Rizky
RizkySeseorang noobgrammer sekaligus mobile gamer yang selalu tertarik dengan perkembangan teknologi.

Arti Mati Kekam

gambar mati kekam ilustrasi

Arti Mati Kekam - Mati kekam memiliki 1 arti. Mati kekam berasal dari kata dasar mati.

Daftar isi

Arti istilah mati kekam

Dasar: mati
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: -
Ragam: -
Lain: -
Arti istilah mati kekam adalah waktu antara pasang surut dan pasang naik. Mati kekam juga berarti mati kekat. Mati kekam juga berarti air perbani

Arti kata mati

Arti kata mati adalah sudah hilang nyawanya. Mati juga berarti tidak hidup lagi
Contoh: Anak yang tertabrak mobil itu mati seketika itu juga, pohon jeruk itu sudah mati, akarnya pun sudah busuk

Arti kata mati adalah tidak bernyawa. Mati juga berarti tidak pernah hidup
Contoh: Batu ialah benda mati

Arti kata mati adalah tidak berair (tentang mata air, sumur, dan sebagainya)

Arti kata mati adalah tidak berasa lagi (tentang kulit dan sebagainya)

Arti kata mati adalah padam (tentang lampu, api, dan sebagainya)

Arti kata mati adalah tidak terus. Mati juga berarti buntu (tentang jalan, pikiran, dan sebagainya)
Contoh: Karena pikirannya sudah mati, ia tidak dapat berbuat apa-apa

Arti kata mati adalah tidak dapat berubah lagi. Mati juga berarti tetap (tentang harga, simpul, dan sebagainya)

Arti kata mati adalah sudah tidak digunakan lagi (tentang bahasa dan sebagainya)

Arti kata mati adalah tidak ada gerak atau kegiatan, seperti bubar (tentang perkumpulan dan sebagainya)
Contoh: Kalau tidak diurus, koperasi itu akan mati

Arti kata mati adalah diam atau berhenti (tentang angin dan sebagainya)
Contoh: Perahu layar itu terombang-ambing di tengah laut karena angin mati

Arti kata mati adalah tidak ramai (tentang pasar, perdagangan, dan sebagainya)
Contoh: Setelah ada pasar swalayan, pasar ini mati

Arti kata mati adalah tidak bergerak (tentang mesin, arloji, dan sebagainya)
Contoh: Saya terlambat karena jam saya ternyata mati

Kata dengan kata dasar mati

Arti kata bermatian adalah berturut-turut mati. Bermatian juga berarti banyak yang mati

Arti kata kematian adalah perihal mati
Contoh: Kematian itu disebabkan oleh penyakit disentri

Arti kata kematian adalah menderita karena salah seorang meninggal
Contoh: Ia belum lama ini kematian anak sulungnya

Arti kata kematian adalah menderita karena sesuatu yang mati
Contoh: Perahu kematian angin

Arti kata mematikan adalah membunuh

Arti kata mematikan adalah menyebabkan (menjadikan) mati (dalam arti sebenarnya ataupun kiasan)
Contoh: Perusahaan besar mematikan usaha pribumi, ia mematikan mesin mobilnya

Arti kata semati adalah sama mati
Contoh: Sehidup semati

Arti kata semati adalah mati seperti ...
Contoh: Rimba semati tugu

Istilah dengan kata dasar mati

Arti istilah bermati-mati adalah bersungguh-sungguh. Bermati-mati juga berarti dengan segenap tenaga (mengerjakan sesuatu)
Contoh: Barang itu telah dicarinya bermati-mati, tetapi tidak ditemukan juga

Arti istilah kemati-matian adalah mati-matian

Arti istilah kemati-matian adalah rupanya seperti sudah mati

Arti istilah kematian bayi adalah kematian bayi yang berumur kurang dari satu tahun

Arti istilah kematian ibu adalah kematian wanita berkeluarga yang disebabkan oleh proses reproduksi (karena kehamilan, persalinan, dan masa nifas atau komplikasinya) yang terjadi di antara penduduk selama satu tahun

Arti istilah kematian neonatal adalah kematian bayi sebelum berumur 1 bulan atau 28 hari

Arti istilah mati angin adalah tidak ada angin sama sekali

Arti istilah mati angin adalah tidak berdaya lagi

Arti istilah mati ayam adalah mati konyol

Arti istilah mati bebang adalah mati karena tidak dapat keluar (tentang bayi yang hendak lahir)

Arti istilah mati bebang adalah mati ketika melahirkan anak karena bayi tidak dapat keluar

Arti istilah mati beragan adalah tampaknya sudah mati, tetapi nyatanya belum. Mati beragan juga berarti mati samar. Mati beragan juga berarti mati suri

Arti istilah mati beragan adalah mati mendadak

Arti istilah mati beragan adalah mati dengan sengaja (bunuh diri)

Arti istilah mati beranak adalah mati ketika melahirkan anak

Arti istilah mati berangai adalah mati beragan. Mati berangai juga berarti mati suri

Arti istilah mati berkalang tanah adalah mati tergeletak di tanah

Arti istilah mati bersebab adalah mati yang tidak wajar

Arti istilah mati bongkong adalah mati konyol (sia-sia)

Arti istilah mati bujang adalah penyakit tanaman (terutama pada cengkih), mula-mula pucuknya layu, kemudian pohonnya kering dan mati sebelum menghasilkan bunga (buah)

Arti istilah mati bujang adalah mati muda sebelum menikah

Arti istilah mati garing adalah mati karena kelaparan

Arti istilah mati haid adalah batas akhir masa reproduksi seorang wanita ditandai dengan berhentinya menstruasi. Mati haid juga berarti menopause

Arti istilah mati hukumullah adalah mati kumlah

Arti istilah mati kaku adalah mati dalam keadaan kaku atau kejang

Arti istilah mati kaku adalah tidak berdaya

Arti istilah mati katak adalah mati seperti katak, tidak ada yang memedulikan

Arti istilah mati kebebangan adalah mati bebang

Arti istilah mati kejang adalah mati kaku

Arti istilah mati kejat adalah mati kejang

Arti istilah mati kekam adalah waktu antara pasang surut dan pasang naik. Mati kekam juga berarti mati kekat. Mati kekam juga berarti air perbani

Arti istilah mati kekat adalah mati kekam

Arti istilah mati konyol adalah mati tidak terhormat. Mati konyol juga berarti mati sia-sia saja. Mati konyol juga berarti mati lelas

Arti istilah mati kumlah adalah mati karena Allah. Mati kumlah juga berarti mati dengan sewajarnya

Arti istilah mati kutu adalah tidak berdaya. Mati kutu juga berarti tidak dapat berbuat apa-apa

Arti istilah mati langkah adalah kagok dan tidak dapat melangkahkan kaki
Contoh: Ia sering mati langkah langkah karena bola disangka ke kanan, padahal ternyata ke kiri

Arti istilah mati lelas adalah mati sia-sia. Mati lelas juga berarti mati konyol

Arti istilah mati lemas adalah mati karena kekurangan oksigen (tenggelam dalam air, tercekik, kena gas, dan sebagainya)

Arti istilah mati lidah adalah tidak dapat membedakan rasa enak dan rasa tidak enak

Arti istilah mati mawai adalah mati menggeletak

Arti istilah mati pengap adalah mati lemas

Arti istilah mati percuma adalah mati konyol

Arti istilah mati pucuk adalah mati pada pucuknya (tumbuh-tumbuhan)

Arti istilah mati pucuk adalah lemah zakar

Arti istilah mati raga adalah memperteguh hati dengan menolak segala macam kesenangan diri. Mati raga juga berarti menahan hawa nafsu

Arti istilah mati rasa adalah tidak mempunyai perasaan lagi

Arti istilah mati samar adalah mati beragan

Arti istilah mati semu adalah kelihatan seperti mati jasadnya, sedangkan matanya masih berkedip-kedip

Arti istilah mati separuh adalah hemiplegia

Arti istilah mati sesat adalah mati yang tidak sewajarnya (seperti bunuh diri)

Arti istilah mati sirik adalah mati sesat

Arti istilah mati suri adalah tampaknya mati, tetapi sebenarnya tidak. Mati suri juga berarti mati beragan

Arti istilah mati suri adalah hampir bangkrut
Contoh: Sebagian besar dari mereka mati suri suri, sebagian lagi sudah bangkrut

Arti istilah mati syahid adalah mati di jalan Allah atau karena Allah (misalnya mati membela agama atau kebenaran hakiki)

Arti istilah mati tegang adalah mati kaku

Arti istilah mati terbebang adalah mati bebang

Arti istilah mati-mati adalah bermati-mati

Arti istilah mati-matian adalah pura-pura mati. Mati-matian juga berarti tidak benar-benar mati
Contoh: Ia tidak mati, hanya mati-matian saja

Arti istilah mati-matian adalah dengan bersungguh-sungguh. Mati-matian juga berarti bekerja dengan segenap tenaga
Contoh: Mereka telah bekerja mati-matian untuk menyelesaikan tugas itu

Arti istilah semati-mati angin adalah paling celaka. Semati-mati angin juga berarti sekurang-kurangnya. Semati-mati angin juga berarti sedikit-dikitnya

Arti istilah semati-mati adalah semati

Peribahasa dengan kata mati

Arti peribahasa bagai kerakap tumbuh di di atas batu, hidup enggan mati tak mau adalah hidup dalam kesukaran (kemelaratan) terus-menerus

Arti peribahasa bagai menakik darah mati dari alu bagai menakik darah mati dari batu adalah bekerja keras tetapi sedikit hasilnya

Arti peribahasa berani hilang tak hilang, berani mati tak mati adalah melakukan pekerjaan hendaklah jangan tanggung-tanggung atau takut-takut

Arti peribahasa berani malu, takut mati adalah berani melakukan pekerjaan terlarang, setelah ketahuan baru menyesal

Arti peribahasa bersarak serasa hilang, bercerai serasa mati adalah seseorang yang sangat rindu karena perceraian dengan kekasihnya

Arti peribahasa dianjak layu, dianggur mati adalah seseorang yang telah menetapkan katanya, tidak akan mengubah lagi ketetapan itu karena sudah menjadi adat rasam

Arti peribahasa dianjak layu, dibubut mati adalah suatu kebenaran yang tidak boleh diubah lagi, tetapi harus dipakai terus

Arti peribahasa dianjak layu, dibubut mati adalah suatu kebenaran yang tidak boleh diubah lagi, yang harus dipakai terus

Arti peribahasa diasak layu, dicabut mati adalah sesuatu yang tetap dan tidak diubah-ubah lagi

Arti peribahasa digenggam takut mati, dilepaskan takut terbang adalah rasa gelisah, khawatir. Digenggam takut mati, dilepaskan takut terbang juga berarti kacau-balau

Arti peribahasa daripada hidup bercermin bangkai lebih baik mati berkalang tanah adalah daripada menanggung malu lebih baik mati

Arti peribahasa daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup berlumur tahi, lebih baik mati bertimbun bunga adalah daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati

Arti peribahasa gajah berjuang sama gajah, pelanduk kancil mati di tengah-tengah adalah jika terjadi pertengkaran (peperangan) antara orang (negara) besar, orang kecil (negara kecil) yang celaka

Arti peribahasa gajah mati karena gadingnya adalah orang yang mendapat kecelakaan atau binasa karena keunggulannya (tabiatnya atau perbuatannya)

Arti peribahasa gajah mati tulang setimbun adalah orang kaya (besar dan sebagainya) mati, banyak peninggalannya

Arti peribahasa harimau mati karena belangnya adalah mendapat kecelakaan karena memperlihatkan keunggulannya

Arti peribahasa harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama adalah orang baik akan selalu meninggalkan nama baik, sedangkan orang jahat akan meninggalkan nama buruk

Arti peribahasa harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading adalah orang yang berjasa akan selalu disebut-sebut orang walaupun telah mati

Arti peribahasa hidup dikandung adat, mati dikandung tanah adalah selama hidup orang harus taat pada adat kebiasaan dalam masyarakat

Arti peribahasa hidup segan mati tak hendak adalah hidup yang merana (karena sakit terus-menerus, melarat, sengsara, dan sebagainya)

Arti peribahasa hidup segan, mati tak embuh adalah hidup merana, selalu sakit-sakit saja

Arti peribahasa hidup tidak karena doa, mati tidak karena sumpah adalah orang harus berusaha dengan tenaga dan pikiran sendiri dan tidak mengharapkan pertolongan orang lain

Arti peribahasa hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya adalah hilang lenyap tanpa bekas. Hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya juga berarti pergi tidak pernah kembali, bahkan tidak ada kabar beritanya lagi

Arti peribahasa ikut hati mati, ikut mata buta adalah jika selalu menuruti nafsu, akhirnya akan mendapat celaka

Arti peribahasa ikut hati mati, ikut rasa binasa adalah jika hanya menuruti hawa nafsu tentu akan celaka

Arti peribahasa itik berenang di laut air, mati kehausan adalah menderita kesusahan karena tidak dapat (atau tidak mendapat kesempatan memanfaatkan kekayaan yang ada

Arti peribahasa kalau sorok lebih dahulu daripada tokok, tidak mati babi adalah kalau lagak atau bual yang didahulukan, maksud tidak akan tercapai

Arti peribahasa kecil dikandung ibu, besar dikandung adat, mati dikandung tanah adalah manusia itu selalu terikat oleh tata tertib masyarakat, tidak pernah bebas sama sekali

Arti peribahasa kesturi mati karena baunya adalah mendapat kecelakaan karena perbuatannya sendiri

Arti peribahasa kita semua mati, tetapi kubur masing-masing adalah lain orang lain pikirannya

Arti peribahasa karena mata buta, karena hati mati adalah orang yang menurutkan hawa nafsunya akhirnya binasa

Arti peribahasa karena pijatan mati tuma adalah mendapat (ke)celaka(an) karena berteman dengan orang jahat atau karena (ke)salah(an) orang lain

Arti peribahasa lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup bercermin bangkai adalah lebih baik mati daripada menanggung malu

Arti peribahasa manusia mati meninggalkan nama harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading adalah orang terkenal walaupun sudah meninggal, ia masih tetap dikenang

Arti peribahasa mati anak berkalang bapak, mati bapak berkalang anak adalah anak dan bapak wajib tolong-menolong

Arti peribahasa mati ayam, mati tungaunya adalah jika tuannya celaka, anak buahnya ikut merasakan celaka juga

Arti peribahasa mati berkafan cindai adalah mati dengan nama baik (terhormat)

Arti peribahasa mati dicatuk katak adalah orang yang berkuasa dikalahkan oleh yang lemah

Arti peribahasa mati dicatuk katak adalah orang yang berkuasa dikalahkan oleh orang yang lemah

Arti peribahasa mati dikandung tanah adalah mati (dipendam di dalam tanah)

Arti peribahasa mati enau tinggal di rimba adalah orang kecil jika sudah mati namanya tidak akan disebut-sebut lagi

Arti peribahasa mati gajah tidak dapat belalainya, mati harimau tidak dapat belangnya adalah tahu melakukan perbuatan jahat dan tahu pula menyembunyikan dan menghilangkannya

Arti peribahasa mati ikan karena umpan, mati sahaya karena budi adalah manusia dapat dibujuk atau dikuasai dengan budi atau mulut manis

Arti peribahasa mati kuang karena bunyi adalah mendapat bencana karena kesombongan (perbuatan) sendiri

Arti peribahasa mati kuau karena bunyinya adalah mendapat kecelakaan karena kata-katanya sendiri

Arti peribahasa mati puyuh hendakkan ekor adalah menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai

Arti peribahasa mati rusa karena tanduknya adalah sesuatu yang menjadi kemegahan itu, kadang-kadang mencelakakan

Arti peribahasa mati seladang adalah beristri seorang saja

Arti peribahasa mati seladang adalah saling setia sampai tua. Mati seladang juga berarti sehidup semati (tentang suami istri)

Arti peribahasa mati semut karena gula manisan adalah orang yang mendapat bencana (tertipu dan sebagainya) karena bujuk dan rayuan yang menyenangkan

Arti peribahasa mati tidak akan menyesal, luka tidak akan menyiuk adalah sudah berketetapan hati untuk melakukan sesuatu dan tidak akan menyesal atau mengumpat kemudian jika timbul peristiwa yang tidak baik karena perbuatan itu

Arti peribahasa mati-mati berdawat biar hitam mati-mati mandi biar basah adalah tiap-tiap pekerjaan janganlah dilakukan kepalang tanggung, janganlah diusahakan separuh jalan melainkan dikerjakan sampai pada kesudahannya

Arti peribahasa mati-mati berminyak biar licin adalah setiap pekerjaan janganlah kepalang, jangan diusahakan separuh jalan, tetapi dikerjakan sampai selesai

Arti peribahasa mati-mati mandi biar basah adalah jangan kepalang tanggung

Arti peribahasa mengebat erat-erat, membuhul mati-mati adalah apabila membuat perjanjian harus diatur sebaik-baiknya

Arti peribahasa mengebat erat-erat, membuhul mati-mati adalah membuat aturan (perjanjian) dengan sempurna

Arti peribahasa menggenggam erat membuhul mati adalah memegang janji (putusan, nasihat, dan sebagainya) erat-erat

Arti peribahasa nyamuk mati gatal tak lepas adalah menaruh dendam kepada orang yang berbuat jahat meskipun orang itu sudah dihukum

Arti peribahasa orang penggamang mati jatuh adalah siapa yang tidak memiliki keberanian tidak akan sampai maksudnya

Arti peribahasa patah lidah alamat kalah, patah keris alamat mati adalah tidak pandai membela perkaranya (tanda akan kalah dalam berperkara)

Arti peribahasa perkawinan tempat mati adalah perkawinan yang sungguh-sungguh dilakukan sesuai dengan cita-cita hidup berumah tangga yang bahagia

Arti peribahasa punggur rebah belatuk menumpang mati adalah jika orang yang menjadi pelindung (seperti majikan dan sebagainya) jatuh, anak buahnya pun akan menderita akibatnya

Punggur rebah, belatuk menumpang mati berarti bencana yang menimpa orang besar, orang bawahannya turut terkena akibat buruknya

Arti peribahasa rupa boleh diubah, tabiat dibawa mati adalah terlalu susah mengubah perangai yang sudah menjadi tabiat

Arti peribahasa sebelum ajal berpantang mati adalah tidak akan mati sebelum sampai waktunya

Arti peribahasa sebelum ajal berpantang mati adalah sebelum tiba waktunya tidak akan mati

Arti peribahasa semut dipijak tidak mati, gajah diarung bergelimpangan semut terpijak tidak mati, alu tertarung patah tiga adalah perihal cara berjalan seorang perempuan yang baik lagi teratur (tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat)

Arti peribahasa seperti orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak adalah seseorang yang daif yang tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan makin susah

Arti peribahasa sudah mati kutunya adalah sudah hilang kekuatannya. Sudah mati kutunya juga berarti tidak berbuat apa-apa lagi

Arti peribahasa telah dapat gading bertuah, terbuang tanduk kerbau mati adalah karena mendapat yang lebih baik, yang lama atau yang kurang baik dibuang

Arti peribahasa telah mati yang bergading adalah telah meninggal orang yang berkuasa (disegani)

Arti peribahasa tidak mati oleh belanda adalah seseorang yang sangat kaya sekalipun dagangannya rugi, ia tidak akan jatuh miskin

Arti peribahasa tunggang hilang berani mati adalah tidak takut apa pun

Arti peribahasa utang emas boleh dibayar utang budi dibawa mati adalah budi baik orang hanya dapat dibalas dengan kebaikan pula

Arti peribahasa utang emas dapat dibayar, utang budi dibawa mati adalah kebaikan hati orang akan diingat selama-lamanya

Demikian arti istilah mati kekam di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih

Pencarian

Arti Antonim Sinonim Rima
^