Rizky
RizkySeseorang noobgrammer sekaligus mobile gamer yang selalu tertarik dengan perkembangan teknologi.

Arti Kata Ya Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

gambar ya ilustrasi

Arti ya - Ya memiliki 7 arti. Ya adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Ya memiliki arti dalam kelas partikel yaitu kata yang tidak tertakluk pada perubahan bentuk dan hanya berfungsi menampilkan unsur yang diiringinya. Ya memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga ya dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.

Daftar isi

Daftar arti kata ya

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: -
Lain: -
Arti kata ya adalah kata untuk menyatakan setuju (membenarkan dan sebagainya). Ya juga berarti ia
Contoh: Ya baiklah, saya datang nanti sore

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: -
Lain: -
Arti kata ya adalah kata untuk memastikan, menegaskan dalam bertanya (. bukan)
Contoh: Ia pacarmu, ya?

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: -
Lain: -
Arti kata ya adalah tah. Ya juga berarti gerangan
Contoh: Siapa yayang hendak ke pasar?

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: -
Lain: -
Arti kata ya adalah kata untuk memberi tekanan pada suatu pernyataan
Contoh: Besok datang ya, jangan lupa

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: -
Lain: -
Arti kata ya adalah (kata seru seperti) hai. Ya juga berarti o
Contoh: Ya Allah, ya Tuhan

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: -
Lain: -
Arti kata ya adalah kata untuk menyahut panggilan. Ya juga berarti saya

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: -
Lain: -
Arti kata ya adalah nama huruf ke. abjad arab

Daftar peribahasa dengan kata ya

Arti peribahasa sebagai durian pangsa menunjukkan bangsa sebagai durian menunjukkan pangsanya adalah kelakuan (perkataan dan sebagainya) seseorang menunjukkan tinggi rendahnya budi pekerti (asal dan sebagainya)

Arti peribahasa ada angin ada pohonnya hujan berpohon, panas berasal adalah segala hal ada asal mulanya (sebab-sebabnya)

Arti peribahasa ada nyawa umur ada rezeki adalah selama masih hidup kita tentu masih sanggup berusaha

Arti peribahasa ada nyawa, ada ikan adalah masih hidup, tetapi sudah hampir mati (dalam keadaan hampir mati)

Arti peribahasa adakah buaya menolak bangkai adalah orang jahat akan berbuat jahat kalau ada kesempatan

Arti peribahasa adapun manikam itu jika dijatuhkan ke dalam limbahan sekalipun, niscaya tidak hilang cahayanya adalah orang yang asalnya baik jika ia miskin ataupun menjadi suruhan orang, tabiatnya, kelakuannya, dan budi bahasanya tetap baik

Arti peribahasa adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah adalah pekerjaan (perbuatan) hendaklah selalu mengingat aturan adat dan agama (jangan bertentangan satu dengan yang lain)

Arti peribahasa adat hidup tolong-menolong, syariat palu-memalu adalah dalam kehidupan sehari-hari harus saling menolong, dalam agama saling membantu

Arti peribahasa air jernih ikannya jinak adalah negeri yang serba teratur dengan penduduknya yang serba baik, baik pula budi bahasanya

Arti peribahasa anak ayam kehilangan induk adalah ribut dan bercerai-berai karena kehilangan tumpuan

Arti peribahasa anak sendiri disayangi, anak tiri dibengkengi adalah bagaimanapun adilnya seseorang, kepentingan sendiri juga yang diutamakan

Arti peribahasa anjing menyalak di ekor pantat gajah adalah orang hina (lemah, kecil) hendak melawan orang berkuasa

Arti peribahasa apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar adalah tidak ada gunanya ilmu pengetahuan yang disimpan saja kalau tidak diajarkan kepada orang lain atau tidak dipraktikkan (tidak dimanfaatkan)

Arti peribahasa asal ayam pulang ke lumbung, asal itik pulang ke pelimbahan adalah tabiat orang tidak akan berubah

Arti peribahasa asing lubuk, asing ikannya adalah lain daerah, lain adatnya

Arti peribahasa awak yang payah membelah ruyung, orang lain yang beroleh sagunya adalah kita yang berusaha dan bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat faedahnya

Arti peribahasa ayam bertelur di padi adalah hidup senang dan mewah

Arti peribahasa ayam ditambat disambar elang adalah malang sekali. Ayam ditambat disambar elang juga berarti bernasib buruk

Arti peribahasa ayam hitam terbang malam adalah sukar ketahuan (tentang perkara dan sebagainya)

Arti peribahasa ayam itik raja pada tempatnya adalah setiap orang berkuasa di tempatnya atau di lingkungannya

Arti peribahasa ayam laga sekandang adalah berkelahi atau bertengkar dengan keluarga sendiri atau teman seperguruan

Arti peribahasa ayam putih terbang siang adalah mudah ketahuan (tentang perkara dan sebagainya)

Arti peribahasa bagai ayam dibawa kelampok adalah keheranan melihat sesuatu

Arti peribahasa bagai bunyi siamang kenyang adalah banyak bicara karena mendapat kesenangan

Arti peribahasa bagai manik putus talinya pengarang adalah perihal air mata yang bercucuran

Arti peribahasa bagai menyandang galas tiga adalah pekerjaan yang ringan, tetapi sukar melakukannya

Arti peribahasa bagai pelita kehabisan minyak adalah tidak berseri-seri lagi

Arti peribahasa bagaimana bunyi gendang, begitulah tarinya adalah menurut segala perintah untuk menyesuaikan diri dengan keadaan

Arti peribahasa bajak selalu di tanah yang lembut adalah orang yang selalu menderita adalah orang yang lemah

Arti peribahasa baju indah dari balai, tiba di rumah menyarungkan adalah hukuman sudah diputuskan dan tidak boleh dibanding lagi

Arti peribahasa banyak menelan garam hidup adalah banyak pengalaman hidup

Arti peribahasa banyak orang banyak ragamnya adalah tiap-tiap orang mempunyai pendapat (kemauan) sendiri-sendiri

Arti peribahasa barang siapa menggali lubang, ia akan terperosok ke dalamnya adalah siapa yang berniat (berbuat) jahat terhadap orang lain akan mendapat kecelakaan sendiri

Arti peribahasa barang siapa yang berketuk ialah yang bertelur adalah siapa yang merasa tersindir, dialah yang berbuat seperti yang disindirkan itu

Arti peribahasa baunya setahun pelayaran adalah berbau busuk sekali

Arti peribahasa belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam adalah sebodoh bodohnya orang, jika berusaha dan belajar akan menjadi pandai

Arti peribahasa belum sudah diasapi kemenyan adalah belum (sudah) kawin

Arti peribahasa belum bergigi hendak mengunyah menggigit adalah hendak melakukan sesuatu, tetapi belum ada sarananya

Arti peribahasa belum dipanjat asap kemenyan adalah belum kawin

Arti peribahasa belum punya kuku hendak mencubit adalah belum mempunyai kekuasaan sudah hendak mencari-cari kesalahan orang

Arti peribahasa belum tentu hilir mudiknya adalah belum tentu keputusan atau kesudahan suatu hal atau perkara

Arti peribahasa belum tentu si upik si buyungnya adalah belum tentu kesudahannya

Arti peribahasa berani sendok pengedang, air hangat direnanginya adalah perihal orang berani, tetapi bodoh

Arti peribahasa berendam sesayak air, berpaut sejengkal tali adalah hidup serba kekurangan

Arti peribahasa berendam sesayak air, berpaut sejengkal tali adalah penghidupan yang sangat susah (serba kekurangan)

Arti peribahasa berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau adalah segala usaha hendaknya sampai kepada maksudnya

Arti peribahasa berlayar atas angin adalah mendapat bantuan atau sokongan orang lain

Arti peribahasa berlayar bernakhoda, berjalan dengan yang tua adalah setiap mengerjakan sesuatu hendaklah menuruti nasihat (petunjuk) orang yang ahli atau yang berpengalaman

Arti peribahasa berlayar menentang mengadang, menuju pulau adalah setiap usaha harus ada tujuannya

Arti peribahasa berlayar sambil memapan adalah menyelesaikan dua tiga pekerjaan sekaligus

Arti peribahasa berlayar sampai ke pulau, berjalan sampai ke batas adalah segala usaha hendaklah diselesaikan sampai tercapai maksudnya

Arti peribahasa berminyak biar licin lecak adalah tanggung-tanggung. Berminyak biar licin lecak juga berarti setengah-setengah

Arti peribahasa berminyak mukanya adalah senang. Berminyak mukanya juga berarti gembira

Arti peribahasa beroleh lumpur di tempat yang kering adalah mendapat kesusahan yang tidak disangka-sangka

Arti peribahasa besar berudu di kubangan, besar buaya di lautan adalah tiap-tiap orang besar berkuasa di tempat atau di lingkungan masing-masing

Arti peribahasa besar bungkus tak berisi tong kosong nyaring bunyinya adalah orang yang besar cakap, tetapi kepandaiannya tidak ada

Arti peribahasa besar kayu besar bahannya besar periuk besar keraknya adalah banyak penghasilan banyak pula belanjanya

Arti peribahasa besar kayu besar bahannya besar periuk besar keraknya adalah banyak penghasilan banyak pula belanjanya

Arti peribahasa besar kayu besar bahannya adalah jika penghasilan besar, pengeluarannya pun besar pula

Arti peribahasa besar kayu besar dahannya adalah makin banyak pendapatan (uang) makin banyak pula yang dibelanjakan

Arti peribahasa betapa pun lurus paku, ujungnya berkelok juga adalah orang yang jahat, biarpun kelihatan baik, hatinya tetap jahat juga

Arti peribahasa biar miskin asal cerdik, terlawan jua orang kaya adalah kebijaksanaan itu lebih utama daripada kekayaan

Arti peribahasa bibirnya bukan diretak panas adalah perkataannya (nasihatnya) tidak sia-sia

Arti peribahasa buah hati cahaya mata adalah dikatakan tentang anak yang sangat disayang

Arti peribahasa buah manis berulat di dalamnya adalah perkataan yang manis-manis biasanya mengandung maksud yang kurang baik

Arti peribahasa bukan tanahnya menjadi padi adalah bukan tampannya yang akan menjadi orang baik-baik

Arti peribahasa bukit jadi paya adalah orang kaya (mulia) menjadi miskin (hina)

Arti peribahasa bulat boleh digulingkan, pipih boleh dilayangkan adalah sudah sepakat benar. Bulat boleh digulingkan, pipih boleh dilayangkan juga berarti sudah putus mufakat

Arti peribahasa bumi mana yang tak kena hujan adalah manusia mana yang tidak khilaf dan berbuat salah

Arti peribahasa bunga dipetik perdu ditendang bunganya dipersunting, pangkalnya diberaki adalah hanya mau mengambil keuntungan saja (misalnya istri dikasihi, mertua dibenci)

Arti peribahasa bunga yang layu balik kembang adalah orang yang sudah tua, tetapi suka bersolek seperti orang muda

Arti peribahasa bunga yang layu balik kembang adalah mula-mula dicela akhirnya dipuji

Arti peribahasa busut juga yang ditimbun anai-anai adalah yang biasa bersalah juga yang dituduh orang dalam suatu kejahatan

Arti peribahasa busut juga yang ditimbun anai-anai adalah orang yang kaya juga yang bertambah kekayaannya

Arti peribahasa carik-carik bulu ayam lama-lama bercantum juga adalah perkelahian sesama saudara akhirnya berbaik juga

Arti peribahasa condong yang akan menimpa adalah perbuatan yang mendatangkan celaka

Arti peribahasa condong yang akan menongkat, rebah yang akan menegakkan adalah pemimpin yang akan membantu anak buahnya kalau mereka dalam kesusahan

Arti peribahasa dagunya lebah bergantung adalah dagu yang bagus

Arti peribahasa delapan tapak bayang-bayang adalah alamat waktu kira-kira pukul 08.00

Arti peribahasa dijual sayak, dibeli tempurung adalah sama saja halnya, pekerjaan baru, tetapi tidak berbeda dari pekerjaan lama

Arti peribahasa disangka panas sampai petang, kiranya hujan tengah hari adalah disangka akan senang atau mulia selamanya, tetapi tiba-tiba ditimpa musibah sehingga jatuh melarat

Arti peribahasa disangka tiada akan mengaram, ombak yang kecil diabaikan adalah tiada mengindahkan bahaya yang kecil, akhirnya tertimpa bencana besar

Arti peribahasa ditetak belah, dipalu belah, tembikar juga akan jadinya adalah walau bagaimanapun disiksa dan disakiti akhirnya kalau mati tetap jadi mayat

Arti peribahasa ditindih yang berat, dililit yang panjang adalah tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan orang (kemalangan dan sebagainya)

Arti peribahasa dengan sesendok madu dapat lebih banyak ditangkap serangga daripada dengan cuka sesendok adalah dengan mulut manis serta ramah-tamah lebih banyak diperoleh sahabat (kawan) daripada dengan perkataan yang tajam dan muka yang masam

Arti peribahasa enak lauk dikunyah-kunyah, enak kata diperkatakan adalah merundingkan sesuatu hendaknya berkali-kali supaya hasilnya baik

Arti peribahasa enggan seribu daya, mau sepatah kata adalah kalau tidak suka (tidak mau) terhadap sesuatu biasanya banyak jawab dan alasannya

Arti peribahasa gaharu dibakar kemenyan berbau adalah memperlihatkan kelebihannya supaya dipercaya orang

Arti peribahasa gajah mati karena gadingnya adalah orang yang mendapat kecelakaan atau binasa karena keunggulannya (tabiatnya atau perbuatannya)

Arti peribahasa gamak-gamak seperti menyambal adalah hanya dengan coba-coba atau kira-kira saja

Arti peribahasa garam di kulumnya tak hancur adalah orang yang pandai menyimpan rahasia

Arti peribahasa garam kami tak masin padanya adalah perkataan kami tidak diindahkannya

Arti peribahasa geleng seperti patung kenyang adalah berjalan dengan sombong. Geleng seperti patung kenyang juga berarti cong-kak

Arti peribahasa gigi dengan lidah adakalanya bergigit juga adalah suami istri (sanak saudara, sahabat karib, dan sebagainya) adakalanya bertengkar juga

Arti peribahasa gunung juga yang dilejang panas adalah biasanya orang yang sudah kaya yang mendapat untung atau bertambah kaya

Arti peribahasa gunung juga yang dilejang panas adalah orang yang telah berbuat kejahatan

Arti peribahasa hangat hangat tahi ayam adalah kemauan yang tidak tetap atau tidak kuat

Arti peribahasa harapkan guruh guntur di langit, air di tempayan ditumpahkan adalah mengharapkan sesuatu yang belum tentu, barang yang telah ada dilepaskan

Arti peribahasa harimau ditakuti karena giginya adalah orang besar dan berpangkat hanya ditakuti orang karena kekuasaan dan pangkatnya

Arti peribahasa harimau mati karena belangnya adalah mendapat kecelakaan karena memperlihatkan keunggulannya

Arti peribahasa harimau menunjukkan belangnya adalah orang yang memperlihatkan kekuasaannya

Arti peribahasa hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai adalah orang yang hidup hemat akan menjadi kaya, orang rajin belajar akan menjadi pandai

Arti peribahasa hendak berminyak-minyak air adalah memuji-muji seseorang sesudah orang itu difitnah dan dicemarkan namanya

Arti peribahasa hendak terbang tiada bersayap adalah hendak berbuat sesuatu, tetapi tidak ada sarana

Arti peribahasa hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing adalah perihal orang berlaki istri yang berkasih-kasihan. Hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing juga berarti perihal orang bersahabat yang setia dan saling menolong

Arti peribahasa hilang rona karena penyakit, hilang bangsa tidak beruang adalah orang yang tidak berharta (beruang) kurang dihargai orang

Arti peribahasa hilang satu sepuluh gantinya adalah sekali-kali janganlah putus asa

Arti peribahasa hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya adalah hilang lenyap tanpa bekas. Hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya juga berarti pergi tidak pernah kembali, bahkan tidak ada kabar beritanya lagi

Arti peribahasa hitam mata itu mana boleh bercerai dengan putihnya adalah orang yang sedang bercinta tidak mudah dipisahkan

Arti peribahasa hitam, hitam tahi minyak dimakan juga, putih-putih ampas kelapa dibuang adalah barang yang buruk tetapi berguna disimpan, barang yang bagus tetapi tidak berguna dibuang

Arti peribahasa ikan belum dapat, airnya sudah keruh adalah pelaksanaan kerja yang tidak tepat (keadaan menjadi buruk sebelum pekerjaan itu selesai)

Arti peribahasa jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa adalah sudah berpengalaman banyak

Arti peribahasa jauh berjalan banyak dilihat adalah kalau bepergian ke mana-mana akan memperoleh banyak pengalaman

Arti peribahasa jika benih yang baik jatuh ke laut, menjadi pulau adalah orang yang berketurunan baik, ke mana pun perginya akan bersifat baik juga

Arti peribahasa jikalau di hulu airnya keruh, tak dapat tidak di hilirnya keruh juga adalah jika seseorang jahat asalnya, jahat juga kelakuannya

Arti peribahasa jumbai bertenun sampai ke bunjainya adalah mengerjakan sesuatu harus sampai selesai

Arti peribahasa jung pecah yu yang kenyang adalah jika negeri tidak berpemerintahan atau terjadi huru-hara, orang-orang jahatlah yang akan beruntung

Arti peribahasa kacang lupa akan kulitnya adalah tidak tahu diri. Kacang lupa akan kulitnya juga berarti lupa akan asalnya

Arti peribahasa kaki terdorongbadan merasa, lidah terdorongemas padahannya adalah segala janji harus ditepati

Arti peribahasa kaki terdorongbadan merasa, lidah terdorongemas padahannya adalah apa yang telah dikatakan harus dilaksanakan

Arti peribahasa kaki terdorongbadan merasa, lidah terdorongemas padahannya adalah jika berbuat sesuatu harus berani menanggung akibatnya

Arti peribahasa kaki tertarung, inai padahannya mulut terdorong, emas padahannya adalah harus berani menanggung akibat perbuatan atau janji sendiri

Arti peribahasa kalau bangkai galikan kuburnya, kalau hidup sediakan buaiannya adalah lebih baik menunggu dengan tenang apa yang akan terjadi, lalu mempertimbangkan langkah apa yang akan diambil

Arti peribahasa kalau getah meleleh, kalau daun melayang adalah dalam keadaan sulit hanya sanak saudara kitalah yang selalu dekat pada kita, sedangkan orang lain akan menjauh

Arti peribahasa kalau kena tampar, biar dengan tangan yang pakai cincin, kalau kena tendang, biar dengan kaki yang pakai kasut adalah jika diberi malu oleh perempuan, lebih baik oleh perempuan baik-baik daripada oleh perempuan jalang

Arti peribahasa kalau kubuka tempayan budu, baharu tahu adalah kalau kubuka rahasiamu, tentu engkau akan malu

Arti peribahasa kalau menampi jangan tumpah padinya adalah mengerjakan sesuatu dengan sebaik-baiknya

Arti peribahasa kalau tak ada angin, takkan pokok bergoyang adalah jika tak ada sebab, tidak akan sesuatu terjadi

Arti peribahasa kasihkan anak tangan-tangankan, kasihkan bini tinggal-tinggalkan sayang di anak dibenci, sayang di negeri ditinggalkan adalah yang disayangi itu hendaknya jangan terlalu dimanjakan;

Arti peribahasa kawan gelak banyak, kawan menangis jarang bersua adalah sahabat di waktu senang banyak, sahabat di waktu susah (melarat) sedikit

Arti peribahasa ke langit tak sampai, ke bumi tak nyata adalah setengah-setengah, kepalang tanggung di dalam menyelesaikan pekerjaan atau mempelajari ilmu

Arti peribahasa ke mana angin yang deras ke situ condongnya adalah tidak teguh pendirian

Arti peribahasa ke mana kelok lilin, ke sana kelok loyang adalah tidak punya pendirian, selalu mengikut kata orang lain

Arti peribahasa ke mudik tentu hulunya, ke hilir tentu muaranya adalah suatu maksud atau niat hendaklah tentu wujud atau tujuannya. Ke mudik tentu hulunya, ke hilir tentu muaranya juga berarti kokoh, baik dalam soal yang kecil-kecil maupun dalam soal yang besar-besar

Arti peribahasa kelihatan asam kelatnya adalah kelihatan sifatnya yang kurang baik

Arti peribahasa kemiri jatuh ke pangkalnya adalah beroleh tempat yang pantas. Kemiri jatuh ke pangkalnya juga berarti kembali ke tempat asalnya

Arti peribahasa kenyang banyak makan garam adalah sudah berpengalaman dalam hidup

Arti peribahasa kera menegurkan tahinya adalah membukakan kehinaan sendiri

Arti peribahasa kerajinan kependekand yang kasih sayang adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi

Arti peribahasa kerbau punya susu, sapi punya nama adalah seseorang yang berbuat kebaikan atau bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat pujian

Arti peribahasa kesturi mati karena baunya adalah mendapat kecelakaan karena perbuatannya sendiri

Arti peribahasa ketahuan hina mulianya adalah mengetahui kedudukan yang sebenarnya

Arti peribahasa ketam menyuruhkan anaknya berjalan betul adalah orang yang memberi nasihat, tetapi dia sendiri tidak melakukan seperti yang dinasihatkannya itu

Arti peribahasa koyak tak berbunyi adalah melakukan sesuatu yang kurang baik, tetapi tidak diketahui orang

Arti peribahasa kuat burung karena sayap adalah tiap-tiap orang memiliki kekuatannya (kemampuannya)

Arti peribahasa kuat ikan karena radai kuat burung karena sayap, kuat ketam karena sepit adalah tiap-tiap orang ada kekuatannya (kelebihannya) sendiri

Arti peribahasa kuat ketam karena sepit, kuat burung karena sayap, kuat ikan karena radai adalah merasa kuat (berkuasa) karena ada keunggulan atau kelebihan

Arti peribahasa kuat ketam karena sepit, kuat burung karena sayap, kuat ikan karena radai adalah tiap-tiap orang sedikit banyak ada kuasanya

Arti peribahasa kurang-kurang bubur, lebih-lebih sudu sudu yang lebih adalah perkara kecil yang dibesar-besarkan karena menjadi buah bibir orang. Kurang-kurang bubur, lebih-lebih sudu sudu yang lebih juga berarti sedikit pengetahuan, tetapi cakap besar

Arti peribahasa ladang yang berpunya adalah perempuan yang sudah kawin

Arti peribahasa lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya adalah tiap-tiap negeri atau bangsa berlainan adat kebiasaannya

Arti peribahasa lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya adalah tiap-tiap negeri ada adat istiadatnya sendiri

Arti peribahasa lain yang diagak lain yang kena adalah yang dimaksudkan berlainan dengan yang didapat

Arti peribahasa langkas buah pepaya adalah hal yang tidak mungkin. Langkas buah pepaya juga berarti mustahil

Arti peribahasa laut mana yang tak berombak, bumi mana yang tak ditimpa hujan adalah bagaimanapun manusia tidak akan luput dari kekhilafan (kesalahan)

Arti peribahasa layang-layang putus talinya adalah seseorang yang sudah putus harapan, sudah tidak berdaya lagi, hanya terserah kepada nasib

Arti peribahasa layar menimpa tiang adalah kawan menjadi lawan

Arti peribahasa lepas dari mulut harimau jatuh ke mulut buaya adalah lepas dari bahaya yang besar, lalu jatuh ke dalam bahaya yang lebih besar lagi

Arti peribahasa licin karena minyak berminta, elok karena kain berselang adalah sindiran untuk merendahkan orang yang angkuh karena harta atau barang yang dipinjam

Arti peribahasa lubuk dalam, si kitang yang empunya adalah setiap orang berkuasa di lingkungan sendiri

Arti peribahasa lupa kacang akan kulitnya adalah tidak tahu diri. Lupa kacang akan kulitnya juga berarti lupa akan asalnya

Arti peribahasa madu satu tong, jika rembes, rembesnya pun madu jua adalah jika baik asalnya, turunannya pun baik juga:

Arti peribahasa mana busuk yang tidak berbau adalah kejahatan (kesalahan) akhirnya akan ketahuan juga

Arti peribahasa manis mulutnya bercakap seperti sautan manisan, di dalam bagai empedu adalah mulut manis (perkataan yang manis-manis) biasanya berisi tipu semu di dalamnya

Arti peribahasa manusia tertarik oleh tanah airnya, anjing tertarik oleh piringnya adalah orang yang berakal itu jauh pemandangannya, tetapi orang yang bodoh hanya memikirkan keperluan perutnya, kalau ia telah kenyang sudah tidak menghendaki apa-apa lagi

Arti peribahasa masin lidahnya perkataanya adalah perkataannya selalu dituruti (dikabulkan) orang

Arti peribahasa masin lidahnya perkataanya adalah pandai berkata-kata

Arti peribahasa masin mulutnya adalah apa yang dikatakannya terjadi

Arti peribahasa mati ayam, mati tungaunya adalah jika tuannya celaka, anak buahnya ikut merasakan celaka juga

Arti peribahasa mati gajah tidak dapat belalainya, mati harimau tidak dapat belangnya adalah tahu melakukan perbuatan jahat dan tahu pula menyembunyikan dan menghilangkannya

Arti peribahasa mati ikan karena umpan, mati sahaya karena budi adalah manusia dapat dibujuk atau dikuasai dengan budi atau mulut manis

Arti peribahasa mati kuau karena bunyinya adalah mendapat kecelakaan karena kata-katanya sendiri

Arti peribahasa mati rusa karena tanduknya adalah sesuatu yang menjadi kemegahan itu, kadang-kadang mencelakakan

Arti peribahasa mati-mati berminyak biar licin adalah setiap pekerjaan janganlah kepalang, jangan diusahakan separuh jalan, tetapi dikerjakan sampai selesai

Arti peribahasa mayang menolak seludang adalah melupakan orang yang telah memelihara sejak kecil

Arti peribahasa meludah ke langit, muka juga yang basah adalah melawan atau membantah orang yang berkuasa, akhirnya diri sendiri yang mendapat kesusahan atau kesulitan

Arti peribahasa melukut tinggal sekam melayang adalah yang baik tetap, yang buruk akan hilang

Arti peribahasa memasukkan minyak tanah adalah menghasut

Arti peribahasa membalik-balik mayat di kubur adalah menyebut-nyebut nama orang yang sudah meninggal

Arti peribahasa memperlapang kandang musang, mempersempit kandang ayam adalah memberi kesempatan baik kepada orang yang bermaksud jahat

Arti peribahasa menanak semua berasnya adalah memperlihatkan semua hartanya (kepandaian dan sebagainya)

Arti peribahasa mencari yang sehasta sejengkal adalah menyelidiki jauh dekatnya perhubungan kerabat

Arti peribahasa menegakkan juek-juek sesudah menyabit adalah sesudah perkara (pekerjaan) selesai, baru teringat akan cara yang terbaik untuk menyelesaikannya

Arti peribahasa menengadah membilang layar, menangkup membilang lantai adalah pikirkan baik-baik sebelum melakukan pekerjaan

Arti peribahasa menepak nyamuk menjadi daki adalah melawan orang yang lemah tidak akan mendapat nama baik

Arti peribahasa mengata dulang paku serpih, mengata orang awak yang lebih adalah mencela orang, tetapi diri sendiri ternyata lebih buruk daripada yang dicela

Arti peribahasa mengembalikan manikam ke dalam cembulnya adalah memikirkan kembali apa-apa yang telah dikatakan

Arti peribahasa menggantang anak ayam adalah melakukan pekerjaan yang tidak mungkin atau sia-sia

Arti peribahasa menggantang anak ayam adalah melakukan pekerjaan yang sangat sulit

Arti peribahasa mengunyah orang bergigi adalah mengajar (memberitahu) orang yang sudah tahu

Arti peribahasa menjunjung sangkak ayam adalah mendapat malu besar

Arti peribahasa menyandang lemang hangat orang adalah menderita akibat perbuatan orang lain

Arti peribahasa menyandang lukah tiga adalah melakukan pekerjaan yang sulit meskipun tidak berat

Arti peribahasa menyanyikan lagu lama kuno adalah mengutarakan pendapat yang telah usang atau sudah sering dikatakan orang

Arti peribahasa menyauk kering-kering, membeli habis-habis adalah jika menyelidiki (menuntut ilmu dan sebagainya), hendaknya sedalam-dalamnya

Arti peribahasa merah padam mukanya adalah marah sekali

Arti peribahasa merapat sambil berlayar berlayar sambil memapan adalah sekali melakukan pekerjaan, dua tiga maksud tercapai

Arti peribahasa merayap-rayap seperti kangkung di ulak jamban adalah cepat berkembang biak

Arti peribahasa merdesa di perut kenyang adalah adat yang halus hanya dapat dilakukan apabila orang berkecukupan atau kaya

Arti peribahasa miang tergeser kena miang, terlanggar kena rabasnya adalah dikatakan kepada orang yang berkuasa, tidak dapat orang (rakyat) bersalah sedikit pun kepadanya

Minyak dengan air adakah bolehkah bercampur? minyak dan air masa sama berarti orang yang bermusuhan atau yang tidak sehaluan mustahil dapat dicampurkan jadi satu

Arti peribahasa minyak duyung perendang duyung minyak kita jua yang digorengkannya adalah seseorang yang telah menghabiskan harta tuannya

Arti peribahasa minyak habis sambal tak enak adalah dikatakan untuk menyatakan kekecewaan dalam perjodohan anak dengan menantu

Arti peribahasa mudah juga pada yang ada, sukar jua pada yang tidak adalah pada orang kaya adat apa pun juga mudah diisinya, sedangkan pada yang miskin segalanya susah

Arti peribahasa mulut bagai ekor ayam diembus adalah seseorang yang mulutnya tidak berhenti-henti berkata (tidak pernah diam, selalu saja bergerak-gerak)

Arti peribahasa mulut manis jangan percaya, lepas dari tangan jangan diharap adalah jangan percaya kepada orang yang manis perkataannya, barang atau uang yang dipinjamkan kepada orang yang bersifat demikian, tidak dapat diharapkan kembali lagi

Arti peribahasa mulut telanjur terdorong emas tantangannya padahannya adalah perkataan (janji) yang sudah diucapkan harus ditepati

Arti peribahasa mulut terdorong, emas padahannya adalah perkataan yang telah terucapkan, emaslah tentangannya (janji harus ditepati)

Arti peribahasa musang berbulu ayam adalah orang jahat berlaku sebagai orang baik

Arti peribahasa neraca yang palingan, bungkal yang piawai adalah sangat adil dalam memberikan hukuman atau putusan (hakim)

Arti peribahasa nyamuk mati gatal tak lepas adalah menaruh dendam kepada orang yang berbuat jahat meskipun orang itu sudah dihukum

Arti peribahasa nyawa bergantung di ujung kuku adalah dalam keadaan yang sulit dan berbahaya

Arti peribahasa obat jauh penyakit hampir adalah dalam kesusahan sukar mendapatkan pertolongan. Obat jauh penyakit hampir juga berarti berada dalam kesukaran

Arti peribahasa ombak yang kecil jangan diabaikan adalah perkara kecil yang mungkin mendatangkan bahaya perlu diperhatikan juga

Arti peribahasa ombaknya kedengaran, pasirnya tidak kelihatan adalah telah kedengaran beritanya, tetapi belum ada buktinya

Arti peribahasa orang beraja di hatinya adalah menurutkan rasa (sesuka) hati masing-masing

Arti peribahasa orang berdendang di pentasnya adalah orang laki-laki berkuasa dalam rumah tangganya

Arti peribahasa orang berdendangdi pentasnya adalah orang berkuasa di rumahnya masing-masing

Arti peribahasa orang muda selendang dunia, orang kaya suka dimakan adalah (untuk puji-pujian) orang muda perhiasan dunia, orang kaya yang pemurah

Arti peribahasa orang terpegang pada hulunya, awak terpegang pada matanya adalah dalam perjanjian atau perkara orang lebih kuat pendiriannya daripada kita

Arti peribahasa padi dikebat dengan daunnya adalah mengusahakan sesuatu dengan modal sendiri

Arti peribahasa padi sekepuk hampa, emas seperti loyang, kerbau sekandang jalang adalah seseorang yang tampak kaya, tetapi sebenarnya miskin

Arti peribahasa padi selumbung dimakan orang banyak adalah penghibur bagi istri yang suaminya beristri lebih daripada satu

Arti peribahasa pandai berminyak air adalah pandai memainkan kata (mengambil muka, menjilat) untuk mencapai suatu maksud

Arti peribahasa pandang jauh dilayangkan, pandang dekat ditukikkan adalah segala sesuatu diperhatikan dan diperiksa dengan saksama

Arti peribahasa pandang jauh dilayangkan, pandang dekat ditukikkan adalah menyelidiki sesuatu secara teliti

Arti peribahasa pandang jauh dilayangkan, pandang dekat ditukikkan adalah memeriksa dengan teliti

Arti peribahasa patah batu hatinya adalah hilang sama sekali kemauannya

Arti peribahasa patah batu hatinya adalah tidak mau berusaha (bekerja) lagi

Arti peribahasa patah kemudi dengan bamnya adalah putus harapan. Patah kemudi dengan bamnya juga berarti tidak ada harapan sama sekali

Arti peribahasa patah kemudi dengan ebamnya adalah sudah tidak ada harapan lagi

Arti peribahasa patah sayap bertongkat paruh adalah tidak putus-putusnya berusaha menyampaikan maksudnya

Arti peribahasa patah selera banyak makan adalah pura-pura tidak mau, sebenarnya suka sekali

Patah tongkat berjeremang patah sayap bertongkat paruh. Patah tongkat berjeremang patah sayap bertongkat paruh; patah tongkat bertelekan juga berarti patah tongkat bertelekan berarti terus berusaha (bekerja) dengan tidak putus asa

Arti peribahasa payah-payah dilamun ombak, tercapai juga tanah tepi adalah setelah beberapa lama menanggung susah, akhirnya tercapai juga cita-citanya

Arti peribahasa pecah anak buyung, tempayan ada adalah tidak akan kekurangan perempuan untuk dijadikan istri

Arti peribahasa pecak boleh dilayangkan, bulat boleh digulingkan, batu segiling pecak setepik adalah sudah mendapat kata sepakat untuk melaksanakan suatu pekerjaan

Arti peribahasa pepat di luar, rancung pancunya di dalam adalah baik (suci dan sebagainya) pada lahirnya, tetapi batinnya (hatinya) jahat

Arti peribahasa pergi tempat bertanya, pulang tempat berberita berkenaan dengan orang cerdik pandai adalah jika akan berangkat, hendaklah meminta nasihatnya dahulu, dan jika pulang, hendaklah memberi laporan kepadanya

Arti peribahasa pinang pulang ke tampuknya adalah sudah pada tempatnya. Pinang pulang ke tampuknya juga berarti sudah cocok benar

Arti peribahasa pipinya sebagai pauh dilayang adalah pipinya amat elok

Arti peribahasa pucat seperti mayat adalah sangat pucat, pucat pasi

Arti peribahasa pulau sudah lenyap, daratan sudah tenggelam adalah sudah tidak ada harapan lagi (gagal sama sekali)

Arti peribahasa putih tapaknya lari adalah berlari cepat (karena ketakutan)

Arti peribahasa rasam minyak ke minyak, rasam air ke air adalah orang mencari (kembali kepada) golongannya masing-masing

Arti peribahasa rindu jadi batasnya maka manis tak jadi cuka adalah jangan terlalu mesra bergaul dengan seseorang sebab pergaulan seperti itu kerap kali menimbulkan dendam kesumat

Arti peribahasa sakit kepala panjang rambut, patah selera banyak makan adalah lahirnya tidak suka, tetapi sebenarnya suka sekali

Arti peribahasa sampai titik darah yang penghabisan adalah sampai meninggal

Arti peribahasa sastra rakyat adalah kategori sastra yang mencakupi lagu rakyat, balada, dongeng, ketoprak, peribahasa, teka-teki, legenda (banyak yang termasuk tradisi lisan)

Arti peribahasa satu nyawa, dua badan adalah sehidup semati

Arti peribahasa sauk menyauk air mandikan diri adalah hidup dengan usahanya sendiri

Arti peribahasa sayap singkat, terbang hendak jauh adalah hendak berbuat sesuatu yang melebihi kemampuan

Arti peribahasa sebagai ayam diasak malam adalah tidak berdaya lagi

Arti peribahasa sebagai minyak dengan air adalah tidak dapat bersatu (karena bermusuhan dan sebagainya)

Arti peribahasa sebab buah dikenal pohonnya adalah dari perbuatan atau perangai seseorang dapat diketahui asalnya

Arti peribahasa sebaik-baiknya hidup teraniaya adalah sekali-kali jangan merugikan atau mencelakakan orang lain sekalipun kita dirugikan atau dicelakakannya

Arti peribahasa sebesar-besarnya bumi ditampar tak kena adalah perkara yang kelihatannya mudah, tetapi sebenarnya susah menyelesaikan

Arti peribahasa sebuah lesung ada seekor ayam jantannya atau pemimpinnya adalah tiap-tiap kaum ada seorang penghulunya atau seorang cerdik pandainya yang akan melindungi kaum itu dari kejahatan orang lain

Arti peribahasa seciap bak ayam, sedencing bak besi adalah seia sekata

Arti peribahasa sedikit hujan banyak yang basah adalah kecelakaan yang kecil membawa akibat yang besar

Arti peribahasa seekor kerbau berkubang, sekandang kena luluknya adalah seorang berbuat salah, semua terbawa-bawa (terkena akibatnya)

Arti peribahasa seekor kerbau berlumpur semuanya berlabur adalah seorang berbuat jahat, seluruh keluarganya beroleh nama yang buruk

Arti peribahasa selama hayat dikandung badan adalah selama (masih) hidup

Arti peribahasa selama hayat dikandung badan adalah selama masih hidup

Arti peribahasa seludang menolakkan mayang adalah memperlihatkan atau kelihatan kecantikannya (isi hatinya, kesombongannya, dan sebagainya)

Arti peribahasa semanis manis gula ada pasir di dalamnya manis-manis gula berpasir jua, sepahit-pahit jadam menjadi obat adalah bujuk rayu yang lemah-lembut adalah berisi tipu dan perkataan yang keras itu kadang-kadang menjadi kebajikan diri

Arti peribahasa sendok besar tak mengenyang adalah tidak ada buktinya

Arti peribahasa seorang makan cempedak, semua kena getahnya adalah seorang berbuat salah, semua dianggap bersalah juga

Arti peribahasa seorang makan cempedak, semuanya lumus oleh getahnya adalah seorang yang bersalah, semuanya mendapat nama yang tidak baik

Arti peribahasa seorang makan nangka, semua kena getahnya adalah seorang yang berbuat kesalahan demi memenuhi kesenangannya, tetapi orang lain turut menanggung akibatnya

Arti peribahasa sepandai-pandai membungkus yang busuk berbau juga adalah perbuatan yang salah, meskipun dirahasiakan, lama-lama akan ketahuan juga

Arti peribahasa seperlunya maka hendak menutup lubang adalah sesudah mendapat celaka, baru ingat akan ikhtiar

Arti peribahasa sepesan anak, anaknya beranak menggigit pula adalah cepat sekali berkembang biak (bertambah banyak)

Arti peribahasa sesal dahulu yang bertuah, sesal kemudian yang celaka adalah setiap perbuatan hendaklah ditimbang masak-masak agar tidak menyesal

Arti peribahasa sesayat sebelanga juga adalah meskipun sedikit, dianggap sudah cukup juga

Arti peribahasa setinggi-tinggi bangau terbang, surutnya ke kubangan adalah sejauh-jauh orang merantau, akhirnya kembali ke tempat asalnya (kampung halamannya) juga

Arti peribahasa setinggi-tinggi melambung, surutnya ke tanah juga adalah biar ke mana pun perginya, akhirnya pulang ke kampung halaman juga

Arti peribahasa siapa yang gatal, dialah yang menggaruk adalah orang yang berkehendak (ingin), dialah yang harus berbuat sendiri

Arti peribahasa siapa yang makan cabai, dialah yang berasa pedas kepedasan adalah siapa yang berbuat kurang baik akan merasakan akibatnya

Arti peribahasa siapa yang makan cabai, dialah yang berasa pedas kepedasan adalah siapa yang merasa tersindir berarti telah berbuat seperti yang disindirkan itu

Arti peribahasa seperti ayam pulang ke pautan adalah sudah pada tempatnya

Arti peribahasa seperti cembul dengan tutupnya dapat tutupnya adalah cocok sekali. Seperti cembul dengan tutupnya dapat tutupnya juga berarti sesuai benar

Arti peribahasa seperti gajah dengan sengkelanya adalah sesuatu yang menyusahkan

Arti peribahasa seperti gerundang yang kekeringan adalah orang yang mendapat kesukaran dan tidak ada yang menolongnya

Arti peribahasa seperti kancah dibayar adalah ternganga dan terdiam saja (dalam percakapan, soal jawab, dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti kepiting tidak tahu bungkuknya sebagai udang tak tahu bungkuknya adalah orang yang tidak tahu akan cacatnya, tidak sadar akan kebodohan dan kekurangannya

Arti peribahasa seperti ketiak ular, panjang lanjut tidak putus-putusnya adalah tidak berketentuan (baik buruknya)

Arti peribahasa seperti lampu kekurangan minyak adalah perihal seseorang yang hidup nya sangat melarat. Seperti lampu kekurangan minyak juga berarti perihal seseorang yang penyakitnya sudah sangat parah (sudah hampir mati)

Arti peribahasa seperti mayat ditegakkan adalah berbadan kurus dan bermuka pucat

Arti peribahasa seperti memegang tali layang-layang adalah orang berkuasa (kaya) yang dapat berbuat sekehendak hatinya terhadap orang lemah

Arti peribahasa seperti menating minyak penuh adalah memperlakukan dengan sangat hati-hati (penuh kesayangan dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti menating minyak penuh adalah diperlakukan dengan penuh kasih sayang (hati-hati dan sebagainya)

Arti peribahasa seperti pinang pulang ke tampuknya adalah sudah pada tempatnya. Seperti pinang pulang ke tampuknya juga berarti sudah cocok

Arti peribahasa suaranya seperti membelah betung adalah suaranya tidak enak pada pendengaran (karena terlalu kuat dan sebagainya)

Arti peribahasa sudah arang-arang hendak minyak pula adalah sesudah dicemarkan nama seseorang, hendak bermanis-manis pula kepada orang itu

Arti peribahasa sudah gaharu cendana pula sudah tahu bertanya pula adalah pura-pura tidak tahu

Arti peribahasa sudah genap bilangannya adalah sudah sampai ajalnya

Arti peribahasa sudah kenyang makan kerak adalah sudah banyak pengalaman

Arti peribahasa sudah mati kutunya adalah sudah hilang kekuatannya. Sudah mati kutunya juga berarti tidak berbuat apa-apa lagi

Arti peribahasa sudah panjang langkahnya adalah sudah meninggal

Arti peribahasa sudah seasam segaramnya adalah sudah tidak ada celanya (tentang pekerjaan, perbuatan)

Arti peribahasa sudah seasam segaramnya adalah sudah baik benar (tidak ada celanya)

Arti peribahasa sudu-sudu di tepi jalan dipanjat kena durinya, disinggung kena rabasnya, ditakik kena getahnya adalah orang yang tidak dapat dikalahkan

Arti peribahasa sukar kaji pada orang alim, sukar uang pada orang kaya adalah orang pandai biasanya baru mau memutuskan suatu persoalan apabila sudah mempertimbangkan dalam-dalam. Sukar kaji pada orang alim, sukar uang pada orang kaya juga berarti orang kaya baru mau mengeluarkan uang kalau ada untungnya

Arti peribahasa sukatannya sudah penuh adalah sudah sampai ajalnya

Arti peribahasa sungguhpun kawat yang dibentuk, ikan di laut yang diadang adalah sungguhpun tampaknya tidak ada suatu maksud, tetapi ada juga yang dituju

Arti peribahasa syariat palu-memalu, hakikat balas-membalas adalah baik dibalas dengan baik, jahat dibalas dengan jahat

Arti peribahasa syariat palu-memalu, pada hakikatnya adalah balas-membalas adalah kebaikan harus dibalas dengan kebaikan

Arti peribahasa tahu asam garamnya adalah tahu seluk-beluknya (baik buruknya)

Arti peribahasa tak ada beras yang akan ditanak adalah tidak ada kelebihan yang pantas dikemukakan

Arti peribahasa tak ada gading yang tak retak adalah tidak ada sesuatu yang tidak ada cacatnya

Arti peribahasa tak ada kusut yang tak selesai adalah tidak ada perselisihan yang tidak dapat didamaikan

Arti peribahasa tak ada laut yang tak berombak adalah setiap pekerjaan (usaha) selalu ada risiko dan kesukarannya

Arti peribahasa tak ada padi yang bernas setangkai adalah tidak ada satu pun yang sempurna

Arti peribahasa tak ada pendekar yang tak bulus adalah tidak ada orang yang tidak pernah membuat kesalahan

Arti peribahasa tak ada pendekaryang tak bulus adalah tidak ada orang yang tidak pernah membuat kesalahan

Arti peribahasa tak akan terlawan buaya menyelam adalah orang pandai (kaya, berkuasa) tidak mungkin dapat dilawan

Arti peribahasa tak jauh rebung dari rumpunnya adalah tabiat anak tidak akan berbeda jauh dengan orang tuanya

Arti peribahasa tak sungguh seluang melaut, akhirnya balik ke tepi juga adalah tidak betah tinggal di perantauan. Tak sungguh seluang melaut, akhirnya balik ke tepi juga juga berarti orang yang meninggalkan kaumnya (keluarganya), tetapi akhirnya kembali juga

Arti peribahasa tak tentu hilir mudiknya adalah tidak tentu ujung pangkalnya, tidak tentu asal muasalnya

Arti peribahasa tak tentu hilirnya, tidak berketentuan hulu hilirnya adalah tidak tentu maksud dan tujuannya

Arti peribahasa tak tentu kepala ekornya adalah tak tentu ujung pangkalnya

Arti peribahasa takut akan terbayannya adalah takut atau khawatir karena ingat akan perbuatan sendiri yang buruk

Arti peribahasa tali busur tidak selamanya dapat diregang adalah orang tidak selamanya bekerja terus-menerus, tetapi mesti ada istirahatnya

Arti peribahasa tali yang tiga lembar itu tak suang-suang putus adalah bersatu teguh, bercerai runtuh

Arti peribahasa tampak tembelangnya adalah kelihatan kebusukannya (kekurangannya, kejahatannya, dan sebagainya)

Arti peribahasa tampuknya masih bergetah adalah masih cukup penghidupannya

Arti peribahasa tangan kanan jangan percaya akan tangan kiri adalah jangan selamanya percaya begitu saja kepada sahabat karena kerap kali sahabat juga yang mencelakakan kita

Arti peribahasa tangguk lerek dengan bingkainya adalah suami istri yang hidup rukun sampai tua

Arti peribahasa tegak pada yang datang adalah tetap pendiriannya. Tegak pada yang datang juga berarti tetap memegang keadilan (kebenaran)

Arti peribahasa telah berasap hidungnya adalah telah memperoleh keuntungan setelah lama menderita kekurangan

Arti peribahasa telah mati yang bergading adalah telah meninggal orang yang berkuasa (disegani)

Arti peribahasa teluknya dalam, rantaunya sakti adalah tidak mudah dikalahkan

Arti peribahasa tempayan tertiarap dalam air adalah orang yang tidak mau mendengarkan nasihat (pengajaran)

Arti peribahasa tengah tapak bayang-bayang adalah tengah hari tepat

Arti peribahasa tengah tapak bayang-bayang adalah tengah hari tepat (pukul 12.00)

Arti peribahasa tepuk perut tanya selera adalah bila hendak melakukan hal yang baru, sebaiknya bertanya dahulu kepada orang yang sudah berpengalaman

Arti peribahasa teras terunjam, gubal melayang adalah penduduk asli akan tetap tinggal di negerinya apabila orang asing pergi

Arti peribahasa terbayan disangka tubuh adalah mengharapkan sesuatu yang belum pasti

Arti peribahasa terbayan sepanjang badan adalah tepat benar menurut keadaannya (harapannya, kemampuannya, dan sebagainya)

Arti peribahasa terbayan tidak sepanjang badan adalah berbuat sesuatu yang melebihi dari (tidak sesuai dengan) kemampuannya

Arti peribahasa terbulang ayam betina adalah orang yang disangka berani dan sebagainya, ternyata tidak

Arti peribahasa terdorong gajah karena besarnya adalah berbuat sesuatu yang kurang baik karena kekuasaannya

Arti peribahasa terpijak bayang-bayang adalah waktu tengah hari kira-kira pukul 12.00

Arti peribahasa tersabung akan induk ayam tersabung akan itik adalah sangat kecewa (tidak sesuai dengan dugaan semula)

Arti peribahasa tersesak undang kependekand yang runcing tiada dapat bertenggang lagi adalah habis akal budi (bicara). Tersesak undang kependekand yang runcing tiada dapat bertenggang lagi juga berarti habis ikhtiar sehingga tidak dapat berupaya lagi

Arti peribahasa tertambat hati terpaut sayang adalah sangat cinta

Arti peribahasa tiada berketentuan hulu hilirnya adalah tidak tentu maksud dan tujuannya

Arti peribahasa tiada berkubak yang tiada berkodok adalah tidak ada negeri yang tidak ada keburukannya

Arti peribahasa tiada mengetahui hulu hilirnya adalah tidak mengetahui ujung pangkalnya (tidak tahu apa-apa dalam suatu urusan)

Arti peribahasa tiang pandak hendak menyamai tiang panjang adalah hendak meniru-niru perbuatan orang besar atau kaya, akhirnya diri binasa

Arti peribahasa tidak tahu antah terkunyah adalah tidak merasa melakukan sesuatu yang tidak patut

Arti peribahasa tidur tak lelap, makan tak kenyang adalah sangat gelisah (karena bersusah hati, banyak pikiran, dan sebagainya)

Arti peribahasa tinggi terbawa oleh ruasnya adalah seseorang yang masih bodoh walaupun sudah besar

Arti peribahasa tong kosong nyaring bunyinya adalah orang yang bodoh biasanya banyak bualnya (cakapnya)

Arti peribahasa tuah ayam boleh dilihat, tuah manusia siapa tahu adalah tidak ada orang yang dapat menentukan nasib seseorang

Arti peribahasa udang tak tahu bungkuknya adalah tidak tahu akan kekurangan dirinya

Arti peribahasa udang tak tahu di bungkuknya adalah tidak tahu akan cacat dan celanya sendiri

Arti peribahasa umpama ayakan dawai adalah pekerjaan yang dilakukan dengan tidak cermat

Arti peribahasa umpat tidak membunuh, puji tidak mengenyang adalah baik celaan maupun pujian tidak perlu dihiraukan

Arti peribahasa unjuk yang tidak diberikan adalah berjanji akan memberi sesuatu, tetapi hanya kata-kata (tidak dipenuhi)

Arti peribahasa utang emas boleh dibayar utang budi dibawa mati adalah budi baik orang hanya dapat dibalas dengan kebaikan pula

Arti peribahasa utang emas dapat dibayar, utang budi dibawa mati adalah kebaikan hati orang akan diingat selama-lamanya

Arti peribahasa yang berbaris yang berpahat, yang bertakuk yang bertebang adalah dikerjakan sebagaimana biasanya

Arti peribahasa yang bertakuk yang ditebang, yang bergaris yang dipahat adalah sudah menurut aturan (adat) yang biasa

Arti peribahasa yang bulat datang bergolek, yang pipih datang melayang adalah keun-tungan (kesenangan dan sebagainya) datang dari mana-mana

Arti peribahasa yang dikandung berceceran, yang dikejar tiada dapat adalah barang yang sudah dimiliki hilang atau habis, sedangkan yang dicari tidak didapat

Arti peribahasa yang dikejar tiada dapat, yang dikandung berceceran adalah karena mengharapkan keuntungan yang lain, yang sudah ada binasa dan habis

Arti peribahasa yang dikejar tidak dapat, yang dikandung berceceran adalah yang diharapkan tidak diperoleh, bahkan yang telah ada menjadi hilang

Arti peribahasa yang enggang sama enggang juga, yang pipit sama pipit juga adalah lebih baik berkumpul (berjodoh dan sebagainya) dengan orang yang sama derajatnya (tingkatannya)

Arti peribahasa yang lahir menunjukkan yang batin adalah kelakuan orang menunjukkan tabiatnya atau perasaan hatinya

Arti peribahasa yang merah saga, yang kurik kundi adalah yang indah dan yang baik ialah budi bahasa, bukan rupa atau wajah

Arti peribahasa yang pipit sama pipit, yang enggang sama enggang adalah bergolong-golong menurut derajat atau pangkat masing-masing. Yang pipit sama pipit, yang enggang sama enggang juga berarti persahabatan (perjodohan) baru sempurna kalau sama tingkat derajatnya

Arti peribahasa yang rebah ditindih adalah yang sudah celaka (miskin) bertambah celaka (miskin)

Arti peribahasa yang secupak takkan jadi segantang adalah sesuatu yang sudah pasti (tidak dapat diubah lagi)

Arti peribahasa yang sesukat tak akan jadi segantang adalah nasib orang tidak dapat diubah

Arti peribahasa yang teguh disokong, yang rebah ditindih adalah yang sudah kuat (kaya dan sebagainya) dibantu, sedang yang lemah (miskin dan sebagainya) ditindas

Arti peribahasa yang terbujur lalu, yang terlintang patah adalah siapa yang tidak melawan akan selamat, yang menentang akan binasa (sesuatu yang harus diturut)

Demikian arti kata ya di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih

Pencarian

Arti Antonim Sinonim Rima