh di tepi lesung adalah lekas subur (besar)

Arti peribahasa seperti bisai makan sepinggan adalah berpatutan (sesuai) benar

Arti peribahasa seperti buah kedempung, di luar berisi di dalam kosong adalah orang yang sombong (banyak cakap), padahal tidak ada kelebihannya

Arti peribahasa seperti bujuk lepas dari bubu adalah menghilang cepat setelah lepas dari bahaya

Arti peribahasa seperti buku gaharu adalah baru memperlihatkan keunggulannya apa-bila perlu

Arti peribahasa seperti bulan kesiangan adalah muka yang sangat pucat

Arti peribahasa seperti burung gagak pulang ke benua adalah keadaan dan sifatnya tetap saja meskipun telah jauh merantau

Arti peribahasa seperti cacing kepanasan adalah tidak tenang, selalu gelisah (karena susah, malu)

Arti peribahasa seperti cembul dengan tutupnya dapat tutupnya adalah cocok sekali. Seperti cembul dengan tutupnya dapat tutupnya juga berarti sesuai benar

Arti peribahasa seperti cincin dengan permata adalah cocok sekali

Arti peribahasa seperti cincin dengan permata adalah sesuai benar

Arti peribahasa seperti ditempuh gajah lalu adalah suatu hal yang tidak dapat ditutup-tutupi (disembunyikan)

Arti peribahasa seperti durian dengan mentimun adalah orang yang lemah (miskin, bodoh) melawan orang yang kuat (kaya, pandai)

Arti peribahasa seperti elang menyongsong angin adalah tidak gentar menghadapi musuh

Arti peribahasa seperti embun di atas daun adalah selalu berubah (tentang niat, maksud)

Arti peribahasa seperti embun di ujung rumput adalah lekas hilang (tentang cinta kasih dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti gadis jolong bersubang, bujang jolong bekerja adalah sangat berlagak (sombong)

Arti peribahasa seperti gadis sudah berlaki adalah anak perawan yang tingkah lakunya kurang baik (pemalas, pengotor, dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti gajah dengan sengkelanya adalah sesuatu yang menyusahkan

Arti peribahasa seperti gajah masuk kampung adalah orang yang berkuasa dapat berbuat sekehendak hati di dalam lingkungan orang yang lemah

Arti peribahasa seperti gergaji dua mata adalah memperoleh keuntungan dari dua belah pihak

Arti peribahasa seperti gerundang yang kekeringan adalah orang yang mendapat kesukaran dan tidak ada yang menolongnya

Arti peribahasa seperti gerup dengan sisir adalah menunjukkan hubungan yang rapat sekali, seolah-olah tidak dapat bercerai

Arti peribahasa seperti gula dalam mulut adalah pekerjaan yang sangat mudah. Seperti gula dalam mulut juga berarti sesuatu yang sudah dikuasai

Arti peribahasa seperti gunting makan di ujung adalah perlahan-lahan (diam-diam tidak kentara), tetapi mengena atau tercapai apa yang dimaksudkan

Arti peribahasa seperti harimau menyembunyikan kuku adalah (ungkapan untuk) orang yang menyembunyikan kepandaiannya dan sebagainya

Arti peribahasa seperti ikan baung dekat pemandian adalah amat rakus (segala sesuatu yang ada dimakan)

Arti peribahasa seperti ikan dalam air adalah senang sekali

Arti peribahasa seperti ikan dalam belat adalah tidak dapat melepaskan diri lagi (dari tangan musuh)

Arti peribahasa seperti ikan dalam tebat adalah rezeki yang sudah hampir dalam tangan

Arti peribahasa seperti ikan kena tuba adalah bingung tidak keruan atau sudah tidak berdaya lagi

Arti peribahasa seperti itik mendengar guntur adalah mengharapkan peruntungan dan sebagainya yang tidak tentu datangnya

Arti peribahasa seperti janggut pulang ke dagu adalah kena pada tempatnya

Arti peribahasa seperti janggut pulang ke dagu adalah sudah pada tempatnya

Arti peribahasa seperti kambing dikupas hidup-hidup adalah menderita takut (sakit dan sebagainya) yang amat sangat

Arti peribahasa seperti kambing putus tali adalah lekas atau cepat pergi dan sebagainya

Arti peribahasa seperti kancah dibayar adalah ternganga dan terdiam saja (dalam percakapan, soal jawab, dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti kapak naik pemidangan peminangan adalah tidak pada tempatnya

Arti peribahasa seperti kapak naik pemidangan peminangan adalah kurang cukup alat atau kepandaiannya dalam mengerjakan sesuatu

Arti peribahasa seperti katak ditimpa kemarau adalah berkeluh kesah tidak keruan (hiruk-pikuk dan sebagainya). Seperti katak ditimpa kemarau juga berarti sangat gaduh

Arti peribahasa seperti kedangkan dengan caping adalah orang-orang yang akrab dan suka tolong-menolong

Arti peribahasa seperti kelekatu masuk api adalah tidak memedulikan bahaya maut

Arti peribahasa seperti kepiting tidak tahu bungkuknya sebagai udang tak tahu bungkuknya adalah orang yang tidak tahu akan cacatnya, tidak sadar akan kebodohan dan kekurangannya

Arti peribahasa seperti kera dapat bunga adalah tiada dapat menghargai keindahan (jasa, nilai, dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti kera dengan monyet adalah setali tiga uang. Seperti kera dengan monyet juga berarti sama saja

Arti peribahasa seperti kera mendapat bunga seperti kera diberi kaca adalah mendapat sesuatu yang tidak dapat dipergunakan

Arti peribahasa seperti kerbau dicocok hidung adalah selalu menurut saja karena kebodohannya

Arti peribahasa seperti kerbau dicocok hidung adalah menurut saja

Arti peribahasa seperti keroncor dengan belangkas adalah sangat karib (tentang persahabatan)

Arti peribahasa seperti ketiak ular, panjang lanjut tidak putus-putusnya adalah tidak berketentuan (baik buruknya)

Arti peribahasa seperti kodok ditimpa kemarau adalah berkeluh kesah tidak keruan

Arti peribahasa seperti kucing dibawakan lidi adalah sangat takut

Arti peribahasa seperti kuda lepas dari pingitan adalah seseorang yang merasa gembira sekali karena bebas dari larangan, kungkungan, dan sebagainya

Arti peribahasa seperti lampu kekurangan minyak adalah perihal seseorang yang hidup nya sangat melarat. Seperti lampu kekurangan minyak juga berarti perihal seseorang yang penyakitnya sudah sangat parah (sudah hampir mati)

Arti peribahasa seperti lebah, mulut membawa madu, pantat membawa sengat adalah orang yang manis tutur katanya, tetapi berbahaya (jahat)

Arti peribahasa seperti lepat dengan daun adalah tidak dapat berpisah antara satu dan yang lain

Arti peribahasa seperti limau masak seulas adalah (orang) yang menonjol di antara saudara-saudaranya (lebih pandai, kaya, dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti lipas kudung adalah selalu bergerak (tentang tangan dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti lipas kudung adalah selalu dalam keadaan sibuk

Arti peribahasa seperti lonjak alu penumbuk padi adalah berjalan dengan langkah yang gagah, tetapi sombong

Arti peribahasa seperti mayat ditegakkan adalah berbadan kurus dan bermuka pucat

Arti peribahasa seperti melukut di tepi gantang adalah tidak dapat berbuat apa-apa

Arti peribahasa seperti memegang tali layang-layang adalah orang berkuasa (kaya) yang dapat berbuat sekehendak hatinya terhadap orang lemah

Arti peribahasa seperti menangkap ikan dalam belanga adalah sesuatu yang sudah pasti akan didapat

Arti peribahasa seperti menanti orang dahulu, mengejar orang kemudian adalah perbuatan yang sia-sia

Arti peribahasa seperti menating minyak penuh adalah memperlakukan dengan sangat hati-hati (penuh kesayangan dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti menating minyak penuh adalah diperlakukan dengan penuh kasih sayang (hati-hati dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti menepung tiada berberas adalah banyak cakap, tidak berisi

Arti peribahasa seperti mengilang manau adalah perbuatan yang sukar dilaksanakan. Seperti mengilang manau juga berarti sukar sekali

Arti peribahasa seperti mentimun dengan durian adalah perlawanan yang tidak sebanding (antara orang lemah dan orang kuat, orang bodoh dan orang pandai)

Arti peribahasa seperti misai pulang ke bibir adalah pulang ke asalnya. Seperti misai pulang ke bibir juga berarti sudah pada tempatnya

Arti peribahasa seperti orang kecabaian adalah sangat gelisah (tidak tenang duduknya dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak adalah seseorang yang daif yang tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan makin susah

Arti peribahasa seperti panji, ditiup angin berkibar-kibaran adalah tidak tetap pendirian, ikut pihak yang kuat

Arti peribahasa seperti parang bermata dua adalah mendapat keuntungan dari kedua belah pihak

Arti peribahasa seperti pikat kehilangan mata adalah bingung tidak keruan. Seperti pikat kehilangan mata juga berarti kehilangan akal

Arti peribahasa seperti pinang dibelah dua adalah (dua orang yang) serupa benar

Arti peribahasa seperti pinang pulang ke tampuknya adalah sudah pada tempatnya. Seperti pinang pulang ke tampuknya juga berarti sudah cocok

Arti peribahasa seperti pinggan dengan mangkuk salah sedikit hendak berantuk adalah perselisihan antara suami istri atau kaum keluarga merupakan hal yang biasa

Arti peribahasa seperti pipit menelan jagung adalah hendak menyama-nyamai orang yang tinggi pangkatnya (martabatnya dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti polong kena sembur adalah berlari cepat-cepat karena ketakutan dan sebagainya

Arti peribahasa seperti pungguk merindukan bulan adalah seseorang yang merindukan kekasihnya, tetapi cintanya tidak terbalas

Arti peribahasa seperti rabuk dengan api adalah mudah terbakar

Arti peribahasa seperti rabuk dengan api adalah mudah terjadi hal yang kurang baik kalau didekatkan (seperti gadis berdekatan dengan bujang)

Arti peribahasa seperti rusa kena tambat adalah selalu gelisah (tidak tetap kedudukannya)

Arti peribahasa seperti rusa masuk kampung adalah tercengang-cengang keheranan

Arti peribahasa seperti santan dengan tengguli adalah cocok benar. Seperti santan dengan tengguli juga berarti kena benar

Arti peribahasa seperti sayur dengan rumput adalah banyak bedanya. Seperti sayur dengan rumput juga berarti berlainan benar

Arti peribahasa seperti sebuah biji tersesat dalam rumput adalah orang yang hina tidak kelihatan oleh orang

Arti peribahasa seperti sebuah biji tersesat dalam rumput adalah sesuatu yang kecil

Arti peribahasa seperti sengkalan tak sudah adalah buruk sekali (rupa dll)

Arti peribahasa seperti siang dengan malam adalah jauh (banyak) bedanya

Arti peribahasa seperti tikus jatuh di beras adalah ibarat orang yang mendapat pekerjaan yang menguntungkan dan tidak ingin meninggalkan pekerjaan itu lagi

Arti peribahasa seperti tikus masuk perangkap adalah orang yang sudah kehilangan akal. Seperti tikus masuk perangkap juga berarti amat gelisah

Arti peribahasa seperti tikus masuk rumah adalah orang yang kecewa karena tidak terpenuhi harapannya

Arti peribahasa seperti toman makan anak adalah orang yang berbuat cabul (sumbang)

Arti peribahasa seperti ular kena bedal palu, pukul adalah tidak tenang (karena marah dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti ular mengutik-ngutik ekor adalah bergerak terus dengan gelisah (karena marah dan sebagainya)

Arti peribahasa suaranya seperti membelah betung adalah suaranya tidak enak pada pendengaran (karena terlalu kuat dan sebagainya)

Arti peribahasa sudah tahu peria pahit adalah penyesalan yang sia-sia (sebab sudah tahu kurang baik, tetapi diperbuat juga)

Arti peribahasa tangan kanan jangan percaya akan tangan kiri adalah jangan selamanya percaya begitu saja kepada sahabat karena kerap kali sahabat juga yang mencelakakan kita

Arti peribahasa tepuk perut tanya selera adalah bila hendak melakukan hal yang baru, sebaiknya bertanya dahulu kepada orang yang sudah berpengalaman

Arti peribahasa tercacak seperti lembing tergadai adalah tertegak dan terdiam tercengang-cengang

Arti peribahasa terlongsong perahu boleh balik, terlongsong cakap tak boleh balik adalah perkataan yang tajam kerap kali menjadikan celaka diri dan tidak dapat ditarik kembali, sebab itu jika orang hendak berucap, hendaklah dipikirkan lebih dahulu

Arti peribahasa tiba di perut dikempiskan, tiba di mata dipicingkan, tiba di dada dibusungkan adalah perbuatan tidak adil (seperti terhadap a bersikap keras, terhadap b bersikap lembut)

Demikian arti kata mengeper di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih

Pencarian

Arti Antonim Sinonim Rima