Rizky
RizkySeseorang noobgrammer sekaligus mobile gamer yang selalu tertarik dengan perkembangan teknologi.

Arti Kata Tang Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

gambar tang ilustrasi

Arti tang - Tang memiliki 5 arti. Tang adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Tang memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga tang dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan dan verba atau kata kerja sehingga tang dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya. nomina atau kata benda sehingga tang dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Tang memiliki arti dalam kelas partikel yaitu kata yang tidak tertakluk pada perubahan bentuk dan hanya berfungsi menampilkan unsur yang diiringinya. Tang termasuk dalam ragam bahasa cakapan.

Daftar isi


Daftar arti kata tang

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: -
Lain: -
Arti kata tang adalah alat untuk menjepit (mencabut, memotong) paku dan sebagainya

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: verba
Ragam: -
Lain: -
Arti kata tang adalah menjepit (mencabut, memotong) paku dan sebagainya

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: -
Lain: -
Arti kata tang adalah tiruan bunyi kaleng dipukul

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: -
Ragam: -
Lain: -
Arti kata tang adalah bentuk tidak baku dari tank

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: cakapan
Lain: -
Arti kata tang adalah tentang

Daftar istilah dengan kata dasar tang

Arti istilah tang cucut adalah tang dengan rahang sempit dan panjang yang dirancang khusus untuk atau mencapai bagian mesin dan sebagainya yang sulit dijangkau

Arti istilah tang kombinasi adalah tang dengan rahang lurus yang dpt menghasilkan jepitan kuat untuk menarik atau memotong kawat

Arti istilah tang pengupas kabel adalah tang dengan rahang pemotong yang dirancang khusus untuk mengupas atau memotong kabel listrik

Daftar peribahasa dengan kata tang

Arti peribahasa seperti abu di atas tanggul adalah tidak tetap kedudukannya (sewaktu-waktu dapat dipecat dan sebagainya)

Arti peribahasa angin tak dapat ditangkap, asap tak dapat digenggam adalah rahasia tidak selamanya dapat disembunyikan, akhirnya akan terbuka juga

Arti peribahasa bagai anjing melintang denai adalah sangat gembira (sombong)

Arti peribahasa bagai itik pulang petang adalah sangat lambat (jalannya)

Arti peribahasa bagai keluan bebar petang adalah ramai-ramai berkerumun

Arti peribahasa bagai menentang matahari adalah melawan atau menyanggah kekuatan atau kekuasaan yang jauh lebih tinggi daripada kuasa atau kekuatan penyanggah itu tentu akan binasa

Arti peribahasa bak mandi di air kiambang, pelak lepas gatal pun datang adalah sesuatu yang diperoleh sekalipun berguna juga, tetapi kemudian mendatangkan yang lebih menyiksa

Arti peribahasa batang betung beruas-ruas adalah sangat jujur. Batang betung beruas-ruas juga berarti lurus hati

Arti peribahasa berani menjual, berani membeli berani pegang, berani tanggung adalah jika berani mengatakan (memerintahkan), hendaknya berani melakukan juga

Arti peribahasa berebut buluh tamiang hanyut, tangan luka buluh tamiang tak dapat adalah dua orang yang memperebutkan sesuatu sampai luka-luka, tetapi tidak ada hasilnya

Arti peribahasa berjanjang naik, bertangga turun adalah menurut derajat dan kedudukan masing-masing. Berjanjang naik, bertangga turun juga berarti menurut aturan yang lazim berlaku

Arti peribahasa berlayar menentang mengadang, menuju pulau adalah setiap usaha harus ada tujuannya

Arti peribahasa bertepuk sebelah tangan tidak akan berbunyi adalah kasih sayang tidak mungkin datang dari satu pihak

Arti peribahasa bertepuk sebelah tangan adalah tidak bersambut dengan baik, hanya dari sebelah pihak (tentang kebaikan atau cinta kasih)

Arti peribahasa bertepuk sebelah tangan adalah kasih sayang yang datang dari sebelah pihak

Arti peribahasa bintang di langit boleh dibilang, tetapi arang di muka tak sadar adalah cela (kesalahan, keburukan, dan sebagainya) orang lain diketahui, tetapi cela sendiri tidak tahu

Arti peribahasa buah tangisan beruk adalah gadis cantik yang menjadi idaman anak bujang

Arti peribahasa calak ganti asah menanti tukang belum datang adalah sesuatu yang dipakai untuk sementara waktu sebelum ada yang lebih baik (hanya sekadar untuk mencukupi kebuTuhan)

Arti peribahasa dahan pembaji batang adalah (orang kepercayaan yang) menyalahgunakan harta benda tuannya

Arti peribahasa datang tak berjemput, pulang tak berhantar adalah perihal orang yang tidak diindahkan

Arti peribahasa datang tampak muka, pulang tampak punggung adalah hendaklah selalu bersopan santun apabila datang di rumah orang atau pergi dari rumah orang

Arti peribahasa datang tampak muka, pulang tampak punggung adalah datang dan pergi hendaklah memberi tahu

Arti peribahasa datang tidak berjemput, pulang tidak berantar adalah tidak diperlakukan sebagaimana mestinya (tentang tamu)

Arti peribahasa dinding teretas, tangga terpasang adalah sudah nyata (terbukti) bahwa seseorang kecurian

Arti peribahasa dinding teretas, tangga terpasang adalah sesuatu yang telah cukup buktinya

Arti peribahasa dirintang siamang berbual adalah asyik melihat sesuatu yang tidak berguna untuk menghabiskan waktu

Arti peribahasa disangka panas sampai petang, kiranya hujan tengah hari adalah disangka akan senang atau mulia selamanya, tetapi tiba-tiba ditimpa musibah sehingga jatuh melarat

Arti peribahasa dengan sesendok madu dapat lebih banyak ditangkap serangga daripada dengan cuka sesendok adalah dengan mulut manis serta ramah-tamah lebih banyak diperoleh sahabat (kawan) daripada dengan perkataan yang tajam dan muka yang masam

Arti peribahasa gigi tanggal rawan murah adalah keinginan timbul setelah tidak ada kesempatan lagi

Arti peribahasa hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan adalah tidak mau kalah dengan orang lain

Arti peribahasa hendak menangguk ikan, tertangguk batang adalah mengharapkan untung, tetapi yang diperoleh kerugian

Arti peribahasa inai tertepung, kuku tanggal adalah sesuatu yang sudah selesai dikerjakan, tetapi akhirnya ada kesukaran (kesusahan dan sebagainya)

Arti peribahasa jadi mata telinga jadi kaki tangan adalah seseorang yang menjadi harapan atau kepercayaan, yang selalu memberi pertolongan

Arti peribahasa jangan dilepaskan tangan kanan, sebelum tangan kiri berpegang adalah jangan melepaskan pekerjaan yang ada sebelum mendapat pekerjaan (pencaharian) yang baru

Arti peribahasa jangan ditentang matahari condong, takut terturut jalan tak berintis adalah hendaklah kita selalu ingat dan cermat, jangan teperdaya atau tergoda akan sesuatu yang elok, tetapi mungkin mendatangkan bahaya

Arti peribahasa jatuh diimpit tangga adalah ditimpa kesukaran berturut-turut

Arti peribahasa jelatang di hulu air adalah sesuatu yang selalu menyusahkan

Arti peribahasa jerih menentang boleh, rugi menentang laba adalah suka menolong (mengeluarkan uang) karena ingin mendapat pertolongan (keuntungan)

Arti peribahasa jika langkah sudah terlangkahkan, berpantang dihela surut adalah suatu pekerjaan yang telah dimulai dengan saksama, sekali-kali jangan dihentikan sebelum tujuan tercapai

Arti peribahasa kalau kena tampar, biar dengan tangan yang pakai cincin, kalau kena tendang, biar dengan kaki yang pakai kasut adalah jika diberi malu oleh perempuan, lebih baik oleh perempuan baik-baik daripada oleh perempuan jalang

Arti peribahasa kasihkan anak tangan-tangankan, kasihkan bini tinggal-tinggalkan sayang di anak dibenci, sayang di negeri ditinggalkan adalah yang disayangi itu hendaknya jangan terlalu dimanjakan;

Arti peribahasa kecil tapak tangan, nyiru ditadahkan adalah ingin mendapat sebanyak-banyaknya

Arti peribahasa lempar batu sembunyi tangan adalah melakukan sesuatu (kegiatan dan sebagainya), tetapi kemudian berdiam diri seolah-olah tidak tahu-menahu

Arti peribahasa lempar batu sembunyi tangan adalah berbuat kurang baik kepada orang, lalu berpura-pura tidak tahu

Arti peribahasa lubuk dalam, si kitang yang empunya adalah setiap orang berkuasa di lingkungan sendiri

Arti peribahasa makan sudah terhidang, jamu belum jua datang adalah gadis yang telah besar, sudah patut bersuami, tetapi orang belum ada yang datang meminangnya

Arti peribahasa manusia tahan kias, binatang tahan palu adalah mengajar manusia dengan sindiran sudah cukup, tetapi mengajar binatang harus dengan pukulan

Arti peribahasa mata memandang apa hendak sakit, bahu memikul timpa perasaan seberapa berat mata menentang, berat jua bahu memikul adalah berapa jua susah orang melihat suatu penderitaan yang ditanggung oleh orang lain, terlebih susah jua orang yang menanggungnya

Arti peribahasa melukut di tepi gantang adalah perkara kecil yang tidak mendapat perhatian

Arti peribahasa membangkit batang terendam adalah mengangkat kembali nama orang yang sudah lama hilang dari ingatan. Membangkit batang terendam juga berarti mengulangi perkara yang sudah lama dilupakan

Arti peribahasa membangkit batang terendam adalah mengadakan (memunculkan) sesuatu yang telah lama hilang (seperti mengangkat penghulu yang telah lama tidak ada)

Arti peribahasa menggantang anak ayam adalah melakukan pekerjaan yang tidak mungkin atau sia-sia

Arti peribahasa menggantang anak ayam adalah melakukan pekerjaan yang sangat sulit

Arti peribahasa menggolek batang terguling adalah melakukan pekerjaan yang mudah

Arti peribahasa mengisi gantang pesuk adalah melakukan pekerjaan yang siasia

Arti peribahasa menjangkau sehabis tangan adalah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai maksud

Arti peribahasa mulut manis jangan percaya, lepas dari tangan jangan diharap adalah jangan percaya kepada orang yang manis perkataannya, barang atau uang yang dipinjamkan kepada orang yang bersifat demikian, tidak dapat diharapkan kembali lagi

Arti peribahasa mulut telanjur terdorong emas tantangannya padahannya adalah perkataan (janji) yang sudah diucapkan harus ditepati

Arti peribahasa panas tidak sampai petang adalah bertambah susah

Arti peribahasa pantang kutu dicukur, pantang manusia dihinakan adalah tiada orang yang mau dihinakan

Arti peribahasa pejatian awak, kepantangan orang adalah berselisih pendapat dengan orang banyak

Arti peribahasa pengayuh sama di tangan, perahu sama di air adalah tidak perlu takut-takut (rendah diri) karena sama kekuatannya

Arti peribahasa perahu sudah di tangan, perahu sudah di air adalah sudah siap sedia segala keperluan untuk melakukan suatu pekerjaan

Arti peribahasa rugi menentang laba, jerih menentang boleh adalah supaya maksud kita tercapai, kita harus mau berusaha (bersusah payah) dahulu

Arti peribahasa sabung selepas hari petang adalah untung-untungan (usaha atau percobaan terakhir)

Arti peribahasa samun sakar berdarah tangan adalah setiap perkara baru boleh diputuskan sesudah cukup bukti dan keterangan

Arti peribahasa sawah berpematang berpiring ladang berbintalak adalah segala sesuatu ada batasnya

Arti peribahasa sebelum ajal berpantang mati adalah tidak akan mati sebelum sampai waktunya

Arti peribahasa sebelum ajal berpantang mati adalah sebelum tiba waktunya tidak akan mati

Arti peribahasa secupak tak jadi segantang adalah sesuatu yang tetap dan tidak dapat diubah lagi

Arti peribahasa semisal udang dalam tangguk adalah sedang dalam kesusahan (kesukaran)

Arti peribahasa si cebol hendak mencapai bulan bintang adalah menghendaki sesuatu yang mustahil tercapai

Arti peribahasa sia-sia menjaring angin terasa ada tertangkap tidak adalah jangan mengharapkan yang bukan-bukan karena akan mengecewakan saja

Sia-sia menjaring angin, terasa ada tertangkap tidak berarti jangan mengharapkan sesuatu yang bukan-bukan supaya tidak kecewa

Arti peribahasa sia-sia utang tumbuh adalah jika berbuat dengan tidak hati-hati akan banyak utangnya

Arti peribahasa siapa pun jadi raja, tanganku ke dahi juga adalah siapa pun berkuasa aku tetap menghormatinya

Arti peribahasa seperti air basuh tangan adalah sesuatu yang mudah didapat

Arti peribahasa seperti batang mengkudu, dahulu buah daripada bunga adalah perihal orang yang mau lekas marah sebelum diketahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahinya

Arti peribahasa seperti melukut di tepi gantang adalah tidak dapat berbuat apa-apa

Arti peribahasa sudah jatuh ditimpa tangga adalah mendapat kesusahan (kecelakaan) secara berturut-turut

Arti peribahasa tak ada padi yang bernas setangkai adalah tidak ada satu pun yang sempurna

Arti peribahasa tampuk bertangkai adalah ada bukti (keterangan, alasan, jaminan) yang kuat

Arti peribahasa tangan kanan jangan percaya akan tangan kiri adalah jangan selamanya percaya begitu saja kepada sahabat karena kerap kali sahabat juga yang mencelakakan kita

Arti peribahasa tangan mencencang memetik, menetak bahu memikul adalah siapa yang salah harus menanggung hukuman

Arti peribahasa tangan mencencang bahu memikul adalah siapa yang bersalah harus dihukum. Tangan mencencang bahu memikul juga berarti perbuatan jahat harus diberi hukuman yang setimpal

Arti peribahasa tangan mencencang bahu memikul adalah siapa bersalah harus berani menerima hukuman. Tangan mencencang bahu memikul juga berarti siapa yang berbuat harus berani bertanggung jawab

Arti peribahasa tangan menetak mencencang bahu memikul adalah harus berani menanggung kesalahan yang telah diperbuat

Arti peribahasa tangan menggenggam tangan adalah sangat kikir

Arti peribahasa tangguk lerek dengan bingkainya adalah suami istri yang hidup rukun sampai tua

Arti peribahasa tangguk rapat, keruntung bubus adalah suami pandai mencari uang, tetapi istrinya terlampau pemboros

Arti peribahasa tegak pada yang datang adalah tetap pendiriannya. Tegak pada yang datang juga berarti tetap memegang keadilan (kebenaran)

Arti peribahasa tentang mata dengan mata antara empat mata adalah berhadap-hadapan dua orang saja

Arti peribahasa terikat kaki tangan adalah tidak bebas (berkuasa) lagi

Arti peribahasa terpeluk di batang dedap adalah malang. Terpeluk di batang dedap juga berarti sial

Arti peribahasa tertangkap basah adalah tertangkap ketika sedang berbuat kejahatan. Tertangkap basah juga berarti tertangkap tangan

Arti peribahasa tertangkap di ikan kalang adalah berhadapan dengan orang pandai, kaya, berani, dan sebagainya

Arti peribahasa tertangkup sama termakan tanah, telentang sama terminum air adalah sama-sama dalam suka dan duka

Arti peribahasa tertelentang berisi air, tertiarap berisi tanah adalah perihal orang yang terlalu miskin (lemah), tiada berdaya

Arti peribahasa tertelentang sama terminum air, tertelungkup sama termakan tanah adalah seia sekata. Tertelentang sama terminum air, tertelungkup sama termakan tanah juga berarti sama-sama merasakan keberuntungan atau kerugian

Arti peribahasa tiada terbawa sekam segantang adalah sangat lemah (tidak berkekuatan)

Arti peribahasa tolak tangga berayun kaki adalah membuang kehidupan yang sudah enak

Arti peribahasa udang dalam tangguk adalah sangat gelisah (susah dan sebagainya)

Arti peribahasa utang pinjam kayu ara adalah (utang yang akan dibayar apabila kayu ara tidak bergetah) utang yang tidak akan dibayar

Arti peribahasa utang emas boleh dibayar utang budi dibawa mati adalah budi baik orang hanya dapat dibalas dengan kebaikan pula

Arti peribahasa utang emas dapat dibayar, utang budi dibawa mati adalah kebaikan hati orang akan diingat selama-lamanya

Arti peribahasa utang selilit sebelit pinggang utang tiap helai bulu adalah utangnya banyak sekali

Arti peribahasa yang bulat datang bergolek, yang pipih datang melayang adalah keun-tungan (kesenangan dan sebagainya) datang dari mana-mana

Arti peribahasa yang secupak takkan jadi segantang adalah sesuatu yang sudah pasti (tidak dapat diubah lagi)

Arti peribahasa yang sesukat tak akan jadi segantang adalah nasib orang tidak dapat diubah

Arti peribahasa yang terbujur lalu, yang terlintang patah adalah siapa yang tidak melawan akan selamat, yang menentang akan binasa (sesuatu yang harus diturut)

Demikian arti kata tang di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih

Pencarian

Arti Antonim Sinonim Rima