Rizky
RizkySeseorang noobgrammer sekaligus mobile gamer yang selalu tertarik dengan perkembangan teknologi.

Arti Kata Tin Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

gambar tin ilustrasi

Arti tin - Tin memiliki 1 arti. Tin memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga tin dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.

Daftar isi

Daftar arti kata tin

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: -
Lain: -
Arti kata tin adalah kaleng. Tin juga berarti belek
Contoh: Buah tin, buah kaleng, susu tin, susu kaleng

Daftar peribahasa dengan kata tin

Arti peribahasa angkuh terbawa, tampan tinggal adalah baik rupanya, tetapi tidak baik sikapnya (olok-olok kepada orang yang pesolek)

Arti peribahasa bagai geluk tinggal di air adalah orang yang hanya menunggu bantuan orang lain

Arti peribahasa bajak patah banting terambau adalah menderita kecelakaan bertimpa-timpa

Arti peribahasa bertanjak baru bertinjau adalah melakukan sesuatu sebagaimana mestinya

Arti peribahasa bunga dipetik perdu ditendang bunganya dipersunting, pangkalnya diberaki adalah hanya mau mengambil keuntungan saja (misalnya istri dikasihi, mertua dibenci)

Arti peribahasa cakap berdegar-degar, tumit diketing adalah banyak mulut, tetapi penakut

Arti peribahasa coba-coba menanam mumbang, kalau tumbuh sunting negeri adalah kerjakan terus, barangkali ada hasilnya kelak

Arti peribahasa di mana pinggan pecah, di sana tembikar tinggal adalah di mana orang meninggal di situ dikuburkan

Arti peribahasa di mana ranting dipatah, di situ air disauk adalah setiap orang hendaklah menurut adat kebiasaan di negeri tempat tinggalnya

Arti peribahasa disigai sampai ke langit tinggi disigai, besar ditebang adalah suatu perkara diselidiki secara tuntas. Disigai sampai ke langit tinggi disigai, besar ditebang juga berarti diselidiki (diusut) sebaik-baiknya

Arti peribahasa ditindih yang berat, dililit yang panjang adalah tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan orang (kemalangan dan sebagainya)

Arti peribahasa duduk sama rendah, tegak berdiri sama tinggi adalah sejajar kedudukannya (tingkatnya atau martabatnya)

Arti peribahasa gedang sebagai dilambuk-lambuk, tinggi sebagai dijunjung adalah sangat dimuliakan

Arti peribahasa genting menanti putus, biang menanti tembuk adalah perkara yang hampir putus (selesai)

Arti peribahasa genting putus, biang menanti tembuk adalah perkara yang sudah putus (tidak boleh diubah lagi)

Arti peribahasa hilang satu sepuluh gantinya adalah sekali-kali janganlah putus asa

Arti peribahasa ingin buah manggis hutan, masak ranum tergantung tinggi adalah ingin akan sesuatu, tetapi amat susah diperoleh

Arti peribahasa jangan diperlebar timba ke perigi, kalau tak putus, genting adalah jangan diulang-ulang perbuatan yang jahat, lambat laun akan mendapat bencana jua

Arti peribahasa jangan diperlelarkan timba perigi, kalau tak putus genting adalah kejahatan itu jika diulang-ulang akhirnya mencelakakan juga

Arti peribahasa kasihkan anak tangan-tangankan, kasihkan bini tinggal-tinggalkan sayang di anak dibenci, sayang di negeri ditinggalkan adalah yang disayangi itu hendaknya jangan terlalu dimanjakan;

Arti peribahasa kelam disigi lekung ditinjau adalah segala hal yang kurang terang harus diselidiki baik-baik

Arti peribahasa kepak singkat, terbang hendak tinggi adalah kemampuan sedikit, cita-cita tinggi

Arti peribahasa keras bagai batu, tinggi bagai bukit adalah tidak mau menurut perintah

Arti peribahasa laba tertinggal, harta lingkap adalah tidak beroleh laba sama sekali, bahkan modalnya ikut habis

Arti peribahasa mara hinggap mara terbang, enggang lalu ranting patah adalah seseorang yang tidak berbuat suatu kesalahan, tetapi pada waktu terjadi suatu kejahatan ia yang dituduh berbuat kesalahan itu

Arti peribahasa mati enau tinggal di rimba adalah orang kecil jika sudah mati namanya tidak akan disebut-sebut lagi

Arti peribahasa melanting menuju tampuk, berkata menuju benar adalah dalam rapat (perundingan), kita harus menggunakan dasar kebenaran dan kejujuran

Arti peribahasa melanting menuju tampuk adalah setiap usaha ada maksudnya

Arti peribahasa melukut tinggal sekam melayang adalah yang baik tetap, yang buruk akan hilang

Arti peribahasa mempertinggi semangat anjing adalah memperbaiki nama orang jahat (tentu sia-sia)

Arti peribahasa mempertinggi tempat jatuh, memperdalam tempat kena adalah sengaja membesar-besarkan kesalahan sendiri sehingga mendapat hukuman (kerugian) yang berat

Arti peribahasa menahan jerat di tempat genting adalah mengambil keuntungan dari kesusahan atau penderitaan orang lain

Arti peribahasa menahan lukah di penggentingan adalah mencari untung pada waktu ada kerusuhan dan sebagainya

Arti peribahasa menebang menuju pangkal, melanting menuju tampuk adalah setiap tindakan yang dilakukan harus ada maksud dan tujuannya

Arti peribahasa mengail dalam belanga, menggunting dalam lipatan adalah mempergunakan kesempatan untuk keuntungan pribadi tanpa memikirkan nasib kawan akibat perbuatan itu

Arti peribahasa menggunting dalam lipatan adalah mencelakakan kawan (saudara dan sebagainya) sendiri

Arti peribahasa menggunting dalam lipatan adalah mencelakakan kawan sendiri

Arti peribahasa menohok kawan seiring, menggunting dalam lipatan adalah mencelakakan teman sendiri

Arti peribahasa orang beraja di hatinya adalah menurutkan rasa (sesuka) hati masing-masing

Arti peribahasa patah batu hatinya adalah hilang sama sekali kemauannya

Arti peribahasa patah batu hatinya adalah tidak mau berusaha (bekerja) lagi

Arti peribahasa rendah bilang-bilang disuruki, tinggi kayu ara dilangkahi adalah berbuat sesuatu atau menghadapi seseorang hendaklah menurut patutnya

Arti peribahasa rendah gunung tinggi harapan adalah harapan yang sangat besar

Arti peribahasa salah cotok melantingkan adalah jika berbuat salah, harus mau memperbaikinya

Arti peribahasa sebagai kepiting batu adalah sangat kikir

Arti peribahasa setinggi-tinggi bangau terbang, surutnya ke kubangan adalah sejauh-jauh orang merantau, akhirnya kembali ke tempat asalnya (kampung halamannya) juga

Arti peribahasa setinggi-tinggi melambung, surutnya ke tanah juga adalah biar ke mana pun perginya, akhirnya pulang ke kampung halaman juga

Arti peribahasa seperti gunting makan di ujung adalah perlahan-lahan (diam-diam tidak kentara), tetapi mengena atau tercapai apa yang dimaksudkan

Arti peribahasa seperti kepiting tidak tahu bungkuknya sebagai udang tak tahu bungkuknya adalah orang yang tidak tahu akan cacatnya, tidak sadar akan kebodohan dan kekurangannya

Arti peribahasa seperti menating minyak penuh adalah memperlakukan dengan sangat hati-hati (penuh kesayangan dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti menating minyak penuh adalah diperlakukan dengan penuh kasih sayang (hati-hati dan sebagainya)

Subur karena dipupuk, besar karena diambak. Subur karena dipupuk, besar karena diambak; besar diambak, tinggi dianjung juga berarti besar diambak, tinggi dianjung berarti orang besar atau tinggi kedudukannya karena dimuliakan oleh anak buahnya atau pengikutnya

Arti peribahasa tegak sama tinggi, duduk sama rendah adalah sama tingkatnya (derajat kedudukannya)

Arti peribahasa terajar pada banting pincang adalah tidak ada gunanya mengajar orang yang keras kepala

Arti peribahasa terbulang ayam betina adalah orang yang disangka berani dan sebagainya, ternyata tidak

Arti peribahasa tinggal kelopak salak adalah sangat papa. Tinggal kelopak salak juga berarti sangat miskin

Arti peribahasa tinggal sehelai sepinggang adalah tinggal pakaian yang melekat pada tubuhnya. Tinggal sehelai sepinggang juga berarti menjadi miskin

Arti peribahasa tinggi banir tempat berlindung adalah setiap hal yang istimewa ada faedahnya asal tahu menggunakannya

Arti peribahasa tinggi gelepur rendah laga adalah banyak cakapnya, tetapi tidak ada isinya (hasilnya, pekerjaannya). Tinggi gelepur rendah laga juga berarti sombong

Arti peribahasa tinggi terbawa oleh ruasnya adalah seseorang yang masih bodoh walaupun sudah besar

Arti peribahasa tingkalak menghadap mudik, lukah menghadap hilir adalah segala sesuatu menurut adatnya (sifatnya, kelazimannya)

Arti peribahasa tuah melambung tinggi, celaka menimpa, celaka sebesar gunung adalah berilmu tinggi, tetapi tidak mempunyai pekerjaan yang tetap sehingga hidupnya selalu susah juga

Arti peribahasa yang lahir menunjukkan yang batin adalah kelakuan orang menunjukkan tabiatnya atau perasaan hatinya

Arti peribahasa yang rebah ditindih adalah yang sudah celaka (miskin) bertambah celaka (miskin)

Arti peribahasa yang teguh disokong, yang rebah ditindih adalah yang sudah kuat (kaya dan sebagainya) dibantu, sedang yang lemah (miskin dan sebagainya) ditindas

Demikian arti kata tin di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih

Pencarian

Arti Antonim Sinonim Rima