Rizky
RizkySeseorang noobgrammer sekaligus mobile gamer yang selalu tertarik dengan perkembangan teknologi.

Ma Atau Mak

gambar mak ilustrasi

Ma Atau Mak - Manakah penulisan kata yang benar antara ma dan mak?

Kata ma adalah bentuk tidak baku dari kata mak sehingga penulisan yang benar adalah mak. Penulisan kata yang benar disebut juga dengan kata baku yaitu kata yang penulisannya sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Berikut adalah arti dari kata mak menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Arti Kata Mak

Mak memiliki 3 arti. Mak adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Mak memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga mak dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.

Daftar isi

Arti kata mak

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: -
Lain: -
Arti kata mak adalah orang tua perempuan. Mak juga berarti ibu
Contoh: Sambil menangis anak kecil itu memanggil-manggil maknya

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: -
Lain: -
Arti kata mak adalah kata sapaan untuk perempuan yang patut disebut ibu atau dianggap sepadan dengan ibu

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: -
Lain: -
Arti kata mak adalah mamak

Istilah dengan kata dasar mak

Arti istilah mak angkat adalah ibu yang bertindak (mendidik, mengurusi, dan sebagainya) sebagai ibu kandung. Mak angkat juga berarti ibu angkat

Arti istilah mak bungsu adalah kata sapaan akrab untuk adik perempuan yang bungsu dari ibu atau bapak

Arti istilah mak cik adalah mak kecil. Mak cik juga berarti bibi

Arti istilah mak kandung adalah ibu sendiri

Arti istilah mak kecil adalah kata sapaan akrab untuk adik perempuan ibu atau bapak. Mak kecil juga berarti bibi

Arti istilah mak kopek adalah inang

Arti istilah mak lung adalah kata sapaan akrab untuk saudara ibu atau bapak yang sulung

Arti istilah mak muda adalah mak kecil

Arti istilah mak muda adalah bini muda

Arti istilah mak ngah adalah nama panggilan kekerabatan untuk saudara ibu atau bapak yang tengah

Arti istilah mak saudara adalah kata sapaan akrab untuk saudara perempuan ibu atau saudara perempuan bapak

Arti istilah mak su adalah kata sapaan akrab untuk adik ibu atau bapak yang bungsu. Mak su juga berarti inang

Arti istilah mak tiri adalah ibu tiri

Arti istilah mak tua adalah kata sapaan akrab untuk kakak perempuan ibu atau kakak perempuan bapak

Arti istilah mak tua adalah bini yang tua

Arti istilah mak ua adalah mak tua

Arti istilah mak uda adalah mak muda

Arti istilah mak uda adalah bini yang muda

Peribahasa dengan kata mak

Arti peribahasa air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam adalah tidak enak makan dan minum (karena terlalu sedih dan sebagainya)

Arti peribahasa alah kalah membeli, menang memakai adalah biarpun harganya mahal, tetapi dapat dipakai lama karena mutunya baik

Arti peribahasa alah membeli menang memakai adalah barang yang baik memang mahal harganya, tetapi dapat lama dipakai

Arti peribahasa api makan sekam dedak adalah perbuatan jahat (dendam dan sebagainya) yang tidak tampak

Arti peribahasa asing maksud, asing sampai adalah tidak sesuai dengan yang diharapkan

Arti peribahasa badak makan anak adalah ayah membuang anaknya karena takut akan musnah kebesarannya (pada raja-raja zaman dahulu)

Arti peribahasa bagai budak-budak makan pisang adalah tidak mudah ditipu dan sebagainya

Arti peribahasa bagai getah dibawa ke semak adalah makin kusut (tentang perkara)

Arti peribahasa bagai pahat, tidak ditukul tidak makan adalah orang yang hanya mau bekerja apabila diperintah

Arti peribahasa berkaing-kaing dulu maka makan adalah baru dapat makan sesudah bekerja berat (sukar hidupnya)

Arti peribahasa bodoh-bodoh sepat, tak makan pancing emas adalah meskipun bodoh, dapat juga memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya

Arti peribahasa bukan budak makan pisang adalah bukan orang yang dapat dipermainkan (ditipu)

Arti peribahasa cakap berlauk-lauk, makan dengan sambal lada adalah cakapnya seperti orang berada, padahal sesungguhnya hidupnya serba kekurangan

Arti peribahasa dari semak ke belukar adalah meninggalkan sesuatu yang buruk, mendapatkan yang buruk pula

Arti peribahasa dari semak ke belukar adalah sama saja halnya

Arti peribahasa gamak-gamak seperti menyambal adalah hanya dengan coba-coba atau kira-kira saja

Arti peribahasa gemuk membuang lemak, cerdik membuang kawan adalah tidak mau menolong atau bergaul dengan keluarganya

Arti peribahasa habis beralur maka beralu-alu adalah jika dengan jalan musyawarah tidak dicapai kata sepakat, barulah dengan jalan kekerasan

Arti peribahasa hitam, hitam tahi minyak dimakan juga, putih-putih ampas kelapa dibuang adalah barang yang buruk tetapi berguna disimpan, barang yang bagus tetapi tidak berguna dibuang

Arti peribahasa hulu mujur pandai bertenggang bertengkar, hulu baik pandai memakai adalah pandai hidup dan pandai bergaul

Arti peribahasa ilmu padi, makin berisi makin runduk adalah makin banyak pengetahuan makin rendah hati

Arti peribahasa isi lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita adalah orang lain mendapat senangnya, kita mendapat susahnya saja

Arti peribahasa jika pisau tiada berbaja, makin dikikir bertambah tumpul adalah anak yang dungu, makin diajar makin bodoh

Arti peribahasa kalau guru makan berdiri, maka murid makan berlari adalah kelakuan murid mencontoh kelakuan guru, biasanya dalam hal yang tidak baik

Arti peribahasa kenyang banyak makan garam adalah sudah berpengalaman dalam hidup

Arti peribahasa lagi ada jangan dimakan, sudah habis baru dimakan adalah sewaktu ada pencaharian, jangan diganggu harta simpanannya, tetapi apabila tiada pencaharian lagi, barulah dipergunakan harta simpanan itu

Arti peribahasa lagi murah, lagi menawar makin murah, makin menawar adalah makin diberi, makin banyak lagi yang diminta

Arti peribahasa lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan adalah suatu perundingan, jikalau baik sekalipun jangan terus diterima dan jika kurang baik jangan pula terus ditolak, hendaklah dipikirkan dalam-dalam dan ditimbang baik-baik dahulu baik jeleknya

Arti peribahasa lemak penyelar daging adalah memboroskan harta benda tuannya

Arti peribahasa makan bersabitkan adalah orang yang senang, tiada bekerja dan dapat makan minum yang cukup, misalnya dari istri yang kaya dan pemurah

Arti peribahasa makan bubur panas-panas adalah terlalu berharap akan beroleh rezeki, lalu bertindak tergesa-gesa sehingga kecewa jadinya

Arti peribahasa makan hati berulam jantung adalah dikatakan kepada orang yang sangat bersedih hati

Arti peribahasa makan hati berulam jantung adalah bersusah hati karena perbuatan salah seorang teman karib

Arti peribahasa makan masak mentah adalah tidak membedakan halal dan haram

Arti peribahasa makan sudah terhidang, jamu belum jua datang adalah gadis yang telah besar, sudah patut bersuami, tetapi orang belum ada yang datang meminangnya

Arti peribahasa makan upas berulam racun adalah orang yang dalam kesusahan dan duka cita karena diliputi marabahaya yang besar

Arti peribahasa makanan enggang akan dimakan pipit adalah hendak melakukan sesuatu yang tidak sepadan dengan tarafnya (kesanggupan dan sebagainya)

Arti peribahasa maksud bagai maksud manau adalah menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai

Arti peribahasa malu makan perut lapar adalah kalau tidak mau berikhtiar, tidak akan mendapat kemajuan

Arti peribahasa memakan habis-habisan, menyuruh hilang-hilang adalah jika merahasiakan sesuatu, hendaklah dilakukan dengan sebaik-baiknya

Arti peribahasa memakuk dengan punggung lading adalah sangat menyakiti hati orang

Arti peribahasa mengajar orang tua makan dadih adalah mengajar orang yang lebih pandai

Arti peribahasa menyuruk hilang-hilang, memakan habis-habis adalah menyembunyikan suatu kehendak sesempurna-sempurnanya

Arti peribahasa minum serasa duri, makan serasa lilin, tidur tak lena, mandi tak basah adalah hal orang yang sangat bersusah hati sehingga segala sesuatunya tidak berasa enak

Arti peribahasa nasi sama ditanak, kerak dimakan seorang adalah pekerjaan dilakukan bersama-sama, tetapi keuntungannya diambil sendiri

Arti peribahasa nasi tersendok tidak termakan adalah tidak dapat merasakan (mengenyam) apa yang didapatnya. Nasi tersendok tidak termakan juga berarti belum menjadi rezekinya

Arti peribahasa orang muda selendang dunia, orang kaya suka dimakan adalah (untuk puji-pujian) orang muda perhiasan dunia, orang kaya yang pemurah

Arti peribahasa orang tua diajar makan pisang adalah orang yang sudah tahu (ahli, pandai) tidak usah diajari

Arti peribahasa padi selumbung dimakan orang banyak adalah penghibur bagi istri yang suaminya beristri lebih daripada satu

Arti peribahasa pagar makan padi adalah orang yang merusakkan barang yang diamanatkan kepadanya

Arti peribahasa pagar makan tanaman adalah orang yang merusakkan barang yang diamanatkan (dititipkan) kepadanya

Arti peribahasa patah selera banyak makan adalah pura-pura tidak mau, sebenarnya suka sekali

Arti peribahasa pipit pekak makan berhujan adalah sangat rajin

Arti peribahasa rezeki elang tak akan dapat dimakan oleh musang burung pipit adalah setiap orang ada keuntungannya masing-masing

Arti peribahasa rindu jadi batasnya maka manis tak jadi cuka adalah jangan terlalu mesra bergaul dengan seseorang sebab pergaulan seperti itu kerap kali menimbulkan dendam kesumat

Arti peribahasa sakit kepala panjang rambut, patah selera banyak makan adalah lahirnya tidak suka, tetapi sebenarnya suka sekali

Arti peribahasa sebusuk-busuk daging dikincah dimakan juga, seharum-harum tulang dibuang adalah jika keluarga berbuat ulah akan dimarahi, tetapi setelah itu diampuni, jika orang lain berbuat salah tidak dimaafkan sedikit pun juga

Arti peribahasa senjata makan tuan adalah sesuatu yang direncanakan untuk mencelakakan orang lain, tetapi berbalik mengenai diri sendiri

Arti peribahasa seorang makan cempedak, semua kena getahnya adalah seorang berbuat salah, semua dianggap bersalah juga

Arti peribahasa seorang makan cempedak, semuanya lumus oleh getahnya adalah seorang yang bersalah, semuanya mendapat nama yang tidak baik

Arti peribahasa seorang makan nangka, semua kena getahnya adalah seorang yang berbuat kesalahan demi memenuhi kesenangannya, tetapi orang lain turut menanggung akibatnya

Arti peribahasa seperlunya maka hendak menutup lubang adalah sesudah mendapat celaka, baru ingat akan ikhtiar

Arti peribahasa siapa makan lada, ialah berasa pedas adalah barang siapa yang bersalah akan merasa tersinggung (oleh sindiran dan sebagainya)

Arti peribahasa siapa yang makan cabai, dialah yang berasa pedas kepedasan adalah siapa yang berbuat kurang baik akan merasakan akibatnya

Arti peribahasa siapa yang makan cabai, dialah yang berasa pedas kepedasan adalah siapa yang merasa tersindir berarti telah berbuat seperti yang disindirkan itu

Arti peribahasa seperti api makan di dalam sekam adalah perasaan cinta kasih (dendam dan sebagainya) yang tersembunyi

Arti peribahasa seperti bisai makan sepinggan adalah berpatutan (sesuai) benar

Arti peribahasa seperti gunting makan di ujung adalah perlahan-lahan (diam-diam tidak kentara), tetapi mengena atau tercapai apa yang dimaksudkan

Arti peribahasa seperti toman makan anak adalah orang yang berbuat cabul (sumbang)

Arti peribahasa sudah biasa makan emping adalah sudah berpengalaman

Arti peribahasa sudah biasa makan kerak adalah sudah biasa mengalami kesukaran

Arti peribahasa sudah kenyang makan kerak adalah sudah banyak pengalaman

Arti peribahasa sudah lulus maka hendak melantai adalah sudah celaka baru ingat

Arti peribahasa sudah makan, bismilah adalah suatu pekerjaan atau rundingan yang dilakukan terbalik, jadi tidak mengikuti aturan

Arti peribahasa tahu makan tahu simpan adalah dapat menyimpan rahasia baik-baik

Arti peribahasa telah busuk maka dipeda adalah berbuat sesuatu yang telah terlambat

Arti peribahasa telah dijual, maka dibeli adalah pikirkan masak-masak sebelum mengerjakan sesuatu

Arti peribahasa telah habis maka dimakan adalah sewaktu ada pencaharian, jangan diganggu harta simpanannya, tetapi apabila tiada pencaharian lagi, barulah dipergunakan harta simpanan itu

Arti peribahasa telah karam maka bertimba adalah baru ingat atau menyesal sesudah menderita kemalangan

Arti peribahasa tempat makan jangan dibenahi adalah kita jangan berbuat tidak senonoh di tempat kita menumpang. Tempat makan jangan dibenahi juga berarti jangan berbuat jahat kepada orang yang berlaku baik kepada kita

Arti peribahasa termakan di cirit berendang adalah termakan guna-guna sehingga dikuasai benar oleh orang lain

Arti peribahasa termakan di rambut adalah amat susah

Arti peribahasa termakan di sadah adalah sangat kesal hati (karena tertipu dan sebagainya)

Arti peribahasa tertangkup sama termakan tanah, telentang sama terminum air adalah sama-sama dalam suka dan duka

Arti peribahasa tertelentang sama terminum air, tertelungkup sama termakan tanah adalah seia sekata. Tertelentang sama terminum air, tertelungkup sama termakan tanah juga berarti sama-sama merasakan keberuntungan atau kerugian

Arti peribahasa tidak makan benang adalah tidak masuk akal. Tidak makan benang juga berarti tidak benar

Arti peribahasa tidak makan siku-siku adalah cakap orang yang berleleran saja, tiada langsung ke tujuannya

Arti peribahasa tidak makan siku-siku adalah tidak baik. Tidak makan siku-siku juga berarti tidak patut

Arti peribahasa tidur tak lelap, makan tak kenyang adalah sangat gelisah (karena bersusah hati, banyak pikiran, dan sebagainya)

Arti peribahasa tohok lembing ke semak adalah (perbuatan yang) sia-sia

Demikian penulisan yang benar dari kata ma dan arti kata mak menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih

Pencarian

Arti Antonim Sinonim Rima
^