Rizky
RizkySeseorang noobgrammer sekaligus mobile gamer yang selalu tertarik dengan perkembangan teknologi.
gambar pun ilustrasi

Arti Pun

Arti PunPun memiliki 5 arti. Pun adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Pun memiliki arti dalam kelas partikel yaitu kata yang tidak tertakluk pada perubahan bentuk dan hanya berfungsi menampilkan unsur yang diiringinya. Pun masuk ke dalam bahasa gaul atau bahasa ABG yaitu ragam bahasa Indonesia nonstandar yang lazim digunakan oleh anak muda. Sintaksis dan morfologi ragam ini memanfaatkan sintaksis dan morfologi bahasa Indonesia.

Daftar isi

Arti kata pun

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: -
Lain: -
Arti kata pun adalah juga atau demikian juga
Contoh: Jika anda pergi, saya pun hendak pergi

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: -
Lain: -
Arti kata pun adalah meski. Pun juga berarti biar. Pun juga berarti kendati
Contoh: Mahal pun dibelinya juga

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: -
Lain: -
Arti kata pun adalah saja ..
Contoh: Berdiri pun tidak dapat, apalagi berjalan, apa pun dimakannya (jua)

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: -
Lain: -
Arti kata pun adalah (..pun ..lah) untuk menyatakan aspek bahwa perbuatan mulai terjadi
Contoh: Hari pun malamlah

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: -
Lain: -
Arti kata pun adalah untuk menguatkan dan menyatakan pokok kalimat
Contoh: Maka baginda pun bertanya pula

Arti:

pun = loh, amat misalnya : Ypun : iya loh, iya amat

Contoh:

A: eh gue keterima di OXFORD loh :D

B: Ypun (mksdnya iya amat, ya loh) dengan maksud negatif*

A: gua keren banget ya hari ini pake baju batik :)

B: keren pun ! (keren amat, keren loh) dengan maksud negatif*

A: gua bisa jadi presiden nanti 2022 liat aja

B: bisa pun (bisa amat, bisa loh) dengan maksud negatif*

Arti:

Vun / Vuent / Puent / pun = iya. Kata ini hanya digunakan saat ada yang memanggil. Kata ini berasal dari bahasa halus Banjar). sumber: kamuz.aportaL.tk

Contoh:

Wahyu: afikaaa. |

Afika: Vuuuent (iya)

Peribahasa dengan kata pun

Arti peribahasa adapun manikam itu jika dijatuhkan ke dalam limbahan sekalipun, niscaya tidak hilang cahayanya adalah orang yang asalnya baik jika ia miskin ataupun menjadi suruhan orang, tabiatnya, kelakuannya, dan budi bahasanya tetap baik

Arti peribahasa alah di rumpun betung adalah kekalahan yang tidak memuaskan pihak yang kalah

Arti peribahasa api padam puntung berasap adalah perkara yang sudah putus, tetapi timbul lagi

Arti peribahasa api padam puntung hanyut adalah sudah habis (tamat) benar-benar

Arti peribahasa arang itu jikalau dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putih adalah tabiat orang yang dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi

Arti peribahasa asal ada kecil pun pada adalah kalau tidak mendapat banyak, sedikit pun cukup

Arti peribahasa bagai menghela rambut dalam tepung adalah pekerjaan yang sulit atau pekerjaan yang harus dikerjakan dengan hati-hati sekali

Arti peribahasa bak mandi di air kiambang, pelak lepas gatal pun datang adalah sesuatu yang diperoleh sekalipun berguna juga, tetapi kemudian mendatangkan yang lebih menyiksa

Arti peribahasa belum punya kuku hendak mencubit adalah belum mempunyai kekuasaan sudah hendak mencari-cari kesalahan orang

Arti peribahasa betapa pun lurus paku, ujungnya berkelok juga adalah orang yang jahat, biarpun kelihatan baik, hatinya tetap jahat juga

Arti peribahasa datang tampak muka, pulang tampak punggung adalah hendaklah selalu bersopan santun apabila datang di rumah orang atau pergi dari rumah orang

Arti peribahasa datang tampak muka, pulang tampak punggung adalah datang dan pergi hendaklah memberi tahu

Arti peribahasa di muka di puncak hidung adalah dekat sekali di depan orang

Arti peribahasa dikerkah dia menampar pipi, dibakar dia melilit puntung adalah selalu hendak membalas kepada orang yang berbuat jahat

Arti peribahasa hilang dicari, terapung direnangi, terbenam diselami adalah hal atau perkara yang tersembunyi, lalu diperiksa

Arti peribahasa inai tertepung, kuku tanggal adalah sesuatu yang sudah selesai dikerjakan, tetapi akhirnya ada kesukaran (kesusahan dan sebagainya)

Arti peribahasa kalau pandai menggulai badar pun menjadi tenggiri adalah orang yang pandai, meskipun kurang alat syaratnya, dapat juga mengerjakan sesuatu dengan baik

Arti peribahasa kerbau punya susu, sapi punya nama adalah seseorang yang berbuat kebaikan atau bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat pujian

Arti peribahasa kerosok ular di rumpun bambu adalah tidak perlu takut akan gertakan atau ancaman orang

Arti peribahasa ladang yang berpunya adalah perempuan yang sudah kawin

Arti peribahasa lubuk dalam, si kitang yang empunya adalah setiap orang berkuasa di lingkungan sendiri

Arti peribahasa madu satu tong, jika rembes, rembesnya pun madu jua adalah jika baik asalnya, turunannya pun baik juga:

Arti peribahasa memakuk dengan punggung lading adalah sangat menyakiti hati orang

Arti peribahasa memalit rembes menampung titik adalah biar sedikit diterima juga

Arti peribahasa mendabih menampung darah adalah sangat tamak

Arti peribahasa menebas buluh serumpun adalah merusak seluruh nama keluarga

Arti peribahasa punggung parang sekalipun jika selalu diasah, akan tajam juga adalah sebodoh-bodoh orang, apabila selalu belajar, akan pandai juga

Arti peribahasa punggur rebah belatuk menumpang mati adalah jika orang yang menjadi pelindung (seperti majikan dan sebagainya) jatuh, anak buahnya pun akan menderita akibatnya

Punggur rebah, belatuk menumpang mati berarti bencana yang menimpa orang besar, orang bawahannya turut terkena akibat buruknya

Arti peribahasa pusat jala pumpunan ikan adalah (menjadi) tempat berkumpul atau menjadi pusat berbagai-bagai hal (urusan). Pusat jala pumpunan ikan juga berarti pusat pemerintahan

Arti peribahasa rebung tidak jauh dari rumpun adalah tabiat anak tidak jauh berbeda dari tabiat orang tuanya

Arti peribahasa seikat bagai sirih, serumpun bagai serai adalah seia sekata. Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai juga berarti sehina semalu. Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai juga berarti bersama-sama menanggung untung dan rugi atau senang dan derita

Arti peribahasa seliang bagai tebu, serumpun bagai serai adalah seia sekata. Seliang bagai tebu, serumpun bagai serai juga berarti rukun

Arti peribahasa serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih adalah seia sekata. Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih juga berarti rukun sekali

Arti peribahasa serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih adalah seia sekata. Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih juga berarti rukun sekali

Arti peribahasa serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu adalah bersatu hati dalam segala hal

Arti peribahasa siapa pun jadi raja, tanganku ke dahi juga adalah siapa pun berkuasa aku tetap menghormatinya

Arti peribahasa siar bakar berpuntung suluh adalah suatu perkara boleh diputuskan sesudah cukup bukti-bukti dan keterangannya

Arti peribahasa seperti buah kedempung, di luar berisi di dalam kosong adalah orang yang sombong (banyak cakap), padahal tidak ada kelebihannya

Arti peribahasa seperti gajah masuk kampung adalah orang yang berkuasa dapat berbuat sekehendak hati di dalam lingkungan orang yang lemah

Arti peribahasa seperti menepung tiada berberas adalah banyak cakap, tidak berisi

Arti peribahasa seperti pungguk merindukan bulan adalah seseorang yang merindukan kekasihnya, tetapi cintanya tidak terbalas

Arti peribahasa seperti rusa masuk kampung adalah tercengang-cengang keheranan

Arti peribahasa sungguhpun kawat yang dibentuk, ikan di laut yang diadang adalah sungguhpun tampaknya tidak ada suatu maksud, tetapi ada juga yang dituju

Arti peribahasa tak jauh rebung dari rumpunnya adalah tabiat anak tidak akan berbeda jauh dengan orang tuanya

Arti peribahasa tepung kena ragi adalah sudah terjadi (berjalan baik-baik)

Arti peribahasa terapung sama hanyut, terendam sama basah adalah sehidup semati. Terapung sama hanyut, terendam sama basah juga berarti senasib sepenanggungan

Arti peribahasa terapung tak hanyut, terendam tak basah adalah belum tentu kesudahannya (tentang perkara dan sebagainya)

Arti peribahasa terapung tak hanyut, terendam tak basah adalah belum ada keputusan atau ketentuan

Arti peribahasa tercubit paha kiri, paha kanan pun berasa sakit adalah jika salah seorang anggota keluarga menderita sesuatu, anggota yang lain pun turut merasakan

Arti peribahasa tiada rotan akar pun berguna jadi adalah kalau tidak ada yang baik, yang kurang baik pun boleh juga (meskipun kurang baik dapat dipakai juga)

Demikian arti kata pun di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya. Untuk melakukan validasi terhadap keakuratan dari rangkuman kami, silahkan kunjungi laman KBBI Daring Resmi untuk kata pun.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik, saran dan juga koreksi melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih

Pencarian

Arti Antonim Sinonim Rima
^