Rizky
RizkySeseorang noobgrammer sekaligus mobile gamer yang selalu tertarik dengan perkembangan teknologi.

Arti Kata Si Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

gambar si ilustrasi

Arti si - Si- memiliki 10 arti. Si memiliki 10 arti. Si adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Si memiliki arti dalam kelas partikel yaitu kata yang tidak tertakluk pada perubahan bentuk dan hanya berfungsi menampilkan unsur yang diiringinya. Si termasuk dalam ragam bahasa cakapan. Si memiliki 11 arti. Si memiliki arti dalam bidang ilmu musik. Si memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga si dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.

Daftar isi

Arti si-

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: -
Ragam: -
Lain: -
Arti: Si- berarti lihat sin-2

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: -
Lain: -
Arti: Si berarti kata yang dipakai di depan nama diri (pada ragam akrab atau kurang hormat)
Contoh: Si achmad, si rukiah

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: -
Lain: -
Arti: Si berarti kata untuk mengkhususkan orang yang melakukan atau terkena sesuatu
Contoh: Si pengirim, si penipu, si tertuduh

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: -
Lain: -
Arti: Si berarti kata yang dipakai di depan nama orang untuk merendahkan diri
Contoh: Si beni, si joni

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: -
Lain: -
Arti: Si berarti kata yang dipakai di depan kata sifat untuk timang-timangan, pujian, panggilan, ejekan, dan sebagainya yang menyatakan bahwa yang disebut itu mempunyai sesuatu atau menyerupai sesuatu yang sama dengan sebutan itu
Contoh: Si belang, si celaka, si durhaka, si manis, si tolol

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: -
Lain: -
Arti: Si berarti kata yang dipakai pada berbagai-bagai nama tumbuhan atau binatang
Contoh: Si dingin, si gasir, si kedidi, si tawar

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: -
Ragam: -
Lain: -
Arti: Si berarti (lazim didahului ber-, menjadi bersi- atau berse-) membuat dirinya menjadi
Contoh: Bersibisu, bersitegang

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: -
Ragam: -
Lain: -
Arti: Si berarti (lazim didahului ber-, menjadi bersi- atau berse-) saling (dalam bentuk kata kerja ber-.-an)
Contoh: Bersikutat, berkutat-kutatan, bersipandang, berpandang-pandangan

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: cakapan
Lain: -
Arti: Si berarti tah. Si- juga berarti kah. Si- juga berarti gerangan. Si- juga berarti agaknya. Si- juga berarti sih
Contoh: Apa si yang dicari, siapa si yang dikata-katai itu

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: cakapan
Lain: -
Arti: Si berarti memang. Si- juga berarti sebenarnya. Si- juga berarti sih
Contoh: Bagus si bagus, tapi mahal, tidak apalah, saya si tidak salah

Dasar: -
Bidang: musik
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: -
Lain: -
Arti: Si berarti nada ke.pada urutan tangga nada diatonik, dilambangkan dengan angka 7

Daftar peribahasa dengan kata si

Arti peribahasa ada hari ada nasi adalah asal masih hidup, selalu akan beroleh rezeki

Arti peribahasa adat diisi janji dilabuh adalah adat harus dijalankan, persetujuan harus ditepati

Arti peribahasa adat diisi lembaga dituang adalah hendaklah segala sesuatu dilakukan menurut kebiasaan

Adat diisi, lembaga dituang berarti melakukan sesuatu menurut adat kebiasaan

Arti peribahasa air besar batu bersibak adalah persaudaraan (keluarga) menjadi cerai-berai apabila terjadi perselisihan

Arti peribahasa air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam adalah tidak enak makan dan minum (karena terlalu sedih dan sebagainya)

Arti peribahasa angin berputar bersiru ombak bersabung adalah perkara yang sulit

Arti peribahasa arang habis besi binasa adalah pekerjaan yang telah banyak menghabiskan tenaga dan biaya, tetapi hasilnya tidak ada

Arti peribahasa asing lubuk, asing ikannya adalah lain daerah, lain adatnya

Arti peribahasa asing maksud, asing sampai adalah tidak sesuai dengan yang diharapkan

Arti peribahasa ayam putih terbang siang adalah mudah ketahuan (tentang perkara dan sebagainya)

Arti peribahasa bagai bulan kesiangan adalah pucat dan lesu

Arti peribahasa bagai bunyi siamang kenyang adalah banyak bicara karena mendapat kesenangan

Arti peribahasa bagai jampuk kesiangan hari adalah kebingungan atau termenung karena kehilangan akal

Arti peribahasa bagai kuku dengan isi adalah sukar diceraikan. Bagai kuku dengan isi juga berarti tidak pernah bercerai

Arti peribahasa bagai melulusi baju sempit bagai terbuang ke sisiran adalah seseorang yang merasa senang karena terlepas dari kesusahan

Arti peribahasa bagai si bisu berasian bermimpi, terasa ada terkatakan tidak adalah tidak dapat mengatakan meskipun tahu (mengerti)

Arti peribahasa bagai si kudung beroleh cincin adalah beroleh keuntungan, tetapi tidak dapat menikmatinya

Arti peribahasa bagai si kudung pergi berbelut adalah pekerjaan yang dilaksanakan tidak berdasarkan kemampuan akan sia-sia

Arti peribahasa bagai si lumpuh hendak merantau adalah tidak mungkin dikerjakan

Arti peribahasa bagai siamang kurang kayu adalah sangat bersedih hati karena menderita kekurangan

Arti peribahasa bak ilmu padi, kian berisi kian runduk adalah selalu merendahkan diri (tidak sombong)

Arti peribahasa bala lalu dibawa singgah adalah sengaja mencari kesusahan (kecelakaan)

Arti peribahasa barang siapa menggali lubang, ia akan terperosok ke dalamnya adalah siapa yang berniat (berbuat) jahat terhadap orang lain akan mendapat kecelakaan sendiri

Arti peribahasa barang siapa yang berketuk ialah yang bertelur adalah siapa yang merasa tersindir, dialah yang berbuat seperti yang disindirkan itu

Arti peribahasa belum tentu si upik si buyungnya adalah belum tentu kesudahannya

Arti peribahasa bercekak henti, silat terkenang adalah buah pikiran yang sudah terlambat tidak ada gunanya

Arti peribahasa berebut lontong tanpa isi adalah berlomba-lomba memperoleh sesuatu yang tidak berguna

Arti peribahasa berhitung nasib peruntungan adalah membicarakan nasib

Arti peribahasa berkata siang melihat-lihat, berkata malam mendengar-dengar adalah jika hendak membicarakan sesuatu, harus selalu berhati-hati

Arti peribahasa bersaksi ke lutut adalah menjadikan saksi sahabat atau sanak saudara

Arti peribahasa bersaksi ke lutut adalah minta nasihat kepada orang bodoh

Arti peribahasa bersaksi ke lutut adalah menjadikan sahabat (sanak saudara sendiri) sebagai saksi

Arti peribahasa bersurih bak sepasin, berjejak bak berkik, berbau bak embacang adalah ada tanda-tanda (bukti) yang nyata dan sah dalam suatu kejahatan

Arti peribahasa bersurih bak sepasin, berjejak bak berkik, berbau bak embacang adalah kejahatan yang telah ada buktinya yang sah

Arti peribahasa bertabur bijan ke tasik adalah membuang-buang uang (waktu dan tenaga)

Arti peribahasa besar bungkus tak berisi tong kosong nyaring bunyinya adalah orang yang besar cakap, tetapi kepandaiannya tidak ada

Arti peribahasa besi baik dibajai diringgiti adalah barang yang sudah baik ditambah baik lagi

Arti peribahasa besi baik tiada berkarat budi baik tak dilupakan adalah perbuatan yang baik selamanya terpuji

Arti peribahasa biar singit jangan tertiarap adalah jika mendapat kerugian (kesusahan dan sebagainya), hendaklah diikhtiarkan agar tidak terlalu rugi dan sebagainya. Biar singit jangan tertiarap juga berarti tidak apa-apa rugi sedikit, asal jangan habis sama sekali (hartanya)

Arti peribahasa biar sipi asal jangan sesat adalah jika telah menderita kerugian (kekalahan, kesusahan, dan sebagainya) hendaknya diusahakan supaya jangan terlampau menderita. Biar sipi asal jangan sesat juga berarti biar rugi sedikit, asal jangan rugi banyak

Arti peribahasa buka kulit, ambil tampak isi adalah jujur dan terus terang (dalam perundingan dan sebagainya)

Arti peribahasa dahulu timah, sekarang besi adalah dikatakan tentang seseorang yang turun martabatnya (gengsinya atau kedudukannya). Dahulu timah, sekarang besi juga berarti orang kaya yang telah habis harta bendanya

Arti peribahasa dalam laut boleh diajuk, dalam hati siapa tahu adalah apa yang tersembunyi di dalam hati seseorang tidak dapat kita ketahui

Arti peribahasa dalam madu berisi empedu adalah dalam perkataan yang manis-manis biasanya berisi tipu daya yang tidak baik

Arti peribahasa di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung adalah menurutkan adat kebiasaan tempat yang didiami

Arti peribahasa di mana ranting dipatah, di situ air disauk adalah setiap orang hendaklah menurut adat kebiasaan di negeri tempat tinggalnya

Arti peribahasa di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung adalah hendaklah mengikuti adat negeri yang didiami

Arti peribahasa di mana tembilang terentak, di situlah cendawan tumbuh adalah di mana perkara atau perselisihan tumbuh, di situlah diselesaikan

Arti peribahasa diam di laut masin tidak, diam di bandar tak meniru adalah tidak mengikuti adat kebiasaan yang baik

Arti peribahasa diam penggali berkarat, diam ubi berisi adalah pengetahuan dan sebagainya yang tidak dipakai lama-kelamaan akan hilang

Arti peribahasa diam-diam ubi berisi adalah pendiam atau diam, tetapi berpikir atau banyak pengetahuannya

Arti peribahasa diraih siku ngilu, direngkuh lutut sakit adalah serba salah dalam suatu pekerjaan yang sangat sulit, dikerjakan berbahaya tidak dikerjakan berbahaya pula

Arti peribahasa dirintang siamang berbual adalah asyik melihat sesuatu yang tidak berguna untuk menghabiskan waktu

Arti peribahasa disigai sampai ke langit tinggi disigai, besar ditebang adalah suatu perkara diselidiki secara tuntas. Disigai sampai ke langit tinggi disigai, besar ditebang juga berarti diselidiki (diusut) sebaik-baiknya

Arti peribahasa disisih bagai antah adalah diasingkan dari yang lain. Disisih bagai antah juga berarti tidak disukai

Arti peribahasa enau mencari memanjat sigai adalah perempuan mencari laki-laki

Arti peribahasa garam kami tak masin padanya adalah perkataan kami tidak diindahkannya

Arti peribahasa habis perkara,nasi sudah menjadi bubur adalah tidak ada gunanya dibicarakan lagi

Arti peribahasa hanyut dipintasi, lulus diselami, hilang dicari adalah menolong orang pada waktu kesusahan

Arti peribahasa hidup kayu berbuah, hidup manusia biar berjasa adalah pada waktu kita hidup sebaiknya berbuat baik untuk diri sendiri dan untuk masyarakat

Arti peribahasa hilir malam mudik tak singgah, daun nipah dikatakan daun abu adalah merasa malu, segan, dan sebagainya karena sudah berutang budi atau karena perkariban

Arti peribahasa hitam, hitam kereta api, putih-putih kapur sirih adalah jangan disangka yang buruk rupanya itu selamanya kurang harganya, malah yang indah kelihatan itu adakalanya kurang harganya

Arti peribahasa hujan jatuh ke pasir adalah kebaikan yang tidak terbalas

Arti peribahasa hujan tak sekali jatuh, simpai tak sekali erat adalah suatu pekerjaan tidak dapat diselesaikan sekaligus. Hujan tak sekali jatuh, simpai tak sekali erat juga berarti keberuntungan dan kebahagiaan itu tidak sekali datang

Arti peribahasa ilmu padi, makin berisi makin runduk adalah makin banyak pengetahuan makin rendah hati

Arti peribahasa isi lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita adalah orang lain mendapat senangnya, kita mendapat susahnya saja

Arti peribahasa izin prinsiperibahasaank adalah izin yang diberikan dalam rangka persetujuan untuk melakukan persiapan pendirian bank umum

Arti peribahasa jika kasih akan padi, buanglah rumput adalah jika kasih kepada anak istri, berhentilah mengasihi perempuan lain

Arti peribahasa kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalan adalah cinta kasih anak kepada ibu tidak sebanyak cinta kasih ibu kepada anak

Arti peribahasa kasihkan anak tangan-tangankan, kasihkan bini tinggal-tinggalkan sayang di anak dibenci, sayang di negeri ditinggalkan adalah yang disayangi itu hendaknya jangan terlalu dimanjakan;

Arti peribahasa ke mana angin yang deras ke situ condongnya adalah tidak teguh pendirian

Arti peribahasa kelam disigi lekung ditinjau adalah segala hal yang kurang terang harus diselidiki baik-baik

Arti peribahasa kepak singkat, terbang hendak tinggi adalah kemampuan sedikit, cita-cita tinggi

Arti peribahasa kerajinan kependekand yang kasih sayang adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi

Arti peribahasa kerak nasi membusut jantan adalah banyak sekali sisanya (sesudah perayaan dan sebagainya)

Arti peribahasa kerbau seratus dapat digembalakan, manusia seorang tiada terkawal adalah menjaga seorang perempuan lebih sukar daripada menjaga binatang yang banyak

Arti peribahasa kita semua mati, tetapi kubur masing-masing adalah lain orang lain pikirannya

Arti peribahasa kuah tumpah tertuang ke nasi adalah dikatakan kepada anak yang dikawinkan dengan kemenakan

Arti peribahasa kuah tumpah tertuang ke nasi adalah sudah sewajarnya

Arti peribahasa kurang taksir, hilang laba adalah kurang hati-hati mungkin akan mendatangkan kerugian (kesusahan dan sebagainya)

Arti peribahasa lagi lauk lagi nasi adalah makin kaya, makin banyak kenalan (sahabat)

Arti peribahasa lebih berharga mutiara sebutir daripada pasir sepantai adalah seseorang yang baik, meskipun ia tidak kaya, jauh lebih berharga dan mulia daripada orang kaya yang jahat dan jahil

Arti peribahasa lubuk dalam, si kitang yang empunya adalah setiap orang berkuasa di lingkungan sendiri

Arti peribahasa malam berselimut embun, siang bertudung awan adalah tidak berumah karena miskin sekali

Arti peribahasa manusia mati meninggalkan nama harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading adalah orang terkenal walaupun sudah meninggal, ia masih tetap dikenang

Arti peribahasa manusia tahan kias, binatang tahan palu adalah mengajar manusia dengan sindiran sudah cukup, tetapi mengajar binatang harus dengan pukulan

Arti peribahasa manusia tertarik oleh tanah airnya, anjing tertarik oleh piringnya adalah orang yang berakal itu jauh pemandangannya, tetapi orang yang bodoh hanya memikirkan keperluan perutnya, kalau ia telah kenyang sudah tidak menghendaki apa-apa lagi

Arti peribahasa masak malam, mentah pagi siang adalah suatu hal yang telah putus (sudah jadi), tetapi tidak lama kemudian berubah

Arti peribahasa masih berbau pupuk jeringau adalah masih muda sekali (belum berpengalaman)

Arti peribahasa masin lidahnya perkataanya adalah perkataannya selalu dituruti (dikabulkan) orang

Arti peribahasa masin lidahnya perkataanya adalah pandai berkata-kata

Arti peribahasa masin mulutnya adalah apa yang dikatakannya terjadi

Arti peribahasa melekatkan kersik ke buluh adalah melakukan pekerjaan dengan susah payah, tetapi sia-sia

Arti peribahasa membesarkan kerak nasi adalah menambah-nambah belanja yang tidak perlu

Arti peribahasa memegang besi panas adalah melakukan sesuatu dengan selalu diliputi kekhawatiran dan ketakutan

Arti peribahasa memegang besi panas adalah bekerja dengan diliputi rasa khawatir

Arti peribahasa memilin kacang hendak mengebat, memilin jering hendak berisi adalah melakukan perbuatan atau tindakan dengan maksud tertentu

Arti peribahasa menabur bijan ke tasik adalah sia-sia saja (seperti berbuat kebaikan kepada orang yang tidak tahu membalas budi)

Arti peribahasa menampalkan kersik ke buluh adalah menasihati orang dengan sia-sia

Arti peribahasa menegakkan sumpit tak berisi adalah perbuatan yang sia-sia belaka

Arti peribahasa mengaut laba dengan siku adalah selalu hendak mencari untung sebanyak-banyaknya

Arti peribahasa menggaut laba dengan siku adalah selalu hendak mencari untung banyak, tidak peduli apakah orang lain akan menderita karena perbuatannya itu

Arti peribahasa mengisi gantang pesuk adalah melakukan pekerjaan yang siasia

Arti peribahasa mengisi perian bubus adalah pekerjaan yang sia-sia

Arti peribahasa mengusir asap, meninggalkan api adalah mencari sesuatu yang kurang penting dan meninggalkan yang lebih penting

Arti peribahasa menyisip padi dengan ilalang adalah mencampurkan sesuatu yang buruk pada yang baik

Arti peribahasa minta sisik pada limbat adalah menghendaki sesuatu yang mustahil tercapai

Arti peribahasa mulut bajan boleh ditutup, mulut manusia tidak adalah rahasia jangan terlalu lekas dipercayakan kepada orang karena mulut manusia tidak dapat ditutup

Arti peribahasa musim kemarau menghilirkan baluk adalah melakukan usaha yang tidak sesuai dengan musimnya (waktunya)

Arti peribahasa nafsu nafsi, raja di mata, sultan di hati adalah berbuat sekehendak hati sendiri

Arti peribahasa nasi habis budi bersua adalah sahabat yang pada akhirnya kelihatan pekertinya yang buruk

Arti peribahasa nasi habis budi bersua adalah sesudah mendapat kesusahan, barulah ingat akan sahabatnya

Arti peribahasa nasi sama ditanak, kerak dimakan seorang adalah pekerjaan dilakukan bersama-sama, tetapi keuntungannya diambil sendiri

Arti peribahasa nasi sudah menjadi bubur adalah perbuatan yang sudah terlanjur dan tidak dapat diperbaiki lagi

Arti peribahasa nasi sudah menjadi bubur adalah yang sudah telanjur, tidak dapat diperbaiki atau diubah lagi

Arti peribahasa nasi tersaji di lutut adalah keuntungan yang diperoleh dengan mudah

Arti peribahasa nasi tersendok tidak termakan adalah tidak dapat merasakan (mengenyam) apa yang didapatnya. Nasi tersendok tidak termakan juga berarti belum menjadi rezekinya

Arti peribahasa ombaknya kedengaran, pasirnya tidak kelihatan adalah telah kedengaran beritanya, tetapi belum ada buktinya

Arti peribahasa orang haus diberi air, orang lapar diberi nasi adalah mendapat apa yang sangat diinginkan

Arti peribahasa orang mandi bersiselam, awak mandi bertimba adalah orang mendapat keuntungan besar berlimpah-limpah, kita mendapat keuntungan kecil saja

Arti peribahasa panjang langkah singkat permintaan adalah sampai ajalnya

Arti peribahasa pantang kutu dicukur, pantang manusia dihinakan adalah tiada orang yang mau dihinakan

Arti peribahasa parang gabus menjadi besi adalah orang yang lemah menjadi orang yang kuat

Arti peribahasa pelesit dua sejinjang adalah perempuan yang bersuami dua

Arti peribahasa pinggan tak retak nasi tak dingin adalah cermat dalam melakukan suatu pekerjaan

Arti peribahasa pucuk layu disiram hujan adalah orang susah mendapat kesenangan

Arti peribahasa pukul anak sindir menantu adalah mengata-ngatai (mencela) seseorang, tetapi perkataan itu ditujukan kepada orang lain

Pukul anak, sindir menantu berarti menyindir seseorang dengan mengata-ngatai atau memarahi orang lain

Arti peribahasa rajin mengais tembolok berisi adalah kalau rajin bekerja (mencari nafkah), rezeki akan bertambah

Arti peribahasa rambut sama hitam, hati masing-masing adalah tiap-tiap orang mempunyai pendapat yang berlainan

Arti peribahasa rambut sama hitam, hati masing-masing adalah setiap orang mempunyai pendapat (kemauan) masing-masing

Arti peribahasa sambil berdiangnasi masak adalah sekali menggarap suatu tugas, dua tiga maksud sekaligus tercapai

Arti peribahasa sayap singkat, terbang hendak jauh adalah hendak berbuat sesuatu yang melebihi kemampuan

Arti peribahasa sebagai petai sisa pengait adalah tidak berguna sama sekali

Arti peribahasa seciap bak ayam, sedencing bak besi adalah seia sekata

Arti peribahasa sehabis kelahi teringat silat adalah sesudah persoalan (pekerjaan) selesai, teringat cara yang baik untuk menyelesaikannya

Arti peribahasa seikat bagai sirih, serumpun bagai serai adalah seia sekata. Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai juga berarti sehina semalu. Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai juga berarti bersama-sama menanggung untung dan rugi atau senang dan derita

Arti peribahasa sekebat bagai sirih adalah sepakat dalam perkumpulan (rapat)

Arti peribahasa selama sipatung mandi adalah sebentar sekali

Arti peribahasa semanis manis gula ada pasir di dalamnya manis-manis gula berpasir jua, sepahit-pahit jadam menjadi obat adalah bujuk rayu yang lemah-lembut adalah berisi tipu dan perkataan yang keras itu kadang-kadang menjadi kebajikan diri

Arti peribahasa sendok berdengar-dengar, nasi habis budi dapat adalah karena pekerjaan dilakukan kurang hati-hati, akhirnya mendapat malu karena rahasia terbuka kepada orang lain

Arti peribahasa sepasin dapat bersiang adalah mendapat keuntungan tidak dengan sengaja

Arti peribahasa serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih adalah seia sekata. Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih juga berarti rukun sekali

Arti peribahasa serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih adalah seia sekata. Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih juga berarti rukun sekali

Arti peribahasa si cebol hendak mencapai bulan bintang adalah menghendaki sesuatu yang mustahil tercapai

Arti peribahasa sia-sia menjaring angin terasa ada tertangkap tidak adalah jangan mengharapkan yang bukan-bukan karena akan mengecewakan saja

Sia-sia menjaring angin, terasa ada tertangkap tidak berarti jangan mengharapkan sesuatu yang bukan-bukan supaya tidak kecewa

Arti peribahasa sia-sia negeri alah adalah pekerjaan yang dilakukan tidak hati-hati mendatangkan kerugian atau bahaya

Arti peribahasa sia-sia utang tumbuh adalah jika berbuat dengan tidak hati-hati akan banyak utangnya

Arti peribahasa siang bagai hari, terang bagai bulan adalah sudah nyata sekali (tentang kesalahan dan sebagainya). Siang bagai hari, terang bagai bulan juga berarti terang sekali

Arti peribahasa siang bernapas, malam berembun malam berselimut embun, siang bertudung awan adalah sangat miskin (tidak punya rumah)

Arti peribahasa siapa berkotek, siapa bertelur adalah siapa yang bersuara terdahulu, biasanya dialah yang berbuat

Arti peribahasa siapa gatal, dialah menggaruk adalah siapa berkehendak dialah yang harus berbuat

Arti peribahasa siapa lama tahan, menang adalah apabila bekerja dengan tekun dan rajin, tidak tergesa-gesa, lama-kelamaan kerja yang sulit sekali pun akan selesai juga dengan baik

Arti peribahasa siapa makan lada, ialah berasa pedas adalah barang siapa yang bersalah akan merasa tersinggung (oleh sindiran dan sebagainya)

Arti peribahasa siapa melejang siap patah adalah siapa yang bersikeras hendak beroleh barang (pekerjaan), dialah yang harus menderita rugi (kesukaran dan sebagainya)

Siapa melejang, siapa patah siapa melalah, siapa patah. Siapa melejang, siapa patah siapa melalah, siapa patah; siapa menyuruk, siapa bungkuk juga berarti siapa menyuruk, siapa bungkuk berarti orang yang berkeras hendak berbuat sesuatu, dialah yang harus menanggung kesukarannya (kerugiannya dan sebagainya). Siapa melejang, siapa patah siapa melalah, siapa patah; siapa menyuruk, siapa bungkuk juga berarti pekerjaan yang terburu-buru kelak akan merugikan juga

Arti peribahasa siapa menjala, siapa terjun adalah siapa yang menginginkan sesuatu harus berusaha

Arti peribahasa siapa pun jadi raja, tanganku ke dahi juga adalah siapa pun berkuasa aku tetap menghormatinya

Arti peribahasa siapa sakit, siapa menyiuk adalah yang berbuat salah akan merasa jika ada yang menyindir dan sebagainya

Arti peribahasa siapa yang gatal, dialah yang menggaruk adalah orang yang berkehendak (ingin), dialah yang harus berbuat sendiri

Arti peribahasa siapa yang makan cabai, dialah yang berasa pedas kepedasan adalah siapa yang berbuat kurang baik akan merasakan akibatnya

Arti peribahasa siapa yang makan cabai, dialah yang berasa pedas kepedasan adalah siapa yang merasa tersindir berarti telah berbuat seperti yang disindirkan itu

Arti peribahasa siar bakar berpuntung suluh adalah suatu perkara boleh diputuskan sesudah cukup bukti-bukti dan keterangannya

Arti peribahasa sigai dua segeragai adalah suatu perkara yang bersangkut-paut dengan perkara yang lain

Arti peribahasa silap mata pecah kepala adalah kalau kurang waspada dalam suatu pekerjaanya akhirnya akan binasa

Arti peribahasa silap mata pecah kepala adalah kalau kurang penjagaan dalam suatu pekerjaan yang berbahaya, binasalah akhirnya

Arti peribahasa singkap daun ambil isi buah adalah (berkata) dengan terus terang

Arti peribahasa singkat diulas panjang dikerat adalah mana-mana yang kurang ditambah, sedangkan yang lebih dikurangi (yang kurang baik diperbaiki)

Arti peribahasa singkat tidak terluas, panjang tidak terkerat adalah tiap-tiap orang akan mati apabila telah sampai ajalnya

Arti peribahasa siput memuji buntut adalah memuji diri sendiri

Arti peribahasa sirih naik junjungan patah adalah baru hendak naik derajat kehidupannya sudah mendapat kesusahan

Arti peribahasa sirih pulang ke gagang adalah sudah pada tempatnya. Sirih pulang ke gagang juga berarti kembali seperti semula

Arti peribahasa seperti belanda kesiangan adalah orang yang meniru-niru sikap belanda (pada zaman penjajahan)

Arti peribahasa seperti buah kedempung, di luar berisi di dalam kosong adalah orang yang sombong (banyak cakap), padahal tidak ada kelebihannya

Arti peribahasa seperti bulan kesiangan adalah muka yang sangat pucat

Arti peribahasa seperti gerup dengan sisir adalah menunjukkan hubungan yang rapat sekali, seolah-olah tidak dapat bercerai

Arti peribahasa seperti siang dengan malam adalah jauh (banyak) bedanya

Arti peribahasa sudu-sudu di tepi jalan dipanjat kena durinya, disinggung kena rabasnya, ditakik kena getahnya adalah orang yang tidak dapat dikalahkan

Arti peribahasa tahu di asin garam adalah banyak pengalaman

Arti peribahasa tahu makan tahu simpan adalah dapat menyimpan rahasia baik-baik

Arti peribahasa tak beras antah dikisik adalah melakukan segala sesuatu asal maksud tercapai

Arti peribahasa tampuknya masih bergetah adalah masih cukup penghidupannya

Arti peribahasa tersingit-singit bagai katung di bawah reba adalah sangat merendahkan diri seperti orang kecil (orang bawahan) yang takut dan malu hendak mendekati orang besar atau berkedudukan tinggi

Arti peribahasa tertelentang berisi air, tertiarap berisi tanah adalah perihal orang yang terlalu miskin (lemah), tiada berdaya

Arti peribahasa tidak makan siku-siku adalah cakap orang yang berleleran saja, tiada langsung ke tujuannya

Arti peribahasa tidak makan siku-siku adalah tidak baik. Tidak makan siku-siku juga berarti tidak patut

Arti peribahasa tidur bertilam pasir adalah tidur di mana saja (karena tidak bertempat tinggal)

Arti peribahasa tuah ayam boleh dilihat, tuah manusia siapa tahu adalah tidak ada orang yang dapat menentukan nasib seseorang

Arti peribahasa zaman beralih musim bertukar adalah segala sesuatu hendaknya disesuaikan dengan keadaan zaman

Demikian arti kata si di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih

Pencarian

Arti Antonim Sinonim Rima