Rizky
RizkySeseorang noobgrammer sekaligus mobile gamer yang selalu tertarik dengan perkembangan teknologi.

Arti Kata Rang Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

gambar rang ilustrasi

Arti rang - Rang memiliki 3 arti. Rang memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga rang dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Rang termasuk dalam ragam bahasa cakapan.

Daftar isi

Daftar arti kata rang

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: -
Lain: -
Arti kata rang adalah gambar. Rang juga berarti tulisan, dan sebagainya yang dibuat contoh (pola). Rang juga berarti buram. Rang juga berarti rancangan

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: -
Lain: -
Arti kata rang adalah tiruan bunyi genderang. Rang juga berarti bunyi derang

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: cakapan
Lain: -
Arti kata rang adalah orang
Contoh: Rang kaya, orang kaya

Daftar peribahasa dengan kata rang

Arti peribahasa ada uang ada barang adalah jika sanggup membayar banyak akan mendapat barang yang lebih baik

Arti peribahasa ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit adalah sudah tidak dapat didamaikan lagi (tentang perselisihan). Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit juga berarti tidak mau berbalik. Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit juga berarti tidak dapat ditawar lagi (tentang aturan)

Arti peribahasa anak orang, anak orang juga adalah seseorang yang asing bagi kita akan tetap asing juga

Arti peribahasa arang habis besi binasa adalah pekerjaan yang telah banyak menghabiskan tenaga dan biaya, tetapi hasilnya tidak ada

Arti peribahasa arang itu jikalau dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putih adalah tabiat orang yang dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi

Arti peribahasa awak yang payah membelah ruyung, orang lain yang beroleh sagunya adalah kita yang berusaha dan bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat faedahnya

Arti peribahasa bagai manik putus talinya pengarang adalah perihal air mata yang bercucuran

Arti peribahasa bagai orang kena miang adalah gelisah sekali karena mendapat malu

Arti peribahasa bagai rupa orang terkena beragih adalah bermuka masam karena rugi dan sebagainya (dalam perdagangan)

Arti peribahasa bagai serangkak tertimbakan adalah berjalan miring karena cacat pada tubuhnya

Arti peribahasa bagai siamang kurang kayu adalah sangat bersedih hati karena menderita kekurangan

Arti peribahasa bak menanti orang dahulu, bak pelalah orang kudian adalah melakukan sesuatu yang sia-sia

Arti peribahasa banyak orang banyak ragamnya adalah tiap-tiap orang mempunyai pendapat (kemauan) sendiri-sendiri

Arti peribahasa barang siapa menggali lubang, ia akan terperosok ke dalamnya adalah siapa yang berniat (berbuat) jahat terhadap orang lain akan mendapat kecelakaan sendiri

Arti peribahasa barang siapa yang berketuk ialah yang bertelur adalah siapa yang merasa tersindir, dialah yang berbuat seperti yang disindirkan itu

Arti peribahasa barang tergenggam jatuh terlepas adalah sesuatu yang sudah dikuasai (dimiliki), terlepas lagi (menderita kemalangan)

Arti peribahasa belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam adalah sebodoh bodohnya orang, jika berusaha dan belajar akan menjadi pandai

Arti peribahasa belanak bermain di atas karang adalah ombak besar (sehingga ikan belanak yang biasanya senang diam dalam pasir laut, naik ke permukaan laut)

Arti peribahasa berlidah di lidah orang adalah hanya menurut perkataan orang

Arti peribahasa bermalam di bawah nyiur pinang orang, kata orang diturut adalah hendaklah kita mengikuti adat-istiadat negeri yang kita tempati

Arti peribahasa bermulut di mulut orang adalah selalu meniru perkataan orang

Arti peribahasa bersawah seperempat piring, ke sawah sama dengan orang adalah orang miskin yang bertingkah laku sebagai orang kaya

Arti peribahasa bersuluh tengah hari lagi terang lagi bersuluh adalah perkara yang sudah nyata (terang)

Arti peribahasa bersuluh tengah hari lagi terang lagi bersuluh adalah menyia-nyiakan uang (tenaga dan sebagainya)

Arti peribahasa biar miskin asal cerdik, terlawan jua orang kaya adalah kebijaksanaan itu lebih utama daripada kekayaan

Arti peribahasa bintang di langit boleh dibilang, tetapi arang di muka tak sadar adalah cela (kesalahan, keburukan, dan sebagainya) orang lain diketahui, tetapi cela sendiri tidak tahu

Arti peribahasa cekur jerangau, ada lagi di ubun-ubun adalah masih sangat muda (belum berpengalaman)

Arti peribahasa dahulu timah, sekarang besi adalah dikatakan tentang seseorang yang turun martabatnya (gengsinya atau kedudukannya). Dahulu timah, sekarang besi juga berarti orang kaya yang telah habis harta bendanya

Arti peribahasa dangkal telah keseberangan, dalam telah keajukan adalah telah diketahui benar bagaimana isi hatinya (perangainya)

Arti peribahasa di padang orang berlari, di padang sendiri berjingkat adalah tabiat orang tamak, mau menerima pemberian orang, tetapi tidak mau memberi

Arti peribahasa diserakkan padi awak diimbaukan orang lain adalah orang lain dipelihara, keluarga sendiri disia-siakan

Arti peribahasa dengan sesendok madu dapat lebih banyak ditangkap serangga daripada dengan cuka sesendok adalah dengan mulut manis serta ramah-tamah lebih banyak diperoleh sahabat (kawan) daripada dengan perkataan yang tajam dan muka yang masam

Arti peribahasa duduk bersama lapang-lapang, duduk seorang sempit-sempit adalah masalah jika dibicarakan dengan banyak orang, akan ada jalan keluarnya atau akan menjadi mudah, sedangkan jika dipendam dan dipikir sendiri akan menemukan jalan buntu

Arti peribahasa duduk seorang bersempit-sempit, duduk bersama berlapang-lapang adalah dengan musyawarah atau secara gotong royong segala sesuatunya mudah dilaksanakan

Arti peribahasa elok palut, pengebat kurang adalah tampaknya sudah baik, tetapi sebenarnya belum

Arti peribahasa empang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit adalah sudah tidak dapat didamaikan lagi (tentang perselisihan). Empang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit juga berarti tidak dapat dikurangi sedikit juga (tentang aturan)

Arti peribahasa harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama adalah orang baik akan selalu meninggalkan nama baik, sedangkan orang jahat akan meninggalkan nama buruk

Arti peribahasa hati bak serangkak dibungkus adalah orang yang sangat berharap akan mendapat sesuatu yang diingininya

Arti peribahasa hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan adalah tidak mau kalah dengan orang lain

Arti peribahasa hidup di ujung gurung orang adalah orang yang hidup melarat

Arti peribahasa hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri hujan keris lembing di negeri kita, hujan emas perak di negeri orang, baik adalah sebaik-baik negeri orang tidak sebaik negeri sendiri

Arti peribahasa isi lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita adalah orang lain mendapat senangnya, kita mendapat susahnya saja

Arti peribahasa jadi abu arang adalah sudah usang atau basi (tentang pembicaraan dan sebagainya)

Arti peribahasa jangat liat kurang panggang adalah tidak dapat diajar

Arti peribahasa jaras dikatakan raga jarang adalah mencela orang lain, padahal diri sendiri ada celanya juga

Arti peribahasa jika tak lalu dandang di air, di gurun dirangkakkan ditanjakkan adalah menggunakan segala daya upaya untuk mencapai maksud

Arti peribahasa jikalau tidak berada-ada ada berada, ada mengada, masakan tempua bersarang rendah adalah jika tidak ada sebab-sebabnya (sesuatu yang tersembunyi), tentu tidak akan terjadi yang luar biasa

Arti peribahasa kalah jadi abu, menang jadi arang adalah pertengkaran tidak akan menguntungkan pihak mana pun

Arti peribahasa kalau laba bercikun-cikun, buruk diberi tahu orang adalah apabila beroleh kesenangan diam saja, tetapi apabila menderita kesusahan berkeluh kesah atau minta tolong kepada orang lain

Arti peribahasa kalau pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang adalah jika dapat mengatasi kesukaran tentu maksud dapat dicapai

Arti peribahasa karam berdua, basah seorang adalah dua orang berbuat salah, seorang saja yang kena hukum

Arti peribahasa karam berduabasah seorang adalah dua orang berbuat salah, tetapi hanya seorang yang kena hukum

Arti peribahasa kawan gelak banyak, kawan menangis jarang bersua adalah sahabat di waktu senang banyak, sahabat di waktu susah (melarat) sedikit

Arti peribahasa ke sawah berlumpur ke ladang berarang adalah tiap pekerjaan ada kesukarannya

Arti peribahasa ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang adalah mendapat untung dan sebagainya tidak dengan bersusah payah. Ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang juga berarti tercapai maksudnya

Arti peribahasa ke sawah tidak berluluk, ke ladang tidak berarang adalah tidak mau bekerja. Ke sawah tidak berluluk, ke ladang tidak berarang juga berarti pemalas

Arti peribahasa kena kecipak orang berbelut adalah terlibat dalam perkara orang lain. Kena kecipak orang berbelut juga berarti turut menderita akibat kesalahan orang lain

Arti peribahasa kerat rotan, patah arang adalah telah putus sama sekali. Kerat rotan, patah arang juga berarti tidak dapat didamaikan lagi

Arti peribahasa kerbau seratus dapat digembalakan, manusia seorang tiada terkawal adalah menjaga seorang perempuan lebih sukar daripada menjaga binatang yang banyak

Arti peribahasa kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak adalah kesalahan (kekurangan) orang lain walaupun kecil sekali akan kelihatan, tetapi kesalahan (kekurangan) sendiri (meskipun besar) tidak kelihatan

Arti peribahasa kuning oleh kunyit, hitam oleh arang adalah mudah dihasut atau dipuji

Arti peribahasa kurang taksir, hilang laba adalah kurang hati-hati mungkin akan mendatangkan kerugian (kesusahan dan sebagainya)

Arti peribahasa kurang-kurang bubur, lebih-lebih sudu sudu yang lebih adalah perkara kecil yang dibesar-besarkan karena menjadi buah bibir orang. Kurang-kurang bubur, lebih-lebih sudu sudu yang lebih juga berarti sedikit pengetahuan, tetapi cakap besar

Arti peribahasa lain dulang lain kaki, lain orang lain hati adalah tiap-tiap orang berlainan kesukaannya

Arti peribahasa masuk sarang harimau adalah terperangkap ke dalam suatu bahaya besar

Arti peribahasa membawakan cupak ke negeri orang adalah memakai adat-istiadat sendiri di negeri orang

Arti peribahasa memberi lauk kependekand orang membantai adalah memberi pertolongan kepada orang yang tidak perlu ditolong (orang kaya dan sebagainya)

Arti peribahasa menari merentak di ladang orang adalah bersenang-senang memakai harta orang atau di rumah orang lain

Arti peribahasa menconteng arang di muka adalah memberi malu

Arti peribahasa mendebik mata parang adalah menentang orang yang berkuasa

Arti peribahasa mengairi sawah orang adalah menguntungkan orang lain

Arti peribahasa mengajar orang tua makan dadih adalah mengajar orang yang lebih pandai

Arti peribahasa mengambil bungkal kurang adalah merasa tersinggung oleh perkataan orang lain

Arti peribahasa mengata dulang paku serpih, mengata orang awak yang lebih adalah mencela orang, tetapi diri sendiri ternyata lebih buruk daripada yang dicela

Arti peribahasa menghapuskan arang di muka adalah menghilangkan malu

Arti peribahasa mengunyah orang bergigi adalah mengajar (memberitahu) orang yang sudah tahu

Arti peribahasa menjolok sarang tabuhan adalah berbuat sesuatu yang mendatangkan bahaya

Arti peribahasa menjolok sarang tabuhan adalah sengaja mencari bahaya atau kesusahan

Arti peribahasa menunjukkan ilmu kependekand orang menetak adalah nasihat yang baik itu tidak berguna bagi orang yang tidak mau menggunakannya

Arti peribahasa menyandang lemang hangat orang adalah menderita akibat perbuatan orang lain

Arti peribahasa menyinggung mata bisul orang adalah mengenai apa yang paling sakit (peka) bagi seseorang

Arti peribahasa minta dedak kependekand orang mengubik adalah minta pertolongan dan sebagainya kepada orang yang tidak punya

Arti peribahasa minum darah orang adalah banyak merugikan orang dengan mengambil keuntungan yang berlebih-lebih darinya

Arti peribahasa misai bertaring bagai panglima, sebulan sekali tak membunuh orang adalah rupa saja yang hebat dan garang, tetapi berhati penakut

Arti peribahasa mulut kapuk dapat ditutup, mulut orang tidak adalah rahasia jangan dipercayakan kepada orang lain

Arti peribahasa nasi sama ditanak, kerak dimakan seorang adalah pekerjaan dilakukan bersama-sama, tetapi keuntungannya diambil sendiri

Arti peribahasa orang beraja di hatinya adalah menurutkan rasa (sesuka) hati masing-masing

Arti peribahasa orang berdendang di pentasnya adalah orang laki-laki berkuasa dalam rumah tangganya

Arti peribahasa orang berdendangdi pentasnya adalah orang berkuasa di rumahnya masing-masing

Arti peribahasa orang dahaga diberi air adalah menolong orang yang kesusahan. Orang dahaga diberi air juga berarti memberi pelajaran kepada orang yang sungguh-sungguh ingin menambah pengetahuannya

Arti peribahasa orang haus diberi air, orang lapar diberi nasi adalah mendapat apa yang sangat diinginkan

Arti peribahasa orang mandi bersiselam, awak mandi bertimba adalah orang mendapat keuntungan besar berlimpah-limpah, kita mendapat keuntungan kecil saja

Arti peribahasa orang mengantuk disorongkan bantal adalah memperoleh apa yang diinginkannya

Arti peribahasa orang muda selendang dunia, orang kaya suka dimakan adalah (untuk puji-pujian) orang muda perhiasan dunia, orang kaya yang pemurah

Arti peribahasa orang pembuat periuk, bertanak di tembikar adalah yang membuatnya sendiri biasanya tidak memakai buatannya yang baik, melainkan memakai buatannya yang buruk-buruk

Arti peribahasa orang penggamang mati jatuh adalah siapa yang tidak memiliki keberanian tidak akan sampai maksudnya

Arti peribahasa orang terpegang pada hulunya, awak terpegang pada matanya adalah dalam perjanjian atau perkara orang lebih kuat pendiriannya daripada kita

Arti peribahasa orang timpang jangan dicacat, ingat-ingat hari belakang adalah kecelakaan yang menimpa seseorang jangan terlalu dibicarakan karena boleh jadi kita mengalami hal yang sama di kemudian hari

Arti peribahasa orang tua diajar makan pisang adalah orang yang sudah tahu (ahli, pandai) tidak usah diajari

Arti peribahasa padi selumbung dimakan orang banyak adalah penghibur bagi istri yang suaminya beristri lebih daripada satu

Arti peribahasa parang gabus menjadi besi adalah orang yang lemah menjadi orang yang kuat

Arti peribahasa pejatian awak, kepantangan orang adalah berselisih pendapat dengan orang banyak

Arti peribahasa pelanduk di cerang rimba pelanduk di dalam cerang adalah sangat gelisah ketakutan

Arti peribahasa pelanduk di dalam cerang di cerang rimba adalah kehilangan akal atau gelisah sekali (karena ketakutan, menghadapi bahaya, dan sebagainya)

Arti peribahasa pencarak benak orang adalah orang yang suka mengambil milik orang lain dengan cara yang lalim

Arti peribahasa perang bermalaikat, sabung berjuara adalah Tuhanlah yang menentukan kalah menang

Arti peribahasa pergi tempat bertanya, pulang tempat berberita berkenaan dengan orang cerdik pandai adalah jika akan berangkat, hendaklah meminta nasihatnya dahulu, dan jika pulang, hendaklah memberi laporan kepadanya

Arti peribahasa punggung parang sekalipun jika selalu diasah, akan tajam juga adalah sebodoh-bodoh orang, apabila selalu belajar, akan pandai juga

Arti peribahasa sebagai orang mabuk gadung adalah rupa seseorang yang lemah dan pucat karena mengidap penyakit

Arti peribahasa seorang budi-budian, seorang tabung seruas adalah dua orang yang sangat berbeda tabiatnya (seorang banyak akal liciknya, seorang lagi lurus hati)

Arti peribahasa seorang ke hilir seorang ke mudik adalah tidak ada persesuaian perasaan dan pikiran antara laki bini, sahabat, dan sebagainya

Arti peribahasa seorang makan cempedak, semua kena getahnya adalah seorang berbuat salah, semua dianggap bersalah juga

Arti peribahasa seorang makan cempedak, semuanya lumus oleh getahnya adalah seorang yang bersalah, semuanya mendapat nama yang tidak baik

Arti peribahasa seorang makan nangka, semua kena getahnya adalah seorang yang berbuat kesalahan demi memenuhi kesenangannya, tetapi orang lain turut menanggung akibatnya

Arti peribahasa siang bagai hari, terang bagai bulan adalah sudah nyata sekali (tentang kesalahan dan sebagainya). Siang bagai hari, terang bagai bulan juga berarti terang sekali

Arti peribahasa seperti lampu kekurangan minyak adalah perihal seseorang yang hidup nya sangat melarat. Seperti lampu kekurangan minyak juga berarti perihal seseorang yang penyakitnya sudah sangat parah (sudah hampir mati)

Arti peribahasa seperti menanti orang dahulu, mengejar orang kemudian adalah perbuatan yang sia-sia

Arti peribahasa seperti orang kecabaian adalah sangat gelisah (tidak tenang duduknya dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak adalah seseorang yang daif yang tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan makin susah

Arti peribahasa seperti parang bermata dua adalah mendapat keuntungan dari kedua belah pihak

Arti peribahasa seperti tikus masuk perangkap adalah orang yang sudah kehilangan akal. Seperti tikus masuk perangkap juga berarti amat gelisah

Arti peribahasa suarang ditagih, sekutu dibelah adalah harta milik bersama atau persekutuan dibagi sebagaimana mestinya apabila suami istri atau orang berekanan bercerai atau berpisah

Arti peribahasa sudah arang-arang hendak minyak pula adalah sesudah dicemarkan nama seseorang, hendak bermanis-manis pula kepada orang itu

Arti peribahasa sukar kaji pada orang alim, sukar uang pada orang kaya adalah orang pandai biasanya baru mau memutuskan suatu persoalan apabila sudah mempertimbangkan dalam-dalam. Sukar kaji pada orang alim, sukar uang pada orang kaya juga berarti orang kaya baru mau mengeluarkan uang kalau ada untungnya

Arti peribahasa tak ada guruh bagi orang pekak, tak ada kilat bagi orang buta adalah bagi orang yang sangat bodoh pidato yang bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya

Arti peribahasa terang bagai bulan adalah sudah nyata sekali (tentang kesalahan). Terang bagai bulan juga berarti terang sekali

Arti peribahasa terang kabut, teduh hujan adalah telah senang (aman dan sebagainya) kembali sehabis menderita kesusahan dan sebagainya

Arti peribahasa terconteng arang di muka adalah mendapat malu

Arti peribahasa tercoreng arang di dahi kening, muka adalah mendapat malu

Arti peribahasa terpijak benang arang hitam tampak adalah berbuat sesuatu harus berani menanggung akibat

Arti peribahasa tidak ada orang menggaruk ke luar badan adalah biasanya orang berpihak kepada kaum keluarganya (golongannya) apabila ada perselisihan

Arti peribahasa tidak dibawa orang sehilir semudik adalah tidak dibawa orang bergaul (tersisih) dalam masyarakat karena suatu sebab atau karena tingkah lakunya tidak disetujui masyarakat

Arti peribahasa tidak kekal bunga karang adalah hal kekayaan (kemuliaan, hasil, dan sebagainya) yang tidak berlangsung lama

Demikian arti kata rang di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih

Pencarian

Arti Antonim Sinonim Rima